alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tawaran Menteri Untuk Demokrat 'Terhalang' Restu Megawati
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9dbea9349d0f4b6d0e73f4/tawaran-menteri-untuk-demokrat-terhalang-restu-megawati

Tawaran Menteri Untuk Demokrat 'Terhalang' Restu Megawati


Quote:


SUMBER

walau semua tau megawati masih dendam sama SBY dan tentu saja tolak AHY jadi menteri karena saingan sama puan
tapi setidaknya
jawaban megawati memang beralasan emoticon-Big Grin

berniat main 2 kaki di pilpres
setelah pilpres tetap saja main 2 kaki

dengan rekrut raja dongo ke dalam "perusahaan" lu untuk cari suara nasbung
dan kembalikan posisi panglima cebong untuk tarik suara nastak

semoga pileg mendatang suara lu makin tenggelam karena nasbung dan nastak kompak ga dukung perusahaan 2 kaki yang suka playing victim

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bisa apa kalian kalo Big Mom sudah Bersabda..??emoticon-Traveller
presiden Indonesia itu kan Megawati coy, yang sekarang menjabat itu kan pelaksananya !


emoticon-Wakaka

bukan begitu ???
Quote:


Kaka pembina bre emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
hansstar dan matthysse67 memberi reputasi
Terkait Mentri, itu haknya Jokowi, tapi yang namanya politik, ada panggung depan, tengah dan belakang, namun peran para King Maker ( Prabowo, Paloh ) dan Queen Maker ( Megawati ) juga menentukan di panggung belakang. Contoh aja, ketika pemilihan Ketua MPR, disitukan antara Prabowo dan Megawati saling lobi, singkat cerita akhirnya Prabowo mengalah dan semua fraksi sepakat mengusung Bamsoet jadi Ketua MPR. SBY pamornya sudah redup dan Demokrat mainnya ya gitu. Mending AHY ikutan pilkada aja tahun² yang akan datang.
Diubah oleh 54m5u4d183
Lihat 1 balasan
Demokrat harus belajar sama golkar kalo mau dapat jatah mentri.
Balasan post 54m5u4d183
Kalo ketua dpr dan mpr itu tergantung suara mayoritas partai politik bukan masalah lobi mega dan ps.
Quote:


Ketua DPR berikut wakilnya sesuai MD3, Ketua MPR tergantung lobi² antar fraksi plus DPD.
Lihat 1 balasan
megatron takut kadernya kalah saing pilpres 2024 apalagi kalo si puan yg maju.wkwwkk. cemen.
Balasan post 54m5u4d183
Kalo gitu harus-nya puan jadi ketua dpr tahun 2014.

tapi ditikung sama golkar karena suara mayoritas partai ga mendukung puan waktu itu.

Kalo ketua mpr tanpa ada lobi antara mega dan ps udah pasti milik koalisi joko.

Ngapain bagi kursi ke partai seberang emoticon-Leh Uga
semua pada berlomba lomba saat KPK dilemahkan. tapi bagus sih, setidaknya negara sekarang punya 1 tujuan dan cita2
Quote:


2014, KMP sebelumnya berhasil mengubah aturan tata cara pemilihan pimpinan DPR, pimpinan komisi dan alat kelengkapan melalui UU 17/2004 tentang MD3. Jika semula posisi ketua DPR diisi pemenang pemilu legislatif, saat itu pimpinan DPR dipilih oleh anggota melalui sistem paket yang terdiri dari fraksi yang berbeda.

PDIP bukan tak melakukan perlawanan. Mereka menggugat pasal 84 UU MD3 yang memuat aturan itu. Namun gugatan itu kandas karena MK menolak dan menyebut tidak ada hak konstitusional yang dilanggar.

Perihal Ketua MPR, calonnya antara lain; Sekjen Gerindra ( Ahmad Muzani ), Bambang Soesatyo didukung 8 fraksi, sementara PDIP mengajukan Ahamad Basarah.


Diberitakan, bahwa faksi Gerindra akhirnya mengalah dalam perebutan kursi Ketua MPR RI periode 2019-2024.

