alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9f1550349d0f72290c879d/manuver-cerdas-memecah-soliditas-gerindra-pks

Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS

Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS
Ilustrasi: Pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Spekulasi masuknya Gerindra ke dalam pemerintahan Joko "Jokowi" Widodo, semakin mengkristal, sekalipun Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto baru akan menyatakan sikap politiknya 17 Oktober mendatang.

Sesuai dengan proposal yang diajukan kepada Jokowi, Gerindra setidaknya berminat mendapat tempat di bidang pertanian dan ESDM. Bila proposal tersebut diterima oleh Jokowi, konsekuensi logisnya, Gerindra akan ditarik masuk ke kabinet.

Mencermati komunikasi politik yang sudah berlangsung antara Prabowo dengan Jokowi, juga dengan Ketua Umum PDIP Megawati beberapa waktu belakangan, bukan tidak mungkin Gerindra jadi diajak masuk dalam pemerintahan Jokowi jilid 2.

Perintah Prabowo agar Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, mengalah dari Bambang Soesatyo dalam kontestasi pemilihan Ketua MPR, perlu dicermati. Sebab perintah tersebut keluar setelah Prabowo melakukan pembicaraan dengan Megawati.

Apakah ada pembicaraan selain isu Ketua MPR? Juga adakah imbal balik atas mundurnya Muzani? Hanya Prabowo dan Megawati yang tahu.

PDIP sampai saat ini adem ayem saja. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bicara sangat normatif. Bila Gerindra diajak masuk ke kabinet, pasti Presiden Jokowi mengajak ngobrol semua pimpinan parpol dalam Koalisi Indonesia Kerja.

Yang pasti, beberapa parpol pendukung Jokowi dalam pilpres kemarin mulai kegerahan dengan relasi Jokowi dan PDIP dengan Gerindra. Mereka memperlihatkan ketidaksetujuannya, bila Gerindra dirangkul dalam pemerintahan Jokowi.

Golkar misalnya, menyatakan koalisi pendukung Jokowi sudah cukup, tidak perlu menambah lagi. Golkar pun meminta bila Gerindra diajak masuk ke pemerintahan, jangan hanya diputuskan oleh satu parpol saja (PDIP). Semua anggota koalisi harus diajak berembug.

NasDem, lebih tegas. Partai ini menolak masuknya Gerindra ke pemerintahan. Alasannya cukup ideal dalam tatanan demokrasi. Bila kompetitor dalam pilpres diajak masuk ke pemerintahan, lalu siapa yang akan menjadi sistem kontrol di parlemen, begitu penjelasan Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago.

Namun praktik politik sering kali tidak sejalan dengan tatanan ideal demokrasi. Politik bisa berubah setiap saat tergantung dari kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai. Dan perubahan politik kadang tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang. Politik mesti dilihat dengan kacamata perspektif lengkap dengan skeptisme.

Bila menilik rivalitas PDIP dengan Gerindra sejak pilpres 2014, keputusan--bila jadi-- mengajak Gerindra masuk dalam pemerintahan Jokowi jilid 2, adalah keputusan cerdas.

Ini bukan sekadar hitungan transaksional trade off kursi kabinet dengan dukungan di parlemen. Tapi bisa dimaknai sebagai kalkulasi politik jangka panjang, setidaknya hingga pemilu 2024.

Makna terpenting memberi kursi kabinet kepada Gerindra, sesungguhnya adalah memisahkan Gerindra dengan soul mate-nya, yaitu PKS. Pasangan Gerindra-PKS, selama ini sangat solid dan sering merepotkan lawannya, terutama PDIP. Lihat saja kiprahnya di pilkada DKI 2017 dan pilpres 2019.

Dalam pilpres 2019 misalnya, tanpa menafikan peran partai lain dalam Koalisi Merah Putih (KMP), mesin politik Gerindra-PKS lah yang bekerja luar biasa.

Keduanya bisa membangun basis massa militan dari berbagai kelompok masyarakat. Dari emak-emak, kaum muda, hingga komunitas berbasis primordial, juga agama. Militansi serupa tidak begitu terlihat dalam koalisi pendukung Jokowi.

Pasangan ini harus diakui sangat lihai dalam membangun persepsi politik. Memanfaatkan isu politik identitas, keduanya bisa membangun kesan seorang seperti Prabowo--yang nota bene nasionalis--diposisikan sebagai simbol dan tokoh perjuangan kelompok agamis, serta mantan petinggi negara yang teraniaya. Dan posisi tersebut, mengundang empati banyak pihak.

Bila diukur dengan modal suara di parlemen, sesungguhnya modal Gerindra-PKS, tidaklah terlalu kuat. Pada pemilu 2014, Gerindra punya modal 14,76 juta suara atau 11,81 persen kursi di parlemen. Sedang PKS, modal suaranya 8,48 juta suara atau 6,79 persen kursi di parlemen.

Demokrat dan PAN susah memastikan berapa suara yang bisa dijadikan modal, sebab sejak awal banyak pengurus kedua partai tersebut di daerah, mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi.

Nah modal yang tak terlalu besar itu setelah dikapitalisasi melalui mesin politik partai, bisa menghasilkan 68.44 juta suara, atau 44,59 persen dalam pilpres 2019. Hasil yang cukup besar bila dibanding modal.

Bila dihitung dari gain yang didapat, bisa dipastikan modal Gerindra, PKS, dan sebagian Demokrat serta sebagian PAN, hasilnya lebih tinggi dibanding modal yang dimiliki oleh koalisi Indonesia kerja (KIK), yang sejak dari awal memang sudah besar, yaitu sekitar 57 persen suara.

Dengan merangkul Gerindra, dalam jangka pendek, akan memastikan pemerintahan Jokowi relatif bebas gangguan di parlemen. PKS dan PAN yang berada di luar pemerintahan, tak akan bisa berbuat banyak dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. Apa lagi di dalam proses legislasi.

Sedang untuk jangka panjang, tentu harus ada upaya lain, yaitu merawat relasi politik yang sudah terjalin, setidaknya hingga pemilu 2024. Ketika Koalisi Indonesia Kerja plus Gerindra merasa nyaman, pada 2024, PDIP akan memperoleh manfaat yang tidak kecil.

Saat itu sangat besar kemungkinannya Prabowo tidak akan maju lagi sebagai calon presiden. Sementara PDIP bisa leluasa menyiapkan kader-kader potensialnya, untuk meneruskan tongkat estafet Jokowi. PDIP juga leluasa pula untuk memilih kader potensial partai koalisi termasuk Gerindra, untuk bersinergi dalam pilpres 2024.

Jadi, akankah PDIP menolak masuknya Gerindra ke dalam pemerintahan Jokowi?
Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...s-gerindra-pks

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus masih di bawah harapan

- Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS Jokowi perintahkan perburuan jaringan penusuk Wiranto

- Manuver cerdas memecah soliditas Gerindra-PKS Cek, kualitas udara di kotamu (Kamis, 10/10/2019)

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di