alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
MA putus bebas para terdakwa kredit bodong Bank Mandiri Rp1,8T
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c849bf4d695042d1c3a00/ma-putus-bebas-para-terdakwa-kredit-bodong-bank-mandiri-rp18t

MA putus bebas para terdakwa kredit bodong Bank Mandiri Rp1,8T

Mahkamah Agung (MA) menguatkan vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung yang membebaskan seluruh terdakwa kredit bodong alias fiktif di Bank Mandiri Bandung senilai Rp1.8 triliun. Putusan MA dikeluarkan dalam sidang kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Satu di antara empat hakim anggota, Andi Samsan Nganro, mengatakan bahwa menurut MA putusan dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Bandung sudah tepat. Majelis hakim terdiri Suhadi (ketua) dengan anggota Andi, Krisna Harahap, Abdul Latief, dan Leopold Luhut Hutagalung.

"Menurut MA putusan judex facti dalam perkara mantan pejabat/fungsionaris Bank Mandiri Bandung sudah tepat dan benar dalam pertimbangannya," kata Andi kepada Bizlaw.id, Kamis (3/10).

Meski demikian, putusan MA tersebut tidak bulat alias terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinion). Dari lima majelis hakim yang dipimpin Suhadi, dua hakim di antaranya -- Krisna Harahap dan Leopold Luhut Hutagalung-- menyatakan seluruh terdakwa tak bisa dibebaskan.

Tentu saja kedua hakim itu kalah suara sehingga para terdakwa tetap dinyatakan bebas. Para terdakwa adalah kalangan swasta Direktur Utama PT TAB Rony Tedy dan Head Accounting PT TAB Juventius.

Lantas dari Bank Mandiri Bandung adalah Commercial Banking Manager Surya Baruna, Senior Credit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo, Senior Relation Manager Frans Edward Zandstra, dan Wholesale Credit Head Poerwitono Poedji Wahjono.

Adapun satu terdakwa lain, Commercial Banking Head Bank Mandiri Bandung; Totok Suharto, baru akan menjalani sidang kasasi pada Senin (7/10). Totok pun sudah dovinis bebas oleh PN Bandung.

Bebas di PN Bandung
Seluruh terdakwa, baik dari swasta maupun Bank Mandiri Bandung, menerima vonis bebas pertama kali pada Januari 2019. Padahal JPU dari Kejaksaan Agung menuntut para terdakwa dengan durasi hukuman maksimal 20 tahun.

Menurut majelis hakim PN Bandung yang dipimpin Martahan Pasaribu dalam sidangnya pada 7 Januari 2019 menilai para terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan melawan hukum. Martahan menilai proses pengajuan kredit yang diajukan PT TAB ke Bank Mandiri cabang Bandung sudah sesuai prosedur.

Dalam uraian putusannya, Martahan menyatakan Rony Tedy dan Juventius tidak melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer, subsider, maupun lebih subsider sehingga harus dibebaskan dari dakwaan. Mereka tidak terbukti memalsukan laporan keuangan dan modal kerja untuk mendapatkan kredit pinjaman dari bank seperti disebutkan JPU.

“Penggelembungan data keuangan PT TAB untuk melancarkan kredit sebagaimana dalam dakwaan jaksa, berdasarkan barang bukti yang diajukan majelis hakim tidak menemukan bukti sebagai dasar untuk dakwaan," ujar anggota majelis hakim Basari Budi Pardiyanto dalam sidang itu.

Sementara untuk lima pejabat Bank Mandiri Bandung, majelis hakim menimbang bahwa mereka tidak melanggar prosedur dalam pemberian kredit untuk PT TAB.

"Tidak ditemukan adanya unsur memperkaya orang lain dan tidak ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum," kata majelis hakim PN Bandung.

Atas putusan PN Bandung ini, Kejaksaan Agung pun membawanya ke tingkat kasasi. Namun apa daya, MA memperkuat putusan PN Bandung dalam sidang kasasi.

Kronologis dugaan kredit bodong
Kasus ini bermula pada 2015 ketika Rony sebagai direktur sekaligus pemilik PT TAB mengajukan perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit ke Bank Mandiri Commercial Banking Center (CBC) Bandung 1 dengan dasar laporan keuangan tahun 2014. Laporan keuangan diperoleh dari Juventius selaku Head Accounting PT TAB.

