alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Masih Menunggu Di STASIUN KERETA API BANDUNG
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d928eee65b24d5d12547c80/masih-menunggu-di-stasiun-kereta-api-bandung

Masih Menunggu Di STASIUN KERETA API BANDUNG

Masih Menunggu Di STASIUN KERETA API BANDUNG


Quote:


PROLOG
Usiaku sudah memasuki kepala tiga,
belum bungkuk,
tapi kerutan di wajahku sudah ada, 
belum lapuk,
hanya hatiku yang hampir berhenti berdetak terlalu larut menangisi lara,
hati ini sudah terluka sejak lama,
sejak kau tinggalkan aku di perhentian kereta.
………


Aku sudah mengenal A Arif sejak kelas 3 SMA, Meskipun sudah sering mendengar cerita tentangnya dari Teh Tia. Tapi aku baru bertemu muka dengannya dua kali saja. Setelah itu aku hanya mendengar kabarnya dari cerita - cerita Teh Tia saja. 

2 Tahun setelah pertemuanku dengan A Arif, aku dipertemukan kembali dengannya di kampusku. Aku kuliah di jurusan Manajemen Informatika, semester 3. Saat itu ia menjadi dosen pengganti mengajar Bahasa Inggris di kelasku, Itu pun ngajarnya cuma seminggu sekali. 

Pertama kali dia masuk ke kelasku, aku melihatnya, agak syok juga mengetahui A Arif  jadi dosen di kampusku. Karena sebelumnya Teh Tia ga ada cerita sama sekali kalau A Arif mau ngajar disini. Pada saat aku menatapnya kulihat A Arif juga menatap kearahku agak lama, kemudian menyunggingkan senyumnya, ya iyalah dia senyum padaku kan kita udah saling mengenal, ucapku dalam hati.

Sama seperti dosen - dosen baru lainnya, A Arif memperkenalkan dirinya di depan kelas. 

“ Saya Arif Alfarizi, saya akan mengisi mata kuliah Bahasa Inggris selama satu semester ini. Saya harap metode yang saya ajarkan disini dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berbicara dan tata bahasa inggris level dasar kalian. Pasti udah pada bisa kan ya tata bahasa inggris mah? Atau udah pada lupa?

“ Lupa - Lupa Inget Pak.” Sahut Fardi seorang mahasiswa di kelasku.

“ Baik nanti akan saya ingatkan kembali memory itu agar tidak lagi dilupakan.” Jawab Pak Dosen itu dengan menebar senyum.

“ Sebelum kita masuk ke materi pelajaran, apa ada yang mau ditanyakan? ”

Dan para mahasiswi di kelasku kalau liat Dosen ganteng pasti tidak akan melewatkan kesempatan seperti itu, untuk menanyai statusnya. 

" Statusnya Pak, sudah menikah, jomblo, atau sedang punya pacar?" 

A Arif melemparkan senyuman mendengar pertanyaan itu,  dan senyumannya itu hampir meluluhkan seluruh mahasiswi di kelasku. Ditambah lagi setelah senyuman menawan itu  A Arif memberikan jawaban yang membuat jiwa muda seperti kami ini makin meronta - ronta ingin memilikinya. 

" Untuk saat ini saya masih single, tapi saya ingin segera mengakhiri masa single ini, ada yang berminat daftar jadi calon istri saya?" 

Dan jawabannya itu sukses membuat ruang kelas bergemuruh.

“ Saya siap mendampingimu Pak" ucap salah seorang temanku. Yang disambut dengan sorakan huuuu dari mahasiswa - mahasiswi lainnya. 

A Arif benar - benar tipe pria idaman para wanita, kulitnya putih bersih, badan tegap, rambut cepak rapih, hidung mancungnya yang proporsional banget dengan wajah bulat sedikit lonjong bahkan mancungnya melebihi mancung hidungku, lesung di pipinya seolah membuat yang melihat tak mampu mengalihkan pandangan kearah sana, benar - benar mempesona, ditambah lagi mata coklatnya, kenapa Tuhan menciptakan satu makhluk yang sedang berdiri di depan kelas itu begitu sempurna, arghhh.... Terus kenapa juga aku jadi ikut – ikutan mereka merhatiin letak - letak ketampanan A Arif. 
...........................
Polling
1 hari lagi-22 Suara
Pengen Tahu Kenapa Agan Sista Mau Lanjut Baca Cerita Ini? 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7

Part 2 - Pulang Bareng

Waktu belajar bersama A Arif ga kerasa udah berakhir begitu saja, padahal kayanya baru berapa menit si Bapak masuk kelas. Gini nih kalau yang ngajarnya masih muda, ganteng lagi pasti pada betah deh mau diajak belajar seharian pun pasti pada semangat.

