alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d96700809b5ca583d1fbd7d/anakku-tidak-idiot

ANAKKU TIDAK IDIOT

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 5
Ane ada temen dekat cewe, dia ngurus anaknya seorang diri sambil kerja gan dan keluarganya udah engga ada .. sodara2nya engga mau bantu, jangankan bantu .. berkunjung atau menanyakan kabar anak temenku itu aja engga pernah ..


Jadi ane tau persis kondisi cerita diatas, even that's only a story .. i know exactly how it feels because i'm helping that friend to take care her daughter emoticon-Cool
Laki bangke lah emoticon-Blue Guy Bata (L)
Gue ada temen sih, pas pacaran di sayang2, pas udah nikah hamil dan melahirkan malah laki nya gak perna nongol.
Kasian sih curhat di sosmed . emoticon-Turut Berduka
Padahal anak pertama

Eamng ya kalo dah menikah hamil pasti saling keluar sifat asli nya.
Sedih bgt
Tapi kalau menurutku anak yg "spesial" jgn disekolahkan di sekolah biasa, krn tentu guru pengajarnya kurang kompeten utk mendidik anak "spesial"
kasian bgt temennya...
kalo memang masih membutuhkan dana, mungkin bisa buka penggalangan dana di kitabisa.
gw siap membantu meringankan
Titip salam mewakili segenap kaskuser buat temennya teh pipi dan anaknya yang spesial ya emoticon-Smilie Kita yakin potensi yg dipunya anak itu pasti lebih besar dari anak-anak lain kok, pasti emoticon-Smilie
emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Hush...
Ntar kamu yang ngerasain baru terkuras air matamu.
buat anak2 yang sering bandel,gak nurut kata orang tua,suka bohong dan males2an jika di suruh,tolong baca ini.
inspiratif yaaa ceritanyaaaa nice story ini gannnnn... ntappp... mantul nih infonyaaaa... update dan terbaru... bisa jd bahan bacaan dan refleksi diiriii... jugaaa isinyaaa menarik dan berbobottttttt... mantul dehhhh... lanjutkan share info2 menarik lainnyaaa gannnn... ditunggu jugaaaa... biar makin banyak bacaan2 okok di kasku yeeeee kannnnn... ntappsss dehhhhhh....ditungguuu....
mbak memang orang yg paling sabar...

KELAMBU PENGANTIN BARU

ANAKKU TIDAK IDIOT



Di bawah juntaian kelambu ini kupandangi wajah lelapnya,tampan sekali. Masih sama seperti pertama kali bertemu. Mas Hilal lelaki yang hari ini telah resmi jadi suamiku,setelah lima tahun berpacaran.

"Mas, kamu capek banget ya?" tanyaku seraya memeluk tubuhnya.

Mas Hilal tak bergeming. Oh, lelakiku lelah sekali rupanya. Wajahnya begitu tenang, dengan semburat kecil dibibir. Untuk sekali lagi aku terkesima melihatnya. Tuhan begitu indah melukis wajah ciptaanNya satu ini.

Alis tebal seperti digaris, hidung mbangir, bibir tipis, dengan rahang tegas mengihiasi wajahnya. Tuhan tolong katakan bagaimana caranya untuk aku tak jatuh cinta?

Setelah puas memandangi wajah mas Hilal aku pun mulai memejamkan mata. Bayang bayang awal pertemuan kami kembali menyeruak. Sosokmu begitu indah mas, serupa tanpa cela. Tutur halus, sikap lembut, selalu membuai.

Lima tahun mengenal rasanya tak ada yang kurang darimu, semua terasa begitu sempurna. Kau periang, mudah bergaul dengan siapapun. Membuat sedikit demi sedikit sikap introferentku hilang. Darimu aku belajar bahwa hidup ini tak hanya tentang kita tapi juga orang lain.

Kau tau mas? Dua bulan yang lalu saat kau katakan akan melamar? Aku seolah menjadi manusia paling bahagia dimuka bumi ini.

Bagaimana tidak? Seorang Fitri gadis cupu, akan dipinang oleh Hilal lelaki dengan sejuta pesona. Akan kupastikan ada banyak gadis yang menangis iri sebab kau memilihku menjadi akhir dari hidupmu.

