alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & Eko
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d5113af7e936e2b4ebbf1/terungkap-buzzer-untuk-istana-seword-ungkap-nama-tim-denny-siregar-abu-janda-amp-eko

TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & Eko

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Twitter diramaikan dengan trending #ILCBUZZER lantaran ILC baru saja menayangkan episode tentang buzer di Istana.

TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & Eko

Para warganet kini sedang bertanya-tanya tentang kebenaran adanya buzzer untuk Istana.

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin pernah ditanya tentang buzzer ini.

Dilansir oleh TribunWow.com, Ngabalin pernah menjelaskan bahwa media sosial merupakan tempat yang memiliki pengaruh besar di masa kampanye presiden lalu.

Hal itu disampaikan Ngabalin saat menjadi bintang tamu di acara 'Dua Arah', Senin (7/10/2019).

Buzzer itu kan sebetulnya ketika kita berbicara mengenai industry 4.0, maka istilah Buzzer itu dikenal dengan istilah Cyber di dunia maya," kata Ngabalin.

"Saya ingin mengatakan pada pemirsa dan teman-teman semua, pasukan cyber ini bangkit dari satu kesadaran yang mereka miliki," ucap Ngabalin.

Ia menyebut di semua negara pasti terdapat buzzer.

Menurutnya, media sosial saat ini sangat berperan dalam pemerintahan.

"Centang perenangnya negara itu juga tidak lepas dari seberapa dahsyatnya kekuatan media sosial," ujarnya.

"Jadi kalau ada kesadaran para netizan terhadap bangsa dan keselamatan negara mereka tentang NKRI-nya, tentang pemerintahannya."

Ngabalin menyatakan, terkait siapa yang mengoordinir buzzer itu perlu dilakukan penelitian.

Sebab, kini banyak berita hoaks yang tersebar di media sosial.

"Nah itu yang saya kira harus butuh diteliti, supaya tidak menjadi fitnah, karena urusan fitnah-fitnah, caci-maki terhadap berita bohong itu," tutur Ngabalin.

Ngabalin juga tak menampik bahwa buzzer memiliki peran penting dalam kampanye.

"Bahwa media sosial dipakai untuk pengembangan pesan ketika orang berkampanye," ucapnya.

Namun, ia menampik pihak istana memanfaatkan buzzer untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.

"Tidak, kalau KSP (Kantor Staff Presiden) kalau kita cerita tentang kampanye KSP tidak ada hubungannya, mungkin nanti Mas Joko bisa menjelaskan," ujarnya.

Meski begitu, ketika media sosial twitter ramai dengan buzzer istana, warganet menemukan bukti terkait adanya buzzer untuk istana.

Hal tersebut ternyata pernah diungkap oleh seword.com di akun facebooknya menyebut terang-terangan tentang buzzer.

Bahkan akun tersebut buka-bukaan terkait nama-nama dalam anggota buzzer mereka yang bekerja ketika debat presiden lalu.

Dan dalam nama tersebut terdapat nama-nama yang kini disebut-sebut memang sebagai buzzer untuk istana.

Yakni Denny Siregar, Eko Kuntadhi, Abu Janda dan sebagainya.

Dalam unggahan Seword.com tersebut menuliskan bahwa kelompok mereka bekerja dan berkumpul bersama untuk membuat konten spontan ketika debat presiden berlangsung.

"Lima kali debat capres cawapres, lima kali pula kami berkumpul untuk nonton bersama.

Membuat konten secara spontan untuk merespom setiap pernyataan," tulis seword.com.

Kemudian unggahan tersebut menulis jelas tentang siapa saja yang menjadi anggota tim yang bekerja saat debat tersebut.

Diantaranya ada nama Yusuf Muhammad, Katakita, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Pepih Nugraha, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Eko Kuntadhi, Komik Kita, Komik Pinggiran, Habib Think, Salman Faris, dan Seword.com sendiri.

"Semua datang dari berbagai daerah, memenuhi panggilan Kakak Pembina," lanjutnya.

Yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa tim tersebut hanya kakak pembina dan Presiden yang mengetahuinya.

Mereka bahkan menyebut diri mereka seperti Avengers yang setiap orangnya saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar.

Namun ternyata Seword.com malah mengambil gambar dan mengabadikan momen tersebut dan menulis unggahan itu.

Denny Siregar Akui Pertemuan Tersebut

Denny membenarkan pertemuan itu.

Ia mengungkapkan bahwa saat itu, mereka berkumpul untuk mengkoordinasikan materi kampanye Jokowi di media sosial.

Denny mengaku mereka tak dibayar untuk itu. "Memang buat saya seharusnya kita begitu kampanye itu.

Pihak lawan juga begitu. Semua punya agenda membela yang dipilihnya," ujar Denny.

Hal yang sama diungkapkan Pepih Nugraha, aktivis media sosial.

Pepih menyebut sosok "Kakak Pembina" mengacu pada siapa pun di sana yang paling jago membuat konten.

Berbeda dengan Denny, Pepih mengaku dalam pertemuan itu ada sejumlah uang yang diberikan tim kampanye untuk mereka.

Namun uang itu sebatas ongkos operasional dan upah bagi mereka.

"Kaya misalnya Ninoy (Karundeng), dia mengaku digaji Rp 3,2 juta. Kan memang sebagai buzzer ada imbalannya lah. Gajian semua pasti ada... Bohong kalau dibilang enggak ada," ujar Pepih.

