alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pengalaman Bekam. Metode Pengobatan Sedot Darah Kotor
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9ab8ecb8408819a3713a2e/pengalaman-bekam-metode-pengobatan-sedot-darah-kotor

Pengalaman Bekam. Metode Pengobatan Sedot Darah Kotor

TS mengenal bekam sejak di bangku SMA. Saat itu melihat ada teman yang dibekam. Awal melihat bikin bergidik. Bagaimana tidak, setelah ditusuk-tusuk pakai jarum, kemudian disedot pakai alat kop angin. Lalu keluarlah darah dari badan. Darah yang dipercaya merupakan darah kotor. Berisi toksin.

Kemudian TS mencari-cari khasiatnya dengan bertanya langsung ke orang yang pernah dibekam dan juga browsing di internet. Ternyata banyak juga manfaatnya. TS pun nekat mencoba. Apa yang dirasa?

Jarum yang ditusuk-tusuk itu hampir gak terasa sakit. Mungkin ada tekniknya kali ya. Dan juga mungkin karena kondisi pori-pori melebar karena sebelumnya dikop dulu. Lalu saat darah disedot keluar juga tidak ada rasa sakit yang berarti.

15 Menit setelah dibekam TS merasa badan lebih enteng. Lebih seger. Pegal-pegal di sekitar leher, pundak, bungkung dan belakang jadi legah bin plong. Cocok dengan khasiat seperti yang TS baca di internet.

TS pun jadi ketagihan. Dan merutinkan diri untuk berbekam setiap 3 bulan sekali. Untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena polusi di kota luar biasa hebatnya. Belum lagi dari kebiasaan  suka makan makanan yang instan.

Nah ini foto saat TS dibekam.

Pengalaman Bekam. Metode Pengobatan Sedot Darah Kotor

TS sudah rutin menjalani pengobatan tradisional bekam sekitar 10 tahun. Alhamdulillah efeknya baik untuk kesehatan. Jarang sakit. 

Dari pengalaman selama ini TS mau membagian beberapa hal yang harus gan-sis perhatikan kalau mau bekam:

1. Jangan tergiur dengan tarif murah dari lapak-lapak pengobatan tradisioanal yang mungkin bisa anda temui di tepi-tepi jalan. Cari tahulah terlebih dahulu lebih jauh. Terapis yang profesional biasanya punya Surat Izin Pengobat Tradisional  (SIPT) dan Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) atau paling tidak terdaftar di Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) dan Ikatan Terapis Bekam Indonesia (ITBI).

2. Sebelum dibekam, pastikan jarum yang digunakan adalah baru. Dan kop yang digunakan sudah steril. Pada bagian ini TS pribadi tidak mau mentoleransi, sehingga membeli jarum dan alat kop angin sendiri. Gak apa-apa lebih mahal demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kenapa TS sampai sebegitunya? Karena TS tahu satu hal bahwa virus itu gampang masuk ke dalam tubuh lewat luka yang terbuka. Gak mau dong terkena virus penyakit macem-macem dari orang lain. Bukannya sehat, eh malah tertular penyakit. Kan ngeri.

3. Setelah memastikan kedua hal tersebut di atas. Selanjutnya gan-sis harus yakin. Gak boleh ragu-ragu. Apalagi takut. Kalau ada sedikit saja rasa ragu-ragu dan takut, mending gak usah! Kalau TS prbadi memandang bekam adalah salah satu bentuk usaha kita selaku manusia. Masalah kesembuhan tetap kita percayakan dan mintakan penuh kepada Yang Maha Menyembuhkan. Dengan begini hati jauh lebih mantap.

=-=-=-=-=-=

Sekian share pengalaman dari mimin. Semoga bermanfaat ya. Adakah yang juga punya pengalaman bekam? Silahkan berbagi yo emoticon-Smilie





Sumber: 100% Pengalaman Pribadi TS
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
bekam mesti pakai jarum ya gan
Quote:


Ada bekam kering gan. Gak pakai jarum. Gak keluar darah. Tapi Kurang manjur. Buat ngeluarin angin doang..
Daripada bekam, mending donor darah:

1. Jelas berapa darah yang dikluarin.
2. Screening penyakit gratis.
3. Lukanya lebih kecil.
4. Darah yang dikluarin bisa disumbangin ke orang laen.
5. Lebih profesional.
Quote:


Bagus juga tu gan.. emoticon-2 Jempol Namun utk darah kotornya yg keluar kurang banyak..
Lihat 1 balasan
Balasan post aduhaisayang
Quote:


Emang berapa ml darah yang dikluarin pas bekam? emoticon-Bingung
Quote:


Nah itu mangsut ane. Dulu bapak ngebekamnya pake bola kasti yang di belel itu. Tau gak gan? Buat masuk angin aja sih emang


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di