alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d9a6428c99124c43647c0/hiking-mount-buthak

hiking mount buthak

<p>Buthak Hiking Mountain 2868 MDPL

Rute Awal
Hai gaess aku mau menceritakan pengalamanku saat mendaki gunung buthak. Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya aku pernah naik gunung panderman dan sebenarnya gunung buthak dan panderman memiliki pos awal pendakian yang sama .
. Akan tetapi kalau ke panderman ke arah kiri sedangkan untuk ke Gunung Buthak kea rah kanan. Jadi kalian sudah pernah baca kan blogku sebelumnya rute awal ketika naik gunung Panderman. Well Guys sebelum naik gunung aku selalu minta ijin dan restu dari orang tuaku supaya selalu selamat dalam pendakian. Tentu juga dengan susterku aku sering bercerita dengan beliau. Pada saat pendakian ini gaess Bapakku sedang menderita stroke.

Survey Awal
Selalu aku mensurvei peta dan persiapan sebelum naik ke gunung. Kali ini aku mengecek rute ke gunung buthak guys. Aku juga melakukan persiapan supaya pendakian ke atas gunung berjalan dengan lancer gaess. Sebelum naik gunung memang kita harus memiliki segala keberanian untuk naik ke atas. Tenda , ransum, selimut, pakaian, senter, selimut,sepatu gunung, sandal gunung dan semua perlengkapan pendakian aku siapkan semua pada malam sebelumnya .
Tahu tidak gaess aku belajar mengenai persiapan pendakian dari youtube dan review dari blog di internet. Bersyukur sekali dengan media social kita bisa belajar lebih cepat mengenai segala sesuatu. Dari review pendakian aku bisa membayangkan akan seperti apa pendakian itu nantinya. Akhirnya aku pesan ojek online dan sampai ke Bungurasih aku mencari Bus ke arah Malang Arjosari. Sesudah sampai di terminal Arjosari aku naik ADL dan saya bertemu dengan mahasiswi Universtas Trunojoyo Madura yang akan melakukan pendakian ke Gunung Panderman.

Bertemu dengan pendaki Mahasiswa Universitas Trunojoyo
Sampai ke Terminal Landungsari gaess lanjut saya naik Bus Bagong. Aku sebenarnya ingin mengajak mereka naik gunung Buthak. Akan tetapi mereka ingin ke Gunung Panderman. Kemudian Bus Baging turun di Indomaret. Dari Indomaret kami makan bakso untuk mengisi tenaga sebelum kami pergi ke pos Pnedakian. Akhirnya kami menyewa pickup patungan Rp 5.000 per orang cukup murah bukan. Kami merasakan bahagia sekali merasakan angin semilir Pick up naik ke atas pos pendakian . Kami juga melihat pendaki-pendaki lain yang berjuang menuju pos pendaki.
Kami tertawa melihat kejadian itu padahal kami juga menyadari akan beratnya medan yang akan kami lalui. Jadi sebenarnya keadaan kami sama saja. Sesudah sampai di pos awal pendaftaran kami melakukan registrasi. Mereka berangkat belakangan sedangkan saya janjian berjalan dengan rombingan lain. Kami berpisah berfoto sejenak dan mengucapkan terima kasih atas segala kebersamaan tadi.
Rombongan yang naik dengan saya sepertinya masih sangat muda . Mereka seperti habis selesai SMA. Sedangkan saya sudah 30 an ke atas nambah banyak. Aku pikir mengapa saya tidak melakukan pendakian sedari muda ya.



