alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Novel Bela Anies dengan Serempet Jokowi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9df3e088b3cb666b7c08f0/novel-bela-anies-dengan-serempet-jokowi

Novel Bela Anies dengan Serempet Jokowi

Novel Bela Anies dengan Serempet Jokowi

Novel Bela Anies dengan Serempet Jokowi

Penyidik KPK Novel Baswedan membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Novel pun menyerempet nama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pembelaan Novel itu berawal dari kabar palsu alias hoax yang mengaitkan foto Anies dan dia dengan tanda bukti tanda bukti penerimaan laporan ke KPK atas nama Anies. Hoax tersebut beredar di media sosial dan sempat diklarifikasi oleh KPK lebih dulu.

"Beberapa waktu belakangan ini beredar gambar dan foto yang kami pandang bentuk serangan dan penyebaran informasi tidak benar dan dapat membentuk wacana negatif tentang KPK dan pegawai KPK Novel Baswedan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Hoax tersebut menampilkan foto Novel bersama Anies Baswedan yang merupakan sepupunya di sebuah masjid. Penyebar hoax tersebut memberikan narasi berkaitan dengan foto lembaran 'tanda bukti penerimaan laporan atas nama Anies yang juga Gubernur DKI Jakarta'.

"Setelah kami cek, peristiwa dalam foto tersebut terjadi setelah salat pada awal Juni 2017. Saat itu Novel masih dalam proses perawatan mata setelah operasi di Singapura," kata Febri.

"Ada banyak pihak yang mengunjungi atau membesuk Novel di Singapura, termasuk Anies Baswedan, yang masih memiliki hubungan saudara dengan Novel. Akan tetapi, dengan dibentuknya framing seolah-olah hubungan saudara dan foto tersebut mempengaruhi penanganan perkara di KPK, kami pastikan hal tersebut tidak terjadi," imbuh Febri.

Novel kemudian ikut menjelaskan soal hoax tersebut. Dia mengatakan foto itu diambil saat Anies sedang menjenguknya di Singapura.

"Kita berbincang di kamar perawatan, dan kemudian ada waktu salat, terus saya sama Pak Anies ke tempat salat ke masjid terdekat. Kan wajar, habis itu duduk," kata Novel setelah menjadi saksi sidang perkara e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Anies memang sempat dilaporkan ke KPK atas tudingan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Anies diduga menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Mendikbud.

Laporan tersebut dibuat oleh Andar Mangatas Situmorang pada Kamis (9/3/2017) lalu. Andar menduga Anies sengaja menyalahgunakan kewenangan jabatannya sebagai Mendikbud dalam pameran tersebut, yang berlangsung selama 3 hari di Jerman.

Terkait laporan itu, menurut Novel, pertemuan dirinya dan Anies tidak masalah. Alasannya, Anies tidak sedang terkait perkara korupsi yang sedang diusut oleh KPK.

"Kalau Pak Anies, kan Pak Anies nggak ada masalah. Tidak pernah ada penyelidikan terkait Pak Anies. Saya ketemu Pak Anies sebagai saudara, biasa saja," ucap Novel.

Dia pun menyatakan pertemuan itu tak akan menghalangi proses pelaporan Anies di KPK. Novel menjelaskan tidak bisa melakukan intervensi laporan apa pun di KPK karena jika dalam suatu laporan ada ditemukan dugaan korupsi, pasti akan ditindaklanjuti di tingkat penyelidikan hingga penyidikan.

"Saya kan di Kedeputian Penindakan, Direktorat Penyidikan. Apabila ada dugaan perkara pidana korupsi, maka dilakukan penyelidikan, dan dilakukan seterusnya. Jadi, kalau saya misal mengintervensi, masak iya? Dikatakan seolah-olah KPK tidak berintegritas. Saya kira nggak seperti itu lah, saya juga nggak bisa mengakses perkara di luar apa yang saya tangani," tutur dia.

