alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Healthy Lifestyle /
Fenomena HIV/AIDS Seperti Gunung Es
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9eb690337f9376c757b674/fenomena-hiv-aids-seperti-gunung-es

Fenomena HIV/AIDS Seperti Gunung Es

Fenomena HIV/AIDS Seperti Gunung Es

KUNINGAN,– Wilayah Kuningan Timur menjadi temuan mengejutkan zona kritis penularan virus HIV/AIDS. Hal ini diungkap oleh Sri Laelasari, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, berdasarkan penelitiannya selama 2 bulan terakhir. Diprediksi pengidap virus ini telah meningkat tajam. 

“Selama ini, informasi pelayanan terhadap pengidap HIV telah berjalan baik sesuai peraturan daerah. Namun yang disayangkan fenomena ini seperti gunung es, tidak nampak di permukaan, tetapi masif penularannya,” ujar Sri, di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (9/10). 

Sri menjelaskan, kini penularan tak terbatas pada pengguna narkotika, dan LBGT, virus itu juga mulai merambah kalangan ibu rumah tangga. Ada kemungkinan ditularkan pasangannya yang kerap “jajan” di luar.

“Saya harap pihak terkait sering-seringlah melakukan test VCT. Saat ini, banyak penderita HIV yang tidak terdeteksi. Mereka tidak mengetahui dirinya terpapar virus. Padahal jika terdeteksi dini, mereka akan aktif dan semangat dalam pengobatan sekaligus peduli pencegahan,” paparnya.

Dia mengingatkan, semua pemangku kepentingan harus segera berperan, baik dari tingkatan bawah sampai atas. Pihaknya berencana mengaktifkan kembali Rampak Polah, sebuah wadah yang pernah eksis pada 2014. Komunitas itu berisi kumpulan relawan yang bergerak dalam bidang sosial dan kepedulian terhadap HIV/AIDS.

Kedepannya, Sri bersama tim akan menghimpun data riil jumlah pengidap HIV yang harus diperhatikan dan dilayani selama proses pengobatan. Mayoritas mereka tumbuh dari kalangan menengah kebawah.

Disebutkannya, Klinik Edelwiess Kuningan saat ini telah melayani lebih dari seratus pengidap HIV dan tidak seluruhnya dijamin BPJS Kesehatan. Hal itu sangat memberatkan ODHA dan pemerintah pun wajib membantu.

“Saya prihatin karena data yang ada saat ini sangat tidak representatif. Pemerintah harus memfasilitasi ODHA dari segi pengobatan dan pelayanan supaya mereka bisa hidup normal, kemudian edukasi mencegah penularan. Kembalikan semangat hidup mereka dengan berbagai pelatihan untuk menyambung kehidupan sehari-hari,” cetusnya. 

Menurut Sri, hal yang perlu diperhatikan dari bantuan itu terutama bagi pengidap kalangan bawah. Buat mereka fokus beraktivitas dalam mata pencaharian dari pelatihan yang diberikan. Mereka bisa melupakan trauma penyakitnya dan hidup dengan normal.

“Sejatinya kebutuhan pengobatan telah dijamin pemerintah,” pungkasnya. (om/*)

Sumber : Portal Jabar

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
wilayah kuningan ya...
klo cekup HIV dan obatnya itu ke cover bpjs ndak sih?
ada yg bilang ndak katanya.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di