alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d98d20577a93022523a0d/hiking-semeru-2017

hiking semeru 2017

<p>Gaess aku mau menuliskan perjalanan pendakianku ke sgunung semeru gaess. Sebenarnya saya agak bingung mau ke Semeru atau tidak karena pada saat itu ada pertemuan chevening dan saya tidak hadir. Mungkin pihak chevening cukup kecewa karena saya tidak hadir.

Jadi gaess dari arjosari aku naik colt putih ke arah tumpang untuk ke semeru saya mesti register online dan cek kesehatan dan minimal 4 orang.

Akhirnya saya tidak bisa berangkat pada hari itu. Saya terpaksa menginap di Pasar Tumpang Gaess. Esoknya saya mencari informasi tentang pendaftaran online. Kebetulan ada pendaki yang bisa diajak pendaftaran minimal kuota 4 orang Setelah itu saya cek kesehatan di puskesmas tumpang .

Kami menyewa truk dari Tumpang ke Ranupani kira kira 50.000. Ya kami duduk di belakang truk dan saya sangat senang sepanjang perjalanan sungguh amat indah. Jalur transportasi untuk pendakian ke semeru via tumpang memang sungguh menawan.

Barisan pegungan bukit dan jurang-jurangnya tak terkatakan indahnya. Angin sepoi sepoi yang sejuk menerpa wajah. Jalanannya menanjak dan berkelok kelok membuat dag dig dug. Truk akhirnya melewati desa ranupani Lumajang.Di desa Ranupani banyak terdapat kebun sayuran dan terkenal dengan kentangnya. Saya lihat rumah penduduknya bagus dan ada parabolanya.

Kami sampai di pos pendakian Ranupani. Pendaki yang datang tidak bisa langsung naik ke Semeru karena ada kuota pendakian 600 orang per hari untuk konservasi Gunung Semeru.

Banyak orang yang menginap di Camp Ranupani untuk mendapatkan kuota pendakian. Akhirnya saya pergi ke ranu regulo dekar ranupani. Untuk ke ranu regule saya melewati ranu pani. Danaunya sangat indah. Akan tetapi terdpat gulma yang menutupi danau waktu saya ke sana.

Saat ini keadaan di ranu pani lebih bersih gulmanya karena ada bersih bersih massal gulma Ranupani. Kira kira jalan 1 km saya menjumpai ranu regulo. Saya tidak menyangka danaunya akan seindah itu. Benar benar seperti di luar negeri. Saya berhenti sejenak untuk menikmati keindahan danau. Ranu pani dan ranu regulo kira kira berada di atas 2100mdpl . Sesudah beristirahat sejenak di Ranu regulo saya kembali ke basecamp. Saya menginap malam itu di basecamp suhu kira kira ada 15°celcius. Saya tidak membuka tenda karena akan repot membungkus tenda. Jadi ada beberapa pendaki yang sehabis turun gunung dan kami sharing pengalaman pada waktu naik semeru. Akhirnya kami bisa istirahat.

Beberapa pendaki yang bersama kami di truk mendapatkan lebih dahulu. Setelah menunggu sehari rombongan kami mendapatkan ijin untuk mendaki.
Sebelum berangkat kami harus ikut briefing dari saver semeru mendengar penjelasan mengenai segala sesuatu tentang Semeru mengenai keselamatan menjaga kebersihan dan sebagainya. Pada saat saya ke Semeru kami tidak boleh membawa tissue basah karena tissue basah sulit untuk terurai.

Pada waktu itu saya membawa tssue basah dan menaruhnya di camp Ranupani. Kami berangkat dan menyusuri jalan dan menjumpai jalan beraspal di ranu pani. Aku sangat terkagum kagum sesudah melihat keindahan Ranu pani dan ranu regulo OMG kami kembali disuguhi Pemandangannya sangat indah.

Untuk pos pertama pemandangan yang terpampang sungguhg amat indah. Setelah mendaki berbagai gunung saya merasa bahwa gunung Semeru adalah juara dalam hal keindahan. Seperti biasa aku berjalan cukup lama. Jadi teman pendakian berangkat saya persilakan berangkat terlebih dahulu.

Kadang kami bertemu lagi tergantung kecepatan. Jika merasa lelah saya bisa berhenti di track makan permen kopiko minum air dan makan kentang atau telur rebus untuk mengatasi lapar Dari Ranu Pani sampai dengan Ranu Kumbolo jalannya lumayan datar dan panjang sehingga pendakian kami cukup ringan sepanjang track ini.


