alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Kebodohan. Sebuah Malapetaka atau Sebuah Anugrah? (Part 1)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9dae21018e0d0b5051bd60/kebodohan-sebuah-malapetaka-atau-sebuah-anugrah-part-1

Kebodohan. Sebuah Malapetaka atau Sebuah Anugrah? (Part 1)

Pertama-tama ijinkan Ane (cowo) buat perkenalin diri dulu. Sebut saja Ane Sansan (bukan pokalisnya PWG). Ane seorang karyawan di perusahaan swasta di Kota Pelajar. Kebanyakan pasti beranggapan kalo ane juga pasti lulusan dari salah satu kampus di kota ini. Kenyataannya bukan gan. Ane asli perantau dari sebuah kota di provinsi sebelah. Kota ini begitu baru buat Ane dan Ane akuin keistimewaan di kota ini sunggu luar biasa.

Ane udah kerja dan tinggal di sini kurang lebih dari awal tahun ini (2019). Ane baru bekerja di satu perusahaan dan belum pernah berpindah-pindah semenjak Ane tinggal di sini. Walaupun gaji Ane disesuaikan dengan UMR di kota ini yang ga seberapa, perasaan Ane seneng banget bisa menjadi bagian dari kota ini dengan segala kesederhanaan dan keramahan yang ada. Ditambah lagi banyak destinasi wisata yang Ane lewati ketika berngkat dan pulang kerja, yaa itung-itung bisa buat cuci mata selepas berpenat ria dengan pekerjaan seharian.

FYI, ane ngekos dan kosan disini memang kebanyakan bebas (kos-kosan yang khusus putra dan putri namun masih diperbolehkan apabila lawan jenis datang berkunjung). Ane sering bawa teman-teman ke kos entah itu cowo ataupun cewe untuk sekedar ngopi atau bersantai bareng. Bahkan ga jarang diantara mereka yang numpang tidur di kamar Ane, but it's okay selama masih menjaga norma-norma yang ada. Intinya bebas namun sopan.

Mungkin segitu dulu singkat dari Ane(yang sebenernya agak panjang sih, hehe). Inti cerita ini bermula dari Ane yang kenal dengan salah satu teman lawan jenis yang mana dia adalah teman sekantor Ane. Sebut aja dia Puspa. Ane adalah orang yang pandai bergaul dan banyak teman dikantor. Namun ga banyak yang Ane kenal dari Puspa. Dia adalah tipikal cewe yang pendiem, tapi masih ramah dan murah senyum.

Ciri-ciri singkat dari Puspa, secara fisik dia seperti perempuan biasa seumurannya (kebetulan dia seumuran juga sama Ane, 27 tahun). Berkulit agak gelap namun masih terlihat manis. Dibalik itu semua, dibanding teman-teman satu meja dan divisi nya, dia terkenal gigih dan selalu patuh dengan atasan (saya termasuk salah satu atasannya). Ini yang membuat dia memiliki nilai plus di mata saya untuk dijadikan teman dekat. Tapi sayangnya ga mudah buat mendekati dia karena sifat pendiamnya, banyak juga orang-orang yang ga begitu tahu menahu tentang backgroundnya.

Singkat cerita Ane berhasil buat deketin dia yang kebetulan waktu itu ada meeting yang melibatkan kita menjadi semeja. Ada beberapa pembahasan yang mengharuskan Ane diskusi sama dia di dalam dan di luar kantor. Di saat ini, Ane sama sekali ga ada niatan buat modus atau apapun ke dia, karena Ane emang murni pengen nyari temen sebanyak-banyaknya. Di sisi lain memang niat Ane datang ke kota ini untuk cari rejeki, bukan nyari jodoh (tapi kalo dikasih ya ga nolak sih, hehe).

Beberapa kali kita sering diskusi berdua saja (karena memang kita di satu tim presentasi yang sama dan 1 tim nya terdiri cuma 2 orang) dan pada suatu hari kita memutuskan untk berdiskusi berdua di sebuah coffee shop ditengah-tengah salah satu mall dan dekat dengan bioskop di kota ini. Setelah diskusi ngalor-ngidul dan akhirnya selesai, kita berdua pun mengobrol santai. Waktu itu emang lagi ada film Lion King the movie, film masa kecil kesukaan Ane.

"Mas San, itu yg filem singa tentang apa sih film nya? Dokumentasi alam liar kah?" tanya Puspa
"Hahah, engga Puspaa. itu Lion King, fllm disney yang dulu ada versi kartun nya itu." jawab Ane
"Wah film disney yaa." Matanya berbinar-binar, "pengen nonton deh mas."
"Ayok, kebetulan aku juga suka." kata Ane bersemangat.

