alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Aduan Swastanisasi Air, KPK Warning Anies Baswedan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9f6911b840882a5144b070/aduan-swastanisasi-air-kpk-warning-anies-baswedan

Aduan Swastanisasi Air, KPK Warning Anies Baswedan

TEMPO.CO, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima aduan mengenai kebijakan swastanisasi air minum di Jakarta. Karena itulah, KPK memanggil Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum di bawah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi kemarin.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan komisi antirasuah itu sedang mencermati sejumlah aspek dalam pengelolaan air minum di Jakarta. "Dan terdapat risiko klausul perjanjian kerja sama yang tidak berpihak pada kepentingan Pemerintah Provinsi DKI dan masyarakat pada umumnya," kata Febri saat dihubungi, Jumat, 10 Mei 2019.

Menurut dia, Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK mendapat pengaduan dari masyarakat soal swastanisasi air ini. Febri tak bisa membeberkan substansi aduan.

KPK dapat meneruskan pengaduan ke bagian inspektorat, penindakan, atau pencegahan. Aduan ini, papar Febri, diserahkan ke divisi pencegahan. Sebab, untuk saat ini, KPK menganggap kasus dapat diselesaikan dengan dilakukan upaya perbaikan.

"Kalau (klarifikasi) yang sekarang sebagai warning dulu karena prosesnya masih panjang," ujar dia.

Kasus ini menjadi fokus KPK lantaran ada beberapa risiko penyimpangan apabila pemerintah DKI tidak memperhatikan sejumlah persoalan yang telah dibahas di sidang Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung (MA). Ini juga untuk mencegah terjadinya korupsi di kemudian hari.

Salah satu aspek yang dipertanyakan KPK adalah apa rencana pemda setelah kontrak dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta berakhir pada 2023. KPK menyoroti perjanjian kerja sama DKI dengan dua perusahaan itu yang berisiko rugi sekitar Rp 1,2 triliun.

"Meskipun MA telah memutus PK (peninjauan kembali) dalam perkara ini, namun sejumlah temuan substansial perlu tetap diperhatikan agar tidak merugikan kepentingan Pemprov DKI dan masyarakat secara luas," jelas Febri.

Gubernur DKI Anies Baswedan memastikan, pemda bakal mengambil alih pengelolaan air minum Jakarta dari pihak swasta. Namun, hingga saat ini pemda belum memutuskan langkah yang akan diambil untuk mengambil alih pengelolaan air bersih. Sebelumnya, pemda memiliki beberapa opsi.

Anies Baswedan menyatakan, Aetra telah menyetujui head of agreement (HoA) dengan PD PAM JAYA. Sementara Palyja dinilai tidak kooperatif.


sumber
https://metro.tempo.co/amp/1204225/a...anies-baswedan


bagaimana.kelanjutan.kasus ini ?
mari kita pantau bersama

emoticon-Recommended Seller
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Trs?emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
Aparatkaskus dan simsol... memberi reputasi
siapa tau pihak swasta itu afiliasi ama ulama unok al kardusiemoticon-Big Grin
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
KPK dapat meneruskan pengaduan ke bagian inspektorat, penindakan, atau pencegahan. Aduan ini, papar Febri, diserahkan ke divisi pencegahan. Sebab, untuk saat ini, KPK menganggap kasus dapat diselesaikan dengan dilakukan upaya perbaikan.

"Kalau (klarifikasi) yang sekarang sebagai warning dulu karena prosesnya masih panjang," ujar dia.

Kasus ini menjadi fokus KPK lantaran ada beberapa risiko penyimpangan apabila pemerintah DKI tidak memperhatikan sejumlah persoalan yang telah dibahas di sidang Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung (MA). Ini juga untuk mencegah terjadinya korupsi di kemudian hari.
profile-picture
profile-picture
Aparatkaskus dan simsol... memberi reputasi
amanlah masih ada saudara di dalam dan punya pengaruh kuat pulaemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
RastAVArianA dan liee memberi reputasi
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. UUD 1945 Pasal 33 (3).

emoticon-Angkat Beer
Lihat 1 balasan
Aerta
Palyja



Itu swasta bukan???




7 Tahun Polemik Swastanisasi Air di Jakarta
https://metro.tempo.co/read/1169509/7-tahun-polemik-swastanisasi-air-di-jakarta/full?view=ok
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Balasan post hhendryz
Quote:


7 Tahun Polemik Swastanisasi Air di Jakarta
https://metro.tempo.co/read/1169509/7-tahun-polemik-swastanisasi-air-di-jakarta/full?view=ok
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Balasan post bl0job
Quote:


7 Tahun Polemik Swastanisasi Air di Jakarta
https://metro.tempo.co/read/1169509/7-tahun-polemik-swastanisasi-air-di-jakarta/full?view=ok
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Quote:


7 Tahun Polemik Swastanisasi Air di Jakarta
https://metro.tempo.co/read/1169509/7-tahun-polemik-swastanisasi-air-di-jakarta/full?view=ok
Jauh sebelum KPK teriak-teriak pemprov kan emang mau ambil pengolahan air di Jakarta..


https://m.detik.com/news/berita/d-4423166/tak-puas-dengan-swasta-anies-segera-ambil-alih-pengelolaan-air-jakarta
KPK gimana kelanjutan pemprov beli tanah sendiri? Kerugian udah jelas menurut audit BPK, masa sampe skrg ga jelas?
profile-picture
DomCobbTotem memberi reputasi
Bukannya dah dari dulu diswastanisasi? Kok baru dijaman anis aja dilaporkan..aduuh..pelapor maennya kurang jauh
Paling mentok mentoknya dikirimin surat doang kayak kemarenan..
emoticon-Wakaka
Diubah oleh revolushit.29
junjungan lo nih baswedan group @pdt.henderson saatnya bela majikan hiya hiya hiya

ya yg kecil kecil gini supaya keliatan ga di lindungi

bagus sih, buat nipu nasbung yg otaknya jarang terpakai

emoticon-Traveller
profile-picture
vegasigitp memberi reputasi
Mr always right
harusnya uno nih yg kena emoticon-Ngakak
yg penting seimin kan gpp...

emoticon-Traveller
selama cyclops masi di sono mah aman2 aja,masih satu klan kan aman
Lihat 1 balasan
Quote:


Quote:


Apa sistem kpk macam pbb bisa main veto seenak udelnya?
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di