alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d7d8265b24d7de72bdebd/sri-mulyani-sebut-profesi-keuangan-bakal-hilang-karena-teknologi

Sri Mulyani Sebut Profesi Keuangan Bakal Hilang Karena Teknologi

Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (23/9/2019) dihadapan 100 pelaku industri.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan perkembangan teknologi automasi menyebabkan profesi keuangan seperti jasa penilaian, akuntansi, maupun aktuaria berpotensi tergantikan oleh robot yang menggunakan sistem algoritma.

“Jika Anda tidak terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan merespons cepat terhadap perubahan, maka Anda sekalian akan menjadi tertinggal,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya pada acara Expo Profesi Keuangan di Jakarta, Selasa (8/10/2019), seperti laporan detikcom.

Profesi keuangan tersebut termasuk dalam 23 juta pekerjaan yang diprediksi oleh konsultan McKinsey akan hilang pada 2030 mendatang. Hal itu diungkap laporan mereka keluaran 24 September 2019 lalu.

McKinsey menganalisis pekerjaan seperti administrator gaji, pengawas transaksi, operator mesin, buruh pabrik, rentenir, dan pekerja legal akan hilang karena 70-75 persen dari total jam kerja bakal tergantikan mesin. Pekerjaan tersebut termasuk dalam pekerjaan yang repetitif.

Sementara, jenis pekerjaan yang tidak mudah digantikan robot adalah perawat, sales, seniman, peneliti, CEO, dan manajer proyek. Hanya kurang dari 30 persen dari total jam kerja mereka akan tergantikan oleh robot.

Jenis pekerjaan yang tetap dibutuhkan meski ada robot adalah pekerjaan dengan aktivitas fisik yang tak terprediksi sebelumnya, kemampuan berinteraksi dengan para pihak, dan mengatur serta mengelola Sumber Daya Manusia (SDM).

Tantangan bagi Indonesia adalah automasi bisa menyebabkan angka pengangguran meningkat jika tidak dibarengi dengan pembekalan keterampilan berbeda.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2019 mencapai 6,82 juta orang atau 5,01 persen dari total penduduk usia produktif.

Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2019 sebesar 129,37 juta orang, bertambah 2,30 juta orang (1,81 persen) jika dibandingkan dengan Februari 2018 sebanyak 127,07 juta orang.


Lapangan kerja baru
Meski sejumlah pekerjaan bakal hilang, McKinsey memprediksi akan ada 27 juta hingga 46 juta pekerjaan baru yang tercipta, seperempatnya adalah jenis pekerjaan baru yang tak pernah ada sebelumnya.

Pekerjaan baru ini didorong oleh sejumlah faktor karena adanya peningkatan gaji dari para pekerja, biaya asuransi kesehatan yang meningkat, peningkatan investasi untuk pembangunan, infrastruktur, energi, dan teknologi, serta adanya pasar yang tercipta untuk childcare atau penampungan anak.

Infrastruktur berkontribusi terhadap 3,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2010 hingga 2015, dan akan meningkat hingga 4,5-5 persen pada 2017 sampai 2035. Alhasil, akan tercipta lapangan pekerjaan baru seperti arsitek, insinyur, insinyur listrik, tukang kayu, dan sales.

Perkembangan investasi di teknologi penjualan seperti layanan e-commerce juga bakal menciptakan lapangan kerja baru seperti progammer dan pekerja logistik di gudang perusahaan.

Pengusaha kecil dan menengah juga akan bermunculan karena kemudahan teknologi untuk menjual barang dagangan mereka. Misalnya, di Tokopedia tercatat 4 juta merchant yang banyak di antaranya adalah penjual pemula.

McKinsey memprediksi transaksi e-commerce akan melonjak hingga AS $65 miliar pada 2022 dengan 30 persen di antaranya adalah transaksi pembelian.

Dengan skenario penambahan pekerjaan baru, setidaknya AS $135 miliar akan bertambah saban tahun terhadap PDB Indonesia per 2025 sehingga Indonesia paling unggul di kawasan ASEAN.


Ekosistem baru
Dengan adanya pekerjaan baru, dibutuhkan pula ekosistem baru yang mendukung, dari institusi pendidikan, industri, NGO, dan pemerintah.

McKinsey menjelaskan, ekosistem yang tercipta mesti memprioritaskan enam poin. Pertama, perlu adanya dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung bisnis, investasi, dan inovasi. Terlebih, untuk mendukung peningkatan investasi di sektor infrastruktur dan energi.

Kedua, perlu ada pelatihan dan pengembangan keterampilan di lingkungan kerja. Perusahaan bisa bekerja sama dengan para pihak termasuk institusi pendidikan dan pemerintah untuk memberikan pelatihan dan kesempatan baru bagi para pekerja atau calon pekerja.