Novel kemudian berbicara mengenai pelaporan-pelaporan lainnya di KPK. Dia menyerempet pelaporan terhadap Jokowi semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Pak Anies itu tidak pernah ada kasus di KPK. Soal orang dilaporkan banyak kok. Kita tak perlu sebut satu per satu, jangankan pejabat-pejabat, Pak Jokowi juga dilaporkan ke KPK kasus yang TransJakarta-nya dulu," kata Novel Baswedan.

Setiap aduan di KPK akan diproses oleh tim untuk kemudian diproses sebagai kasus yang naik ke penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. Untuk kasus-kasus yang dilaporkan itu tak semuanya bisa lanjut diproses. Untuk pelaporan mengenai TransJakarta dengan terlapor Jokowi itu, lanjut Novel, pada akhirnya tak diproses karena tidak dianggap sebagai perkara.

"Tapi kan KPK pada akhirnya tidak melihat itu seperti perkara kan. Nggak dianggap masalah," kata Novel.


"Yang bermasalah itu kalau bertemu dengan orang yang sedang diperiksa dalam kasus atau perkara, baru itu jadi masalah," tuturnya.

Sebagai informasi, sekelompok orang memang melaporkan pengadaan bus TransJakarta ke KPK pada Kamis (20/2/2014). Namun Jokowi, yang menjadi Gubernur DKI saat itu, menanggapi dengan santai. (haf/haf)
sumber

☆☆☆☆☆☆☆☆
Selama ini buzzer-buzzer anti Jokowi-Ahok atau buzzer Anies selalu memframing bahwa Jokowi-Ahok terlibat korupsi. Meskipun selama ini tak pernah ada penyelidikan dan penyidikan, mereka ngotot kalau Jokowi-Ahok pasti terlibat.

Dan ketika Anies didera kasus yang sama, mereka bereaksi luar biasa. Dengan counter yang itu-itu saja, yaitu pengakuan GM. Dengan bekal pernyataan GM lah mereka membuka framing lama soal dugaan-dugaan korupsi Jokowi-Ahok dan mengklaim bahwa Anies tidak bersalah. Sesuatu yang haram bagi mereka jika pendukung Jokowi-Ahok berbicara hal yang sama.

Sekarang, Novel Baswedan berbicara atas nama KPK, lembaga yang dianggap super suci oleh buzzer-buzzer anti pemerintah dan buzzer Anies. Apakah hal ini bisa dipahami atau tak mau mereka pahami?

Masalah yang terberat, mereka terkadang membutakan mata mereka jika dihadapi oleh kasus yang sama, yang menyentuh pujaan mereka.

Satu hal yang membedakan adalah, bahwa Jokowi-Ahok sama sekali tidak dibela oleh pengusaha media seperti GM. Tidak ada pengusaha media yang pasang badan buat mereka, padahal katanya media telah mereka beli, telah mereka kuasai sehingga mudah disetir kesana kemari sesuai kemauan mereka.

Hal lain yang membuat para buzzer anti Jokowi-Ahok adalah pernyataan BPK yang bertolakbelakang dengan pernyataan BPN. Dan sekarang justru orang dibalik BPK yang mempermasalahkan nilai NJOP yang beda dengan alamat berbeda justru (lagi-lagi) terjerat hukum karena kasus suap.

Kurang apa fakta ini?

Jika memang kenyataannya seperti itu, seharusnya KPK memberi pernyataan lewat media, bukan berdiam diri. Pernyataan ini penting untuk membungkam framing yang selalu disebar oleh buzzer-buzzer anti Jokowi atau buzzer-buzzer Anies. Pimpinan KPK harus memberi pernyataan tertulis dan secara lisan atas kasus-kasus yang dilaporkan terutama menyangkut tokoh-tokoh penting.

Setelah ini, akan ada ancaman pelaporan para pimpinan KPK ke Bareskrim mengenai pelaporan dugaan korupsi Anies.