Kami juga menjumpai pedagang gorengan dan semangka di pos peristirahatan. Kalau boleh saya bilang semangka di Semeru adalah semangka terenak di dunia. Mengapa bisa demikian karena segala makan di atas gunung akan terasa sungguh lezat jika dimakan di atas gunung. Jika Anda tidak percaya silakan buktikan. Sepanjang trekpendakian yang datar itu banyak sekali pendaki yang akan pergi menuju ke ranu kumbolo . Kami kadang berjalan beriringan dan bersama - sama. Kebahagiaan ketika akhirnya salah satu pendaki berkata air ari dan aku melihat danau dari jauh. Danau yang sudah melegenda itu. Sepert danau danu di Switzerland. Keindahan Indonesia tiada duanya. Saya tidak bisa berheti mengagumi keindahan karya Tuhan sungguh luar biasa Tuhan ketika menciptakan Ranu Kumbolo. Hamparan bebukitan teletubbies terlihat sangat luar biasa. Letak Ranu kumbolo agak ke bawah sehingga kami harus turun. Ada perasaan yang berbeda ketika bertemu dengan Ranu kumbolo. Saya ingin tinggal lebih lama disitu untuk melihat keindahannya.

Akhirnya saya menginap semalam dan saya mendirikan tenda di ranu kumbolo. Hari itu cuaca cukup dingin dan saya membuat indomie dan coklat hangat. Masih ada telur rebus yang aku bawa.Indomie dan coklat hangat memberikan kekuatan ditengah dinginnya cuaca. Ranu Kumbolo hari itu nampak berwarna warni karena ada perkampungan tenda pendaki.

Beristirahat malam itu di ranu kumbolo saya ingin sekali keluar menyaksikan milky way akan tetapi saya tidak kuat keluar karena terlalu dingin. Besoknya saya berangkat ke kalimati dengan jalur tanjakan cinta. Yah tanjakan cinta terkenal dengan mitos kita tidak boleh menoleh ke belakang akan tetapi tetap saja saya menoleh karena saya tidak ingin kehilangan pemandangan ranu kumbolo. Lumayan menanjak juga tanjakan cinta ini. Ya iyalah namanya juga tanjakan. Dan akhirnya aku sampai di ujung tanjakan menuju oro oro ombo. Oro oro ombo adalah padang rumput yang sangat cantik dan luas. Entah ada berapa kali ukuran lapangan bola. Di musim hujan oro oro ombo akan ditumbuhi tanaman verbenna yang berwarna ungu.

Walaupun sebenarnya termasuk golongan gulma akan tetapi tanaman ini berfaedah untuk bahan kosmetik. Pada waktu saya mendaki disana tanaman ini tidak berbunga gaess. Saya bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk melihat padang rumput yang sungguh cantik dengan segala bebukitannya.

Seandaimya banyak waktuku saya ingin sekali mengeksplore oro-oro ombo. Sesudah dari tanjakan cinta saya menyusuri jalan setapak di oro oro ombo dan sampai di cemara kandang. Saya membeli gorengan dan semangka disitu Rp 5.000. Rasanya segar sekali dan enak.

Kemudian saya melanjutkan perjalanan dari cemara kandang jika merasa capek saya sering sering berhenti. Banyak pendaki yang lewat ketika saya istirahat. Tracknya naik turun menanjak dan harus memanjat sambil membawa tas carrier. Ada juga beberapa pohon tumbang. Saya melewati salah satu pos pendakian sebelum kalimati. Banyak hal yang aku renungkan mengenai kehidupan. Bahwa kehidupan ini layaknya seperti mendaki kehidupan. Jalannya terjal berbatu. Akan tetapi kita tidak boleh kawatir karena ada keindahan yang akan kita saksikan.

Disitu ada warung yang jual minuman. Pada saat itu banyak pendaki istirahat disitu. Ada satu kebiasaan jika kami bertemu di jalan dengan sesama pendaki mengucapkan mari mas mbak monggo. Semangat ya untuk menunjukkan keramahan antara sesama pendaki. Dari pos ini aku disuguhi pemandangan kebun edelweiss yang mempesona walaupun musimnya tidak berbunga maksimal akan tetapi saya bahagia sekali karena saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri.

Tak lama kemudian saya sampai di Kalimati.Saya bertemu dengan teman pendaki yang bareng dengan saya di truk dari jakarta. Kemudian saya mendirikan tenda dan istirahat untuk persiapan summit attack. Sebenarnya saya mau berangkat jam 6 malam tetapi pendaki lain jam 11 malam. Padahal saya berjalan cukup selow akan tetapi daripada saya jalan sendiri saya memutuskan naik bareng dengan rombongan. Jam 11 malam kami berangkat dan berdoa supaya diberi selamat. Ekspedisi kami dimulai inilah petualangan sesungguhnya.

Senter rombongan menyala menembus kegelapan. Gerakan sungguh sangat lincah dari kalimati sampau arcopodo. Ada spot dimana aku bisa melihat lampu kota dari atas. Aku merasa wow luar biasa dan kami berjuang untuk menuju atas dan akhirnya sampai di arcopodo. Cemara tunggal adalah satu satunya pohon sebelum kami bertemu gunung pasir. Kami harus hati-hati karena ada blank 75 yang sangat berbahaya.