Ketiga, perlu adanya fleksibiitas dalam perekrutan calon pekerja, bisa melalui platform yang menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja agar tepat sasaran. Juga, melalui bootcamp yang diinisiasi oleh perusahaan untuk mahasiswa atau pelajar sekolah menengah.

Kemudian, pemberian gaji pada pengangguran dan pelatihan bagi mereka yang sedang memasuki tahap transisi pencarian pekerjaan atau butuh keterampilan baru.

Selanjutnya, pemerintah perlu menyokong investasi dan pengeluaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kerja sama antara negara dengan pihak swasta dibutuhkan untuk merealisasikannya sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru.

Terakhir, mempromosikan wirausaha. Dengan berwirausaha, maka akan tercipta lapangan pekerjaan baru. Negara seperti Indonesia dengan bonus demografi yang melimpah hingga 265 juta dan 60 persennya adalah anak muda, membutuhkan inisiatif baru untuk startup serta wirausaha skala menengah dan kecil.
Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rena-teknologi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Tersangka kasus persekusi Ninoy jadi 13, termasuk Sekjen PA 212

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Lansia rawan kesepian, milenial cenderung emosional

- Sri Mulyani sebut profesi keuangan bakal hilang karena teknologi Bagaimana kualitas udara Jakarta dibanding kota dunia? (Rabu, 09/10/2019)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
orgbekasi67 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh KASKUS.HQ
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
kalau menurut ane untuk pekerjaan di bidang keuangan yang mungkin hilang atau tergantikan oleh robot cuma bagian akuntan sih
Mulai tahun 2015 kemarin sudah terjadi. Perubahan pelayanan dari manual ke online, sudah semakin merampingkan struktur organisasi dan juga pemangkasan beberapa karyawan, terutama di bagian frontliner. Semua proses sudah bisa dilakukan secara mandiri, cukup dari genggaman saja, sehingga tidak terlihat lagi keramaian dikantor bank.
Yang paling penting sih terus asah kemampuan agar gak mudah di gantikan oleh robot
bener nihhh... semua profesi manual bakal perlahan menghilang... mantul nih infonyaaaa... update dan terbaru... bisa jd bahan bacaan dan refleksi diiriii... jugaaa isinyaaa menarik dan berbobottttttt... mantul dehhhh... lanjutkan share info2 menarik lainnyaaa gannnn... ditunggu jugaaaa... biar makin banyak bacaan2 okok di kasku yeeeee kannnnn... ntappsss dehhhhhh....ditungguuu....
jinjit aja
Balasan post barulangit
ok ok gan, ini udah tengkurep terus ngapain lagi nih ane? emoticon-Big Grin
nggak ada toxic-toxican yang ada fredom of speech..tergantung orang kalau baperan dibilang toxic kalau open minded dibilang guyon
Lihat 1 balasan
Dulu mereka bilang gw gak punya masa depan cuma karena matematika gw anjlok, skrng gw jadi orang relasi. Mereka? wkowokwowko
Balasan post barulangit
ya memang kadang kenyataan hidup membuat otak jadi mendidih ya bro, memang harus cari pelampiasan, toxic in forum, contohnya emoticon-Big Grin
pengen bacot doang sih nggak ada niatan apa-apa
Lihat 1 balasan
Balasan post barulangit
ah ente mah ga seru banget sih gan. emoticon-Big Grin
niatan ente komen gitu biar ane emosi tapi balesan ane ga sesuai harapan ya?
hehe.
Quote:


no! robot is not fhisic only emoticon-Big Grin i know what your mind..but still if peoples start angry to ai they will be destroy that tool who can threat they live
saya ga tau gan, mungkin bawah ku tau.
Balasan post Jazed
@lugucoy15 selama kenthu itu enak, susah dikontrol gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
proses eliminasi manusia telah dimulai emoticon-2 Jempol
Balasan post barulangit
Quote:


haha ini lah salah kaprahnya orng mengira AI adalah barang magic with the robot sht that gonna throw the human world away

simplifikasi dimukai dr hal yg repetitif , dan terasa atau tidak sudah ada di hampir semua lini, pakai gmaps itu udah AI, pake ojol itu udah AI jangan ngira yg canggih2 dl macem robot. NO kita bilang aplikasi..aplikasi yg men-simplifikasi kerja agar lebih efisien.

kl mau sebut top product AI itu contoh selfdriving. ya memang banyak yg protes . tp silahkan anda bertanya pada diri sendiri, kl ini bukan potensial market. krnapa hampir semua produsen bikin selfdriving car?

emangnya ai punya otak ??
bodo amat sih lo
Lihat 1 balasan
emangnya ai punya otak ??
bodo amat sih lo
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di