alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9ab75ec8393a306b3a8c71/perubahan-2

Perubahan #2

Sore itu cukup tenang. Sakti baru saja menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Ia masih menyibukkan diri di kala weekend. Namun kini, waktunya ia bersantai.
Sperti biasanya, ia membuka laptop dan buku, ditemani dengan secangkir kopi untuk menemani kesendiriannya.

Halaman demi halaman buku itu ia tuntaskan, tuts keyboardlaptop pun kini bergantian mengisi kesunyian malam yang hening kala itu sampai ia tersadar kalau ia lupa mengaktifkan mode dering di handphone nya yang sedari tadi ia set ke mode hening karena sebelumnya ia harus menghadiri rapat.
Sakti terjkejut kala ia mengangkat  handphone nya itu. Banyak sekali notifikasi panggilan tak terjawab, bertuliskan nama Nina, kawan semasa kuliahnya sekaligus kawan Rinda juga.

ada apa nih, ko tumben banget nelpon sampe segini banyaknya?” sakti bertanya-tanya.

Dengan rasa penasaran, Sakti akhirnya mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp.
ada apa nin, ko tumben nelpon sampe banyak gitu? Sorry tadi gak keangkat, soalnya tadi aku ada rapat dan hp ku aku set ke mode hening jadi gak ketahuan kalau ada telpon

Tak ada jawaban dari Nina. “ah ,mungkin hp nya dimainin sama ponakannya” pikir Sakti.

Selang beberapa menit, handphonesakti berdering, tertulis nama Nina dalam penggilan masuknya. Sontak, Sakti langsung saja meraih handphone dan langsung menjawab telpon yang memang sedari tadi membuatnya penasaran.
Disisi lain, Sakti ragu. “ini beneran Nina bukan ya? Apa jangan-jangan cuman kerjaan orang jahil? Tapi kenapa dia nelpon berulang kali. Ah aku angkat saja dulu, siapa tau beneran Nina dan beneran penting” praduganya.. maklum, Sakti memang sering jadi korban kejahilan dari keponakan Nina yang sering kali usil memencet-mencet handphonenya hingga tak sengaja malah menghubungi orang lain dikontaknya melalui sambungan telepon.

“hallo?”
“….” Tak ada jawaban dari sebrang sana, hanya aad isak tangis dan suara sekerumunan orang yang terdengar panik.
“hallo Nin, ada apa? Kamu kenapa? Hallo?” Tanya Sakti penasaran.
“hallo Sak.” Sambil menahan tangis.
“iya halo Nin, kamu kenapa? Coba bilang, siapa tau aku bisa bantu”
“Rinda Sak..”

Sakti kaget, ia bertanya-tanya, ada apa dengan Rinda?

“Rinda kenapa Nin?”
“Rinda kecelakaan Sak, sekarang dia di Rumah sakit. Kamu cepetan kesini!”
“iya iya, kamu tenang dulu ya. Coba cerita dulu, biar aku tau akar ceritanya”
“kamu kesini dulu aja Sak, nanti aku ceritain”
“Oke, aku kesitu sekarang.”

Tanpa berpikir panjang ia langsung menutup laptop dan bukunya, ia raih jaket dan helm yang menggangtung di kamarnya itu lalu  memacu sepeda motornya secepat mungkin menuju Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah sakit, Sakti langsung menemui Nina di lorong UGD, ia dan keluarga Rinda sedang menunggu cemas perihal kabar Rinda yang hingga kini belum sadarkan diri.

gimana ceritanya Rinda bisa kecelakaan Nin?” tanysa Sakti penasaran

Sambil sesegukan Nina berusaha menjelaskan kronologi kecelakaan yang dialami Rinda, sahabat karibnya.

“jadi siang tadi Rinda katanya mau pergi ketemuan sama youtuber lain, mau collabs gitu katanya. Dia dianter sama Joan. Di lampu merah tiba-tiba ada mobil dari arah samping kenceng banget nabrak mobil mereka sampe bagian depannya ringsek. Rinda sama Joan langsung gak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit.”

“terus keadaan Joan gimana?”
“Joan kritis, sekarang lagi di ICU

Astaga.. kenapa ini bisa terjadi sama kamu Rin..” pikir Sakti yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya dokter keluar menemui keluarga Rinda, Nina & Sakti
“jadi bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya orang tua Rinda panic

“kami sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, tapi kelihatannya kita harus melakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri nona Rinda. Ada kerusakan jaringan otot dan keretakan tulang di bagian lutut hingga pergelangan kaki nona Rinda yang disebabkan karena adanya benturan yang cukup keras ketika kecelakaan. Apabila tidak  diamputasi, di khawatirkan kakinya akan membusuk karena jaringan otot di kakinya sudah tidak bisa lagi bekerja sebagaimana mestinya, dan tindakan ini harus dilakukan segera agar Rinda bisa terselamatkan” ucap dokter dengan penuh rasa penyesalan.
Suasana kacau, kami semua lemas mendengar kabar itu, orang tua Rinda jatuh pingsan  karena kaget dan tak kuasa ketika mendengar anak gadisnya kini harus kehilangan 1 kakinya.

Tak ada pilihan lain, operasi untuk mengamputasi kaki Rinda harus tetap berjalan demi keselamatan Rinda sendiri.

Sementara itu Joan, kekasih Rinda sekarang masih koma dan belum sadarkan diri. Meski begitu kondisinya kian membaik dan taka da kecacatan di tubuhnya.

Operasi berjalan lancar, kini kami semua hanya tinggal menunggu Rinda tersadar dari tidurnya. Entah kata-kata apa yang akan kami ucapkan ketika Rinda sadar nanti, entah apa yang akan dilakukan Sakti ketika menyaksikan Rinda tersadar nanti, yang bisa ia lakukan kini hanya berdoa supaya Rinda dan keluarga bisa diberikan ketabahan hati yang maha dahsyat untuk menerima segala cobaan yang menimpa mereka.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di