Gerindra tak lagi ngotot mengajukan kadernya Ahmad Muzani untuk menjabat sebagai Ketua MPR. Pada Rapat Paripurna penetapan dan pelantikan Ketua MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019) malam, Gerindra akhirnya mendukung Bambang Soesatyo untuk menduduki kursi tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra di parlemen, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, manuver itu didasarkan atas konsultasi dengan Ketua Umum partainya Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Kami Fraksi Partai Gerindra sepakat dan setuju mengusung Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024. Terima kasih," ujar Riza.
Diubah oleh 54m5u4d183
Lihat 1 balasan
Balasan post 54m5u4d183
inti-nya siapa yang menguasai gedung dewan bakal sangat mudah mendapat ketua dpr dan mpr.

bahasa politik kalah dalam perubutan kursi mpr dibilang mengalah.?

Hak hak hak.

emang kalo gerindra ngotot ngerebut tuh kursi emang bisa?

Yang ada bakal diketawain sama pks dan pan
ya itulah polutik serba abu abu. yang beringas itu malah buzernya
Quote:


Dalam politik ngak ada kawan dan lawan abadi, yang ada kepentingan abadi. Harus paham politik take and give. Di awal sudah gue bilang juga ada panggung depan, tengah dan belakang.

Pemilihan Ketua DPR sekarang sudah jelas ngak perlu lobi² juga sudah pasti yang jadi Ketua DPR si partai pemenang pemilu. ( UU MD3 sendiri sudah 4 kali revisi )

Terkait pemilihan Ketua MPR, disitu rata² semua fraksi sangat memandang baik Bamsoet, termasuk PDIP, pencalonan Ahmad Basarah sendiri sebenarnya lebih ke meramaikan bursa calon Ketua MPR doang. Yang ngebet pengen jadi Ketua MPR Gerindra, alasannya untuk menjaga keseimbangan, agar jangan semua dikuasai partai pendukung pemerintah.

Kalau Bamsoet ngak jadi Ketua MPR, maka Airlangga posisinya sebagai Ketum PG akan terancam saat Munas-Rakornas yang akan datang. Bagaimanapun juga Airlangga sangat berkepentingan tetap jadi Ketum PG kaitan Pemilu 2024 nanti. Politic Take and Give, mainlah lobi di panggung belakang, Bamsoet jadi Ketua MPR, Airlangga jadi Ketum PG, tapi syaratnya nantinya kebijakan Jokowi akan aman, diperlancar di parlemen maupun kepentingan PDIP di Majelis terkait GBHN.

Sementara Gerindra, dengan mengalah ngak ngotot lagi, tinggal dilihat saja nanti apakah Gerindra masuk ke pemerintahan atau kalau ngak masuk apakah 08 akan masuk ke Wantimpres ( kabar dan isunya ).
profile-picture
Auto.Banned memberi reputasi
Yg milih menteri kenapa jadi Simbok Banteng?

Lha si Petruk kenapa plonga-plongo cuma jadi penonton saja?

Kelihatan sekali cuma boneka.
Coba di 2004 itu Pak Beye bisa lebih bersabar dan menghargai, nunggu lah 5 thn lagi di 2009 baru maju, pasti tetap harmonis.
Lihat saja Pak Beye dikasih kursi menteri lho, bahkan setingkat Menko lagi.
Adik iparnya dikasi posisi ajudan presiden. Pak Beye sendiri dikasih tamahan 1 bintang kehormatan, biar genap jadi jenderal penuh. Dll.
Itu bukti bahawa Bu Mega sebenarnya cukup percaya dan akrab sama Pak Beye waktu itu.

Jadi memang ini masalah sudah ke personal, sulit ini, tapi skrg mulai menghangat lagi biarpun masih sebatas sopan santun & seremonial.
Beda dgn relasi Bu Mega dgn Pak Wowo, itu hanya masalah pilihan politik sementara saja, secara pribadi tetap terjalin baik.
udh lah, sama megatron lue gg ada apa"nya. tetepnya mau minum aer kobokannya megatron, kl megatron gg ngasih jalan, ya gg bkl jadi mentri...


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di