alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Mengenal 7 Ajaran Buddha, Agama Paling Damai di Dunia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9cbb60f4d69538ce3c27ac/mengenal-7-ajaran-buddha-agama-paling-damai-di-dunia

Mengenal 7 Ajaran Buddha, Agama Paling Damai di Dunia

Jakarta - Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya. Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahanNya. Inilah alasan mengapa kita, seorang Buddhis, menganggap ajaran Buddha sebagai jalan hidup tertinggi.

Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita terhadap ajaran Buddha?



1. Ajaran Buddha tidak membedakan kelas / kasta


Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu kepercayaan. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya. Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah ia raja, orang miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau mencapai Nibbana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun kepercayaannya.


2. Ajaran Buddha mengajarkan belas kasih yang universal


Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta (kasih sayang dan cinta kasih) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Terhadap manusia, janganlah membedakan bangsa. Terhadap hewan, janganlah membedakan jenisnya. Metta harus dipancarkan kepada semua hewan termasuk yang terkecil seperti serangga.


3. Dalam ajaran Buddha, tidak seorang pun diperintahkan untuk percaya


Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai ajaranNya. Semua adalah pilihan sendiri, tergantung pada hasil kajian masing-masing individu. Buddha bahkan menyarankan, “Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan.” Ajaran Buddha tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaranNya. Jelaslah bagi kita bahwa ajaran Buddha memberikan kemerdekaan atau kebebasan berpikir.


4. Agama Buddha mengajarkan diri sendiri sebagai pelindung


Buddha bersabda, “Jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri. Siapa lagi yang menjadi pelindungmu? Bagi orang yang telah berlatih dengan sempurna, maka dia telah mencapai perlindungan terbaik.”

Ini bisa dibandingkan dengan pepatah bahasa Inggris, “God helps those who help themselves” –Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri. Inilah ajaran Buddha yang menyebabkan umat Buddha mencintai kebebasan dan kemerdekaan, dan menentang segala bentuk perbudakan dan penjajahan.

Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka atau pun menjanjikan seseorang ke surga, atau Nibbana; karena semua itu tergantung akibat dari perbuatan tiap-tiap orang, sementara Buddha hanyalah guru atau pemimpin. Seperti tertulis dalam Dhammapada, “Semua Buddha, termasuk Saya, hanyalah penunjuk jalan.” Pilihan untuk mengikuti jalanNya atau tidak, tergantung pada orang yang bersangkutan.


5. Ajaran Buddha adalah ajaran yang suci
Yang dimaksudkan di sini adalah ajaran tanpa pertumpahan darah.



Dari awal perkembangannya sampai sekarang, lebih dari 2500 tahun –ajaran Buddha tidak pernah menyebabkan peperangan. Bahkan, Buddha sendiri melarang penyebaran ajaranNya melalui senjata dan kekerasan.


6. Ajaran Buddha adalah ajaran yang damai dan tanpa monopoli kedudukan


Dalam Dhammapada, Buddha bersabda, “Seseorang yang membuang pikiran untuk menaklukkan orang lain akan merasakan kedamaian.” Pada saat yang sama, Beliau memuji upaya menaklukkan diri sendiri. Beliau berkata, “Seseorang yang menaklukkan ribuan orang dalam perang bukanlah penakluk sejati. Tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja yaitu dirinya sendiri, dialah pemenang tertinggi.”

Di sini, menaklukkan diri sendiri terletak pada bagaimana mengatasi kilesa (kekotoran batin). Andaikan semua orang menjadi umat Buddha, maka diharapkan manusia akan beroleh perdamaian dan kebahagiaan. Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus dianggap sebagai sahabat atau saudara dalam kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Beliau juga mengajarkan semua umat Buddha untuk tidak menjadi musuh orang-orang tidak satu keyakinan atau pun menganggap mereka sebagai orang yang berdosa. Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang hidup dengan benar, tak peduli kepercayaan apapun yang dianutnya, mempunyai harapan yang sama untuk memperoleh kebahagiaan di kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Sebaliknya, siapapun yang menganut ajaran Buddha tetapi tidak mempraktikkannya, hanya akan memperoleh sedikit harapan akan pembebasan dan kebahagiaan.

Dalam ajaran Buddha, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Dengan kata lain, setiap orang dapat mencapai Kebuddhaan.


7. Ajaran Buddha mengajarkan hukum sebab dan akibat


Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab. Tiada suatu apapun yang muncul tanpa alasan.

Kebodohan, ketamakan, keuntungan, kedudukan, pujian, kegembiraan, kerugian, penghinaan, celaan, penderitaan –semua adalah akibat dari keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

Akibat-akibat baik muncul dari keadaan-keadaan yang baik, dan akibat buruk muncul dari penyebab-penyebab buruk pula. Kita sendiri yang menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan kita sendiri. Tidak ada Tuhan atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita. Oleh karena itu, kita harus mencari keberuntungan kita sendiri, bukan membuang-buang waktu menunggu orang lain melakukannya untuk kita. Jika seseorang mengharapkan kebaikan, maka dia hanya akan berbuat kebaikan dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.