Setelah pilpres, menurut Pepih, para pegiat sosial media pendukung Jokowi, tak lagi terorganisasi seperti saat kampanye.

Kesamaan isu yang diangkat para buzzer pendukung Jokowi karena memang mereka pendukung Jokowi garis keras.

"Karena kita dipersatukan dengan kepentingan yang sama, sehingga kita seolah-olah sama narasinya," kata Pepih.

Soal ada atau tidaknya akun lain yang saat ini dibayar untuk membela pemerintah di sosial media, baik Denny atau Pepih mengaku tak tahu soal itu.

Pemerintah Bantah Adanya Buzzer

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut buzzer pendukung Presiden Joko Widodo yang tersebar di media sosial tidak dibayar.

Ia membantah Kantor Staf Kepresidenan yang dipimpinnya menjadi pemimpin para buzzer dari Jokowi.

Tak hanya itu, ia juga sependapat bila buzzer semua pihak di media sosial agar ditertibkan.

Selain menyebut buzzer Jokowi tak dikomando, Moeldoko juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak membutuhkan dukungan yang destruktif dari para buzzer-nya.

Moeldoko mengamati bahwa selama ini buzzer Jokowi kerap melemparkan kata-kata yang tak layak didengar dan tidak enak di hati.

"Yang diperlukan adalah dukungan dukungan politik yang lebih membangun, bukan dukungan politik yang bersifat destruktif," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/10/2019

Staf khusus presiden bidang komunikasi, Aditia Irawati juga memastikan buzzer istana secara resmi tidak pernah ada.

"Buzzer istana ini kan istilah yang diciptakan oleh netizen sendiri. Kita itu secara official kita enggak pernah ada buzzer istana," ujar Adita ditemui di sela gelaran Siberkreasi di Jakarta, Sabtu (5/10/2019), seperti dikutip Antara.

Namun, ia tak membantah bila terdapat sebagian pengguna media sosial yang membentuk suatu blok secara militan untuk mendukung pihak tertentu.

Blok-blok tersebut ada yang bersifat organik, asli manusia bukan mesin, dan ada juga yang bersifat anorganik.

Dengan militansinya tersebut, blok yang bersifat organik membela apa yang menjadi program ataupun keputusan dari pemerintah.

Menurut dia lagi, di antara mereka yang organik, sebagian besar ialah relawan dan biasanya mereka tanpa perlu ada instruksi.

https://www.tribunnewswiki.com/2019/...tadhi?page=all

Ada2 saja
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan ntapzzz memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Pasukan kotak2 anjink goblok bayaran

Jasmev anjink hama demokrasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Nibrashilmy2 dan 4 lainnya memberi reputasi
tribunnewswiki.com????


apaan ini??
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Pasukan monaslimin paokemoticon-Ngakak
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post khayalan
Quote:


Groupnya kompas
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Quote:


Klu ga salah speerti kompasianaemoticon-Imlek
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Sah ya pret, kata ngabalin kagak ada bujer istana...

emoticon-Cool
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & EkoTERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & EkoTERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & Eko
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Quote:


berarti opini ya..
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ga yg sono ga yg sini,Bikin gaduh n perpecahan aja ini buzzer2..emoticon-Traveller
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Ayo buzzer2 kampret qadrun, kerja yg keras sebelum hari H pelantikan...nanti kagak gajian loh! Huehehehe...
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Kemarin gw lewat Monas ada Beberapa gelintir miskiner demo mendukung 5 Ketua KPK terpilih!
Buzzer anjeng dungu piaraan siapa nih?
Mosok kakak pembina seragaman ikutan yg ginian? emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sivaruck4 dan 3 lainnya memberi reputasi
perpecahan ini memang berawal dari jasmek, brengseknya lagi masih terusp dipeliraha sampe hari ini


anjing itu pasti suatu saat akan gigit si majikan, tunggu aja tanggal mainnya. karma is real bitch emoticon-fuck
profile-picture
profile-picture
Nibrashilmy2 dan kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post khayalan
Quote:


Bukan lebih tepatnya spt tribunews
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan ntapzzz memberi reputasi
Tidak ada nastak yang tidak ...... emoticon-Salaman
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
hama, buzzer anjing
basmi aja cok
polisi juga tolol
TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama Tim: Denny Siregar, Abu Janda & Eko

emoticon-Belgia
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post ceo.amigroup
Quote:




si antonyus ama kawan kawannya termasuk kagak ya ?

emoticon-Leh Uga
Quote:


Hooh aya-aya wae
Kata Menkominfo dalam peraturan nggak ada istilah buzzer, influencer, endorser. Itu hanya istilah di dunia maya saja. Dalam regulasi mo buzzer mo influencer atau endorser itu sebenarnya sama saja, nggak ada bedanya. Jadi masalah ribut2 buzzer ini sebenarnya apa? Tidak jelas.
Jadi tidak ada larangan melakukan buzzer, influencer, endorser asal kontennya tidak menyalahi UU ITE. Jadi yg ditertibkan oleh pemerintah adalah kontennya. Kalo kontennya tidak melanggar UU ITE ya nggak masalah.
profile-picture
mansion_999 memberi reputasi
Bujer ngomongke bujer nggo promosi ben tetep payu emoticon-Big Grin

Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di