alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
"Pak, Jangan Hapus Maluku dari Peta Indonesia"
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c1c5082d49514885b583e/quotpak-jangan-hapus-maluku-dari-peta-indonesiaquot

"Pak, Jangan Hapus Maluku dari Peta Indonesia"

"Dari ujung Halmahera
Sampai tenggara jau
katong samua basudara

satu nama satu gandong
satu suku maluku manise"


Butiran kata-kata diatas merupakan penggalan dari lagu Maluku Tanah Pusaka, lagu dari maluku yang sudah pasti jika dinyanyikan tidak asing ditelinga orang-orang Maluku diseluruh penjuru nusantara, bahkan bagi orang-orang yang bukan keturunan Maluku sekalipun.

Dalam lagu Maluku Tanah Pusaka menggambarkan luas dan indahnya gugusan kepulauan maluku yang membentang di sisi timur Indonesia dari Halmahera di utara hingga Kepulauan Aru di tenggara serta Kabupaten Maluku Barat Daya yang berbatasan dengan Timor Leste negara tetangga kita. Selain itu, tanah Maluku terkenal dengan penduduknya yang murah senyum, sehingga kata "manise" yang berarti alangkah manisnya disematkan dibelakang kata Ambon (Ibu Kota Maluku).

Akhir September lalu, tanah maluku diguncang gempa yang sangat dahsyat sebesar 6.8 SR, gempa tersebut meluluhlantakkan sebagian daratan maluku. Terlebih lagi gempa dirasakan sangat kuat di Kota Ambon, karena memang jarak pusat gempa cukup dekat yakni 42 km timur laut Kota Ambon dan dengan kedalaman yang "hanya" 10 km, mampu membuat panik seantero tanah pusaka ini. Tercatat gempa telah menelan sebanyak 38 korban jiwa, ratusan orang luka-luka, ribuan rumah rusak berat serta ribuan warga mengungsi.

Hingga Senin (7/10) malam, telah tercatat juga sebanyak 1181 gempa susulan dari yang berskala ringan hingga menengah. Sebagai rakyat biasa, hal ini tentu menyisakan trauma bagi masyarakat luas. Ditambah lagi, beredarnya kabar kabar palsu atau hoax mengenai Tsunami dan gempa susulan yang bakal terjadi dan lebih dahsyat justru memperparah keadaan. Pengungsi bertambah banyak, ribuan pengungsi terus berdatangan akibat berita  hoax tersebut sehingga pemerintah bekerja ekstra untuk menampung dan merawat para pengungsi.

Minggu lalu, menanggapi jumlah pengungsi yang kian membludak, Bapak Wiranto mengeluarkan pernyataan yang dinilai sebagian kelompok "menyakiti" hati rakyat Maluku manise. Sampai- sampai ada pernyataan sikap dari Badan Pengurus Pusat-Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) meminta untuk menghapus Tanah Maluku dari peta Indonesia. Waduh? bisa gawat ini e...

Permintaan penghapusan Maluku dari peta Indonesia rasanya sangat kurang tepat dalam pandangan kacamata orang Indonesia. Terlebih lagi sudah kita ketahui bahwa Maluku memiliki peran penting dalam sejarah panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menilik dari sejarah perjuangan rakyat Maluku, sudah sangat familiar betapa heroiknya Thomas Matulessy (kita kenal sebagai Kapiten Pattimura), Christina Martha Tiahahu putra putri asli Maluku yang rela mengorbankan nyawanya mengangkat senjata demi melawan penjajah Belanda kala itu, era pergerakan nasional yang melahirkan tokoh tokoh seperti Alexander Jacob Patty, G.A. Siwabessy, Johannes Leimena, Johannes Latuharhary, bahkan Maluku di era modern ini,  menjadi salah satu penyumbang bakat pemain sepak bola di Tim Nasional Indonesia seperti Ricardo Salampessy, Ramdani Lestaluhu, Alfin Tuasalamony  dan lain lain.

Hal-hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa tanah Maluku menjadi bagian penting dalam kemajemukan negri tercinta ini. Dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote negeri kita ini terbentang, memang terdapat banyak sekali perbedaan suku, agama, adat dll. Itu bukanlah menjadi penghalang bagi kita semua bersatu, justru hal ini menjadi kekayaan dan kekuatan kita semua, menjadikan Indonesia negara yang damai tanpa melihat darimana asalnya. Semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika, dengan tegas bahwa rakyat Indonesia (termasuk Maluku) memiliki banyak perbedaan namun, tetap satu di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Niscaya Indonesia akan menjadi negara yang jaya dan disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Sudahlah, kita tidak usah mempermasalahkan hal tersebut, dengan meminta menghapus Maluku dari peta negara Indonesia ini, sudah dengan tegas dan jelas bahwa Maluku merupakan bagian dari negara Indonesia. Sebagai generasi muda, kita wajib untuk belajar dengan tekun dan terus berusaha untuk memajukan Indonesia kita tercinta ini, karena kalau pemudanya saja mudah terpecah belah, bagaimana nasib bangsa kedepannya nantinya?

Ayo bangkit terus Pattimura-Pattimura muda, kita wujudkan Maluku untuk tetap dibawah bingkai NKRI. Satu permintaan yang tulus dari hati saya kepada para pemimpin bangsa ini: "Pak, Jangan Hapus Maluku dari Peta Indonesia"

Jakarta, Oktober 2019

-Frederick Latuconsina



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Maaf ya, masih nubiee gan emoticon-Smilie


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di