Dijamin, buzzer-buzzer anti Jokowi atau buzzer Anies tak akan berani melaporkan pimpinan KPK termasuk Novel ke Bareskrim dengan alasan yang sama, yaitu tidak melanjuti penyelidikan dugaan korupsi Jokowi-Ahok. Jika ini dilakukan, maka artinya akan ada tudingan bahwa mereka melemahkan KPK.

Nah lho.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Halaman 1 dari 3
Balasan post galenian
@galenian
yg nanganin kasus korupsi tj adalah kejaksaan.
Karna jokowi gak berani nyerahin kasus itu ke KPK.
Malah zaman joko mau nyapres pertama ada transkrip percakapan antara jaksa dan megawati beredar.

Minta agar joko gak dilibatin dalam kasus bus TJ.
Dan emang joko sama sekali gak pernah diperiksa apa2 dalam kasus TJ ini.

Hal yg absurd banget..

ini maunya dipaksa anies kena kasus korupsi?

hadeh makin jijik sama pembenci anies, malah pengen sebangsanya kena kasus bukannya didoain biar bagus kepemimpinannya emoticon-Cape d...

sama tololnya kek pembenci jokowi
Balasan post sunny.wijaya
Lah jadi menurut ente jokowi berkasus korupsi gitu? Lah menurut Novel aja, jokowi bersih2 aja.... ente meragukan Novel berarti? Wkwkkwkwkw
Satu klan mereka ini. Biasa. Apalagi sepupuan. Gk yakin kpk bakal nyelidikin anies. emoticon-thumbdown
Balasan post lupis.manis
Quote:


Asem emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan lupis.manis memberi reputasi
Balasan post miztoutou
Quote:

Kalo bilang sprindik bocor dan korupsi uang bilang beda hal mah ya susah, pendangan elo terlalu sempit emoticon-Wkwkwk
Kalo sprindik (yg jelas2 rahasia) bisa bocor sama aja korupsi terhadap kerahasiaan penyelidikan kpk. Kalo udah jelas ada korupsi terhadap kerahasiaan penyedikan apa elo bisa jamin semua kasus akan dikerjakan dengan benar? Kalo elo bilang bukti nya ada penangkapan koruptor, ya gw bisa bilang apa kementrian yg menterinya kena kpk ga ada hasil kerja positif sama sekali emoticon-Wkwkwk
Buka wawasan baru ngomong najis emoticon-Wkwkwk
Balasan post emiliaw
lah ente buta yg disekeliling wiwi sama wowo siapa? emoticon-Najis lu nyamain sprindik bocor sama kelakuan gerombolan rampok maruk dungu cebong kamprer? emoticon-Najis
Balasan post miztoutou
Quote:

Puan mah gw jamin ga bakal maju, kecuali si mbok udah koit atau udah gila. Udah enak kok posisi ketua/pembesar partai, jadi invisible hands, duit dapet kekuasaan bisa cawe2. Emang enak jadi presiden? Jadi target oposisi terus, kentut sembarangan aja bisa jadi bahan buat ngajuin impeachment emoticon-Wkwkwk
Imho orang yg pengen jadi presiden itu
1. Orang yg niat memperbaiki bangsa dan negara
2. Orang yang butuh ketenaran lebih (macam si uno)
3. Megalomania (macam wowo)
4. Orang goblok yg cuma liat duit nya (anis kynya masuk sini emoticon-Big Grin )

Yang namanya pendukung diehard mah mau udah terbukti bersalahpun ga bakal goyah bre, logika udah mati.
Kalo lebih percaya kpk dibanding orang2 sekitar wiwi mah ga ada bendanya ente sm pendukung wiwi atau anis, lah sprindik bisa bocor ke media (dlm hal ini tempe) gimana ceritanya? Kalo sprindik aja bocor elo bisa jamin yg lainnya ga bocor emoticon-Wkwkwk
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
Balasan post akumidtorc
Quote:


Nah ini salah satu nastak idiot..
Asal2 nyamber aja..lo pikir bisa maju ke persidangan cuma modal pengaduan.

