alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d97f9ee4601cf11262ceeb5/bagaimana-saat-anak-mendapat-tuduhan-sebagai-pelaku-bullying

Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?

Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?


Kasus bully yang sempat marak beberapa waktu terakhir menjadi perhatian khusus para orangtua.
Kekhawatiran kita apabila anak menjadi korban bully.

Sebagai orangtua pastinya kita telah menyiapkan berbagai solusi agar anak tidak menjadi korban bullyng. Namun bagaimana saat kasusnya adalah anak kita yang penjadi pelaku bullying?

Kaget, marah, malu, dan tidak percaya pasti menjadi perasaan pertama yang orangtua rasakan saat tudingan pelaku ditujukan pada buah hati kita.

Orangtua manapun pasti berharap anaknya menjadi anak baik, mosi tidak percaya akan jadi perasaan utama kita sebagai orangtua.
"Tidak mungkin anak saya senakal itu, karena saya tidak pernah mengajarkan begitu." Kalimat ini mungkin akan jadi pembelaan kita.

Tidak ada yang salah dengan kepercayaan kita sebagai orangtua, karena kewajiban kita untuk mendukung dan mempercayai anak, tapi kita juga harus menyadari keterbatasan kita sebagai orangtua.


Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?


Saat anak keluar dari rumah, keluar dari pengawasan kita maka semua yang ada di lingkungan sekitarnya bisa jadi kontaminasi yang sangat kuat buatnya. Pergaulan dengan lingkungan sekitar dan teman-teman di sekolahnya ada di luar pengetahuan kita sebagai orangtua.

Jadi Saat ada laporan tentang bullying yang ditujukan pada anak ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan.


1. Sabar

Emosi tidak akan menyelesaikan masalah, hendaknya kita menahan diri dan bersabar.
Jangan langsung emosi dan tidak percaya dengan tudingan jelek tentang anak kita, sadari bahwa kita tidak bisa mengawasinya selama 24 jam, entah apa yang terjadi di luar pengawasan kita. Namun sebagai orangtua kita juga tidak serta merta percaya laporan orang dan langsung ikut menuduh dan menghakimi si anak, harus ada pernyataan dari pihak anak juga.
Carilah bukti dan kebenaran yang sesungguhnya dari tudingan pada anak kita


2. Tanyakan Baik-Baik pada Anak

Kewajiban kita sebagai orangtua adalah percaya dan mendukung anak selama dia benar. Tanyakan dengan halus, tanpa menuduh. Ajak anak mengobrol bicara baik-baik lalu, selipkan pertanyaan di sela obrolan apakah dia ada masalah dengan teman di luar/ di sekolah?
Kita juga harus siap dengan jawaban anak.

Bila anak membenarkan
Bila anak mengakui melakukan bully pada temannya, tanyakan alasannya. Jelaskan bahwa perbuatannya tidak baik dan tidak boleh diulangi. Jelaskan dalam bahasa yang mudah dipahami anak.
Tak kalah penting ajak anak untuk minta maaf pada temannya, bila perlu datang kerumah korban bully tapi orangtua harus mendampingi dan pastikan tidak akan ada balasan kekerasan fisik maupun verbal saat meminta maaf.

Bila anak membantah
Saat anak membantah telah melakukan kenakalan ini akan jadi tugas yang berat untuk orangtua, antara percaya atau tidak. Jangan mendesak anak atau memaksa untuk mengakui karena bisa jadi dia jujur namun jangan telan mentah-mentah juga karena bisa jadi dia berbohong.


Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?


3. Selidiki/ Cari Tahu dari Pihak ketiga

Pihak ketiga ini bisa dari sekolah juga dari keterangan teman-teman yang lain.

Orangtua anak lain
Minta bantuan orangtua anak lain/teman anak kita, untuk bertanya pada anak-anaknya/anak-anak lain tentang anak kita. Apakah benar anak kita nakal di sekolah/ di tempat bermain?
Bertanya langsung pada anak-anak lain tidak terlalu dianjurkan karena kebanyakan anak-anak akan sungkan/takut berkata jujur bila anak kita memang nakal.

Pihak sekolah
Kenakalan yang dilakukan di sekolah sebaiknya dilaporkan pada pihak sekolah. Bertanya pada guru/ wali kelas di sekolah tentang sikap anak di sekolah, meminta bantuan pihak sekolah untuk menyelidiki kebenaran tudingan pada anak kita.
Mintalah dukungan bila tidak ada indikasi kenakalan dilakukan anak kita dan minta pengawasan lebih bila ada indikasi anak kita menjadi pelaku bully/kenakalan.


