alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9bc20b88b3cb28484cc2e1/tebar-fitnah-dan-lakukan-propaganda-bubarkan-buzzer-pro-penguasa

Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa

Jakarta, HanTer - Pengamat media sosial dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, himbauan untuk menertibkan buzzer sebenarnya sudah lama didengungkan banyak pihak. Puncaknya ketika mahasiswa, pelajar dan masyarakat melakukan aksi demonstrasi malah difitnah oleh oknum buzzer pro pemerintah.

"Karena aktivitas buzzer sudah diluar etika. Pertama, mereka memfitnah gerakan mahasiswa dibayar. Kedua, mereka juga memfitnah Gus Dur dan membuat meme-meme yang tidak bagus tentang Novel Baswedan," ujar Hariqo kepada Harian Terbit, Minggu (6/10/2019).

Menurut Hariqo, aktivitas buzzer lainnya yang beretika adalah melakukan intimidasi terhadap Ketua BEM UI dengan mencari profil orang tuanya dan menyebarkannya di medsos. Intimidasi yang dilakukan para buzzer tersebut tidak pantas. Apalagi para buzzer juga memfitnah para tenaga medis PMI yang mengevakuasi korban demontrasi. Ironisnya lagi, para buzzer juga memfitnah Najwa Shihab dengan membongkar identitas suaminya.

Mitra Penguasa

Sementara itu, pegiat media sosial Darmansyah juga mendukung untuk membubarkan buzzer mitra penguasa. Sehingga ke depan tidak ada lagi buzzer lainnya yang berlindung di balik buzzer mitra penguasa tersebut. Selain itu juga tutup situs lainnya yang artikelnya selalu memprovokasi seperti tuduhan Denny Siregar terhadap ambulans berlogo DKI yang membawa batu.

Darmasnyah juga menyarankan, aparat hukum harus menempuh tindakan terhadap para buzzer tersebut. Karena aparat hukum memiliki SDM untuk menangani seperti tim Cyber Crime. Masa operasi di WhatsApp (WA) grup saat jelang Pilpres bisa, namun untuk melakukan pengusutan terhadap akun buzzer dan menghapus akunnya tidak mampu melakukan dengan bekerjasama tim terkait.

Baru-baru ini peneliti dari Universitas Oxford dan Institut Internet Oxford, Inggris mengeluarkan penelitian terbaru mereka berjudul "The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation".

Laporan penelitian yang ditulis oleh Samantha Bradshaw Philip N Howard ini mengungkap fakta tentang buzzer di 70 negara di dunia pada 2019 yang melakukan manipulasi kabar di media sosial, termasuk Indonesia. Laporan 2019 kami menganalisis tren propaganda komputasi dan perkembangan teknologi, kapasitas, strategi, dan sumber daya," tulis laporan tersebut.

Jumlah negara yang tercatat memiliki pasukan siber (cyber troops) alias buzzer di media sosial terus meningkat dari 2018 yang hanya 48 negara dan 2017 dengan 28 negara. "Selama tiga tahun terakhir, kami telah memantau organisasi global yang memanipulasi kabar di media sosial, baik oleh pemerintah dan partai politik."

Laporan tersebut memunculkan nama Indonesia sebagai negara yang memanipulasi kabar di media sosial untuk kepentingan pemerintahan dan partai politik.

Di Indonesia, dalam laporan tersebut Oxford itu, buzzer disebut berafiliasi dengan politikus dan partai politik, serta kontraktor swasta. Masing-masing mereka terafiliasi dengan organisasi atau kelompok yang ditemukan bergerak menjadi kelompok buzzer.

Apa yang dilakukan buzzer di Indonesia adalah menyebarkan propaganda pro-pemerintah atau pro-partai, menyerang oposisi atau memasang kampanye kotor serta mengarahkan dan polarisasi. Mereka juga melakukan pembuatan disinformasi atau manipulasi media.
https://m.harianterbit.com/read/1113...r-Pro-Penguasa

Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh venomwolf
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Kasihan sekali buzzer2 cebong yg mau dibubarkan oleh Kakak Pembinanya sendiri.
Sampai ngamuk2 nyerang sana-sini nggak terarah.
Nggak dapet gaji lagi.

Itulah akibat membela junjungan plonga-plongo tukang ngibul.
Akhirnya sekarang dibuang oleh tukang martabak yg selama ini dibelanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan 3 lainnya memberi reputasi
Rizal Ramli Benar Lagi, Kali Ini Soal ‘Buzzer Anjing Penggonggong’

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan ‘buzzer’ alias para penggonggong.

Saya lebih suka menyebut mereka dengan penggonggong. Bukankah perilaku orang-orang ini bak anjing yang menggonggong untuk melindungi tuannnya?

