alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c26602525c34134185314/pedofil-di-kendari-divonis-20-tahun-penjara

Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara

Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara
Adrianus Pattian (kiri) menunggu vonis atas kasus penculikan dan pencabulan lima anak di bawah umur do Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (7/10/2019)
Adrianus Pattian, terdakwa kasus pedofilia anak di Kendari, divonis 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (7/10/2019).

Dalam sidang putusan yang dibacakan Hakim Ketua PN Kendari Rudi Suparmono, Adrianus menculik dan mencabuli lima orang anak berusia 8 sampai 10 tahun. Kelimanya diculik di jalan raya dengan menggunakan sepeda motor pada April hingga Mei 2019.

Semua korbannya dibawa ke hutan Nanga-nanga di Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Di sebuah pondok, Adrianus mencabuli korbannya yang masih di bawah umur. Adrianus mengancam korban dengan menggunakan pisau agar menuruti kemauannya. Karena merasa takut, korban akhirnya mengikuti keinginan bejat Adrianus.

Dalam putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, kronologi hingga perlakuan Adrianus kepada korban terdengar tak manusiawi dan membuat beberapa pengunjung sidang geram. "Kejamnya e," kata seorang di antara pengunjung sidang yang kebetulan duduk berdampingan dengan Beritagar.id, Senin (7/10/2019).

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Adrianus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana, melakukan ancaman kekerasan, memakasa anak melakukan persetubuhan yang menimbulkan korban lebih dari satu orang sehingga mengakibatkan luka berat, dan tindak pidana penculikan anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak diganti akan mendapatkan pidana kurungan 6 bulan," kata majelis hakim dalam putusannya.

Kepada terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU), hakim memberikan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir apakah melakukan upaya banding atas putusan tersebut. Yang jelas, putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kendari Nanang Ibrahim menyebut, pada sidang sebelumnya, JPU mendorong dua tuntutan yang bersifat alternatif berdasarkan pasal 83 juncto 76F UU RI Nomor 35 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pertama, menuntut Adrianus Pattian dengan pidana seumur hidup. Kedua, menuntut Adrianus dengan pidana 20 tahun penjara ditambah hukuman kebiri.

"Saya juga punya pimpinan untuk melaporkan ini. Dalam waktu tujuh hari itu, kita akan mengambil sikap," kata Nanang usai persidangan kemarin.

Menurut Nanang, pihaknya bisa mengajukan banding atas putusan itu dengan mengusulkan kembali pasal hukuman kebiri. Hanya saja, ada pertimbangan lembaga apa yang akan melakukan hukuman kebiri itu.

"Berikan kami waktu tujuh hari untuk pikir-pikir dulu," imbuhnya.

Begitu pula dengan kuasa hukum terdakwa Adrianus, Ahmad Fajar Adi. Ia masih pikir-pikir untuk mengajukan banding. "Saya akan berkomunikasi dulu dengan klien saya apakah melakukan banding atau menerima putusan majelis," tuturnya.

Kasus ini cukup menggegerkan masyarakat Kota Kendari. Saat terjadi, setidaknya ada tujuh anak dilaporkan menjadi korban penculikan dan pencabulan oleh disertir TNI itu.

Pada Jumat (26/4), dua anak dari Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, ditemukan warga dalam kondisi berdarah-darah. Kedua anak ini sebelumnya hendak ke apotek di bilangan Kemaraya, tapi di tengah jalan, ditemukan pelaku yang berdalih sebagai ayah mereka dan mengajaknya jalan-jalan.

Keesokan harinya, kasus serupa menimpa anak dari Kecamatan Poasia. Ia diculik saat berada di pasar. Modusnya juga sama; pelaku mengaku teman orang tua korban.

Terakhir, Polres Kendari menerima laporan tentang adanya anak diculik pelaku saat pulang sekolah, Senin (29/4) sekitar pukul 15.30 WITA. Atas laporan itu, polisi akhirnya bergerak dan mengejar pelaku tapi Adrianus berhasil melarikan diri.

Setelah beberapa hari menghilang, Adrianus akhirnya ditangkap oleh aparat bersama masyarakat saat bersembunyi di bawah kolong rumah warga di Jalan Jati Raya Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.

Ia sempat menjadi bulan-bulanan warga yang emosi terhadap perbuatannya kepada sejumlah anak di bawah umur.
Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahun-penjara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah

- Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara 10 spot kualitas udara terbaik dan terburuk (Selasa, 08/10/2019)

- Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara DPR Aceh siapkan hukuman cambuk untuk pemburu satwa

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di