Pada awal nonton, ga ada yang spesial memang. Kesannya biasa aja. Sampai pas pertengahan kita nonton film itu, dia merasa kedinginan. Ane yang waktu itu pakai pakaian yang lumayan tebel dan bawa jaket juga, akhirnya menyerahkan jaket Ane buat dia pakai.

"Mas, wangi banget jaketnya, sampe aromanya nempel semua nih di bajuku." celetuk Puspa.
"Hahaha, tinggal pake aja kok bawel bener. Daripada kedinginan hayo? haha" Canda Ane.
"Haha, iyaa deh. makasih yaa." Jawabnya.

Entah terlalu lelah atau emang jalan cerita filmnya terlalu membosankan bagi Puspa, dia pun sampai tertidur pulas dan ga sadar bersandar ke Ane. Ane pun sebisa mungkin memposisikan bahu ke kepalanya dia biar ga bikin dia kebangun karena dia emang kelihatan capek banget. Pas ane ga sengaja nyentuh telapak tangannya, rasanya dingin banget. disitu juga ane pegang tangannya biar ga begitu dingin.

Menjelang film selesai dia terbangun dan kaget,

"Mas San, maaf. Aku malah ketiduran" kata Puspa sambil panik
"Wetsss, santai ajaa. Mungkin emang kamu capek. Padahal tadinya mau aku bangunin klo filmnya udh slesai." kata Ane.

Begitu film selesai tayang, kita berdua beranjak dari bioskop untuk mencari makan sebelum akhirnya pulang. Ketika kita berdua berjalan ke arah parkiran, entah apa yang ada dipikiran Puspa, seketika dia menarik tangan Ane seolah mengajak bergandengan tangan. Ane pun ga masalah dan menggenggam tangannya erat-erat. (Maklum, udah 2 tahun ane njomblo dan hampir lupa rasanya megangin tangan cewe, ehhehe)

Sepulang dari makan, ane masih ga habis pikir dan memberanikan diri buat tanya sama dia, ada angin apa dia sampe gandeng tangan Ane. Dia pun cuma membalas dengan candaan yang berlanjut pada chat-chat an sehari-hari sama dia. Berawal dari chat itu, kami berdua semakin akrab dan ketika kita jam istirahat dikantor, kita pun sering makan bareng. Bahkan ga sampe disitu, di luar kantorpun kita jadi semakin sering jalan bareng, entah sekedar nongkrong bareng atau untuk saling bertukan cerita.

Segitu akrabnya kita berdua sampai ada salah satu teman kantor yang juga lumayan dekat dengan dia, sebut saja Yanti, memberi tahu sekaligus memperingatkan Ane.

"Mas San, sekarang deket banget ya sama Puspa?" tanya Yanti
"Alah cuma makan bareng doank kok Yan, emang kenapa? cemburu yaa? hahha." celetuk Ane bercanda
"yaa gak gitu mas, ini serius." tatap mata yanti mulai tajam
"oke-oke, sebenernya ada apa sih?" ane makin penasaran
"dia udh punya pacar mas. dan dia pernah cerita sendiri kalo mereka berdua udh seserius itu."
"Oh, yaudah sih. aku ga ada niatan apa-apa kok. emang murni pengen temenan aja" jawabku

Okay, sampe sini ane sadar kalo ane harus lebih berhati-hati untuk ga baper sama Puspa karena di sini posisinya dia udh ada yang punya. Tapi nampaknya mau sewaspada apapun Ane, malah disini Pupsa yang ternyata diam-diam menaruh rasa dan baper ke Ane. Seketika itu ane bingung. Hal ini karena, suatu hari kita berdua memutuskan buat diskusi lagi dan ngobrol-ngobrol lagi.

"Mas, San." panggil Pupsa ke Ane.
"Iya Pus, knapa?" sumpah deh pengen banget waktu itu ane panggil 'meong' si doi. haha.
"Hmmm, nyadar ga sih mas selama ini kita semakin sedeket ini?" Puspa memulai topik yang serius
"Ya, aku sadar kok. dan aku sadar sedeket apapun kita, kita cuma bakal jadi temen doank kan, pus." jawab ane menimpali keseriusan dia.
"Hmmm,..."
belum selesai dia menggumam buat nglanjutin pembicaraan, ane potong, :Puspa, kamu udah punya pacar lho. aku pun tau hal itu. Kita masih temen kan?"
pupsa tertunduk lesu. "tapi aku mulai nyaman sama kamu mas"
"alhamdulillah, selama ini aku bisa bikin kamu nyaman. tapi aku minta tolong ya Pus, jangan sampe harapan kamu lebih dari ini. Aku ga mungkin juga kan njawab perasaanmu yang mana bakal nyakitin pacarmu nanti?" kata Ane kembali menimpali

Jujur juga, ga bisa dipungkiri, ane emang ada rasa ketertarikan sendiri setelah sekian lama deket sama dia. ditambah lagi. semenjak kejadian itu, hubungan Ane sama Puspa ga ada yang berubah, kita berdua masih sering makan bareng dan nongkrong bareng. Sambil berharap semua baik-baik aja dan perasaan ini ga semakin tumbuh diantara kita berdua.

