alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Salah Satu Orang Terkaya RI Bicara soal PR Jokowi di Periode II
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9abcdafacb95445075cebd/salah-satu-orang-terkaya-ri-bicara-soal-pr-jokowi-di-periode-ii

Salah Satu Orang Terkaya RI Bicara soal PR Jokowi di Periode II

Salah Satu Orang Terkaya RI Bicara soal PR Jokowi di Periode II

Amman - Salah satu orang terkaya Indonesia, Dato' Sri Tahir bicara soal pekerjaan rumah (PR) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya. PR tersebut di antaranya perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China hingga sektor mana saja yang harus dibenahi pemerintah ke depannya.

Pria dengan kekayaan US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63 triliun (kurs Rp 14.000) mengatakan adanya perang dagang AS-China tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Padahal, adanya perang dagang AS-China membuat sejumlah perusahaan di China merelokasi pabriknya agar terbebas dari tarif AS. Peluang ini justru didapatkan Vietnam.

"Nah, kelihatannya kita punya pejabat ini ndak tahu nggak membaca atau kurang sigap. Padahal round pertama dua tahun yang lalu itu China sudah kehilangan 10 juta manusia punya employment dan itu ternyata yang mendapatkan keuntungan terbesar Vietnam, karena Vietnam yang paling sigap dia membaca, eh ada kesempatan ini," kata Tahir saat berbincang dengan detikcom di Hotel Fairmont, Amman, Yordania, (3/10/2019) lalu.

Tahir menambahkan, padahal upah buruh di Vietnam cenderung sama dengan Indonesia. Dengan upah buruh yang tidak terlalu tinggi tersebut padahal bisa menarik

"Ya kita ini menurut saya kurang sigap ya. Ini satu kesempatan menurut saya golden opportunity gitu loh," tuturnya.

Pendiri Mayapada Group tersebut juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang marak dilakukan Jokowi. Pembangunan yang banyak dilakukan di luar Jawa juga belum banyak berimbas ke pertumbuhan ekonomi nasional karena motor penggerak utamanya berasal dari Jawa.

"Nah, ini dampaknya ke Jawa itu nggak terlalu banyak. Saya mau ingatkan, kita bukan Jawa sentris tapi adalah faktanya 60-70% penduduk ada di Jawa," ujarnya.

Tahir juga menyinggung soal sektor riil. Sektor ini belum banyak diperhatikan oleh pemerintah dalam jangka waktu yang lama.

"Jadi real sector harus digalakan, stimulus adalah untuk bagaimana anda memperluas kapasitas membuat pabrik baru kita kasih stimulus, khususnya kalau misalnya pabrik itu padat karya bisa menghasilkan banyak pekerja atau pabrik orientasi ke ekspor. Ini lah maksud saya stimulusnya terarah," ujarnya.

Masalah perizinan yang masih sulit di daerah juga menjadi PR Jokowi di periode keduanya. Investor yang ingin mendirikan usaha di daerah dihadapkan oleh masalah yang justru mempersulit investasi. Menurutnya juga perlu dibuat kementerian khusus yang menangani investasi.

"Bukan hanya perizinannya, mentalitasnya kita punya pejabat di lokal, lalu belum lagi ketemu-ketemu ya ada putra daerahnya ada kekuatan daerah dan lain-lain ini yang mempersulit investasi kita," katanya.

Selain itu, sektor pariwisata juga harus digarap lebih serius lagi. Langkah Jokowi menggarap 10 Bali baru juga dinilai terlalu banyak, padahal hanya diperlukan beberapa daerah prioritas untuk dikembangkan pariwisatanya.

"Menurut saya cari fokus beberapa daerah, Manado, Bromo, Borobudur, daerah-daerah ini. Misalnya Raja Ampat bagus, Labuan Bajo ini daripada Mandalika itu kita pernah ketemu dirutnya sekarang kita punya izin MotoGP," katanya.

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga tidak bisa lagi hanya sekadar slogan. Pemerintah harus fokus pada SDM. Di samping itu, ia juga menginisiasi peningkatan kualitas SDM melalui Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Ini adalah suatu teladan yang luar biasa maka itu kita di wali amanat Gadjah Mada mendirikan namanya Leadership Entrepreneur School, belum ada ini, baru mau dari UGM. Ini leadership perlu karena ingin memproduce manusia-manusia yang unggul di masa depan 20 tahun ini. Caranya melalui pendidikan, nggak ada cara lain," tuturnya.


Sumur: https://m.detik.com/finance/berita-e...e-ii/2/#search


Terimakasih masukan nya untuk negara ini pak,bisa jd pertimbangan untuk pejabat terkait..
Mungkin agan2 dimari ada yg punya pendapat jg?emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
salvation101 dan servesiwi memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Bagus ya masukannya
profile-picture
profile-picture
uratkumbang dan servesiwi memberi reputasi

Kendala terbesar Indonesia untuk menarik investasi adalah adanya kegaduhan politik dan sosial, yg diakibatkan masa lalu yang belum selesai dan soal agama.