4. Selalu Siap Mendampingi Anak

Kewajiban orangtua adalah selalu mendampingi dan mendukung anak.

Bila anak memang pelaku bully
Dampingi anak untuk meminta maaf. Perdekat hubungan dan komunikasi dengan anak. Jangan pernah menghakimi anak karena bisa jadi kita yang alpa dalam mendidik atau ada kontaminasi dari luar.
Perhatian, pengawasan dan kasih sayang dari orangtua akan membantu anak mengatasi masalah emosional dan pergaulannya.

Bila anak bukan pelaku
Dampingi anak, jelaskan pada orangtua/ korban bully/ penuduh bahwa anak kita bukan pelaku, bila perlu minta pendampingan dari pihak sekolah, berikan saksi dan bukti.
Jangan biarkan anak dengan trademark pembully karena bisa mengganggu psikologis anak

Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?

Apapun kebenarannya, apakah anak kita pelaku ataupun bukan atau bahkan korban dari bullyng. Sebagai orangtua adalah kewajiban kita untuk selalu mendukung dan mendampingi mereka.
Arahkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi berani tanpa melakukan bully dan berani untuk melawan pembully.

Jadikan masa kecil mereka indah dengan kenangan akan pertemanan dan persahabatan bukan dengan pertengkaran dan penindasan.


Bagaimana Saat Anak Mendapat Tuduhan Sebagai Pelaku Bullying?


Terimakasih kunjungannya
emoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss


Sumber : Opini pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DianAhmadKaskus dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Indriaandrian
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
stop bullying pada anak
another link
Nmr 4 paling penting,, nmr 3 2 1 akan mengikuti pelan2..
ketika sang Anak nyaman, dia bakal cerita sendiri.
ketika ditanya langsung, kemungkinan dia bakal merasa "diinterogasi"..

profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Quote:


Betul, pertanyaan langsung bisa jadi membuat anak panik dan menutup diri. Harus dibuat nyaman dulu ya gan emoticon-Jempol
Bagus banget mb, orang tua harus bijaksana
Trit bermanfaat. Makasih ya Bun😊
Miris juga ni
Quote:


Harus sangat hati-hati menyangkut pertikaian anak2 sis 😊

Quote:


Sama-sama, smga agak memberikan gambaran buat orgtua dg masalah serupa

Quote:


Bila tidak benar akhirnya tertuduh pembully justru yg jadi korban bully
Benar apa kata TS, jangan serta merta menuduh anak atau membela mati2an. Kita harus memandang dari banyak mata dan sudut. Kalau masih tak menemukan jalan terang, konsulkan aja ke psikolog di Halodoc gan. Semoga membantu
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Stop Bully
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Wah, sedih ya jika menjadi korban bullying. Terkadang sulit untuk melupakan pengalaman itu.
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Nice thread, Sist. Untuk saat ini, saya masih tetap dampingi anak. Anak saya masih balita.
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
biasanya kl masih sd gitu blm pada tau sih efeknya ke temen yg di bully kyk gimana, biasanya cm jd lucu2an doang mereka mikirnya. emg orgtua yg hrs berperan ekstra ngasih tau si anak kenapa gaboleh kyk gt
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Quote:


Ah ya, harusnya sy masukin juga ya. Perlu juga penanganan psikolog untuk para korban maupun pelaku, apalagi saat udah masuk kondisi traumatik.👍👍

Quote:


Betul ... tekankan saling menghargai sedari kecil.

Quote:


Butuh waktu untuk berdiri tegak lagi, termasuk meruntuhkan kepercayaan diri juga kepercayaan pd lingkungan.

Quote:


Tepat banget sis, usia balita termasuk usia emas utk membangun sikap mereka kedepan.

Quote:


Untuk anak usia muda kebanyakan ikut2an aja. Apalagi pengaruh lingkungan dan medsos
Lihat 1 balasan
Balasan post Indriaandrian
bener gan, medsos menurut ane berpengaruh banget sih buat ngebully. makin mencontoh juga dr socmed
profile-picture
Indriaandrian memberi reputasi
Nice thread Sistaaa😉
Media sosial jdi akses yg mudah bgt sih buat para pelaku bullying.. jdi ya tanamkan saja untuk berbijak"lah dlm bermedsos👍👌.. krna media sosial bagai tombak bermata dua
diperlukan pendekatan yang kondusif,
#StopBullying
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di