alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pandangan Publik soal Buzzer Disebut Bergeser
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c60ae9a972e10401b0ca1/pandangan-publik-soal-buzzer-disebut-bergeser

Pandangan Publik soal Buzzer Disebut Bergeser

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) Mohammad Rinaldi Camil menilai, ada pergeseran pandangan publik dalam melihat peran buzzer.

Dengan terlibatnya buzzer dalam berbagai peristiwa politik dan ikut berkontribusi menimbulkan gejolak, citra dan pemaknaan publik tentang buzzer menjadi buruk.

"Betul (ada perubahan). Begini, buzzer itu awalnya sebuah profesi yang legal ya. Bisa dimaknai secara netral karena dia digunakan untuk kepentingan promosi brand atau produk ya. Untuk menaikkan citra produk itu sehingga untuk kepentingan pemasaran dari produk atau brand," kata Rinaldi kepada Kompas.com, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Buzzer Dinilai Bisa Geser Fokus Publik soal Kasus Novel Baswedan

Buzzer seperti itu, lanjut Rinaldi, bergerak transparan dan menjaga akuntabilitas. Mereka merupakan influencer yang jelas, memiliki spesialisasi, memiliki jaringan luas dan mampu memengaruhi persepsi publik untuk sebuah brand atau produk.

"Dan semuanya jelas, ketika disponsori oleh brand atau produk, dia akan dituntut jujur dengan kontennya, dimana dia akan menyatakan pesan itu disponsori sebuah brand A atau B. Dan itu semuanya bernuansa positif ya sebenarnya dari brand dan promosi. Karena itu kan kepentingan membangun brand image," kata dia.

Rinaldi menjelaskan, buzzer mulai dimanfaatkan dalam dunia politik sejak 2012. Menurut dia, pihak yang menyadari potensi buzzer di dunia politik adalah media agency untuk bisnis politik pencitraan.

"Nah sejak masuk ke politik, dia ini perlahan bercitra negatif karena cara kerja buzzer politik itu dia menaikkan citra seorang kandidat dengan mempromosikan prestasi. Tapi di sisi lain dia menyerang kandidat lawan, dengan fitnah, hoaks dan cara-cara yang difabrikasi," katanya.

Pada titik itulah, peredaran hoaks dan disinformasi semakin masif, hingga saat ini. Apalagi literasi sebagian publik soal media sosial masih rendah dan publik juga rentan dipengaruhi isu SARA.

"Itu memunculkan gelembung-gelembung di mana menghalangi publik menyampaikan aspirasinya. Apalagi ketika publiknya cenderung apatis, dan ketika berpendapat dia dilabeli macam-macam," kata dia.

"Itu kan strategi kontraproduktif terhadap demokrasi karena menurunkan kualitas ruang publik dimana publik harusnya bisa bersuara, tapi tertutupi oleh bisingnya suara buzzer," ujar Rinaldi.

Hal yang dikhawatirkan adalah, buzzer semacam itu mampu menggeser perdebatan yang substansial ke persoalan remeh-temeh yang cenderung dibesar-besarkan.

Baca juga: Fenomena Buzzer Memanipulasi Opini, Pencerdasan Publik Dinilai Penting

"Yang saya khawatir demikian, buzzer bisa menurunkan kualitas demokrasi ya. Jadi demokrasi yang substansial cenderung jadi instrumental dan prosedural karena percakapan semua didominasi oleh buzzer," katanya.

Rinaldi menginginkan ada pengaturan legal yang mengikat buzzer politik, selayaknya buzzer untuk mendukung promosi brand atau produk.

"Harus ada pengaturan secara legal buzzer bekerja untuk siapa, di bawah agency apa, apakah dia terdaftar di agency itu, didanai oleh siapa dia. Ketika menyebarkan pesan dia harus menyatakan dia didanai. Dengan syarat mereka bergerak dengan akuntabel dan transparan," ungkap Rinaldi.

https://nasional.kompas.com/read/201...sebut-bergeser

buzzer gan
profile-picture
venomwolf memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
geser ke brazzer

Setahun Lalu, Rizal Ramli Pernah Ingatkan Buzzer Dapat Merusak Demokrasi

Setahun Lalu, Rizal Ramli Pernah Ingatkan Buzzer Dapat Merusak Demokrasi

Jakarta, HanTer-- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer. Bahkan pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh.

Pada pertemuan tersebut, Moeldoko mengaku sudah meminta para buzzer Jokowi bersifat lebih dewasa dan tidak emosional ketika merespons sesuatu hal.

"Ya kita melihat dari emosi yang terbangun, emosi yang terbangun dari kondisi yang tercipta itu merugikan. Jadi ya yang perlu dibangun emosi positif lah," kata Moeldoko di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Tokoh nasional dan juga begawan ekonomi Rizal Ramli (RR) adalah satu di antara yang sangat terganggu. September tahun silam dia bahkan sudah mengingatkan agar Jokowi menghentikan atau setidaknya menertibkan para buzzer nya.

Medio Agustus 2018, Rizal Ramli pernah meminta kepada capres yang akan bertarung pada Pilpres 2019 untuk beradu gagasan ketimbang memelihara buzzer untuk membuat "kebisingan" di media sosial.
Fenomena buzzer, menurut mantan anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu, hanya menjadi perusak demokrasi. Karena, kata Rizal Ramli, celotehan mereka tidak ada isinya, hanya kebisingan yang disebarkan oleh mereka, bukan gagasan.