Mereka mengajukan kredit senilai Rp880,6 miliar serta perpanjangan kredit dengan tambahan plafon Letter of Credit Rp40 miliar, dan fasilitas Kredit Investasi (KI) senilai Rp250 miliar selama 72 bulan.

Namun menurut Kejaksaan Agung, hasil audit menunjukkan PT TAB mengajukan kredit ke Bank Mandiri CBC Bandung 1 hingga Rp 1,47 triliun (Rp1,8 triliun plus bunga). Padahal jaminan aset PT TAB hanya senilai Rp73 miliar.

Permohonan tetap disetujui oleh tiga pejabat Bank Mandiri CBC Bandung 1; Frans Zandstra, Surya Baruna, dan Teguh Kartika Wibowo. Mereka mendapat persetujuan dari Komite Pemutus Tingkat Pertama yakni Totok Suharto dan Poerwitono Poedji Wahjono.

Kejaksaan Agung menilai ada yang tidak beres dalam penyaluran kredit tersebut dan menduga kucuran kredit digunakan Rony untuk keperluan pribadi. Sementara terhadap lima pejabat Bank Mandiri CBC Bandung 1, Kejaksaan Agung menilai ada pelanggaran prosedur kredit.

Namun, majelis hakim PN Bandung tidak sependapat dengan JPU Kejaksaan Agung. Mereka menetapkan tuntutan untuk Rony (20 tahun penjara), Juventius (10 tahun), Surya Baruna (8 tahun), Teguh Kartika (8 tahun), Poerwitono (8 tahun), Toto (8 tahun), dan Frans Edward (6 tahun) tidak bisa dipenuhi...

Hmmm...Pasti ada Orang Dalem yg bemain...emoticon-Cool Mosok Agunan 73M bisa Cair 1,3 T Sedangkan ane Punya Ruko Senilai 1,3 M cuma dikasih 300 Jetong doang...itupun Ribet mesti Survey berkali2 emoticon-Leh Uga

Sumur : https://beritagar.id/artikel/berita/...aiPIXXmXzOK0Yg
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KRAVZHENKO dan 4 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Jadi kebenaran dan keadilan itu apa? Jika hakim saja berbeda pendapat. Harusnya keputusan itu berdasarkan suara bulat, bukan main voting2an hakim. Knp tdk ke 5 hakim itu saling debat? Biar kelihatan siapa yg benar. Bukan main voting2qn.

Ini sebenarnya lucu, dr bawah lakukan pengadilan berdasarkan hukum, sampai keatas, malah kembali lagi ke hukum alam main voting2an.

Lucu hukum.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
devi.jon dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


1. pelaporan palsu tidak terbukti

2. prosedur bank Mandiri dalam pemberian kredit seperti apa ya? kalo ga salah prosedur tiap bank berbeda2..
contoh: ada personal yg bisa mengajukan kredit ke bank walaupun namanya masuk ke bi checking.. ga masalah.. itu mah gimana si banknya...

3. dasar laporan 2014 dari juventus.. bila laporannya real berdasarkan dari data yg ada.. kaga ada masalah.. balik ke no 2..

4. kejaksaan agung belum bisa membuktikan... ini pointnya..

untuk komen TS..

5. Besaran pemberian kredit tidak hanya didasarkan oleh jaminan yg ada..

6. Ane kaga punya kreditan... kalo ada duit, beli barang.. kalo kaga ada duit, cukup hepi dengan ngupil dipojokan...
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Diubah oleh khayalan
trus bayar utangnya cemana?
Kalo dalam kasus ini, gue dukung si terdakwa.. Karena kapasitasnya mmg hanya menjalankan tugas sesuai ketentuan yang ada... emoticon-Angkat Beer

Kasian, anak muda yang baru nikah.. Tau2 kena tuntutan hukum cuman gara2 melaksanakan tugas maintenis kredit biasa.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
devi.jon memberi reputasi
Quote:


TS mungkin ga paham kalo untuk kredit2 bernilai besar.. Mmg ada agunan lain yang bisa di pergunakan selain dari pada fixed asset...

Seperti misal personal/coorporate guarante, invoice, stock, piutang, dlsbnya...

Gue tau persis kok ini anak, junior gue dulu waktu kerja di sono... Ga ada isue fraud di sana, apalagi memperkaya diri sendiri..