Saat pulang aku berpapasan dengan A Arif, di pintu depan kampus, ga tau dia emang nunggu atau emang ga sengaja ketemu, A Arif ngajak ngobrol sambil berjalan keluar.

“ Aa antar pulang ya Zy." Ajaknya sambil berjalan keluar kampus.

Denger ajakan dari A Arif itu kaya denger bunyi suara lift ketika pintunya kebuka, tinggg, kemudian dengan malu-malu ku iyakan ajakannya. Saat jalan berdua menuju ke mobil Aa, tatapan cemburu dari teman - temanku menusuk tajam, menembus sampai ke kaca mobil Aa. Melihat tatapan - tatapan itu aku merasa menang dari mereka, aku yakin besok mereka akan mengintrogasiku. Hahahaa...

Padahal mah aku cuma diajak pulang bareng doang, lagian kan aku juga memang udah kenal sama Aa makanya Aa mau nganterin aku pulang. Saat itu aku baru berpikir begitu, belum sampe mikir kalau ternyata Aa punya maksud lebih padaku.

Diperjalanan awalnya canggung juga mau ngomong apa, tapi setelah Aa menyetel lagu di mobilnya aku ngerasa lebih rileks dan akhirnya berani buka suara menanyai kesibukannya, dan dia terlihat charming menceritakan aktivitas sehari - harinya padaku. Dalam hati kok ada yang berbeda.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
recehanrindu dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna

Part 3 - Senang Tapi Kecewa

“Aa minta nomor kamu ya Zy, mana tau nanti ada yang Aa butuhin di kampus kamu, jadi bisa minta tolong sama kamu."

Aku tersadar dari hayalanku mendengar permintaan Aa itu.

“ Oh iya A, ini nomornya 0852xxxxxxx. " Kusebutkan nomor handphoneku dan Aa menyimpannya di Hp nya dengan posisi tangan satu megang setir mobil tangan satunya pegang Hp. Bahaya sih tapi mungkin dia sudah biasa, yang Alhamdulillahnya kami sampai di kosanku dengan selamat.

Sesampainya di kosanku, Aa langsung pamit pulang.
" Ok Hati - Hati A, Makasih." Sering - sering anter kaya gini ya ucapku pelan, dalam hati, jangan sampai dia denger tentunya.

Esoknya bener sekali tebakanku, teman - temanku langsung mengajukan pertanyaan padaku.
“ Zy kamu kenal sama Pak Arif?"
Kuanggukkan kepala menjawab pertanyaan mereka.
“ Kamu pacaran sama Pak Arif?"
Masih tanpa suara, aku cuma menggelengkan kepala menjawab rasa penasaran itu.
" Ah… syukurlah, berarti kami masih punya kesempatan untuk meraih hatinya kan?"
“ Ya silahkan." jawabku sekenanya sambil membuka buku ngerjain tugas yang kemarin malam belum selesai kukerjakan.

Dalam hati aku menggerutu juga ngedenger perkataan mereka, tapi aku duluan tuh yang punya nomor Hp bapak dosen kecintaan kalian, aku duluan yang kenal sama dia, hmmm…. mungkin ga ya aku bisa duluan juga merebut hati si bapak?

Arghhh kenapa jadi mikirin dia sih, kenapa juga jadi terobsesi seperti teman temanku itu, padahal waktu ketemu A Arif dulu aku biasa aja sama dia. Ini gara - gara temen - temenku nih, aku jadi terpacu untuk bersaing mendapatkan hati si bapak dosen satu itu, sialan panas bener ya dunia persaingan ini.

Meskipun sudah memiliki nomorku, A Arif tidak menghubungiku sama sekali. Aku sih ngarepnya dia bakal ngehubungiku, pura - pura butuh apa kek, ternyata engga, yah kecewa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Gelar karpet sambil ngopi cyantikk 🍷 nungguin a arif 😂
Quote:


Eits jangan ambil A Arif dariku 🙅

Cari Perhatian

Minggu selanjutnya, saat A Arif mengajar di kelasku lagi, terlihat sekali betapa mencari perhatiannya para mahasiswi yang ada di kelasku. Melihat nuansa pertandingan seperti itu aku jadi terpancing juga. Terpancing untuk ikut - ikutan cari perhatian. Aduhh apa - apan sih ini, gemblung.
Tiap kali Pak Dosen itu ngajuin pertanyaan, mereka pada berebut ngacungin tangan, wahh jelas aku ga mau ketinggalan mengacungkan jariku berebut perhatian dengan yang lainnya untuk menjawab pertanyaan Bapak dosen ganteng dengan senyum yang… menawan itu. Padahal kalau dengan Dosen lainnya, jarang - jarang aku mau ngacungin tangan begini. Begitu juga dengan perempuan - perempuan pesaingku itu. Sama saja kelakuannya, Hahahahaa seru ya kalau berada dalam persaingan begini. Kaya lagi balapan kuda yang saling berjuang menunggangi sang kuda agar berlari lebih kencang lagi, mengalahkan kuda lainnya. Sungguh memacu adrenalin di kepala.

