alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Anak pengangguran yang dihina orang tua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c79acc8393a79f961dc91/anak-pengangguran-yang-dihina-orang-tua

Anak pengangguran yang dihina orang tua

Apakah menurut masyarakat orang tua yang suka menghina anaknya itu melakukan tindakan yang baik?
Banyak cerita tentang anak durhaka tapi sangat jarang cerita tentang anak yang dianiaya orang tua mereka. Karna jarang yang mau percaya, tidak ada yang membela walaupun buktinya didepan mata.

Orang tua itu bebas melakukan apapun pada anaknya, menghina anaknya bodoh karna anaknya dapat nilai jelek disekolah itu biasa. Membandingkan anaknya dengan anak tetangga yang pintar, anaknya bikin kesalahan dihina, itu anaknya atau budak nya sih. Lebih parah lagi kalau anaknya sudah dewasa dan masih dibandingkan dengan anak tetangganya.

Pada suatu ketika, anak ini sudah lulus sekolah dengan nilai yang cukup. Dia tidak kuliah karna orang tua nya tidak punya uang yang cukup untuk kuliah.
Tiba saatnya untuk mencari kerja, dia melamar ke berbagai perusahaan tapi belum diterima juga. Satu tahun berlalu akhirnya, ada perusahaan yang menerima. Tapi sayangnya perusahaan yang menerimanya itu penuh korupsi. Banyak karyawan yang resign karna memang dibayar dibawah standar sedangkan kerja lebih dari 10 jam sehari.
Pada akhirnya anak ini pun resign dari perusahaan dan kembali cari kerja, tapi dijaman epidemi pengangguran seperti sekarang sulit mencari kerja yang layak karna banyak pesaing yang pendidikannya lebih tinggi sedangkan dia hanya lulusan smk.
Orang tua anak ini mulai menyadari bahwa anaknya menjadi pengangguran karna berhenti dari pekerjaan sebelumnya, mengatakan 'bukannya bersyukur dapet kerja malah berenti, gak tau cari uang tuh susah' anaknya pun diam berpikir itu salahnya tapi dia juga tidak kuat terus bertahan di perusahaan itu karna bullying supervisornya. Dia juga tidak bisa bilang kalau dia itu ditindas di tempat kerjanya karna orang tua nya selalu menyalahkan anaknya.
Walaupun sulit dan masih trauma karna pekerjaan sebelumnya, anak ini tetap mencari kerja dan melamar di berbagai perusahaan. Supaya orang tua nya tidak malu punya anak pengangguran.

Sampai pada suatu titik, dia belum juga diterima kerja. Dan pikiran buruk mulai berkata, 'daripada bikin malu orang tua, nyari kerja juga gabisa, buang - buang uang buat ngasih makan orang gak guna kayak gw, ngapain gw masih hidup sih'

Orang tua dia selalu menanyakan 'gimana cari kerja? Gak dapet - dapet terus, liat tuh anak tetangga, udah kerja. Kamu ngapain gak guna dirumah'.
Amarah orang tua nya terus menumpuk saat anak ini berusaha juga semampu dia untuk cari kerja walaupun dia masih trauma tentang tindasan di tempat kerja.
Sampai akhirnya orang tuanya berkata, 'kamu jangan keluar rumah, malu diliat tetangga, gak kerja, kamu gak mikir apa malu orang tua tuh punya anak gak kerja. Diomongin tetangga. Udah cape - cape disekolahin sampe lulus, udah lulus malah gak kerja. Tau gini gaakan disekolahin kamu dulu. Gak punya pikiran apa?'

Untuk informasi, anak ini adalah seorang perempuan berumur 19 tahun. Apa menurut kalian anak ini memang gak punya pikiran? Apa yang orang tua nya bilang itu benar?
Kalau kondisi ini terus berlangsung, apa yang akan terjadi pada anak ini?
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Tergantung yah. Tapik semua ituk bisa dijadikan motivasik kalok lo ubah cara pandang lo emoticon-Cool

Tapik yang jelas ortu lo pengen yang terbaik buat lo emoticon-Cool
oh cewek toh,.. kirain cowok

ya kalo cewek ga harus kerja nantinya kan jadi ibu rt
Diubah oleh codimo
coba masukin k alfamart/indomart gitu deh
klo ud masuk ya sambil kuliah
buktiin bisa

ortunya gak iklas
itu kewajiban sbg ortu knp diungkit2 lagi
coba cari kerja sedapetnya dulu yg penting halal
Quote:

Saran nona DS emang paleng warbiyazah
Peri peri gud
emoticon-Matabelo
cewek, masih muda, pengangguran?
nikah aja.
sebisa mungkin cari suami yg orkay.
jadi bisa ngasih jatah bulanan ke ortu.
Diambil positif nya aja kata2 ortu mu.
Berarti dia masih care dan sayang ke anak nya.
Lalu didoain biar ortu nya lebih lembut hati nya.
Dan mungkin seperti itulah cara mereka mendidik anak.
Mungkin aja cara didikan ortu nya ortu mu lebih seyem dari kamu.
Karena setau q, zaman sekarng didikan anak zaman now itu lebih lembek dari generasi sebelum nya.
klo mungkin anak nya biasa dipukul pake tangan, mungkin waktu kecil yg mukul dipukul pake rotan.


Quote:


soalnya banyak temen yg gitu jg berusaha
termasuk gw yg gak terlalu ngandelin ortu emoticon-Smilie

adapun yg udah S1 juga kerja d waralaba
tapi stdknya kerja drpd engga sama sx
Quote:

Mantaaaabbbbbbbbbbb
emoticon-Leh Uga
Rupanya nona DS bukan cuma sekedar cantik fisiknya aja, pemikiran nona DS pun cantik.
emoticon-Cool
Quote:


Pelajaran nomor 3

sepak sepik memujik

Catat! emoticon-Jempol
Quote:

Itu bukan sepak-sepik memujik emoticon-Embarrassment
emang mozz itu nona manise
Yang manisnya tak akan luntur termaken zaman..
Catet ituk murid !
emoticon-Cool
mungkin ini hanya masalah penyampaian dan penerimaan.
saya sih bisa memaklumi semuanya.
emoticon-Smilie


Quote:


makasih loh emoticon-Malu

selagi ada niat dan kemauan buat maju
pasti ada jalan emoticon-Smilie
Quote:

Yoikk sama2, salam luph u beibeh emoticon-Cool
Bruawkakak

Lanjut di line aja nyok,
Itung2 aa sinyo mao pedekate
emoticon-Cool


Quote:

iya next disambung d line lagi dah emoticon-Smilie

Quote:


Pelajaran nomor 4

sepak sepik menutupi sepak sepik emoticon-Matabelo

Sungguh ruar biasa ilmuk guruk samyhamy
Quote:


Watch and learn emoticon-Matabelo
Quote:

Bruawakakwka emoticon-Ngakak
Kamu sudah semakin pintar murid
emoticon-Betty
Quote:


Ajarin yang lain guruk
Quote:


Quote:


Quote:


Pintar ya oh em gie..pintar sekali..prok...prok....prok ...

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak nah nah kan nah...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


Munculah delia Adel dengan segala kelebihannya dalam percintaan emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di