Masa lalu belum selesai di mana pihak Orba dan koruptornya masih berjuang melawan pemerintahan yg berjalan. Dan masalah agama yang membuat masyarakat menjadi tidak ramah, intoleran, mau menang sendiri, dan produktivitas rendah (jam kerja termakan waktu beribadah, hari libur keagamaan, pantangan keagamaan, dll).

Dan siapapun presidennya tidak mudah mengatasi ini terutama yg kedua. emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4nt1.sup3r dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kebanyakan pekerja pengen gaji maksimal dengan usaha minimum emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan uratkumbang memberi reputasi
Quote:


Ya ini kan sudut pandang dari seorang pebisnis.. "Investasikan dulu uangnya ke daerah yang produktif.."

Kalo dari sudut pandang politik kan ga bisa kaya gini.. Biar kate ga produktif dan harus ngutang dengan bunga yang besar dan jangka waktu yang panjang..

Yang penting dukungan politik mengalir..

Mudah2an di periode kedua nanti sudah tidak ada lagi proyek2 pencitraan model begini... Bener2 fokus untuk sesuatu yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi negara.. Bukan sekedar bernilai politis..
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
Diubah oleh filusufkacang
Salah Satu Orang Terkaya RI Bicara soal PR Jokowi di Periode II

Solusi absolute
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan afifa007 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post codot.1
Quote:


Jgn oot om..
Lagian ga ada kata islam di bahas di trit ini..
Salam damai saudaraku..emoticon-Shakehand2
Balasan post qavir
Quote:


yang dilakukan baik oleh para parpol koalisi, maupun oposisi...
profile-picture
uratkumbang memberi reputasi
Ada anekdot ...
Terkisah seseorang yang telah berhasil "memendekkan" waktu lampu merah menyala di traffic light, hanya dengan cara mengganti bel sepeda motornya. Itu bermula ketika ia secara iseng (selama menunggu lampu merah itu) memainkan bel kendaraannya. Dimana pada saat itu ia mendapati bahwa selama menunggu itu ia harus mengebel sebanyak 30 kali berturut-turut. Setelah sampai di rumah ia kemudian mencari akal dan kemudian menuju toko kendaraan terdekat dan kemudian mengganti belnya. Setelah terpasang, ia kemudian berangkat pada traffic light sebelumnya, dan kemudian mencoba belnya itu. Didapati kemudian bahwa selama menunggu lampu merah itu ia hanya perlu mengebel satu kali saja. Ia kemudian merasa bangga karena merasa telah berhasil memendekkan waktu menyala dari lampu merah itu.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii....n ...
emoticon-Big Grin
...
Jangan lupa bahwa agar perekonomian itu bisa dikatakan berjalan mulus (tidak nggronjal) ..., kita tidak cuma bicara mengenai produksi semata.
Produk yang diproduksi itu apa ?
Konsumennya siapa ?
Mereka dapat duit darimana ?
Itu kalau kita bicara dari sisi demand ...

Laju supply digenjot, bahan bakunya diperoleh darimana ?
Ketersediaan bahan baku itu murni dari sumber daya alam (natural) atau hasil budi daya ?
Kalau itu berasal dari sumber daya alam natural, ketersediaannya ada dalam jumlah berapa di alam ?
Kalau itu berasal dari hasil budidaya, apa-apa saja yang harus dikorbankan agar bisa memenuhi kuota produksi itu ? Sampai seberapa jauh atau sampai seberapa banyak pengorbanan yang harus dibayar ?
Itu kalau kita bicara dari sisi supply ...


Iya Dato', kita orang punya pejabat ni kurang sigap membaca kesempatan untuk tarik investasi. Mereka sigapnya mencari celah memperkaya diri sendiri.

Benar juga Dato', pertumbuhan ekonomi Indonesia mau tak mau didorong oleh pertumbuhan ekonomi Jawa. Tapi Dato', kita tidak bisa seperti itu terus menerus, terobosan harus dilakukan agar tidak Jawa-Sentris lagi. Terobosan pembangunan infra diluar Jawa mungkin bisa membantu sedikit, tapi sepertinya perlu ada cara2 lain juga dato'. Semoga cara tersebut bisa diketemukan oleh Pemerintahan kedua Jokowi.
kalo menurut ane sih biar investor pada invest yak awal pelantikan para politisi harus udah konsolidasi lagi, (walopun kayaknya yg rame yang dibawah hehe). Baru deh investor mulai melirik indo lagi.
Balasan post qavir
maksud agan, kita harus meninggalkan agama, sentimen golongan? ya yang harus diberantas orang NU, Muhammadiyah, sama Persis dulu gan. itu yang memperkeruh segregasi di nusantara. belum ketiganya dimanjakan semangat reformasi, sampe semua lini dihijaukan, alhasil kebanyakan doa daripada kerja.
sabar ya bntr lgi november meroket
pertumbuhan ekonomi di prediksikan akan tumbuh 7%
kemiskinan bekurang
pengangguran berkurang




di alam mimpi


emoticon-Traveller
Coba kayak zaman pak SBY yg di jadi kan menteri2 nya ya yang sesuai kemampuan ya misal kayak pak dato Sri tohir ini jadi menteri apa gitu..kan doi udah proven, dan mungkin mempunyai jaringan dan lobi yg luas


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di