alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dahnil: Penelitian Oxford, Kelakuan Buzzer Menyerang Oposisi Kritis
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9e977ac820847e8270ec0f/dahnil-penelitian-oxford-kelakuan-buzzer-menyerang-oposisi-kritis

Dahnil: Penelitian Oxford, Kelakuan Buzzer Menyerang Oposisi Kritis

VIVAnews – Hasil penelitian Universitas Oxford menyatakan perpolitikan di Indonesia memakai jasa pendengung di media sosial atau buzzer. Juru Bicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai hasil penelitian Oxford ada perilaku buzzer yang menyudutkan oposisi.

Dia menjelaskan, hasil penelitian itu diketahui 71 persen perilaku buzzer cenderung pendukung pemerintah dan propaganda partai.

"Penelitian Oxford kita lihat 71 persen perilaku buzzer itu kecenderungan menyebarkan pro government, pro pemerintah, dan propaganda partai. Kemudian 89 persen yang paling tinggi itu dilakukan komputasi propaganda untuk menyerang para politisi oposisi," kata Dahnil dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne, #ILCBuzzer dikutip Rabu malam, 9 Oktober 2019.

Dia menyebut kritik yang disampaikan oposisi justru diserang balik oleh buzzer. Pengkritik itu pun seolah di-downgrade dengan dilabeli istilah stigma tertentu seperti radikal sampai pro Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan label tersebut, oposisi kritis itu seolah-olah sebagai penyampai pesan hoax.

"Semua kritik itu kemudian diserang balik. Kenapa, karena dari penelitian itu untuk menekan hak asasi manusia itu maka harus disamarkan. Dalam bahasanya kill the messenger. Supaya orang yang membawa pesan itu di-downgrade sehingga kehilangan otoritas seolah-olah yang dia sampaikan itu hoax. Atau nanti radikal, ujung-ujungnya pro HTI ya stigmanya itu-itu saja," tutur Dahnil.

Namun, ia menekankan, dalam penelitian itu kecenderungan mendiskreditkan lawan politik dalam hal ini oposisi dilakukan di 70 negara. Jadi, bukan hanya di Indonesia.

"Dan itu dilajukan di 70 negara. Yang menggembirakan bukan hanya di Indonesia. Ada di 70 negara punya trend yang sama," tutur Dahnil.

Kemudian, ia menyinggung ada upaya lain dengan buzzer untuk menenggelamkan perbedaan pendapat. "Misalnya seorang Dahnil mengritik, dituduh nyinyir. Bahwasanya saya kalau kalah karena 02 belum move on. Pokoknya dikubur," jelasnya.

Dahnil pun menyebut maraknya buzzer saat ini karena pemerintah miskin prestasi. Menurutnya, jika prestasi baik maka masyarakat akan otomatis menjadi buzzer pemerintah.

"Saya melihat kecenderungan buzzer ini muncul ketika kita miskin prestasi. Kalau prestasinya tinggi atau prestasinya baik maka sejatinya masyarakat secara automatically menjadi buzzer pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Universitas Oxford menerbitkan penelitian berjudul 'The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation'. Hasil penelitian itu lakukan Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard. Dalam penelitian itu, Indonesia disebut menjadi satu dari 70 negara yang memakai buzzer.

https://www.vivanews.com/amp/berita/...oposisi-kritis

Karena Tidak Punya Prestasi, Maka Buzzer Diperlukan

Jokowi membutuhkan buzzer karena tidak mempunyai prestasi.

“Jadi sebenarnya tidak usah khawatir kalau punya prestasi, publik akan ramai-ramai jadi buzzer,” Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk “Siapa yang Bermain Buzzer?” yang disiarkan TV One, Selasa (8/10/2019).

Kata Dahnil, kemunculan buzzer karena pemerintah minim prestasi. Sebab, ketika prestasi pemerintah tinggi dan baik, maka secara otomatis pasti masyarakat jadi buzzer pemerintah secara sukarela.



