alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Petugas PPSU Ini Berharap Pemprov DKI Bangun Studio Gratis
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9bbac88012ae6ffa1c9e81/petugas-ppsu-ini-berharap-pemprov-dki-bangun-studio-gratis

Petugas PPSU Ini Berharap Pemprov DKI Bangun Studio Gratis

Petugas PPSU Ini Berharap Pemprov DKI Bangun Studio Gratis

Atasi Tawuran Remaja Lewat Musik, Petugas PPSU Ini Berharap Pemprov DKI Bangun Studio Gratis

JAKARTA, KOMPAS.com - Angga Rahmana (30), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Duri Pulo berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun studio musik gratis untuk seniman atau musisi muda berkarya lewat musik.

Angga yakin, studio itu akan menjadi wadah kegiatan positif pemuda di DKI Jakarta jika dibangun Pemerintah.

Keyakinan itu diutarakan Angga berdasarkan pengalamannya menyatukan dua kelompok pemuda yang kerap tawuran di Duri Pulo melalui acara musik.

Menurut dia, kasus tawuran atau kriminal lainnya yang dilakukan pemuda di Jakarta karena kurangnya wadah untuk menampung kegiatan pemuda.

"Saya mau Pemprov DKI Jakarta punya studi musik rekaman gratis milik pemerintah. Warga semua seniman musik bisa main musik di situ, jadi wadah di situ. Saya belum berhasil 100 persen tapi saya sudah lihat dari musik dampak yang luar biasa," kata Angga saat ditemui di Kantor Lurah Duri Pulo, Senin (7/10/2019).

Diketahui, Angga merupakan petugas PPSU yang diundang ke Seoul, Korea Selatan sebagai peserta program Seoul Sister City 2019 yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.

Angga berhasil lolos seleksi program tersebut usai memaparkan berbagai pengalamannya menggelar kegiatan sosial yang melibatkan pemuda di Jakarta.

Angga menambahkan, studio itu nantinya bisa menjadi awal bagi para pemuda di Jakarta untuk terjun dalam kegiatan sosial melalui musik.

"Nanti di studio itu tidak hanya rekaman. Kita kasih sosialisasi juga, arahan untuk sosial, pendidikan sehingga jadi wadah di situ. Kalau sampai ini terwujud, saya yakin anak muda Jakarta tahu di mana mereka harus kumpul. Karena mereka tahu di mana mereka harus merekam karya mereka. Pengalaman saya rekam lagu itu Rp 1 juta habis loh. Tapi kalau yang punya pemerintah ini bisa gratis karena pemerintah beda dengan perusahaan rekaman yang cari untung," ujar Angga.

Angga berharap Pemprov DKI Jakarta bisa segera membangun studio rekaman gratis untuk menjadi wadah kegiatan positif anak muda Jakarta.

"Saya sudah coba datang ke Balai Kota untuk sampaikan ide saya ini ke Pak Gubernur. Tapi waktu itu saya gagal bertemu," ujar Angga.
sumber

☆☆☆☆☆☆☆☆
Tawuran remaja.
Berapa banyak kasus tawuran di Jakarta ini? Pelajar vs pelajar? Kampung vs kampung?

Untuk tawuran kampung vs kampung yang sudah jadi event rutin di Jakarta ini bisa dihitung dengan jari. Dan masalahnya biasanya sepele, pakai banget.

Sementara tawuran pelajar vs pelajar, akhir-akhir ini agak berkurang. Dan biasanya tawuran pelajar diprakarsai oleh para alumni yang kadang memaksa juniornya unjuk gigi menyerang kelompok pelajar lain.

Lalu 2 hal ini mau diredam dengan membuat studio musik gratis? Efektif? Kagak!
Bagi wilayah yang remajanya kerap tawuran, bisa jadi efektif, tapi gak serta merta bisa meredam tawuran andai ada masalah diantara mereka. Lagipula gak semua remaja doyan main musik. Apalagi yang gak bisa megang alat musik.

Membuat studio musik pasti butuh alat band, peralatan mixing dari komputer hingga perangkat audionya. Ini termasuk juga membutuhkan ruangan yang kedap suara.

Tahun 2003an TS ikutan ngurusin studio musik milik teman. Minimal paham apa-apa yang dibutuhkan. Perangkat komputer dengan audio in out yang bersih, perangkat mixing, alat rekam cd/dvd, minimal harus ada. Jika narasumber bilang untuk biaya rekam minimal 1juta, tahun 2003 studio musik yang ikut TS bantu cuma ngenain 25 ribu plus dapat 1 cd berisi rekaman.

Ruangan kedap suara dengan lapisan karpet tebal cukup bisa meredam suara agar tidak keluar ruangan. Perangkat drum, keyboard, 3 gitar termasuk bas, perangkat mic, sound system 300 watt plus subwoofer 450 watt cukup buat ngeluarin suara menggelegar di ruangan seluas 4x5 meter.

Terus listrik? Tempat? Kalau alat rusak? Perangkat rusak? Apa Pemprov juga yang nanggung?

Apa-apa serba gratis. Padahal yang kelihatan gratis belum tentu gratis. Dan cuma memuaskan manusia-manusia tolol yang doyan tawuran harus ribet begitu.

Udah, biarin aja tawuran.
Kasih tempat. Yang lewat tinggal karungin.
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bikinin tempat pelatihan pande besi saja, lumayan bisa dapat ilmu bikin clurit yang bagus sbg bekal tawuran.
Dibelikan alat musik gambus saja, menurut ana bakal efektif
Ya baik lah niatnya, apa yang menjadi harapannya semoga terkabul.
Sayang kalo dibikin studio musik, apa lagi gratis. Tau sendiri kan orang Indo gak bisa jaga fasilitas umum.

Mending bikin arena aja, biar bakat petarungnya tersalurkan, dan supaya bisa melakukan tawuran lebih baik lagi nanti.
Kenapa ga ajuin proposalnya ke Younglex aja emoticon-Ngakak
Rekam lagu sejuta, output soundnya kayaknya apa yak.. emoticon-Big Grin

Bud, wan abud.. Ini lho pemilih lau request.. emoticon-Ngakak
1 studio diisi 100orang, tu alat2 bakalan dibawa pulang dijualin lagi, g ingat apa sifat orng kita wkkk
Yg ada seminggu buka alat musiknya rusak semua, anggaran lagi aja
Tunggu selesai rumah dinas gaberner duluemoticon-Smilie


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di