alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pendenggung "Buzzer" Pemanipulasi Fakta Bisa Memecah Belah Rakyat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9ea27dc820845f861d26d0/pendenggung-quotbuzzerquot-pemanipulasi-fakta-bisa-memecah-belah-rakyat

Pendenggung "Buzzer" Pemanipulasi Fakta Bisa Memecah Belah Rakyat

Pendenggung "Buzzer" Pemanipulasi Fakta Bisa Memecah Belah Rakyat

Beritahati, Jakarta - Kabar tentang pendenggung alias 'buzzer' di media sosial makin banyak diperbincangkan oleh publik ataupun warganet. Bahkan, para buzzer istana alias pro pemerintah a yang merupakan sisa dari pendukung fanatik Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pemilu April lalu masih selalu 'counter attack' alias membela 'mati-matian' jika Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dianggap terserang oleh pendukung oposisi.

Efeknya, sama seperti buzzer lainnya, merekapun mengabaikan fakta yang ada dan membalas kritikan-kritikan secara tidak proposional.

Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio mengatakan Pemerintah harus menertibkan buzzer (pendengung) nakal yang memanipulasi fakta dan opini publik karena membahayakan persatuan dan kesatuan negara.

"Keberadaan buzzer, menurut saya, tidak hanya melulu jelek, tetapi tetap ada positif. Tapi bila buzzer memanipulasi opini publik, memanipulasi fakta, maka itu menjadi salah. Kalau itu terjadi tentu buzzer harus dihapuskan karena bukan hanya membahayakan negara, tetapi bisa memecah belah rakyat," katanya di Jakarta, Kamis (10/10) dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, keberadaan buzzer di era media sosial (medsos) tidak bisa dinafikan lagi. Sama juga seperti medsos, buzzer juga memiliki sisi positif dan negatif. Karena itu, sebagai orang yang hidup di Bumi Indonesia, buzzer juga harus memiliki etika dalam menyebarkan berita atau opini ke masyarakat. Pasalnya, konten yang disebar para buzzer ini akan sangat mudah diserap masyarakat.

Hendri khawatir bila kemudian buzzer-buzzer itu dianggap sebagai salah satu pendorong orang untuk membenci manusia Indonesia lainnya.

"Jadi kalau menurut saya, buzzer yang demikian harus dihilangkan. Itu kan mudah bagi pemerintah. Harusnya bisa, paling tidak segera dilakukan 'screening' terhadap buzzer dan mengajak semua pihak tidak menggunakan buzzer untuk kegiatan negatif," kata pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini.

Baginya, keberadaan buzzer ini harus dibedakan dibandingkan medsos. Medsos sisi positifnya sebenarnya lebih banyak dibandingkan mudharatnya. Paling kentara, dengan adanya medsos, setiap orang akhirnya bisa bebas berpendapat tanpa harus menunggu media konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar memuat pemikiran individu yang lain.

Tak hanya itu, dengan medsos, orang bisa lebih eksis mengeluarkan pendapatnya. Tapi, menurut dosen Komunikasi Politik Universitas Paramadina ini, masalahnya adalah banyak orang yang justru bukan menyuarakan opini di medsos, tetapi hanya membaca opini orang lain. Dengan adanya opini orang lain di medsos, maka kemudian medsos dianggap sebagai wahana yang bisa mengatur opini orang lain.

Selanjutnya, dengan opini orang lain dibaca, maka si individu itu bisa ikut-ikutan memiliki opini yang sama dan bisa menyuarakan opini yang sama dengan yang dibaca. Karena fenomena itu kemudian, dimanfaatkan orang-orang yang memanfaatkan medsos untuk kepentingannya dengan menggunakan buzzer.

“Supaya lebih banyak lagi orang yang memiliki opini sama dengan dia. Jadi ini untuk mempengaruhi opini orang lain,” tutur Hendri.

Hendri menilai, sejauh pengamatannya, keberadaan buzzer ini sangat efektif untuk melakukan propaganda. Pasalnya, rata-rata para buzzer memiliki follower yang banyak. Itulah yang membuat buzzer sangat laris, tidak hanya di even politik, tetapi juga untuk mempromosikan sesuatu.

Sebenarnya, kata Hendri, keberadaan para buzzer ini mudah dikenali. Caranya mereka pasti menggiring opini yang sama, isu yang sama, meskipun caranya berbeda.

Untuk itu, ia mengimbau, di tengah kondisi negara yang ‘belum sembuh’ setelah menjalani proses demokrasi serta kondisi sosial politik akhir-akhir ini, para buzzer ini harus menggunakan hati nuraninya untuk ikut serta menjaga perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme masih menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.

“Menurut saya, gunakanlah buzzer-buzzer ini untuk kebaikan. Jangan digunakan untuk hal-hal yang bisa justru memutarbalikkan fakta yang akhirnya bisa menghancurkan negara ini,” pungkas Hendri Satrio.

BACA JUGA: Wamena Aman Menurut Kapolri Tito Jika Tokoh Papua Merdeka Ditangkap

Sumber: http://beritahati.com/berita/63314/P...-Belah-Rakyat
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
{thread_title}
profile-picture
venomwolf memberi reputasi
makanya rakyat harus terus dididik agar terliterasi dengan baik, biar gak kemakan jebakan berita buzzer
HOAX harus diberantas. Penyebar nya harus di tindak tegas.
Jangan sampai rakyat jadi korban hoax
Sudah banyak korban nya
Lihat 1 balasan
Balasan post mylaff
Quote:


https://duta.co/banyak-kiai-korban-buzzer-adhie-masuk-ketegori-b3-ini-sampah-demokrasi-terburuk


https://amp.kompas.com/nasional/read/2019/09/18/19021681/pakar-tanpa-perlawanan-buzzer-sukses-bikin-publik-ragukan-kpk


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di