Murni resiko bisnis... emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
simsol... dan khayalan memberi reputasi
Diubah oleh filusufkacang
Quote:


njir.. klonengan venom ngomongin perbankan.. emoticon-Matabelo










kaboeeeer... emoticon-linux






hereuy kang.. emoticon-Peace




ngan awas we mun kamuh beneran klonengan venom!!! santet ku aing.. emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh khayalan
Quote:


Ada yang salah dengan statemen gue? Ya silahkan di koreksi kalo ada yang keliru? emoticon-Angkat Beer

Kalo ente bisa koreksi sih tapinya.. emoticon-Angkat Beer

Btw, dalam hal BI ceking.. Ga ada prosedur yg beda antar bank..

Karena sesuai peraturan BI yg namanya nasabah bermasalah tidak boleh di proses.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
khayalan dan simsol... memberi reputasi
Diubah oleh filusufkacang
Quote:


emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
lupis.manis dan khayalan memberi reputasi
Quote:


emang gw bilang ada yg salah? emoticon-Peace
Quote:


boleh..

bi checking hanya warning.. bahwa si calon debitur bermasalah.. jika tetep diproses.. ya resiko si banknya kalau kreditnya nanti bermasalah...


bini ane gawe di BI..









ane mah gawe jadi model sama bintang pilem.. emoticon-Cool
Diubah oleh khayalan
Lihat 1 balasan
Quote:


Itu artinya ga boleh...

Walopun resiko di kembalikan ke bank.. Tapi seandainya ada masalah hukum, pengecekan IDI BI ini bisa jadi objek tuntutan... emoticon-Angkat Beer
Quote:


Oh iya, cepat atau lambat lu akan lelah menganggap gue klonengan si venom..

Untuk saat ini, silahkan aja kalo lu mau percaya dengan teori si @suryahendro

Nanti pelan2 lu akan liat sendiri perbedaan mencolok antara gue dengan si venom... emoticon-Angkat Beer
profile-picture
khayalan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


kaya gini simplenya..

si A kena bi checking.. doi mau ngajuin kredit ke bank X.. si A punya aset rumah senilai 100%.. yg diajuin 60% dari nilai rumah..

kira2 si bank X bakal ngasih kredit ke A kaga?

sekali lagi.. si BI checking ini yg gw tau hanya sebagai warning ke lembaga pembiayaan.. agar ga kejeblos nasabah yg bakal bikin kredit macet dan merugikan si bank itu sendiri..

ga tau kalo aturan dari ojk terbaru ya..
Quote:


kwkwkwkw..










kalau gw yakin lu venom.. kaga bakalan gw ngequote elu tanpa disertai kata2 mutiara.. emoticon-shakehand
ENAK BETULLLLLL....
masih belajar untuk menuntut tipikor paling
sesuatu itu jika tidak di kerjakan ahlinya hasilnya ya gitu mentah di MA emoticon-Big Grin
Quote:


Berarti ente memang kurang tau...

Di dalam pemberian kredit perbankan ada yg namanya sistem scoring... Sistem scoring itu akan otomatis mereject aplikasi yg memiliki riwayat kredit bermasalah dalam 2 tahun terakhir...

Yg terjadi selama ini, kenapa masih ada yg bisa lolos ada dua kemungkinan.. Kalo nggak pemalsuan identitas ya si petugasnya yang mmg tidak menginput data sebenarnya ke sistem.. Makanya bisa lolos..

Tapi seandainya kredit itu macet dan beemasalah hukum.. Maka tindakan si petugas tsb bisa di kategorikan fraud dan bisa di pidanakan.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
khayalan memberi reputasi
Quote:


Gue kirain lu percaya.. Ya sudah lah.. Biarin aja.. Mau venom apa bukan, apa masalahnya? emoticon-Angkat Beer
profile-picture
khayalan memberi reputasi
Quote:


sekarang balik ke UU.. karena masalah pidana didasarkan pada UU..

mohon pencerahannya soal UU yg mengatur bahwa pihak perbankan dilarang memberi kredit kepada nasabah yg bermasalah (kena bi checking)..

no offensive

untuk pemalsuan data jelas kena pidana dan di luar masalah bi checking...

Quote:


jelas ada masalah buat gw.. emoticon-shakehand
Diubah oleh khayalan
Quote:


Quote:


Itu bro diatas, sudah jelas kan?? emoticon-Angkat Beer
profile-picture
anamozaik memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di