Pada bagian lain, pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh. Disebut berpengaruh karena para binatang, eh manusia ini punya banyak follower di akun medsos masing-masing.

Pada pertemuan tersebut, Moeldoko mengaku sudah meminta para buzzer Jokowi bersifat lebih dewasa dan tidak emosional ketika merespons sesuatu hal. Namun, katanya lagi, terkadang imbauan tadi sulit dipraktikkan karena sudah terpolarisasi sejak pilpres lalu.

Sampai di sini kita menghargai kejujuran Moeldoko soal eksistensi para penggonggong. Namun aksi lempar handuk ala Moeldoko terhadap sepak terjang para penggonggong Istana jelas menggelikan.

Dia pikir rakyat NKRI terlalu dungu sehingga bisa dikibulin dan percaya dengan dalih yang dia sodorkan. Lain halnya jika mantan Panglima TNI ini bicara dengan anak-anak TK, mungkin saja dipercaya.

Sulit menampik bukti

Hari-hari ini Istana kian kerepotan menampik keberadaan dan polah gerombolan penggonggongnya. Terbitnya laporan penelitian karya Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard dari Universitas Oxford benar-benar membungkam Istana.

Laporan seru itu bertajuk ‘The Global Disinformation Order: 2019 Global Information of Organized Social Media Manipulation’ atau ‘Orde Disinformasi Global: Informasi Global tentang Manipulasi Media Sosial Terorganisir 2019’.

Sejatinya banyak pihak yang jauh-jauh hari sudah menduga Istana memelihara banyak anjing penggonggong. Diduga jumlahnya bisa ratusan, bahkan mungkin ribuan. Masing masing punya akun puluhan sampai ratusan.

Ciri utama para penggonggong itu adalah, memuji-muji Jokowi setinggi langit bak dewa tanpa cela. Pada saat yang sama, mereka beramai-ramai membantai lawan politik Presiden dan atau pengeritiknya tanpa ampun. Untuk keperluan itu, gerombolan ini tidak segan-segan menebar fitnah, ujaran kebencian, dan hoax.

Aksi tebar fitnah, ujaran kebencian, dan hoax mereka lakukan dengan sangat massif dan berkelanjutan, sambung-menyambung. Mereka terus-menerus membantai sampai ada perintah berhenti dari komandan atau yang mereka sebut sebagai ‘kakak pembina’. Itulah sebabnya banyak kalangan menilai anjing-anjing penggonggong tersebut sudah merusak demokrasi.

Dua karya teranyar para buzzer tadi adalah penyebaran hoax dan fitnah terhadap ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang disebut membawa batu dan bensin saat aksi massa di sekitar Gedung MPR/DPR.

Fitnah dan hoax lainnya, tangkapan layar grup WhatsApp pelajar STM yang seolah-olah mereka dijanjikan bayaran pihak tertentu. Namun setelah ditelusuri, ternyata nomor-nomor telepon di grup itu diduga milik anggota Polri. Salah satu nomor telepon di grup WA itu punya tagihan bulanan hingga Rp4 juta lebih. Ngomong-ngomong, anak STM mana yang punya tagihan hp Rp4 juta lebih sebulan, ya?

Dua skandal hasil karya kawanan ini, tentu saja, menjadi bagian dari upaya membela Jokowi sekaligus membusukkan lawan politiknya. Sekali lagi, mereka tidak peduli walau harus memproduksi dan menebar ujaran kebencian, hoax, dan fitnah, bahkan kendati yang difitnah adalah anak-anak STM!

Tokoh nasional dan juga begawan ekonomi Rizal Ramli adalah satu di antara yang sangat terganggu. September tahun silam dia bahkan sudah mengingatkan agar Jokowi menghentikan atau setidaknya menertibkan para buzzer-nya.

Menurut RR, begitu dia biasa disapa, apa yang dilakukan para penggonggong benar-benar merusak demokrasi. Demokrasi yang seharusnya membuka ruang bagi perbedaan pendapat, di tangan Jokowi dan para penggonggongnya berubah jadi merusak dan menghancurkan.

Menyimpan bangkai
Tentu saja, Istana (terpaksa) bolak-balik membantah tudingan tadi. Bahkan dengan mimik tanpa dosa, Jokowi meminta rakyat Indonesia agar tidak membuat dan menyebar hoax. Dia juga mengimbau rakyat tidak termakan hoax yang beredar di dunia maya.

Tidak sampai di situ, polisi juga gencar meneriakkan buruknya hoax. Aparat berseragam cokelat yang sering dijuluki para demonstran dan aktivis dengan wercok alias wereng coklat ini rajin menangkapi pegiat medsos yang dianggap menebar hoax dan atau ujaran kebencian. Katanya untuk menegakkan perundangan.