Sampai di Pos pendakian dan Proses pendakian
Entahlah saya sendiri tidak bisa menjawab. Akan tetapi aku bersyukur bias mendaki walaupun sudah cukup berumur, Kami berangkat sekitar pukul 5 sore dan hari semakin malam. Sebenarnya melakukan pendakian di malam hari lebih mudah karena udara lebih dingin dan kita tidak merasa kepanasan. Pada saat pendakian banyak keringat yang dikeluarkan sehingga kita dapat menjadi mudah lelahJadi kami bercakap cakap dan berusaha untuk mengakrabkan diri satu sama lain. Aku bersyukur banyak cerita cerita yang aku dapatkan selama perjalanan mengenai kehidupan mereka. Kadangkala kalau kami capek kami beristirahat sejenak.
Apalagi saya yang sudah agak berumur ini lebuih mudah lelah. Kadang saya merasa tidak enak sendiri karena sering minta berhenti. Memang aku berjalan sangat lambat. Pada waktu aku menulis cerita ini saya ingat pernah bertemu dengan rombongan pendaki yang masih muda dan berlari seperti kijang . Mungkin umurnya sekitar 20-an sehingga kekuatannya seperti kijang muda berlari cepat. Naik gunung ini seperti me refresh diriku dengan hingar binger dunia perauditan yang penuh dengan angka dan tekanan. Saya melewati pohon tumbang.
Pengalaman pendakian yang tidak aku dapatkan jika berada di kota. Sungguh luar biasa malam malam aku berada di tengah tengah hutan gaess ditemani cahaya rembulan, cuaca dingin, pepohonan dan percakapan diantara kami. Aku sering bertanya apakah perjalanan masih jauh. Anak laki laki yang pernah ke gunung buthak sebelumnya menjawab masih beberapa jam lagi mbak. Baiklah setidaknya jawabannya cukup menghibur hati saya dan membuat semangat. Ada satu tanjakan yang benar benar menantang dan aku selalu merosot. Akan tetapi kami selalu tolong menolong sehingg kami dapat melewati segala rintangan , tanjakan dengan segala kesulitannya. Saya kadang bilang tinggalkan saya aja daripada Kalian jalan terlalu lama. Beberapa kali mereka bilang tidak masalah.
AKhirnya anak yang cowok bilang ya udah mbak nanti di savanna cari tenda kami ya. Tenda warna kuning. Saya jawab baiklah nanti saya cari. Padahal setelah sampai di bumi perkemahan banyak sekali tenda. Akhirnya aku berjuang sendirian untuk sampai ke savanna.
Aku sebenarnya cukup menikmati perjalanan ini dengan segala ke selow an ku. Aku bisa melihat kelap kelip lampu kota batu yang sanggat indah dari atas. Saya jadi teringat dengan cerita Tuhan Yesus yang diajak naik ke atas bubungan Bait Allah. Mungkin seperti itu rasanya melihat kota dari atas gunung. Okay saya terus melanjutkan perjalanan banyak sekali pohon tumbang yang saya lewati. Akhirnya saya bertemu dengan rombongan pendaki lain dan kami berangkat naik ke savanna. Aku bersyukur sekali ada yang mau membawakan tas carrier aku gaess. Mereka berasal dari batu . akhirnya kami berjalan mendaki dan bercanda canda. Mereka bilang kok tega aku ditinggal.
Sampai Di Savana GUnung Buthak
Saya bilang tidak apa apa kok . ternyata track masih jauh dan berkelok-kelok perjalanannya gaess padahal sudah jam 12 malam. Akhirnya setelah berjalan sekian lama jam 2 pagi kami sampai di savanna . Saya merasa seperti di Surga melihat keindahan savanna gunung buthak dan hampir tidak bisa berkata apa apa karena sungguh indah. Ini pertama kalinya aku melihat tempat yang sedemikian indahnya. Akhirnya saya dibantu oleh mereka untuk membuat tenda. Sesudah itu saya aklimatisasi dan istirahat untuk menyesuaikan diri dengan cuaca gunung buthak yang dingin mungin sekitar 4 derajat celcius saat itu dan pada saat tiba adalah tanggal 17 Agustus 2017 .
Tanggal yang sangat cantik bukan. Pagi jam 6 saya bangun dan membuat kopi panas dan indomie. Dingin sekali dengan cuaca pegunungan seperti itu. Akhirnya saya mengeksplore savana Buthak karena sangat sayang untuk dilewatkan walaupun tidak semuanya karena sangat luas. Savana itu sangat luas sebelah kiri saya bias melihat gunung arjuna dan sebelah kanan saya bias melihat gunung semeru. Kedua gunung ini rasanya memanggi manggil untuk didaki.. Di savanna buthak tumbuh edelweiss dengan suburnya. Ya aku pertama kali melihat edelweiss di Gunung buthak dana aku bersyukur bias melihat tempat dimana bunga edelweiss hidup, bunga keabadian dan di savanna ini ada banyak lumut sepertinya langka. Letak dari sava gunung buthak berada di ketinggian 2600 mdpl dan masih belum di puncaknya di 2868 mdpl.
Sebenarnya saya tidak ingin ke puncak karena sudah bisa sampai di savana saja sudah senangnya bukan main apalagi akalu sampai puncak. Saya bilang ke teman pendakian saya ingin naik ke puncak. Karena hari masih pagi sudah ada sinar matahri saya bias melihat batu-batu yang akan dinaiki. saya sungguh heran mengapa saya bisa kuat untuk naik.
Upacara Di Puncak Gunung Buthak
Apalagi banyak pendaki lain pada saat itu yang nail. Rasanya ramao sekali dan ternyata mereka semua akan mengikuti upacara 17 Agustus 2017 di Puncak Buthak termasuk saya juga mengikuti Upacara Proklamasi. Saya bangga sekali bisa merasakan pengalaman merayakan perayaan proklamasi di atas puncak Buthak. Saya mengikuti semua proses upacara itu bersama ratusan pendaki lain. Kami menyanyikan lagu Indonesia Raya di atas gunung. Akan tetapi saya tidak mendokumentasikan upacara ini karena upacara karena batere saya lowbat gaess. Jadi saya menceritakannya lewat blog ini gaes.
Turun Gunung
Sesudah menikmati pemandangan puncak akhirnya saya turun ke savanna dan saya packing untuk turun ke Kota batu. Yah memang target saya cuma dua hari saja karena ransum saya terbatas.
Sedangkan pendaki lain masih menikmati suasana di atas gunung . Saya packing barang bawaan sehingga carrier saya menjadi gendut. Ada satu orang pendaki yang baik hati membantu pendakian saya dari savanna sampai dengan pos awal. Orangnya tidak banyak bicara dan yang pasti helpful sekali. Orangnya berjalan sangat cepat karena seorang pelari dan saya juga ikut semangat.
Saya bisa sampai pos pendakian jam 5 sore gaess. Luar biasa saya pikir akan lama ternyata cukup cepat juga. Sepertinya saya sedang adaptasi dengan proses pendakian. Kadang jika saya sudah diatas gunung saya ingin sekali pulang karena merasakan capeknya akan tetapi jika sudah dirumah saya sering merindukan suasana pegunungan yang menyenangkan. Waktu pulang saya sempat terperosok karena terlalu semangat lari. yah gaess selalu berhati hati dimanapun berada. Pendaki tersebut juga baik hati mau menunggu jika saya istirahat karena capek. Walaupun sudah tidak pernah bertemu semoga selalu sehat para pendaki yang sudah membantu saya.

---End--</p>
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di