Prinsip-prinsip sebab dan akibat; suatu kondisi yang pada mulanya sebagai akibat akan menjadi sebab dari kondisi yang lain, dan seterusnya seperti mata rantai. Prinsip ini sejalan dengan pengetahuan modern yang membuat ajaran Buddha tidak ketinggalan zaman daripada kepercayaan-kepercayaan lain di dunia.

“Dhamma itu indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pada akhirnya”

https://indonesianbuddhistsociety.wo...aran-buddha-2/

Nammo Buddhaya Nammo Buddhaya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
konodioda dan 18 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
Agama itu damai, kalo jadi minoritasemoticon-Hammer2
Quote:


Setuju bener banget gannnn
profile-picture
anlim memberi reputasi
keren ya Buddha hahahaha
bener2 berguna banget gan! thx yowww
ajaran yg simple dan sederhana tapi mempunyai makna dan arti yg sangat dalam.......
Quote:


Agama Buddha pada saatnya nanti akan menghilang kok dari dunia ini karena memang corak umum dari segala sesuatu di dunia ini adalah tidak kekal, tanpa inti, dan dukkha. Ga cuma ajaran buddha, ajaran samawi juga nanti akan menghilang saat sudah dianggap tidak sesuai lagi. Lalu muncul ajaran non-dharmic lainnya.
Balasan post superman7878
Ya kalau mau punah punah aja sendiri, btw missionaries sebelah menerapkan strategi start up buat jaring member baru, gak apa2 keluar duit dan sumberdaya banyak asal semua orang ikut agamanya, dulu biksu Buddha juga banyak begitu dan booming di sriwijaya dan majapahit Karena ada support dari penguasa / raja setempat dan gak pelit keluarkan sumberdaya buat bangun rumah ibadah dan pengiriman misi pekabaran ke pelosok
Diubah oleh jeffrey.maulana
Quote:


Hahaha biarlah punah...ngapain saling balap rekrut member?? Emangnya MLM?? Hahaha...aduhh kocak nih orang 😂😂😂 hahaha... di Agama Budha itu Manusia yg mencari Kebenaran/Pencerahan. Sang Budha Tidak perna menyuruh pengikutnya untuk mempercayai dan menyembah Dia,semua umat Budha tau kok. Sang Budha cuma menyebarkan Dharma !! Bukan ajaran untuk Menyembah atau Mempercayai Dia !! Tidak ada satupun Ayat di Kitab suci Tri Pitaka yg memuji atau meng-Agungkan nama Sang Budha !! Inilah wujud demokrasi dan prinsip kesetaraan didalam ajaran agama Budha. Sang Budha mengatakan bahwa semua orang adalah calon Budha !! Adakah agama lain ( agama samawi ) yg Nabi nya berkata/bersabda demikian??? Yg kekal di dunia ini adalah Dharma ( Kebaikan) dan Hukum Karma !! Dan Hukum Karma ini adalah Hukum yg Paling Tua di Jagat ini, Jauh sebelum ajaran Budha ada, Hukum Karma sudah ada !! Hukum Karma Bukan Produk Agama Budha atau Hindu !! Baca buku Albert Einstein, Hukum Karma adalah Hukum Sebab Akibat, Siapa yg Menanam dia Akan Menuai Apa yg Ditanamnya !!! Jika manusia sudah paham Hukum Karma,maka perbuatan jahat akan hilang dan perbuatan Baik akan datang disemua aspek kehidupan. Saling lomba berbuat baik kepada sesama manusia jauh lebih baik daripada saling berlomba merekrut member agamanya !! Sekian pendapat dari saya yg seorang Budhis yg menyatakan bahwa Manusia Harus mengutamakan berbuat baik pada Manusia !!
Lihat 1 balasan
Quote:


Ane setuju pendapat ente emoticon-Nyepi
Sebenarnya agama budha masuk kesini Karena banyak biksu missionaries dari India dan sekitarnya yang datang sebarkan ajaran kesini langsung kepada raja2 penguasanya yang saat itu masih beragama Hindu, Lalu mulai pudar saat berganti generasi dan dinasti dimana raja2 baru kedatangan missionaries dari Arab / Timur tengah Dan menggerus ajaran Hindu budha, seandainya raja2 itu mengizinkan missionaries Kristen katolik untuk sebarkan agama Maka indon bakal jadi seperti Filipina sekarang, untungnya dah keburu merdeka jadi tuh ajaran masih jadi nomor 2 dimari padahal dah banyak banget missionaries yang dikirim langsung oleh vatikan buat mem -filipina- kan indon
Diubah oleh jeffrey.maulana
Quote:


agree.. semua agama toh hanya ciptaan manusia

emoticon-Shakehand2
Balasan post superman7878
Agama calon auto punah, wajar kerajaan sriwijaya dan majapahit runtuh, harusnya penganut Buddhist itu lebih tough terhadap ajaran baru kalau mau survived and berkembang, contoh tuh 2 samawi saling balap saling sikut rekrut member baru sana sini
damai itu indah
Balasan post slider88
@slider88 beda banget dengan ajaran, "bila pipi kanan mu ditampar, berilah juga pipi kiri mu"