Buktinya apa?..kalau gw aduin ke KPK bapak lo korupsi..lalu bapak lo gak disidang.
Artinua bapak lo ada saudara di KPK gitu?
Balasan post khayalan
yah namanya juga politik, bisa kebalik semua.
emoticon-Ngakak (S)
Satu kelompok memang sudah seharusnya saling bahu membahu. Orang awam juga sudah tahu kalau memang berteman, atau setidaknya saling membutuhkan. Beliau berdua ini memang ada ditempat yang sama
Anggaran yg berlebih tidak termasuk korupsi ya.. catat!
Dan yg terbaru adalah antivirus..
emoticon-Wkwkwk
Quote:


Fitnah atau tidak, buktiin di persidangan kali mas. Udah dilaporin kan, yaudah lanjut dong selidikin. Itu tugas kapeka bukan??

Masalah Tj, lu kan yang bilang : Jokowi bertanggung jawab terhadap APBD bukan terhadap kegiatan. Ngerti bedanya gak? udah ada yang masuk penjara, yaitu pelaku korupsi, sedangkan jokowi dimana perannya? Kecuali bisa buktiin jokowi terima cepretan juga baru bisa masuk.

Kebohongan yang kalian lakukan pada ahok yang akhirnya terpaksa dihukum untuk mengamankan keadaan?? Munafik.
Lihat 1 balasan
Ane heran gan orang orang gampang banget kemakan berita hoax gitu ya, terus malah mereka komen disitu.
Kan nalarnya berita itu makin tersebar yak hadeeeh.
Harusnya berita hoaks gitu ya dibiarin aja, atau kalao gak laporin ke hansip hoax biar ditelusur bener atau enggaknya
emoticon-I Love Indonesia
Balasan post sunny.wijaya
Setuju sih korupsi wan anies lom keliatan bgt lah gtw kedepannya emoticon-Ngakak (S). palingan berkoar soal asumsit kek ngitung RAB proyek dadakan... kadang para nastaik menggunakan SOP nya nasbung.. yg dituduh harus membuktikan emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
48y24rd memberi reputasi
nah kan hoax lagi, wah bener bener kudu hati hati deh ini gan, kalo menanggapi berita juga kudu bijak, dikroscek dulu kebenarannya. jangan terpancing berita berita hoax ya gan
Balasan post lupis.manis
Keren juga 😂
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
sodara harusnya kaya gini emoticon-Leh Uga

nepotismenya kuat iniemoticon-Leh Uga

pantesan anggaran dki mau meleduk tetap dibiarinemoticon-Leh Uga
Sejijik jijiknya gw ke Anies gw gak percaya kalo dia korupsi. Gw jijik dia bentuk TGUPP. Gw jijik dia gak bisa ngurus dki. Gw jijik dia dulu jd mentri gak ada prestasi. Gw jijik dia nunggangin islam di pilkada. Kl 2024 gw gak bakal milih dia kecuali calon yg satu lagi si puan.

Gw masih percaya KPK ketimbang orang2 sekitar wiwi. Seperti gw dulu seneng banget pas Ahok diperiksa di jumat keramat n keluar gak pake rompi oren.

Salah kalo Anies mau di frame sama cebong ada hohohihi sama novel. Itu bikin orang2 yg kayak gw ilfeel. Yg kayak gw itu mungkin yg kecewa berat pak mahfud gak jadi wapres tapi terpaksa milih wiwi.

Ini fitnah murahan. Yg justru bikin pendukung Anies tambah simpati. Mirip kasus obornya wiwi dulu.

profile-picture
tir001 memberi reputasi
Diubah oleh miztoutou
Lihat 3 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di