alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9ab481349d0f7f971ce4b0/buzzer-di-indonesia-dibayar-hingga-rp-50-juta-untuk-sesatkan-publik

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Belakangan sedang ramai dibicarakan tentang buzzer media sosial. Kamu pasti sudah awam dengan istilah ini, kan?

Buzzer sederhananya adalah akun yang dipegang oleh seseorang atau beberapa orang yang tugasnya mencuit konten-konten terkait produk atau brand tertentu. Biasanya sih memang buzzer ini dipekerjakan untuk promosi dan menyebarkan awareness terhadap sebuah produk atau brand.

Tapi belakangan, istilah buzzer seolah sudah jadi sesuatu yang negatif. Soalnya para buzzer ini dikerahkan untuk menggiring opini publik terhadap isu-isu politik yang sedang berkembang.

Eh tapi ini bukan cuma sekedar asumsi lho, GanSis. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Samantha Bradshaw dan Philip N Howard dari Universitas Oxford yang berjduul 'The Global Disinformation Order, 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation' disebutkan bahwa buzzer dimanfaatkan oleh partai politik untuk menyebarkan propaganda mereka. Nggak cuma partai politik saja sebenarnya, tapi kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan pribadi hingga kubu-kubu yang bekerja untuk pemerintah. Demikian seperti dikutip dari VIVA News

Dalam laporan penelitian yang sama disebutkan juga bahwa yang memanfaatkan tenaga buzzer adalah para politikus hingga partai politik yang melibatkan swasta.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Ternyata penelitian tersebut mengungkapkan fakta tentang buzzer politik di Indonesia, GanSis. Di negeri kita tercinta ini, buzzer bekerja untuk mengolah dan menguras emosi masyarakat dengan propaganda yang dari oknum yang membayar mereka. Bayarannya fantastis lho! Bisa dari kisaran Rp 1 juta sampai Rp 50 juta.

Strategi yang digunakan untuk menyebarkan propaganda tersebut bisa bermacam-macam. Bisa menggunakan akun-akun bot sampai akun-akun palsu yang dijalankan oleh sekelompok orang.

Riset yang dilakukan oleh Bradshaw dan Howard ini dilakukan untuk meneliti kerja dan organisasi buzzer di 70 negara di seluruh dunia. Salah satunya adalah Indonesia. Lalu kemudian dari situ dibandingkan satu sama lain untuk mengetahui mana saja propaganda buzzer yang kuat dan lemah di 70 negara yang diteliti.

Platform yang dipakai

Riset mengungkapkan di Indonesia, buzzer bekerja menyebarkan pesanan mereka melalui berbagai platform media sosial. Buzzer di Indonesia menggunakan Twitter, Facebook, Instagram sampai WhatsApp.

Untuk di Indonesia, kelompok buzzer belum menggunakan YouTube sebagai media penyebaran propaganda dan manipulasi informasi.

Buzzer yang sudah memanfaatkan YouTube untuk propaganda menurut riset ini adalah Azerbaijan, Brasil, Kolumbia, Ekuador, Malaysia, Rusia, Korea Selatan, Sri Lanka, Suriah, Uni Emirat Arab, Venezuela dan Vietnam.

Buzzer dipakai partai politik

Dalam riset tersebut, untuk di Indonesia pengorganisasian buzzer atau pasukan siber jelas terlihat dilakukan oleh politikus, partai politik sampai kontraktor swasta. Untuk kolom badan pemerintahakan, riset ini tidak menemukan bukti adanya pengorganisasian buzzer langsung dari pemerintah.

Sementara di negara lain, ada beberapa pengorganisasian buzzer untuk propaganda melibatkan juga organisasi masyarakat sipil dan warganet dan influencer.

Riset ini menemukan pada 25 dari 70 negara yang diteliti dalam riset, aktor negara atau pemerintahan bekerja sama dengan sektor swasta atau perusahaan strategi komunikasi. Riset menemukan pada 30 dari 70 negara yang diteliti, ada bukti koordinasi formal antara pemerintahan dan warganet serta organisasi masyarakat sipil untuk penyebaran propaganda dan manipulasi informasi.

Praktik koordinasi kerja buzzer yang melibatkan kolaborasi pemerintahan, warganet dan organisasi masyarakat sipil terjadi di Azerbaijan, Israel, Rusia, Tajikistan, Uzbekistan. Indonesia tak termasuk di dalamnya, sebab buzzer di Tanah Air, menurut riset ini, cuma bisa terlacak pada partai politik dan sektor swasta.