Sejak hari itu aku menjadi sangat sibuk mengurus semua keperluan untuk pernikahan kita. Sampai terkadang lupa mengabarimu.

Ya, aku begitu asik memikirkan duniaku. Aku mempersiapkan segalanya. Sebab ingin menjadi yang terbaik dihari pernikahan kita.

Dan benar saja, hari ini tak terhitung berapa banyak mata yang memuja , aku tidak lagi lusuh. Kini bahkan aku terlihat sangat pantas bersanding denganmu. Kau tau mas? Aku sangat bahagia.


≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠

Pagi menjelang, bau busuk kini mulai menusuk seluruh indra penciumanku. Untuk seketika aku melihat kearah mas Hilal. "Ohh,, pangeranku sudah begitu pucat rupanya." Kikikku menggema diseluruh kamar.

"Ini semua salahmu mas! Salahmu!." Tudingku.

Kemarin sesaat setelah acara resepsi selesai, seorang wanita datang menghampiri kami. Tapi bukan untuk memberi ucapan selamat,melainkan untuk meminta pertanggung jawaban .

"Aku hamil" ucapnya sambil memilin ujung jilbab.

Dugh,,,

Aku tercengang. Kulihat mas Hilal,seketika wajahnya berubah pucat pasi.

"Maaf, maksud anda apa ya mbk? " tanyaku masih mencoba tenang.

Wanita itu terisak, sambil sesekali bibir nya meracau "Anakmu mas". Katanya terdengar begitu lirih.

Bagai disambar petir mendengarnya, membuat runtuh duniaku. "Tidak! Bicara apa kamu mbk? Kamu iri padaku hah? Kamu iri aku bisa bersanding dengan mas Hilal hah?ayo katakan!". Cecarku sambil melayangkan tamparan demi tamparan kewajahnya.

"Aku tidak bohong! Janin ini anak mas Hilal! ". Pekiknya marah.

"Ingat kamu mas? Heh, dua bulan lalu saat kamu merayuku? Ingat! Bukankah kamu berjanji akan bertanggung jawab? Kenapa sekarang malah menikah dengan wanita lain!". Cecarnya lagi,kali ini sambil menuding kerah mas Hilal.

Kulihat mas Hilal hanya mematung. Aku benci dia yang seperti ini! Apakah benar wanita itu mengandung anaknya?

"Jawab mas! Jawab !." desaknya lagi.

Aku tidak lagi mampu berdiri, luru bersama lantai dingin hotel berbintang ini.

"Ayo mas jawab, katakan kalau itu bukan anakmu! " ucapku dengan tenaga yang tersisa.

"Ak.. A... Amm.. Fitri, maafkan mas. Tapi Rahayu benar, janin itu anaknya mas" ucapnya lirih nyaris tak terdengar.

"Dengar tu mbk! Janin ini anak mas Hilal! Dan aku mau dia bertanggung jawab! " tagas wanita bernama Rahayu itu, yang kini merasa diatas angin sebab pengakuan mas Hilal.

Aku tidak lagi ingin berkata apapun. Duniaku runtuh. Pernikahan impian yang aku idam idamkan hancur seketika. Baru saja mas Hilal mengucapkan qobiltu atasku, lalu kini harus mengucapkannya lagi atas nama wanita lain?. Tidak! Aku tidak sanggup.

"Fit, mas mohon keikhlasan hatimu. Izinkan mas menikahi Rahayu. Anak ini butuh ayah Fit! Mas mohon. " pinta mas Hilal, yang kini begitu samar ku dengar. Kepalaku pening. Dunia rasanya berputar dan kini menjadi gelap.

≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠≠

Sayup sayup kudengar suara bariton mas Hilal menyebut namaku.

"Fit, bangun sayang. Maafkan mas"ucapnya.

Cih! Mendengarnya saja sudah membuatku jijik. Maaf katamu? Bodoh! Tak akan ada maaf untuk manusia durjana sepertimu. Kau bukan hanya menggores hatiku. Tapi menyincangnya hingga hancur lebur mas!.

"Emmmm.. " erangku sambil memulihkan kesadaran.

"syukurlah sayang sudah bangun" ucapnya sambil mengusap tanganku.

" Jangan sentuh aku! ".Kutepis segera tangan manusia kotor itu. Jijik!

