alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c266a0577a917324b01a2/dana-hibah-rp19-triliun-mengucur-untuk-sulawesi-tengah

Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah

Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah
Warga mengamati bangkai sepeda motor yang berhasil diangkat dari dasar laut di lokasi terdampak bencana gempa dan tsunami di Pantai Dupa Indah, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (7/10/2019).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengucurkan dana hibah daerah sebesar Rp1,9 triliun untuk rekonstruksi bangunan rusak berat, sedang, dan ringan di Sulawesi Tengah, Selasa (8/10/2019).

Hibah akan didistribusikan ke empat kabupaten/kota yang terdampak mega-bencana di Sulawesi Tengah.

Perinciannya adalah Kota Palu sebesar Rp820,6 miliar, Kabupaten Sigi sebesar Rp568,6 miliar, Kabupaten Donggala sebesar Rp516,7 miliar, dan Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp66,3 miliar.

“Dana ini diharapkan dalam waktu 7 hari kerja sudah masuk ke rekening kas daerah dan selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan masyarakat terdampak,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dana akan dibagi kepada penerima dengan tiga kategori: rumah rusak berat mendapat penggantian Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Adapun jenis bangunan yang tengah dikerjakan rekonstruksinya terbagi dalam dua jenis: in situ (bangun di lokasi tetap) dan relokasi (bangun di lokasi baru).

Untuk in situ, total rumah yang akan dibangun berjumlah 85.803 unit. Bangunan itu terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 15.448 unit, rusak sedang 27.706 unit, dan rusak ringan sebanyak 42.609 unit.

Adapun bangunan in situ yang sudah selesai dibangun dari dana hibah luar negeri sebanyak 4.522 unit rumah. “Ini sudah berlangsung selama tiga bulan, sudah ada 3.000 unit rumah proses dan 60 sudah jadi,” kata Doni.

Sementara untuk rumah yang harus dilokasi—karena tempat asalnya berada di zona merah rawan bencana—berjumlah 11.643 unit.

Bangunan tersebut akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 8.788 unit, kemudian melalui bantuan swasta seperti AHA Center sebanyak 75 unit rumah, Mayapada 100 unit rumah, dan Buddha Tsuzhi 2.500 unit rumah.

Kendati demikian, Doni mengakui untuk pembangunan rumah yang direlokasi mengalami hambatan lantaran pemerintah masih kekurangan lahan seluas 15.000 hektare.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan rumah yang direlokasi akan langsung dikerjakan ketika lahan sudah didapatkan.

Basuki tak menyebut kapan tenggat waktu akhirnya, namun kewenangan untuk mencari lahan sepenuhnya diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

“Ada lahan HGU (Hak Guna Usaha) sedang diselesaikan…diatur oleh gubernur,” kata Basuki.
Jaminan tak dibongkar
Kementerian PUPR turut menjamin hunian penyintas mega-bencana di Sulawesi Tengah tidak akan terkena imbas laku kontraktor nakal.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan mendesak kontraktor swasta terkait untuk segera menyelesaikan masalah pembayaran yang tertunda tersebut.

Kayak yang di Sumbawa Barat (Nusa Tenggara Barat), saya juga baru dapat laporan Istaka (PT Istaka Karya) masih punya utang. Yang gitu-gitu pasti saya langsung selesaikan,” kata Basuki, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Merujuk laporan investigasi Koran Mercusuar Palu, praktik men-subkontrak-an proyek ke pihak ketiga lazim dilakukan oleh para kontraktor swasta.

Sebagai contoh, pembangunan unit hunian sementara di Mamboro, Palu Utara, yang harusnya jadi tanggung jawab PT Pembangunan Perumahan (PP) disubkontrakkan ke perusahaan lain, PT Unik Sejahtera Bersama (USB).

Oleh USB proyek itu disubkontrakkan lagi, beberapanya kepada CV Livbar Perkasa dan CV Karunia Nabelo. Di situ masalah terjadi. Subkontrak tak tercatat di atas kertas, hanya dengan prinsip kepercayaan.

Begitu juga duitnya. CV-CV itu diminta membangun dengan modal sendiri dulu, nanti diganti. Tapi, setelah 6 bulan huntara dibangun, janji penggantian tak kunjung terjadi.

CV-CV itu kemudian melakukan aksi protes dengan mencoret-coret hunian warga dengan kalimat seperti “hunian ini dibangun dengan uang utang”.

Situasi ini menakutkan bagi para penghuni karena khawatir tempat tinggalnya akan dibongkar paksa.

Gak, gak, gak mungkin dibongkar. Saya jamin. Malah harus dibayar,” tukas Basuki.
Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ulawesi-tengah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara

- Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah 10 spot kualitas udara terbaik dan terburuk (Selasa, 08/10/2019)

- Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah DPR Aceh siapkan hukuman cambuk untuk pemburu satwa

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di