"Mahasiswa atau kelompok muda pada negara ini direkrut badan pemerintah untuk menggunakan propaganda komputasi," demikian tertulis di laporan halaman 9. 

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Strategi dan teknik

Dalam laporan halaman 11, riset tersebut membahas strategi, tools dan teknik penyebaran propaganda informasi melalui internet.

Riset menemukan, 87 persen dari 70 negara yang diteliti menggunakan akun manusia atau akun asli untuk penyebaran propaganda. 80 persen yang menggunakan akun bot, 11 persen yang menggunakan akun cyborg dan 7 persen yang menyebarkan propaganda mereka dengan meretas atau mencuri akun pengguna internet.

Nah untuk Indonesia, riset ini menemukan strategi teknik buzzer hanya menggunakan akun bot dan akun manusia saja. Riset tidak menemukan bukti buzzer di Indonesia bekerja dengan menggunakan akun cyborg atau peretasan.

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Pesan yang disampaikan

Riset ini membahas bagaimana bagaimana pesan diorganisasikan para buzzer. Kedua peneliti ini mengelompokkan tipologi pengiriman pesan propaganda dilakukan dengan cara pertama mendukung pemerintahan dan partai politik penguasa, menyerang oposisi atau menggelorakan kampanye hitam, mengalihkan perbincangan atau kritik dari masalah penting, menciptakan polarisasi dan menyerang pribadi kubu lawan.

Riset menemukan 71 persen pesan buzzer untuk mendukung pemerintahan dan parpol penguasa, 89 persen pesan buzzer untuk menyerang kelompok oposisi dan 34 persen pesan buzzer berusaha untuk menciptakan polarisasi dan memecah publik.

Nah bagaimana untuk Indonesia, riset ini menemukan bukti buzzer di Indonesia menyebarkan pesan propaganda untuk mendukung pemerintahan, menyerang oposisi dan menciptakan polarisasi.

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Strategi komunikasi

Riset ini mengategorikan berbagai strategi komunikasi dalam empat bagian yaitu menciptakan disinformasi atau memanipulasi media, pelaporan konten atau akun secara massal, strategi berbasis data, trolling, doxing atau pelecehan dan memperkuat konten dan media daring.

Riset menemukan, 75 persen buzzer di negara yang diteliti menggunakan strategi disinformasi dan manipulasi media untuk menyesatkan pengguna, 68 persen buzzer di 70 negara menggunakan trolling yang disponsori negara untuk menargetkan politikus di luar gerbong, oposisi atau wartawan.

Nah bagaimana untuk di Indonesia? Riset menemukan di Tanah Air, buzzer bekerja menggunakan siasat penyebaran disinformasi dan manipulasi media untuk menyesatkan pengguna dan mengamplifikasi konten?.

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik


Buzzer Indonesia kelas rendah

Buzzer di Indonesia dalam riset ini dimasukkan dalam kelompok buzzer yang rendah kapasitasnya dilihat dari pelibatan perilaku, tool, sumber daya untuk menyebarkan propaganda.

Untuk level kapasitas rendah, buzzer melibatkan tim kecil yang aktif saat masa Pemilu atau referendum saja dan akan berhenti beraksi sampai nanti masa Pemilu berikutnya.

Kapasitas buzzer yang rendah ini,menurut riset ini, cenderung beraksi dengan sedikit strategi yakni menggunakan bot untuk mengamplifikasi disinformasi.

"Tim kapasitas rendah ini termasuk Austria, Kolombia, Republik Ceko, Eritrea, Jerman, Honduras, Hungaria, Indonesia, Italia, Kenya, Makedonia, Moldova, Nigeria, Korea Utara, Polandia, Rwanda, Serbia, Afrika Selatan, Spanyol dan Zimbabwe," demikian laporan riset ini.

Dalam riset ini, buzzer di Indonesia dibayar sekitar Rp1 juta sampai Rp50 juta untuk berbagai proyek. Dan statusnya adalah temporer, sesuai musim Pemilu saja.