Sayangnya, berkali-kali orang-orang yang dicokok polisi adalah mereka yang kritis terhadap rezim berkuasa. Sementara para penggonggong yang justru terbukti jauh lebih aktif dan massif menebar hoax, fitnah, dan ujaran kebencian tetap aman sejahtera sentosa.

Tapi, serapi-rapinya menutupi bangkai akhirnya akan tercium juga baunya. Begitu kata pepatah bijak. Hal ini pula yang terjadi dengan fenomena anjing-anjing penggonggong Istana. Pernyataan Moeldoko bahwa Istana sudah tidak membutuhkan para buzzer adalah konfirmasi yang sempurna atas sinyalemen dan kritik banyak pihak seputar para makhluk-makhluk menjijikkan ini.

Suka tidak suka, pernyataan Moeldoko mengkonfirmasi beberapa hal, antara lain:

Pertama, selama ini Istana punya dan memelihara banyak anjing penggonggong.

Kedua, selama ini Istana bisa dan biasa memproduksi fitnah serta menebar kebencian, dan hoax lewat gerombolan penggonggongnya.

Ketiga, selama ini Istana terbukti menjadi raja munafik. Sibuk berteriak-teriak agar rakyat jangan menebar hoax dan fitnah di medsos, ternyata justru Istana adalah produsen dan penyebar hoax yang paling sempurna.

Keempat, selama ini polisi berlagak budek dan picek kalau menyangkut para penggonggong Istana. Walau mereka menebar fitnah dan hoax, walau sudah dilaporkan, tetap sama sekali tak disentuh hukum.

Penolakan polisi memproses laporan terhadap Denny Siregar yang menebar fitnah terhadap ambulan milik Pemprov DKI, adalah contoh sempurna wercok menjadi bagian dari penjaga kekuasaan.

Kelima, Permadi Arya, Denny Siregar, Eko Kunthadi, MoertadhoOne, Seword, dan masih banyak yang lain adalah sedikit contoh dari anjing-anjing penggonggong Istana yang kebal hukum di era rezim Jokowi.

Keenam, pasal-pasal karet UU ITE yang sangar dan sadis itu, jadi omong kosong saat berhadapan dengan penggonggong Istana. Tajam ke oposan dan para pengritik rezim, tapi tumpul bagi anjing-anjing penggonggong Istana.

Ketujuh, Istana menganut prinsip habis manis sepah dibuang. Ucapan Moeldoko dengan sangat benderang bisa dimaknai sebagai ‘Kini saatnya membuang para buzzer.’

Kedelapan, para penggonggong kini (sebentar lagi?) jadi pengangguran. Mereka tidak bisa makan karena uang gonggongan dihentikan.

Kesembilan, ini yang tak kalah penting, rasain lu.

Oleh Edy Mulyadi, wartawan senior



profile-picture
profile-picture
profile-picture
idkfa dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh venomwolf
Cebong diberangus...

emoticon-Wakaka

Kakak pembina sedih dong deh

emoticon-Mewek
profile-picture
venomwolf memberi reputasi
buzzer lagi ngomongin buzzer...

emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bendolpeang dan 7 lainnya memberi reputasi
Buzzer lagi ngomongin buzzer toh....


emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bendolpeang dan 5 lainnya memberi reputasi
Buzzer teriak buzzer.


Bawah ane hobi nonton brazer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bendolpeang dan 5 lainnya memberi reputasi
Anjing teriak anjing emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
37sanchi dan 3 lainnya memberi reputasi
Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa

emoticon-Christmas
profile-picture
profile-picture
kojojotojo dan qavir memberi reputasi
buzzer2 pada kelojotan emoticon-Wkwkwk
enakan brazerrrrs bre
profile-picture
areszzjay memberi reputasi
Quote:


tepatnya mah.. buzer profesional (gue) lagi ngomongin buzzer abal2 yg belom jelas pake otak apa kaga.

Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa

Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa

emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rynevy dan 8 lainnya memberi reputasi
Kaca mana kaca emoticon-Bingung (S)
profile-picture
qavir memberi reputasi
Salah satu buzzer cebong yg terkenal pada masanya
Tebar Fitnah dan Lakukan Propaganda, Bubarkan Buzzer Pro Penguasa
profile-picture
bramhiphip memberi reputasi
ngoahaha mirip banget kelakuan nasbungtaik brazzer
Quote:
Numpang ngakak di trit buatan buzzer tai anjink!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Terus buzzer yang kontra pemerintah gimana? emoticon-Ngakak (S)
Lihat 2 balasan
Balasan post widya poetra
Quote:


siapa yg bayar blog? emang masi ada oposisi blog? tolol lu
Kalo muslim cyber army anjingnya siapa gan? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan qavir memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post venomwolf
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di