Ternyata track gunung pasir sangat berat sehingga harus dibantu pendaki lain untuk sampai ke atas. Juga saya kelelahan karena pendakian tanpa henti apalagi saya cuma memaki sandal gunung dan kaos kaki kerikil masuk ke dalam kaos kaki sehingga menyakiti kaki saya.

Memang semakin tinggi oksigen semakin menipis saya berusaha kuat untuk naik. Seharusnya aku membawa tabung oksigen,teman saya pendaki dari Jakarta pernah bertanya apakah saya membawa masker oksigen. Jadilah semalam malaman aku berjuang di atas gunung. Aku ingat seharusnya aku mengoleskan minyak kayu putih untuk mengusir dingin. Mungkin malam itu aku hampir menyentuh langit. Tentunya gaes aku ingat kalau naik gunung kita ngga boleh misuh misuh. Ketika berada diatas gunung harus selalu berdoa di dalam setiap langkah agar pendakian kita menjadi berhasil. Selain itu kita belajar berserah kepada Yang Maha Kuasa apapun usaha yang kita lakukan. Malam itu benar benar saya selalu ingat akan bapakku yang terbaring sakit. Saya berdoa supaya bapakku selalu sehat. Jam 9 pagi semua pendaki diharuskan turun dari puncak Semeru karena asap jonggring saloka yang mengandung belerang sangat membahayakan pendaki dan mengandung racun. Di atas gunung pasir semua serba pasir tidakan ada pijakan yang keras sama sekali. Ternyata hidup itu lebih keras jika tidak ada pijakannya ya gaess. Saat itu pukul 6 pagi dan masih ada 3 jam lagi. Aku akan terus berusaha seberapa pun hasilnya. Mungkin saya sudah di 3600 Mdpl karena aku sudah bisa melihat bendera di puncak gaess akan tetapi arrghh ternyata masih jauh. Sudah pukul 08.00 akhirnya aku memutuskan untuk turun walaupun aku juga menyaksikan ada penndaki lain yang berjuang sampai ke puncak Semeru. Saya lebih mementingkan keselamatan gaess. Aku dibantu namanya Ijey dari bogor. Aku turun ke bawah seperti main ski akan tetapi di atas pasir dan itu sungguh sangat mendebarkan gaess. Elevasi dari semeru adalah 70 derajat jadi terbayang betapa miringnya. Akhirnya aaku sampai di cemara tunggal. Padahal gunung pasir panjangnya hanya 1 km akan tetapi tracjnya sungguh sangat menantang gaess. Dari cemara tunggal aku dibantu oleh pirter yang sangat berpengalaman. Dia menjadi porter pendaki dari medan yang sekolah di Singapura. Porter tersebut sudah menjadi guide pendaki mancanegara. Dia mengatakan akan menjadi guide untuk oendakian di piramid cartenz. Sebenarnya ada bebarapa potensi pekerjaan ketika kita sering naik gunung : 1. Porter atau guide 2. Fotografer 3. Videografer 4. Penulis. Langkah kami santai tapi pasti. Aku menoleh ke belakang dalam hati omg tadi malam aku berjuang mati matian di atas gunung itu. Dengan cepat aku sampai ke kali mati. Aku mengucapkan terimakasih karena mau mengantarkan sampai kalimati. Tidak berlama lama akhirnya aku berkemas kemas untuk ke ranu kumbolo. Kembali aku melewati jalan jalan yang indah tadi. Sampai terhuyung huyung karena kecapaiab seelah summit. Aku disarankan untuk summit 2x akan tetapi saya tidak mau karena saya sudah sangat capek. Aku berada di temgah hutan malam malam dan bertemu dengan pendaki lain dan kami berjalan bersama. Langkah kami cukup cepat karena kami berjalan di malam hari dan kami melewati oro oro ombo. Akhirnya sampai di ranu kumbolo dan dibantu mendirikan tenda. Esok harinya saya pagi pagi berangkat untuk pulang dari ranu kumbolo ke ranu pani. Yah cuacanya berkabut dan rintik rintik dan saya tetap bertekad untuk maju terus. Bersyukur sekali diberikan keberanian sedemikian kuatnya. Saya sampai di ranu pani tiba tiba turun hujan deras. Saya berhenti di warung dan makan malam. Kira kira saya sampai di basecamp jam 6 malam saya sangat menggigil kedinginan. Beruntung saya ada perapian. Saya lanjut makan bakso dan saya ingin benar benar kembali ke Surabaya karena sudah lelah. Ada ojek yang mau turun ke Tumpang akhirnya bersyukur ada yang mau turun. Saya bertemu lagi dengan pendaki yang mengantar sampai di ranu kumbolo. Ternyata mereka mau melanjutkan perjalanan di gunung bromo. Sedangkan saya malam malam turun ke Tumpang. Dari tumpang saya langsung naik colt ke arjosari dan bus ke surabaya. Saya bersyukur akhirnya bisa bertemu rumah. Tuhan memberkati selalu </p>
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di