Ok, mari kita buktikan siapa yang duluan sampai digaris finish, siapa yang akan jadi juaranya!. Heii Zy jangan gila, itu adiknya Teh Tia loh. Satu sisi dalam diri ini mengingatkanku untuk menahan segala kegilaan yang mulai bergelayut di kepala, tahan - tahan. Hadeuuu aku harus gimana.

Pulang kuliah kali ini sama seperti minggu kemarin, Aa ngajak aku pulang bareng lagi, horeee! sebenernya aku yang sengaja menampakkan diri di dekat Aa, biar diajak pulang bareng lagi kayak minggu sebelumnya, hehee… Aku seneng taktikku berhasil, ya setidaknya berhasil memanaskan hati teman - temanku, yang lagi - lagi melihatku pulang bareng Pak Dosen tercinta mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna

Virus Dari Teman

" Zy bisa temenin Aa ke Zero Cafe dulu sebelum pulang ke kosan?" A Arif memulai topik pembicaraan, dari masuk mobil aku cuma diam, udah salah tingkah duluan, karena di hati punya sesuatu jadi malah bingung mau ngomong apa sama yang bersangkutan.

“ Bisa A " jawabku singkat tanpa nanya mau ngapain kesana.

Ya kalau ke Cafe pasti mau makan minum dong ya, ga perlu ditanyakan lagi. Masa ke cafe mau tutorial bersihin gigi kan ga lucu. Tapi, tapi… apa itu artinya Aa mau ngajak aku ngedate, ah belum tentu, bisa jadi mau ngajarin aku tata bahasa inggris yang baik dan benar. Kan dia dosen Bahasa Inggris, kali aja selama ngajar dia ngedenger bahasa inggrisku terlalu berlepotan, jadi menganggap otakku ini perlu diisi. Ah jangan cuma otak A yang diisi, hatiku juga perlu diisi nih biar ga kosong terus. Lah kan kumat lagi ini pikiran, kesana kemari, kenapa sih aku jadi gila sendiri cuma gara - gara cowok eh bukan cowok tapi pria keren di sebelahku ini. Virus banget emang teman - teman di kampusku ngebuat aku ketularan kaya gini.

Agak heran juga sih sama diri ini, sebelumnya ada beberapa cowok yang udah ngajakin ngedate, tapi aku selalu menolak mereka, ga tau kenapa Aa tuh beda aja, ya mungkin karena dari segi wajah lebih ganteng, atau karena lebih berkharisma atau lebih… Lebih apa ya dibilangnya, lebih dewasa kali ya, dan aku bisa ngerasa nyaman saat bersamanya.

Sesampainya di Zero Cafe A Arif Order a cup of Coffee, ah elah jangan sok - sokan Bahasa Inggris dulu deh ntar aja kalau si Bapak Dosen itu nanya pake bahasa inggris baru tunjukkan kebolehanmu. Lagi - lagi mereka yang didalam diriku berantem. Sok cari perhatian juga kayanya.
A Arif memberikan menu cafe tersebut padaku dan nanya aku mau makan apa. Karena memang sedang lapar, lapar dengan pikiran - pikiranku, lapar dengan cenat cenut di dalam hatiku, jadi ga pake malu kupesan makanan berat buat mengisi kelaparan ini dan sebuah Jus Strawberry, minuman kesukaanku. Jus yang rasanya asem manis gitu seperti hidupku.

“Gimana kuliah kamu Zy?" A Arif nanya sambil menunggu pesanan datang.

“ Hmmm ya lumayan A, lumayan menyita pikiran. " Ucapku dengan senyum ketika menjawab pertanyaan Aa sambil menatap matanya. Ah jangan lagi berani menatap mata itu atau kau akan terperangkap ke dalamnya. Sebuah suara memperingatiku. kalau biasanya di jurusan Manajemen Informatika itu yang kupelajari mengatur laju data - data informasi, maka sekarang aku juga harus belajar mengatur perasaan ini secara hati - hati. Agar tak terlihat lebay memalukan di depan A Arif.

