alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
πŸ™€ Pakar: Idealnya Iuran BPJS Rp 200 Ribu/Bulan, Setuju?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c76724601cf597d01dbef/pakar-idealnya-iuran-bpjs-rp-200-ribu-bulan-setuju

πŸ™€ Pakar: Idealnya Iuran BPJS Rp 200 Ribu/Bulan, Setuju?

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan akademisi mendukung rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebagai satu-satunya jalan untuk menutup defisit anggaran yang pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 32 triliun.

Seperti diketahui, kenaikan iuran BPJS Kesehatan berlaku untuk seluruh kelas baik untuk peserta bukan penerima upah atau peserta mandiri dan pekerja penerima upah pemerintah, badan usaha dan penerima bantuan iuran (PBI).

Ketua Dewan Pengurus Indonesian Health Economics Association, Hasbullah Thabrany berpendapat, idealnya, agar pelayanan kesehatan Indonesia dapat bersaing dengan negara lainnya di Asia, jumlah iuran ideal adalah Rp 200.000 per orang, hal ini berlaku untuk semua kelas. Iuran ini setara dengan iuran bagi peserta mandiri untuk kelas 1 yang naik iurannya dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa.

"Idealnya supaya kita bisa bersaing dengan Thailand, Malaysia, China, besaran rata-rata iuran per orang sekarang Rp 200.000," kata Hasbullah Thabrany, di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dengan kenaikan iuran tersebut, diharapkan kualitas layanan juga ikut meningkat. Namun, dengan kondisi BPJS yang masih defisit, ia tidak meyakini kualitas layanan akan meningkat kendati iuran sudah ditingkatkan.

"Kenaikan iuran hanya menutup defisit di tahun depan, jangan harap ada kenaikan dari kualitas layanan dan fasilitas kesehatan," ungkap Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan kenaikan iuran adalah jalan terakhir. Pemerintah bersama DPR tengah melakukan kajian dari hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait BPJS Kesehatan.

"Sampai hari ini kenapa kami rapat untuk review kembali dan tindak lanjuti temuan BPKP dan hasil diskusi dengan Komisi IX dan Komisi XI DPR. Hasilnya, perbaiki manajemen dan lain-lain. Iuran itu yang terakhir. Nah selisihnya baru kami hitung untuk penyesuaian tarif, jadi tidak ujug-ujug," papar Mardiasmo di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Perbaikan manajemen itu dilakukan dengan melihat ulang data kepesertaan untuk penertiban data anggota. Kemudian pemerintah juga meminta 60% dari Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dibenahi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, mengatakan jika tidak dilakukan kenaikan segera defisit akan semakin melebar. "Bisa colaps? Iya," ujar Fahmi tegas.

Selain itu, ia menjelaskan dari hasil audit BPKP terjadi ketimpangan di pendapatan dan pengeluaran BPJS Kesehatan. Hal ini lantaran banyak masyarakat yang menunggak dan membayar saat membutuhkan layanan saja.

"Kalau audit BPKP sebetulnya termasuk beban gagal bayar 2018 pindah ke 2019 semuanya Rp 98,5 triliun , dan kemudian pendapatan rill Rp 97,2 triliun, jadi total defisit Rp 18,3 triliun," ujar Fahmi. (dru)

Sumber

Orang miskin BPJS-nya ditanggung pemerintah. Jadi ga ada alasan orang miskin ga sanggup bayar iuran bulanan (kecuali ada oknum yang menolak mengeluarkan surar keterangan tidak mampu tanpa imbalan).
profile-picture
irma.kawai memberi reputasi
Diubah oleh kljy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Hell no!!
mending yg swasta donk, masi dapet kembalian dan bunga
Lihat 3 balasan
Setuju bangett..

Rakyat jangan dimanja
Apalagi ekonomi sedang maju majunya

Naikkan iuran bpjs jadi 200rb per orang
Agar bojs bisa memberikan pelayanan yg memadai
Lihat 1 balasan
200 rb perbulan tambah dikit gabung asuransi swasta yang dah ketauan gampang ke RS dan reimbursenya
Lihat 12 balasan
Balasan post venomwolf
Quote:


Gw pake allianz admedika, ngga ada kembalian dan bunga
Tapi cashless
sejuta sebulan aja... nanggung gitu😁😁😁
profile-picture
profile-picture
tukangkredit dan vizum78 memberi reputasi
Balasan post Jordan2010
Quote:


Karena itu biaya BPJS ga terlalu tinggi, bahkan terlalu rendah.