Karna "Tuhanlah si penuntut balas" bukan manusia
profile-picture
profile-picture
goldwheel dan gmmvgx memberi reputasi
Quote:


Dengan adanya 1 niat "tujuan meditasi utk menghapus kilesa (untuk mendapatkan sesuatu yaitu "hapus kilesa" justru tanpa sadar di niat halus sdh timbul keserakahan dan kemelekatan) makanya sangat sulit tercapai tujuan meditasi itu, kebanyakan malah melenceng jd serakah/melekat doyan kegaiban yg muncul di meditasi itu. Makanya cara meditasi itu sulit

Kilesa itu diakibatkan oleh karma buruk yg menghalangi hati manusia. Cara hapus karma buruk ya kikis dengan karma baik, paling gampang dlm sehari2 ya dgn cara jalanin 5 sila dasar dan tanpa pamrih jalaninnya bukan demi mau hapus kilesa. Justru dgn adanya "mau" malahan jd kemelekatan dan keserakahan. Dan keserakahan itu menimbulkan dosa karma buruk baru yg malah akan mempertebal kilesa itu sendiri tanpa disadari

Buddha Gautama bahkan niat membabarkan dharma saja sebenarnya tidak ada, seharusnya saat beliau mencapai penerangan sempurna akan segera parinibbana, namun beliau dimohon oleh dewa Brahma untuk menetap tinggal di dunia ini membabarkan dharma. Barulah atas permintaan Brahma itu beliau ceramah di dunia ini sampai tua baru parinibbana. Mengapa begitu? Karena Buddha sudah tidak ada niat apa2, termasuk niat ceramah. Karena kalau masih ada 1 niat saja beliau tidak akan menjadi Buddha. Beliau akhirnya ceramah krn permohonan Brahma mewakili semua makhluk, baru dijalankan. Karena sifat Buddha itu welas asih, ada makhluk minta pertolongan/bantuan pasti dibantu tidak mungkin ditolak

Makanya dgn meditasi demi tujuan menghapus kilesa alias ada suatu niat tujuan maka hasilnya adalah ........ zaman Buddha Gautama dulu banyak pertapa yg hebat2 meditasinya bahkan ada yg bisa melayang saat meditasi, bisa menghilang, namun apakah mereka2 semua berhasil mencapai Buddha dan sendiri keluar dari 6 alam memutus rantai tumimbal lahirnya dgn meditasi? Dibanding mereka yg tercerahkan setelah mendengar ceramah Buddha, ada yg langsung mencapai jhana, arahat tanpa meditasi
Yg terpenting kesadaran, sadar jangan buat karma buruk lagi krn mempertebal kilesa, jalanin sila, dan buat karma baik tanpa pamrih tanpa minta imbalan, maka otomatis kilesa akan dikikis terus berkurang.
Quote:


Pasti broo...👍👍
maaf, ikut nimbrung aja. Soalnya ane islam gans emoticon-Malu
Balasan post chibiyabi
@chibiyabi demak itu anaknya raja Majapahit bisa hancur karena perang dengan demak juga coba kalau demak tidak durhaka pada orangtuanya
Balasan post chibiyabi
@chibiyabi lah tetep ada kok dimasukan ke peraturan indon. Sweeping pas puasa, lgbt dibantai, sensor dimana mana itu semua dari isl Kagak boleh buka warung siang patung dirubuhkan karena berhala dan aurat padahal indon pada zaman akhir penjajahan aja masih banyak yang toples itu semua dari islam. Jadi bohong banget kagak masukin hukum islam dan kagak ikut campur.
Balasan post slider88
@slider88 jizyah itu, karena dulu wilayah dikuasai melalui peperangan, sekarang bandingin di indonesia, islam masuk keindonesia pke peperangan engga, ada jizyah ga, ga ada kan. soal hukuman murtad. Sudah ada aturan sendiri, itu ajaran islam, bagiku agamaku bagimu agamamu
Balasan post superman7878
sungguh kata-kata yg mendamaikan sekali bray emoticon-Big Grin good luck ya bray setelah meninggal nanti emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 10


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di