Sampai pada suatu malam, kita terlalu asik berdiskusi di sebuah kedai kopi yang buka sampai pagi. Saking khusyuknya kita berdua ga sadar bahwa jam udh menunjukkan pukul 2. Puspa, yang sebenarnya rumahnya masih dalam kota ini, pun terlihat ragu-ragu saat ingin pamitan. Maklum di sini lagi rame-ramenya kejahatan 'klithih'. Ditambah lagi, dia perempuan. Ga etis rasanya kalo jam segini masih ada dijalan.

Akhirnya ane memberanikan diri untuk menawarkan dia buat tidur dikosan Ane.

"Pus, yakin nih mau pulang? Ga tidur dikosanku aja?"
"Lah, emang boleh cewe tidur dikosan cowo gitu?"
"boleh sih, asal sopan."
"Hilihh, paling juga modus kamunya. nanti terjadi hal-hal yang diinginkan gimana?"
"wkwkwk gublug. Ya engga laah. gampang, Aku bisa numpang tidur di kamar temen kok."
"Eh serius gapapa? Emm yaudah deh."

Begitua kita berdua sampai di kosan, kita berdua langsung menuju kamar. Pas Ane udh nyiapin baju ganti buat ane bawa ke kamar temen, tiba-tiba dia narik tangan Ane. Dia minta ditemenin tidur bareng, yang mana di kamar Ane cuma ada 1 kasur! WTF GAN!

"Yakin Pus??? Emang kamu nyaman sekasur sama aku? Kasurnya sempit lho."
"Lah gimana lagi, kamarmu kaya horror gini. Aku takut tidur di tempat asing sendirian."
"Alah dasar penakut. yaudah aku temenin deh."

Ane pun ke kamar mandi buat ganti baju tidur. Karena Puspa emang ga bawa baju ganti, akhirnya dia Ane pinjemin celana training dan kaos Ane yang udh kekecilan. Untungnya masih pas sih buat dia. Sebelum kita bersiap buat beranjak tidur, kita sempet ngobrol kecil.

"Eh, beneran kan mas San, aku ga bakal diapa-apain?"
"Astaga,menerut kamu aku semesum itu apa? Aku ga bakal ngapa-ngapain kok. Paling juga ngorok. wkwkwk."
"Dih, sumpah yaa ni cowo ga ada jaim-jaimnya."
"wkwk, yaudah ah tidur yuk. Aku biasanya pake lampu tidur. Mau aku nyalain apa matiin aja nih?"
"Pake lampu tidur aja mas. Hehe"

Setelah menyeting lampu tidur, kita berdua pun mulai menari selimut. Keadaan malam makin larut, keadaan semakin sunyi. Lewa hembusan nafas kita, sebenarnya kita berdua tahu bahwa kita berdua ternyata masih sama-sama terjaga. Ternyata hari yang lelah tak kunjung mengantarkan kita kepada lelap.

"Mas.." suara puspa lirih, sambil ia membalikkan badannya yang tadinya membelakangi sekarang menjadi menghadap ke Ane.
"Oi, tidur. Ga cape apa?" usahaku mencairkan suasana yang sudah terlanjur kaku itu.
"Mana bisa tidur mas. sedangkan aku sekarang berada seranjang sama orang yang bikin aku nyaman."
"Puspa. aku kan udh pernah bilang. Tolong... Kasihan Pacarmu. Apa lagi kalian mau ke jenjang yang lebih serius kan?"
"Cuma aku mas yang mau, dia engga."
"Haa? maksudnya?"
"Dia lebih muda dari aku 3 tahun. Di umurku yang segini, aku pengen menjalin hubungan yang memang udah jelas masa depan nya. Tapi dia masih belum bisa menyanggupi dan ga pernah sepemikiran sama aku."
"Loh, dia lebih muda? yaa sebagai sesama laki-laki, memang wajar sih. Tapi bukannya itu emang udh konsekuensi buat kamu ya? Kamu kan udah memutuskan untuk menjalin hubungan sama dia. Kalo pun emang dia ga sedewasa itu, ya berarti itu emang udh tugas kamu untuk mengarahkan dia kan?"
"Tapi mas..."