Ia menduga bahwa buzzer yang lebih ramai ketimbang para top influnce karena percakapan dan perilaku para politisi Indonesia tidak berkualitas. Buzzer akhirnya mengambil peran sebatas menyebar pernyataan mereka.

“Mereka tidak bisa mengeluarkan ide otentik. Akhirnya ada pesanan, ada permintaan untuk menyebar pesan,” pungkasnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2

Ninoy Digebuki, Kesaksian Warga: Dia Diteriaki Buzzer Jokowi

WE Online, Jakarta -
Warga menyebutkan pemukulan terhadap aktivis media sosial Ninoy Karundeng pada saat demo DPR berlangsung, Senin (30/9), bukan dilakukan di dalam Masjid Al Falaah.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Ninoy, Munarman Batal Dikonfrontir dengan Tersangka

"Dia dipukuli karena ada salah satu orang yang teriak menunjuk dia sebagai salah satu buzzer Jokowi," kata Fauzan, warga sekaligus jamaah aktif Masjid Al Falaah, Rabu.

Massa yang saat itu berkumpul di Jalan Mesjid I akibat menghindari gas air mata seketika terprovokasi oleh teriakan itu dan langsung memukuli Ninoy Karundeng yang saat itu mengambil foto para pendemo.

Baca Juga
Hendropriyono Temui Prabowo, PKPI Ungkap Isi Pertemuan, Ternyata... Demokrat Siapkan 'Ahok Perempuan' di Pilkada Surabaya? Matahari Kembar di Lingkaran Jokowi, Siapa Dia? KPK Bunuh . . . Imam Nahrawi
Masyarakat sekitar yang melihat kejadian tersebut lalu mengamankan Ninoy Karundeng dan memberikan pengobatan setelah diamankan di ruang umum Masjid Al Falaah.

"Dia langsung ditangani dokter, bersama dengan 30 korban lainnya di ruangan itu," kata anggota Dewan Kemakmuran Masjid Al Falaah Iskandar.


Menurut Iskandar, tidak ada penyekapan dalam sebuah ruangan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap aktivis media sosial itu.

Iskandar turut mengatakan warga sekitar baru mengetahui identitas sebenarnya dari Ninoy Karundeng setelah video viral yang tersebar di media sosial.

"Warga dan DKM Al Falaah tidak ada yang tahu dia itu relawan Jokowi sampai ada video viral di media sosial itu," kata Iskandar.

Ninoy Karundeng diketahui kembali ke rumahnya pada Selasa? (1/10) pagi setelah salah satu warga menyewakan mobil bak terbuka untuk membawa motornya yang rusak diamuk massa
Penulis: Redaksi WE Online
Editor: Ferry Hidayat
Foto: Theguardian.com


buzzer jaman now ky maling aja, ditereakin bisa digebukin org emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
masa doktor kemakan framing media? dibaca nggak penelitiannya?
profile-picture
mylaff memberi reputasi
Dahnil: Penelitian Oxford, Kelakuan Buzzer Menyerang Oposisi Kritis

kaum ana gitu loh... emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan reid2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post pasti2periode
Balasan post kacung.arap
dan si gip pasti akan pura pura ga baca dan ga liat
nipu buat tukar dengan celana jin saja ga malu
apalagi hanya sebar hoax



profile-picture
mylaff memberi reputasi
yg buat orang kapir, dr univ kapir juga

lah kok sama kadrun jd bahan reverensi

ingat barang siapa bla bla

emoticon-Ngakak emoticon-Traveller
profile-picture
mylaff memberi reputasi
Apakah data penelitian nya sudah benar ?
Oposisi kritis dan oposisi penyebar hoax beda tipis emoticon-Wakaka
Lihat 1 balasan
oxford beneran apa hoaxford ky biasa nya nih nil ??emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Quote:
Hmmmmm.....baru baca jurnal 6 lembar aja kaing2.......cobalah buat jurnal emoticon-Sorry
salah satu defenisi buzzer itu adalah orang yg berusaha menggiring opini publik dengan mengaburkan peristiwa dengan hal2 lain pada peristiwa itu sendiri atau pada peristiwa lainnya yg tidak berhubungan...