“ Zy…" A Arif memanggilku yang sejak tadi tak lagi berani menatapnya.
“ Ya A." aku menjawabnya tanpa menatap mata.
" Sebenarnya… Aa sudah menyimpan rasa sama kamu sejak pertemuan kedua kita, pada saat kamu SMA dulu, awalnya Aa pikir kamu anak SMA biasa yang ga jelas begajulan pergi dari rumah. Tapi setelah mendengar cerita dari Teh Tia, Aa jadi tau kamu itu beda, kamu itu perempuan tangguh walau nekad sih tapi bagusnya masih terarah, dan hal itu membuat Aa selama ini menitipkan rasa yang ada di hati Aa kepada Allah berharap Allah menyimpannya sampai saat yang tepat. Dan menurut Aa saat ini adalah waktu yang tepat buat mengutarakannya pada kamu Zy. Aa yakin di umur kamu yang sekarang ini kamu sudah lebih dewasa menyikapinya."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna

Tak Hanya Sekedar Berdebar

Dadaku yang asalnya berdebar Dagdigdug setelah mendengar pengakuannya menjadi menggeletar Duarr, kau tahu bagaimana rasanya disambar petir, ah pasti belum, tapi kupikir rasanya sama seperti yang kurasakan saat itu, aku tersengat oleh spektrum cahaya yang membuat badanku kejang kaku sesaat tak mampu menggerakkan anggota tubuhku disertai panas yang terasa menjalar dari ujung kepala sampai ke bagian dada yang membuatnya tak berhenti berdegup begitu kencangnya. Lalu panas itu menjalar keseluruh tubuh, kemudian melesat keluar melalui telapak kaki yang tiba - tiba menjadi dingin beku. 

Lama aku diam terpaku, sampai aku baru menyadari A Arif juga diam  setelah mengatakan hal itu, kenapa ya? dia menunggu reaksiku? atau sedang menunggu jawabanku? Tunggu, kan dia belum menanyakan apa - apa, apa yang mesti kujawab. Atau dia menungguku untuk menatapnya? Kutegakkan kepalaku yang sejak tadi hanya berani mengarah ke bawah. Kutatap matanya, mata coklat yang penuh keteduhan, benarkah mata itu mata yg menyimpan rasa kepadaku, ah terimakasih untuk hal itu. Terimakasih untuk keputusan pintar si mata coklat itu memilihku sebagai objek untuk dicintai, aku tersanjung dan tersipu, malu. 

Saat aku begitu terbuai dengan matanya itu, A Arif sudah melanjutkan omongannya lagi. 

“Tapi seperti yang Aa bilang di kelas kamu waktu perkenalan minggu lalu Zy, Aa carinya calon istri bukan lagi sekedar cari pacar." 

Ohh jadi jawabannya pada saat ditanya statusnya, waktu di kelas minggu kemarin itu adalah kode buatku. Hehhee baru ngeuh aku. Makin melayang aku dibawanya terbang tinggi.  Sesuatu berbisik padaku ingat jangan sampai lupa daratan, tanah selalu siap menunggumu kembali terjatuh. 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Menarik untuk ditunggu lanjutannya
Quote:


Lanjutannya on proses gan, jangan lupa balik kembali kesini

Pernyataan Tanpa Pertanyaan

" Untuk menjadi pasangan suami istri kan harus saling mengenal satu sama lain A, sementara kita belum benar - benar saling mengenal sifat dan kebiasaan kita masing - masing."

Untungnya dalam suasana seperti ini masih bisa waras juga pikiranku menanggapi pembicaraan Aa.
Oh Tuhan Yang Maha Kuasa, tolong warasnya agak dilamain ya waktunya, biar lebih mempesona dihadapan orang yang katanya sudah mencintaiku sejak dulu kala. Jangan sampai baru saja dia mengungkapkan rasa, eh kemudian udah langsung kecewa, mendapati kenyataan yang ada, bahwa ternyata perempuan pilihan hatinya ga sewaras itu untuk dipuja.

" Iya dong Aa tau itu, Makanya Aa ajak kamu kesini, Aa ingin kita saling mengenal satu sama lain lebih jauh.”

Yaaa lagi - lagi tatapan mata itu meluluhkanku, padahal aku tidak seberdebar ini sebelumnya, sebelum mengetahui kalau ternyata A Arif menyimpan rasa padaku. Ah kan aku jadi bingung mau bilang apa ke Aa.

