alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
True Story: Karma Dzikir Bread Maker
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9beb4fc0cad70f6f24cf30/true-story-karma-dzikir-bread-maker

True Story: Karma Dzikir Bread Maker

*

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam salah satu kitab, di ceritakan pengalaman salah satu imam 4 mazhab yaitu imam Ahmad bin Hanbal mengenai kedahsyatan istighfar. Kisah ini masyhur dan banyak bertebaran di banyak kitab, serta banyak diulas di majelis-majelis keilmuan agama. Kali ini coba saya sampaikan secuil kisah ini ya. Mungkin beberapa teman sudah pernah mendengar kisah ini tapi kan ada yang belum pernah dengar.

Jadi suatu ketika entah mengapa imam Ahmad bin Hanbal gusar, beliau terdorong untuk melakukan perjalanan yang berjarak cukup lumayan ke Syam (dalam beberapa riwayat beliau melakukan perjalanan tepatnya ke daerah Basrah). Akhirnya singkat cerita beliau pun melakukan perjalanan tersebut. Sambil meyakini bahwa Allah akan memberi manfaat dari perjalanan beliau.

Salat lima waktu selama perjalanan beliau mampir ke masjid yang dilewati selama Safar. Hingga akhirnya beliau sampai di suatu daerah di mana datang waktu salat isya. Kebetulan ada masjid yang bisa digunakan sebagai tempat melakukan salat isya.

Seusai melakukan salat isya, karena terlalu lelah beliau memutuskan untuk beristirahat di masjid tersebut. Boro-boro mau tidur, begitu merebahkan badan untuk istirahat, takmir masjid terkait langsung menegur beliau.

"Syaikh (panggilan untuk orang tua) apa yang kau lakukan disini?" tanya sang takmir.

Imam Ahmad bin Hanbal menjawab bahwa beliau ingin istirahat karena beliau termasuk musafir. Namun sang takmir malah mengusir imam Ahmad bin Hanbal agar keluar dari masjid.

Memang imam Ahmad bin Hanbal termasuk imam alias ulama terkemuka di abad nya. Di daerah domisili sang imam, banyak orang mengetahui siapa dan bagaimana imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal akan ilmunya, baik sifat dan perawakan. Namun di daerah lain, banyak yang mengetahui nama besarnya saja, dominan tidak tahu bagaimana wajah, perawakan, bentuk fisik. Maklum zaman dulu tidak ada ada sosial media, kamera pun juga belum ada.

Lanjut cerita setelah diusir dari dalam masjid, karena payah fisik, sang imam besar mengistirahatkan badan di pelataran masjid. Mengetahui imam besar 4 mazhab ini masih berada di areal masjid dan beristirahat di teras masjid, sang takmir alias marbot kembali mengusir, hingga didorong-dorong nya sang syekh ini. Harap dimaklumi, imam Ahmad bin Hanbal memang sederhana, berpakaian seadanya, tampak tua, tidak berlebihan dalam berpakaian, dan sang takmir biar tidak mengenal sama sekali siapa yang sedang dihadapinya.

Karena telah diusir, imam Ahmad bin hambal memilih untuk melanjutkan perjalanan sambil mencari tempat istirahat yang lain.

True Story: Karma Dzikir Bread Maker
Sumber pict: IDN Times


Tak berapa lama di seberang mesjid seorang pedagang roti yang memang sejak tadi mengamati apa yang telah terjadi di masjid menyapa sang imam besar 4 madzhab. Singkat cerita sang pedagang roti membaca raut kelelahan imam Ahmad bin Hanbal, lalu mempersilahkan sang imam besar untuk beristirahat di tempatnya.

Dari sini bagian seru dimulai, termasuk inti dari kisah ini.

Sebelum beristirahat, imam Ahmad bin hambal menyempatkan berbincang-bincang dengan sang pedagang roti sambil mengamati segala tingkah laku saat membuat adonan.

Salah satu perilaku seorang pedagang roti menyita perhatian imam Ahmad bin Hanbal. Dikala sang pedagang roti mengaduk adonan, terlihat bibir sang pedagang roti tak berhenti mengucapkan istighfar: Astaghfirullah. Hampir disetiap urusan, pedagang roti tetap menyebut istighfar. Mencuci tempat memasak, memanaskan adonan, finishing touch ke roti, saat mengambil gula, mampir ke semuanya.

Imam Ahmad bin Hanbal pun tergelitik untuk bertanya, sejak kapan seorang pedagang roti melakukan kebiasaan positif ini.

Pedagang roti menjawab bahwa kebiasaan ini sejak lama dia lakukan. Seingat pedagang roti, kebiasaan ini dilakukan semenjak dia menjual roti pertama kali, ini berarti sekitar puluhan tahun.

Imam Ahmad bin Hanbal melanjutkan pertanyaan berikutnya, apa saja manfaat yang didapat dari kebiasaan positifnya ini.

Tak disangka, seorang pedagang roti menjawab dengan yakin bahwa karena kebiasaan positif dia, Allah bermurah hati mengabulkan seluruh permintaan dia. Subhanallah.

Lalu sang pedagang roti melanjutkan bahwa hanya ada satu permintaan yang hingga sekarang belum dikabulkan oleh Allah.

"Permintaan apakah itu?" Hal hadza?

Pedagang roti berkata bahwa satu permintaan yang belum dikabulkan oleh Allah tersebut adalah ingin dipertemukan dengan sang imam besar imam Ahmad.

Mendengar penjelasan sang pedagang roti, imam Ahmad bin Hanbal langsung bertakbir, Allahu Akbar!

Lalu beliau melanjutkan, ternyata karena istighfar sang pedagang roti lah imam Ahmad bin Hanbal merasa gusar untuk melakukan perjalanan dari rumahnya ke Basrah. Padahal belum jelas tujuannya apa. karena istighfar sang pedagang roti lah sang imam besar 4 mazhab tersebut diusir oleh takmir alias marbot dari dalam masjid, kemudian didorong dorong badannya agar keluar dari pelataran masjid.

Laa haula wala quwwata illa Billah.
Semoga bisa jadi pembelajaran banyak buat kita ini yang masih banyak dosa (apalagi saya).

Astaghfirullahaladzim.




Manaqib Imam Ahmad Bin Hanbal

FURQON643



---------------------------------

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (QS Ali-Imron : 135)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya seorang hamba berbuat suatu dosa, maka ia berkata : Ya Rabbku sesungguhnya aku melakukan suatu dosa maka ampunilah aku. Maka Allah berkata, “HambaKu tahu bahwasanya ia memiliki Robb yang mengampuni dosa dan menghukum karena dosa, maka sungguh aku telah mengampuni hambaKu” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah r.a)

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau berdoa dengan doa berikut ini : “Ya Allah ampunilah bagiku dosa karena kesalahanku, dosa karena kebodohanku, sikap berlebihanku dalam urusanku, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku, Ya Allah ampunilah bagiku dosa yang karena yang kulakukan dengan sungguh-sungguh, dosa karena candaku, dosa karena ketidak sengajaanku, dosa karena kesengajaanku, dan itu semua ada pada diriku. Ya Allah ampunilah dosa-dosakua yang telah lalu dan yang akan datang, dosa yang kulakukan dengan sembunyi-sembunyi dan yang aku lakukan terang-terangan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada aku. Engkau adalah yang menentukan maju atau mundurnya, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di