contoh..

peristiwa penculikan dan penganiayaan oleh sekelompok kriminal dikaburkan dengan pembenaran perlakuan sekelompok kriminal tsb pake alasan yg diculik dan di aniaya itu adalah kriminal sesungguhnya...

yg lucu itu ada 1 buzzer goblok (gara2 lupa nyimpen otaknya di mana.. emoticon-Frown )yg ga tau defenisi penculikan langsung koar2 ngebuzzer..

yg model gini mah buzzer ngejer setoran... emoticon-Frown


Dahnil: Penelitian Oxford, Kelakuan Buzzer Menyerang Oposisi Kritis

emoticon-Frown
Diubah oleh khayalan
Lihat 1 balasan
Balasan post kacung.arap
apa juga diplintir si nganu mah
Kali ini gw coba netral...

Di sosmed gw fb kebanyakan nasbung ama nasbungwati yg sering posting berita hoax...

Kalo mao fair sekalipun, perwakilan nasbung sbg bujer dari oposisi kelasnya kalah jauh sama nastak d mari, byk buktinya...

Kasus karundeng yg terakhir....


emoticon-Big Grin
lah katanya suruh jadi warga negara yang kritis, katanya kalo kritis tanda demokrasi sehat. giliran kelompok sendiri dikritisi kok bilang itu kerjaan buzzer pemerintah,owalah nil nil, untung kelompokmu gak menang, coba menang, paling dah jadi kilafah otoritarian
Lihat 1 balasan
Balasan post joesatriyono
Quote:


eh anj3nk penjilat bool, kritis itu bukan memfitnah njenk..tolol lu



https://duta.co/banyak-kiai-korban-buzzer-adhie-masuk-ketegori-b3-ini-sampah-demokrasi-terburuk


https://amp.kompas.com/nasional/read/2019/09/18/19021681/pakar-tanpa-perlawanan-buzzer-sukses-bikin-publik-ragukan-kpk

Balasan post khayalan
Quote:


tolol njenk? udh jelas itu dihakimi massa..diculik pala loe
Quote:


soalnya kadang kelompok nasbung kampret kalo nyebar berita hoax rada nggak dikira-kira, yang enak nastak gara-gara tingkah nasbung kampret sok pegang konci sorga kayak gini, jadi banyak orang yang eneg terus ngebully nasbung kampret. makanya kelompok nastak jadi keliatan lebih banyak, padahal sih nastak ori cem ninoy jumlahnya gak banyak-banyak amat


emoticon-Cool
Quote:


yang berita dari duta ane gak komentar, belum nemu apakah ini valid apa nggak (kantor beritanya) tolong kaskuser lain ane butuh pencerahan.

yang dari kompas, lah buzzer kan cuma nyebarin informasi (definisi buzzer). dan yang menentukan apakah bakal pro atau kontra UU KPK kan masyarakat sendiri tanpa ada paksaan atau ancaman kan?
masyarakat ikut pro revisi karena emang dilihatnya KPK butuh payung hukum baru, bukan karena buzzer. ini pengamat menurut ane rada aneh, masak ngomongin akibat secara penuh, tapi sebabnya cuma separo.

emoticon-Cool

buzzer ibarat iklan, kalo iklan bagus ya banyak yang beli, lah produkmu gak di iklanin kok mau laku, ya susah bos

emoticon-Malu


santai aja keles, gak usah ngegas. ntar kenak stroke gak bisa ngaceng loh
Diubah oleh joesatriyono
Lihat 1 balasan
Balasan post joesatriyono
lah gip kan memang gitu
lu mau bicara sesopan apapun dengannya
bakalan di akhiri atau di awali dengan tolol maupun goblok

emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di