"Maafkan mas Fit! " semakin memelas

Ku palingkan wajah, tak ingin menjawab apapun. Memaafkannya berarti sama saja siap membaginya dengan wanita lain. Tidak! Aku tak rela.

"Fit, tolong jawab mas" ulangnya lagi.

"Ku maafkan asal tinggalkan wanita murahan itu! "ucapku acuh.

"Fit, apa kamu gak punya hati? Rahayu mengandung anakku. Dia butuh suami. Dan anak itu butuh ayah" katanya penuh penekanan. Seolah akulah yang salah.

Kutatap netranya, rasanya aku tidak sedang salah bicara dengan orang. Tapi rasanya sungguh aku tak mengenal Hilal yang ada di hadapanku.

"Kamu yakin bicara seperti itu padaku? " tekanku sekali lagi.

"Apa kamu bilang? Aku tak punya hati? Lalu apa kamu fikir yang kamu lakukan dengan wanita jalang itu menggunakan hati mas? Hah? Keterlaluan kamu mas! Bahkan belum sehari kita menikah kau sudah mengotorinya dengan perbuatan nista itu." Tudingku dengan deraian air mata .

"Tapi baiklah jika itu pilihanmu, kamu ingin menikahi wanita itu bukan?" tanyaku muak.

Mas Hilal tak lagi menjawab, ia hanya mengguk sebagai jawaban. Aku pun tak mau lemah, segera kuberlalu dari hadapnnya menuju nakas. "jika itu pilihanmu, maka yang kali ini akan jadi pilihanku mas! ". Batinku.

'slorok' suara laci terbuka. Ku ambil sesuatu yang kucari. Lalu membawanya perlahan kearah mas Hilal. Kali ini seringaiku mengembang sempurna.

"Kamu hanya akan jadi milikku mas! Hanya aku! " ucapku sambil menusukkan belati kepunggungnya.

"A.. Aa.. Aaaa" suaranya terdengar gagap ditelingaku.

"Hahahahahah" Kikikku kencang.

"Selamat tidur suamiku sayang,! " kataku lagi sambil menusukkan lagi belati tadi di beberapa bagian tubuhnya.

Mas Hilal limbung, suaranya tak lagi terdengar. Dengan sekuat tenaga ku betulkan posisi tidurnya. "Ahh, suamiku sayang kini kau hanya jadi milikku. Hanya ada aku dan kamu. Tidak akan ada Rahayu ataupun janin itu".bisikku ditelinganya.

Lelah, kini aku ikut berbaring disamping mas Hilal. Ku peluk erat tubuhnya. Meski sudah mati ternyata dia masih tetap tampan.

Tok,,, tok,,,tok

Suara ketukan di pintu menyadarkanku dari lamunan. Kembali ku pandangi wajah tampan suamiku sayang.

"Dan pagi ini kau terasa begitu busuk mas, aku tak ingin lagi bersamamu. Mungkin terbang dari lantai tiga belas ini akan membuatmu terlihat mengagumkan sayang. Baiklah aku akan bantu mewujudkan nya." Kataku sambil menyeret tubuh gempal mas Hilal.

Kini tepat didepan jendela, aku masih dengan gaun pernikahan. Dan mas Hilal masih tampan dengan stelan tuksedonya. "mari kita terbang cintaa. Biar hanya ada aku dan kamu dikeabadian" pekikku sambil membawa mas Hilal terbang dari lantai tiga belas.


'Brugggh'.

Tulangku remuk, sakit sekali rupanya menyentuh bumi. Tapi tak apa, setidaknya aku akan abadi bersama Hilalku.



T . A . M . A . T
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marsetee dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
emoticon-Hammer2
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Wadawww...
Tragis bener..
emoticon-Mewek
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Quote:


😁😁😁pembalasan yang manis
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Manis tapi menyakitkan.

emoticon-Mewek
waduh!
Quote:


emoticon-Ngakak


Biar impas, sama sama sakit
profile-picture
indahmami memberi reputasi
wow mantap! plot twist berkali2
profile-picture
masnukho memberi reputasi
Quote:


😁😁😁malam pertama sis
profile-picture
syafira87 memberi reputasi
Halaman 3 dari 5


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di