Belum selesai dia berbicara, dia udah meluk ane duluan. Tubuh ane seketika mematung, ga bisa bergerak sama sekali. Gak lama kemudia ane ngerasain ada yang merembas basah di lengan baju Ane. Puspa menangis!

"Aku capek jalani hubungan kaya gini, di satu sisi aku tau dia ga mau aku tinggal. tapi di sisi lainnya aku ga bisa jalani hubungan tanpa kepastian. aku malu sama orang tua, sama orang-orang sekitar di umurku yang segini mas." katanya sambil terisak.

Tanpa pikir panjang, badan ane yang semula tak bisa digerakkan serasa mereflek membalas pelukannya. Sambil Ane belai rambutnya. "Menangislah, barangkali itu bisa bikin kamu lega." Kata Ane. Bukannya tambah tenang, dia semakin menjadi dan semakin terisak. Dengan sabar Ane tetep belai dan peluk dia. Agak lama rupanya, dan sepertinya Puspa juga sudah mulai lelah dengan tangisnya sendiri, ane rasakan hela nafasnya mulai beraturan. Ku lihat, dia ternyata sudah mulai terlelap. Slayak makmum, ane ikut tidur dengan keadaan masih memeluknya malam itu.

Tiba-tiba saja, jendela terasa sangat terang. Wangi kopi semerbak mengisi ruang kamar kos ane.

"Pagi, Mas. yuk ngopi." Kata Puspa, matanya masih sembab nampaknya.
"Hmmm, rajin bener. Itu kopi dapet dari mana? terus ngrebus dimana?"
"Hehe maaf mas, itu aku ambil kopi dari atas meja serenteng. airnya aku rebus dari water heater punya mas Sansan sendiri. Gapapa kan kalo aku bikin sendiri?" tanyanya polos
"Wkwkwk gapapa lah, anggep aja ini ruang praktek menjadi istri."
"Hehehe, enak yaa kamu belum nikah udah dilayanin kaya gini. Berasa udah punya istri."
"Halah, ga ada cita-cita punya istri aku sih."
"What?! Aneh, disaat banyak orang diluar sana pengen buruan nikah, kamu malah ga mau sendiri.

Well, bukan salahnya juga dia menyalahkan ane. Ane emang ga ada kepikiran sama sekali buat nikih. Malah rasanya ane ga percaya sama yang namanya pernikahan. Ada kisah cinta Ane sebelumnya yang bikin ane jomblo lumayan lama (sampe 2 tahun) karena saking membekas lukanya dan sampai setrauma itu juga.

"Ada lah pokoknya kenapa aku sampe ga pengen nikah gitu." Pekik ku.
"Hmm, emang ada apa? keberatan kalo cerita?" Tanya Puspa membujuk Ane
"Oke...(anepun menceritakan cerita ane tersebut, kalo waktu mengijinkan nanti ane share juga cerita ane yg ini)"

Sedalam itu luka yang mantan ane tinggalin, sampai pas ane cerita, ga sadar air mata Ane jadi menetes. Begitu juga dengan puspa yang ikut menangis. Sambil mendekat, dia memeluk sembari nenangin ane.

"Mas, diluar sana banyak yang ingin segera menikah. aku salah satunya. Mungkin ga sesakit kamu, tapi aku juga pernah berkali-kali disakiti. Tapi keinginan untuk dibahagiakan membahaiakan dan membina rumah tangga, harapan semua itu masih ada mas. Jangan sampai harapan kamu akan hal itu jadi sirna" Suaranya lembut...

Selama ini, selama 2 tahun, ga ada satupun orang yang begitu perhatian seperhatian ini. Se lembut ini, se sayang ini. Ya Tuhan, Aku jatuh cinta pada seseorang yang sudah dimiliki orang lain. Salahkah, atau bodohkah?

(Bersambung ya gaan, bakal ada part 2 nya)

**Ane mohon maaf jika ada kata-kata yang salah dan maaf juga sampe sepanjang ini. Part selanjutnya akan ane update sesuai dengan tanggapan agan-agan kalian.

Matur suwun.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Eaaaaaaaaaaaaaaaaakkk
profile-picture
.hades memberi reputasi
yak. yang jomblo silakan mupengemoticon-Ngakak (S)

-----
salah kamar dek, minta pindahin gih ke sfth emoticon-Big Grin
Belum nikah tapik udah pernah seranjang bareng emoticon-Ngakak

emoticon-DPemoticon-DPemoticon-DP

Lu kan bisak tidur dibawah brok emoticon-Entahlah
jgn deket2 zina
gawat kalo dapet cewek kek gini
was2.. terus bisa2 digaet org
Waktu si Pus nangis di pelukan ente, otong bangun gak?
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di