"Buzzer itu kan orang yang dibayar untuk membuat noise, kebisingan," kata Rizal di kantor PBNU tahun lalu.

"Para capres janganlah pakai buzzer-buzzer lagi, karena semakin banyak buzzer semakin rusak demokrasi kita," tandas pria yang karib disapa RR itu.

Pandangan Publik soal Buzzer Disebut Bergeser

Pandangan Publik soal Buzzer Disebut Bergeser

buzzer mokondo.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer. Bahkan pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh


emoticon-Matabelo pengangguran?
Pantes ada yg semangat sekali bolak balik bikin thread yg temanya sama
Sedang nyusun portfolio biar terkesan sebagai buzzer yg rajin dan bisa diandalkan?
Lihat 2 balasan
Balasan post SeTECH
Quote:


kog semua dituduh kloneng gue tong?
Quote:


emoticon-Ngakak
Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Digital Team (Pride), Anthony Leong, mengatakan untuk menjawab sebutan itu, tim media sosial menampilkan pidato Prabowo yang penuh canda di dunia maya.

"Bisa googling, bagaimana guyonan Prabowo bisa memukau pendukungnya," kata Anthony kepada BBC News Indonesia, Selasa (26/03).

Anthony tak menampik publik masih mengidentifikasi Prabowo sebagai sosok otoriter, sehingga tim media sosial atau buzzer berupaya menampilkan New Prabowo yang lembut dan humanis.

"Kita memberi edukasi ke publik untuk lebih tahu rekam jejak calon pemimpin," lanjutnya.

Anthony mengklaim strategi tim medsos Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi lebih banyak mengusung isu eknonomi dan tidak menggunakan isu SARA.

Tentang siapa yang dilibatkan dalam tim buzzer kubunya, Anthony menyatakan kebanyakan melibatkan apa yang disebutnya kalangan "akar rumput" yang diklaimnya "makin banyak".

Sementara pengamat media sosial, Ismail Fahmi mengatakan bahwa
kubu Prabowo, menurutnya, memilliki tim internal BPN yang bertugas menyebarkan informasi resmi.

"Tapi di luar itu ada tim besar banget, yang mereka bergerak berdasarkan isu sporadis yang muncul saat itu," papar Ismail.

Ia mencontohkan isu Bukalapak yang langsung disambut para buzzer 02 dengan sangat sigap.

"Hanya dalam hitungan menit, tokoh mereka misalnya, Raja Purwa, influencer dan Buzzer sekaligus, itu dengan sendirinya akan diikuti secara tak terstruktur oleh (pendukung 02) mereka tinggal follow, retweet saja," paparnya.

'Modal tagar dan obrolan keseharian'

Menurut Ismail, para buzzer di Capres 02 sangat mudah digerakkan dan mereka menggunakan obrolan sehari-hari.

"Mereka ngobrol dengan bahasa sehari-hari dengan ditambah tagar," lanjutnya.

Artinya antara konten yang disampaikan dan tagar yang dipakai, kerap tidak nyambung, katanya menganalisa.

Mereka nyaris tidak punya materi hanya mengandalkan tagar, tambahnya. Namun, cara ini disebutnya justru menjadi kekuatan pendukung 02, sehingga mereka tampak lebih riuh di dunia maya.

"Membahas apapun tinggal ditambah tagar itu," ujar Ismail.

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47708114
Diubah oleh 54m5u4d183
Masa kampanye dan pemilu ada buzzer 01 dan 02, karena pemilu selesai dan Prabowo sudah menyatakan membantu Jokowi maka buzzer 02 hilang sendiri.
Sedangkan buzzer 01 masih tetap exist karena terus meciptakan opini positif tentang presiden terpilih dan kebijakan pemerintahan sesuai pesanan kak Pembina.
Sasaran tembak buzzer sekarang bergeser ke tokoh2 oposisi, Anies Baswedan, KPK, FPI dan 212 lalu isyu khilafah.
Kalau memang pasukan buzzer distop maka bisa menambah angka pengangguran dan kemiskinan. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
mupengx dan venomwolf memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Buzzer nastaik dapat tunjangan pemerintah dan endorse partaik, gaji minim 3jeti, tapi makan bakso 10rebuan emoticon-Ngakak
profile-picture
venomwolf memberi reputasi
Balasan post HillmanAdhi
jeli juga,.. peneliti buzzer.. kalo buzzer dipecat pertumbuhan ekonomi bakal ngedrop
Harusnya semua buzzer’ nastak dan nasbung mati aja tuh, lumayan bikin tentram negara emoticon-Ngakak
profile-picture
novembermann memberi reputasi
Ini toh yg dimaksud, angka pengangguran turun, buzzer wowo ke ojol, buzzer wiwik ttp eksis krna kontraknya panjang smpe masa jabatan kelaremoticon-Big Grin
profile-picture
novembermann memberi reputasi
kagak ah, cuma nasbung yg gobloknya unlimited itu yg kagak bakalan sembuh
kampret ja bisa jadi cebong walau gak bakalan jadi nastak emoticon-Big Grin
Balasan post venomwolf
Quote:


Emang saya nuding kamu bos?
Buzzer...
Then promotion
Now asslicker


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di