alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d70d89a972e435c58e5fb/jam-pelantikan-jokowi-amin-diundur-diharap-tak-ada-demo

Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo

Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo
Presiden Joko Widodo berdoa saat pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memundurkan pelantikan presiden dan wakil presiden 2019-2024 terpilih, Joko "Jokowi" Widodo dan Ma'aruf Amin. Seharusnya, proses tersebut dilaksanakan Minggu (20/10/2019) pukul 10.00 WIB, tapi diundur menjadi pukuk 16.00 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Ketua MPR, Bambang "Bamsoet" Soesatyo, di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (8/10) sore. "Saya pastikan (pelantikan Presiden-Wapres terpilih) tanggal 20 Oktober, diundur," kata Bamsoet, dalam wartaekonomi.com.

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa MPR memilih untuk memundurkan waktu pelantikan. Pertama, adalah ingin memberi kesempatan kepada warga Kristen yang akan menjalankan ibadah pada Minggu pagi.

Kedua, majelis juga ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tiap Minggu melaksanakan olahraga dalam hari bebas kendaraan bermotor atau car free day. "Kalau pagi akan mengganggu masyarakat kita yang berolahraga," ucapnya dalam Kompascom.

Pertimbangan-pertimbangan itu menjadi alasan karena dalam acara pelantikan, pihak kepolisian akan menutup beberapa ruas jalan ibu kota. Ditambah, dalam acara lima tahunan itu, sejumlah tamu dari negara sahabat akan hadir.

"Ada tamu kepala negara sahabat yang hadir, sehingga kalau (pelantikan) dilakukan pagi hari maka akan mengganggu masyarakat kita," ucapnya.

Hingga saat ini, sejumlah petinggi dari beberapa negara sahabat telah memutuskan bakal hadir. Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan mereka yang akan hadir adalah Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong; Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad; serta Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei.

Selain mereka, pemerintah Australia juga akan menghadirkan Perdana Menteri Scott Morrison. "Kita konfirmasikan kunjungan PM Morrison [ke pelantikan]," ujar juru bicara PM Morrison kepada ABC Indonesia (h/t Tribunnews.com).

Sedangkan dua negara adikuasa, Amerika Serikat dan Tiongkok, belum memberi kepastian. Pemerintah AS, sejauh ini hanya menyatakan akan mengirim perwakilan. Sedangkan pada September lalu, Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir, menyebut Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan berencana hadir.

Mengenai pengunduran waktu pelantikan ini, panitia Pemilihan Presiden Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mempermasalahkannya. Bahkan, KPU tidak keberatan jika pelantikan diselenggarakan pada malam hari.

"Yang penting tetap pada tanggal 20 Oktober," ujar komisioner KPU, Viryan Aziz, kepada detikcom.

Menurut Viryan, hal itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, presiden dan wakil presiden dilantik oleh MPR. Jadi, menurutnya, hal ini kembali pada kesiapan MPR dalam menggelar pelantikan.

"Sesuai UU 7 Tahun 2017 Pasal 427 dan 428, Presiden dan Wakil Presiden dilantik oleh MPR dalam sidang paripurna MPR. Sehingga bergantung pada kesiapan MPR," tuturnya.
Diharap tak demo
Sebelum keputusan MPR tadi, sebenarnya ada beberapa pihak lain yang ingin pelantikan presiden dan wakil presiden dimajukan. Salah satunya datang dari kelompok relawan Pro Jokowi (Projo).

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sempat meminta pelantikan dipercepat sehari sehingga jatuh pada Sabtu 19 Oktober. Budi meyakini, pada tanggal itu akan lebih banyak masyarakat yang datang mengawal pelantikan Jokowi-Ma'ruf di gedung MPR.

"Tanggal 19 Oktober 2019 jatuh pada hari Sabtu. Keluarga Indonesia sedang santai. Kami yakin jutaan rakyat akan mengawal pelantikan presiden," ujar Budi.

Permintaan dimajukannya pelantikan ini, salah satu alasannya, ditengarai karena banyaknya demonstrasi yang berujung kerusuhan hingga akhir September lalu. Namun, Budi membantah.

Sementara Bamsoet meminta masyarakat, terutama mahasiswa, tidak perlu melakukan unjuk rasa pada hari pelantikan nanti.

"Kami juga mengundang kepala negara untuk hadir menyaksikan dan mengikuti pelantikan presiden. Jadi kalau adik-adik mahasiswa demo besar-besaran, kurang elok bagi bangsa kita. Kita utamakan nama baik bangsa," kata Bamsoet.

Adapun untuk mengamankan acara pelantikan, Polri-TNI akan menurunkan minimal 27 ribu personel gabungan. "Polri menyiapkan 27 ribu personel terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan beberapa instansi terkait," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra dalam CNN Indonesia.
Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...p-tak-ada-demo

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo Bagaimana kualitas udara Jakarta dibanding kota dunia? (Rabu, 09/10/2019)

- Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo Infografik: Kemarau berhujan, tiada bayangan badan

- Jam pelantikan Jokowi-Amin diundur, diharap tak ada demo PDIP tak kemaruk, tapi minta jatah menteri paling banyak

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di