alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tak ada penambahan pasukan untuk presiden
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9f1987349d0f1a4e630c0f/tak-ada-penambahan-pasukan-untuk-presiden

Tak ada penambahan pasukan untuk presiden

Tak ada penambahan pasukan untuk presiden
Inspektur upacara, Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga kanan) menyalami pasukan usai Upacara Perayaan HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).
Satuan pelaksana Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjalankan fungsi pengamanan presiden menyatakan tidak akan menambah pasukan terkait insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Pasmpampres) Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyatakan standar pengamanan terhadap Presiden Joko “Jokowi” Widodo sudah “high risk”, dengan memperhitungkan segala potensi terhadap ancaman keamanan.

“Tak perlu, kita kan sudah standar, sudah high risk. Kita sudah hitung semua SOP-nya,” kata Maruli, lewat sambungan telepon dengan Beritagar.id, Kamis (10/10/2019) sore.

Dari penjelasan Maruli, setiap presiden hendak menuju sebuah lokasi, maka akan ada tim awal (advance) paspampres yang akan melakukan penyisiran keamanan (clearance) sebelum ketibaan.

Penyisiran itu diyakininya efektif dalam mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Bukan hanya tim awal, presiden juga akan dikawal oleh tim utama (main group) di setiap gerak langkahnya.

Selain itu, pada setiap agenda Jokowi selalu disiapkan alat pendeteksi senjata tajam untuk semua yang hadir. Sehingga, seharusnya benda-benda tajam tak akan lolos di setiap presiden berada.

“Kalau kami saat dropping harusnya sudah clear,” katanya.

Kondisi ini juga diklaim tidak akan memengaruhi standar pengamanan kepada pejabat negara lainnya, utamanya kepada jajaran kabinet.

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla menyatakan selama ini pengamanan terhadap para pejabat negara sudah memiliki standar operasional (SOP) yang ketat dan diatur negara.

“Sebenarnya menteri sudah ada SOPnya untuk bisa dapat pengawalan dari polisi. Ada SOPnya,” kata JK di RSPAD.

Untuk diketahui, personel paspampres berasal dari prajurit pilihan seperti Kopassus, Raider, Kostrad, Marinir, Yontaifib, Denjaka, Kopaska, Kopaskhas, dan Den Bravo 90.

Setiap prajurit yang terpilih telah melalui uji seleksi dari berbagai segi, mulai dari fisik, mental, intelijen, postur, dan seterusnya.

Berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/5/1/2010 tanggal 20 Januari 2010, organisasi Paspampres terdiri dengan komposisi unsur pimpinan komandan dan wakil komandan, unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari Staf Perencanaan, Staf Intijen, Staf Operasi, Staf Personel, dan Staf Logistik.

Selanjutnya, unsur pelayanan, unsur badan pelaksana yang terdiri dari Densi, Denkomlek, Denkes, Denpal, Denbekang, dan Pusdalops.

Sementara, untuk unsur pelaksanaannya terbagi atas empat, yakni Grup A Paspampres, berkekuatan 4 Detasemen yang melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap presiden beserta keluarga.

Grup B Paspampres, berkekuatan 4 Detasemen bertugas mengamankan wakil presiden dan keluarga. Grup C Paspampres bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres TNI.

Terakhir Grup D Paspampres, berkekuatan 4 Detasemen yang melaksanakan pengaman fisik jarak dekat terhadap mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarganya.
Pelantikan dipastikan aman
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan mengakui bahwa pihaknya telah mendeteksi adanya aksi terorisme untuk menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden ke-8 RI, 20 Oktober 2019.

Maka dari itu, bersama dengan Kepolisian RI dan TNI pihaknya telah menyusun rencana pengaman pada hari tersebut.

“Kita sudah deteksi, menjelang pelantikan memang sudah ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita dengar dan waspada,” kata Budi di RSPAD.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan insiden yang menimpa Wiranto tidak akan memengaruhi jalannya pelantikan.

“Saya kira tidak. Mudah-mudahan ini selesai operasi beliau (Wiranto) akan menjawab, insyaAllah dapat sembuh kembali,” kata JK.

Untuk diketahui, acara pelantikan Jokowi tetap akan digelar pada Minggu, 20 Oktober 2019. Jam pelaksanaannya diagendakan pada pukul 14.00 WIB—direvisi kembali setelah sebelumnya pukul 16.00 WIB.

Sejumlah rumor menyebut sejumlah aksi demonstrasi meminta Jokowi bersikap atas RUU KPK dan RUU KUHP akan digelar pada hari pelantikan tersebut.

Menurut rencana, Polri dan TNI akan menurunkan minimal 27 ribu personel gabungan pada hari pelantikan esok.
Tak ada penambahan pasukan untuk presiden


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...untuk-presiden

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tak ada penambahan pasukan untuk presiden Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS

- Tak ada penambahan pasukan untuk presiden Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus masih di bawah harapan

- Tak ada penambahan pasukan untuk presiden Jokowi perintahkan perburuan jaringan penusuk Wiranto

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di