Masyarakat miskin dibiayai oleh negara BPJS mereka, jadi mereka aman dari kenaikan biaya. Yang jadi pertanyaan adalah masyarakat menengah keatas mau atau tidak. Selama ini yang jarang bayar kan masyarakat menengah keatas.
profile-picture
profile-picture
qisatria dan vizum78 memberi reputasi
Diubah oleh kljy
Balasan post Jordan2010
@kljy Kalo ane sih tetap aja bayar iuran tapi kalo anak2 ada sakit yang enteng2 ga pernah juga pake bpjs, anggaplah kita membantu saudara yang susah, masalahnya kalo dinaikin 2x lipat ane juga keberatan
profile-picture
vizum78 memberi reputasi
Balasan post tukangkredit
Quote:


@tukangkredit Ada upper limit nya? Ane malas ikut asuransi swasta karena kalau suatu hari kena penyakit besar mereka akan main cap untuk claim kita dan tagihan akan diperbesar. Ya sesuai risk management mereka sih -_-

Makanya ane suka BPJS ini karena ga ada batas maksimal claim dan iuran flat sesuai kelas yang dipilih. Nggak seperti penentuan besaran iuran asuransi swasta yang berdasarkan risk management mereka. Ya makanya itu juga BPJS kena defisit sih πŸ˜‚
profile-picture
vizum78 memberi reputasi
Diubah oleh kljy
Balasan post kljy
Quote:


@kljy
Ya ada

Di asuransi yg gw ikutin ada limitnya
Limit berobat jalan sekian jt
Limit obat2an sekian jt
Balasan post Jordan2010
Quote:


@Jordan2010 Iya sih kalo jarang sakit biaya segitu emang agak berat. Tapi bagi yang kena sakit parah biaya bulanan segitu murah banget. Yang bikin jebol BPJS kan orang dengan penyakit berat kaya jantung dan kanker (secara pengeluaran).

Ga akan pernah ada asuransi swasta yang mau cover orang dengan penyakit berat pakai jumlah iuran BPJS πŸ˜‚

Meski 200k tetap aja ane bakal pilih BPJS karena ga ada limit claim dll. Ane sih inginnya sehat. Tapi penyakit siapa yang tau. Kalau kena penyakit berat kaya jantung swasta jarang ada yg mau cover tanpa menaikkan iuran atau menghentikan keanggotaan. Alasan yang sama banyak asuransi swasta yang membatasi keanggotaan maksimal usia sekitar 65 tahun. Setelah itu tidak bisa ikut program asuransi mereka lagi.

BPJS FTW.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qisatria dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kljy
Kata pakar, ya SSGB.
Masak 200 rb aja gak mampu sih
bikin malu malu in emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
tukangkredit memberi reputasi
silahkan dinaikin 200ribu/500ribu per-orang
aku mah, mama, papa, bu dosen, ndak bikin bpjs uhuhuhuhu emoticon-flower
Lihat 11 balasan
Balasan post irma.kawai
Quote:


Pakai asuransi swasta?
Balasan post kljy
Quote:


mama pernah sih ada pembicaraan buat ambil asuransi jiwa swasta
tapi sementara cash aja klo ke RS. ndak harus antrian bpjs di RS langsung tangani.
terlalu takut buat ngasi punishment yg kagak bayar
bikin kek pajek stnk. kagak bayar kena denda.
bikin baru kenanya mahal pakai biaya admin setelah keblokir
profile-picture
ayic222 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post irma.kawai
Quote:


@irma.kawai Ane juga masih pke cash kalau berobat.

Semoga tetap sehat terus. Ane ga mendoakan yg buruk loh. Soalnya kalau kena penyakit berat seperti jantung, kanker dll. Pasti biayanya besar. Makanya banyak yang pada akhirnya ikut BPJS meski sebelumnya bilang gak butuh (iya emang ga butuh karena belum kena penyakit yang butuh biaya puluhan hingga ratusan juta).
Diubah oleh kljy
kurang gan klo cunan nopek, klo bisak selon. nanti antri cadong makan jadi buruh negara.
Balasan post putrie.tidoer
Quote:


Aturan presiden atas sanksi tidak bisa perpanjang STNK, SIM, Paspor dll. Sudah dibuat dan tinggal diresmikan presiden..
profile-picture
ayic222 memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
Beritagar β€’ Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di