Jika kamu penasaran dengan hasil riset ini, bisa cek di tautan berikut ini ya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Bujer nganggo sumber abal abal, klonengane akeh jogo kaskus 24 jam sedino emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
slider88 dan 2 lainnya memberi reputasi
cieeee lg menggiring opini. padahal lu juga buzzer dari oposisi
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan serapionleo memberi reputasi
kalau yg 50juta mungkin yang macam ade armando
kalau yang bajer di kaskus yaaa 3-4jt lah
plus kuota internet,plus tinggal di apartemen plus ke singapore tiap bulan biar kayak traveller-traveller dan tak lupa nasi kotak/bungkus nya emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
curapica dan serapionleo memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post khafidz99
Quote:



Waduhhhh Panjang amat ......smangat ruar biasa

profile-picture
serapionleo memberi reputasi
Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik

Buzzer di Indonesia Dibayar hingga Rp 50 Juta untuk Sesatkan Publik

masalah kecil, kalau kurang ane bantu.
profile-picture
profile-picture
qavir dan serapionleo memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Membaca point ini:

Dalam riset tersebut, untuk di Indonesia pengorganisasian buzzer atau pasukan siber jelas terlihat dilakukan oleh politikus, partai politik sampai kontraktor swasta. Untuk kolom badan pemerintahakan, riset ini tidak menemukan bukti adanya pengorganisasian buzzer langsung dari pemerintah....


Intinya buzzer kampret kualitasnya rendah... emoticon-Big Grin



Quote:

Bangke emoticon-Ngakak

Udah kek longcat aja emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan serapionleo memberi reputasi
Diubah oleh tanah.liat
persaingan bisnis perlendiran makin ketat nih.
buzzer trah khilafuck dan qodrun mulai aktif menyerang buzzer pemerintah.

saran gue sih sesama pemakan bangkai harom nggak usah sampai segitunya sikut-sikutan lah. namanya bisnis panas harom ada naik turunnya.emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post khafidz99
Quote:


Itu baru tgb doang yah emoticon-Matabelo

Gmn kalo buzzer ahox atau wiwik yah?? emoticon-Leh Uga
Dalam riset ini, buzzer di Indonesia dibayar sekitar Rp1 juta sampai Rp50 juta untuk berbagai proyek. Dan statusnya adalah temporer, sesuai musim Pemilu saja.

pemilu udah selesai, jkw nunggu dilantik
klo menurut tulisan tsb buzzer temporer, berarti skrg sudah tdk ada lagi buzzer dong emoticon-Big Grin

klo sekarang kampret teriak2 buzzer, buzzer apa lagi yang dimaksud ??? emoticon-Big Grin


profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ternyata bayarannya bisa sampai 50 juta ya, tapi ternyata tak ada akun cyborg dan peretasan di Indonesia, jadi kebanyakan manusia dan bot ya? hmmmm emoticon-Matabelo
profile-picture
serapionleo memberi reputasi
Sebenarnya buzzer bisa dimanfaatkan kok gan untuk kegiatan positif, intinya kan tergantung mereka yang mempunyai kuasa modal.
Para buzzer juga harus pintar sih membatasi antara propaganda dengan penyebaran hoaks dan fitnah.
emoticon-I Love Indonesia
ya Lord...
kenawhy sih.??
negara entu dah cukup panas lo dengan adanya suhu panas di Khatulistiwa... kenawhy dipanas-panasin lagi sih ni manusia -manusia Indonesia???
masih kurang panas kah??
halloo...
come on . sudahlah menjadikan tambah panas yang bikin rambut makin merah... hoorr
Dalam riset ini, buzzer di Indonesia dibayar sekitar Rp1 juta sampai Rp50 juta untuk berbagai proyek. Dan statusnya adalah temporer, sesuai musim Pemilu saja.

Usai pemilu buzzernya kembali ke profesi semula: jualan celana jin kw
Balasan post filusuf.mokondo
Quote:


wogh emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
Kelthuzad.lich dan serapionleo memberi reputasi
50jt itu yg sekelas abu janda, deni sireggar ni luh jelantik, kalau nastak dimari dibayar 500 perak per post koment emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Itu baru yg temanya TGB
Skrg temanya buzzer digawangi oleh venom. Ane males bikin longcat buat dia wkww

Quote:


ente cari aja gan emoticon-Smilie

Quote:


kok tau? ente dibayar segitu ya? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan tanah.liat memberi reputasi
Balasan post jualpcyagan
Banyak plusnya ya kaya panti pijat
gua kirain akun brazzer bor. emoticon-Cool
Buzzer adian kmrn aktif berapa hari di BP emoticon-Big Grin
ngarep dipilih jd menteri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusdwikarna dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di