“ Jadi Aa ngajak pacaran?” Kuberanikan diri bertanya begitu karena aku bingung juga dengan ucapan ingin saling mengenal lebih jauhnya itu, tapi sejak tadi kutunggu, dia tidak mengeluarkan pertanyaan seperti mau ga jadi pacar Aa? kan harusnya ada kata - kata begitu ya, kaya yang ada di TV TV.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna

Bukan Pacaran Tapi Taaruf

“ Kalau dalam pendalaman agama yang Aa pelajari sih sebenarnya tidak ada konsep pacaran Zy, yang ada itu taaruf."
Mampus, berat amat bahasanya, Taaruf. Ngedumel lagi aku ngedengernya.

“Sama aja ah A dengan pacaran cuma beda bahasanya saja. ”

“Beda Zy, taaruf itu niatnya untuk mengenal satu sama lain dengan tujuan menikah bukan cuma sekedar untuk berlama - lama mencari kesenangan semata. Dan yang Aa inginkan itu kita Taaruf dan segera menikah Zy."

“ Ok, Aa ingin taaruf, ingin nikah tapi kok dari tadi ga ada nanya mengenai perasaan Zy gimana ke Aa?" Kulayangkan protesku ke Aa.

“ Ouu jadi harus ditanya dulu gitu, bukankah kalau seorang perempuan mau diajak keluar berdua sama seorang laki-laki, berarti perempuan itu juga memiliki rasa kepada laki - laki tersebut?"

“ PD banget sih A, engga semuanya seperti itu juga. "

“ Trus gimana? berarti kamu kalau ada teman laki - laki nih yang ngajak kamu berduaan ke cafe kamu mau - mau in aja, gitu?”

“ Hmmm….” Jawabku agak ragu sambil mengingat - ingat memang belum ada laki - laki yang berhasil mengajakku keluar berdua seperti ini selain A Arif.

“ Ya karena... kan Aa itu adiknya teh Tia Jadi Zy percaya sama Aa, makanya Zy mau aja diajak pulang bareng dan sekarang ke cafe sama Aa. Banyak kok temen - temen Zie yang keluar dengan Cowok yang bukan pacarnya. "

“ Aa ga nanya temen - temen kamu, Aa nanyanya kalau kamu gimana? Kamu pernah juga keluar seperti ini dengan pria lainnya?”

“ Pernah ada yang ngajak sih A.”

“ Trus kamu mau?” matanya serius menatapku menunggu jawaban.

“ Engga A”. Jawabku meyakinkan takut Aa marah, lah kenapa mesti marah, kan selama ini aku belum ada hubungan apa apa sama A Arif, jadi ya aku berhak mau ketemu dengan siapapun itu.

“ Kenapa ga mau?”

“ Eh si Aa ya, malah kah balik nanya. Udah ah makan dulu laper tau, dari tadi ini makanan udah manggil - manggil, kasian.” kualihkan pertanyaan Aa dan menyendok makanan yang sudah tidak hangat lagi itu ke mulutku.

Saat makan aku cuma diam, tidak melanjutkan pembicaraan. Kuupayakan terlihat menikmati makanan yang ada, padahal mah pikiranku melayang kemana - mana. Melayang ke wajah teman - temanku yang pasti akan memasang wajah cemburu melihatku pacaran dengan A Arif, upss taaruf kata dia mah bukan pacaran. Melayang pula pikiranku ke Teh Tia, gimana ya kalau teh Tia tau kalau aku ada hubungan dengan A Arif, aku diterima atau engga nih jadi adik ipar. Ah ngacoo sudah terlalu jauh aku menghayal. Jalanin aja dulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Reserved 😁
Taukah kau rasanya rindu,
hasrat ingin bertemu begitu menggebu,
tapi pertemuan tak pernah lagi berpihak padaku,
hingga membakar segenap sisa waktu,
harusnya bisa memiliki yang baru,
apa daya hati hanya tertuju pada yang satu itu


Santai dulu sambil menebar rasa, sebelum melanjutkan kisah cinta,
bila berminat mampirlah tinggalkan rangkaian kata, atau apa saja, yang bisa membuat hatiku ceria,
karena sungguh bosan aku dengan sepi yang melanda,
hampa yang jumawa,
bersama tangis yang membelah raga.


Spoiler for Lagu Ini Yang Kerap Kali Menemani Proses Cerita:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna

Teh Tia Jangan Tahu

Selesai makan, aku mulai menyuarakan keinginanku kepada A Arif.

“ A… tapi teteh jangan tau dulu ya”. Kataku agak ragu pada A Arif.

“ Jangan tau apa, Zy?”

“ Jangan tau kalau kita pacaran.”

“ Bukan pacaran, Aa ngajak kamu itu taaruf, dan sebaiknya dalam proses taaruf itu orang - orang terdekat atau keluarga kita mengetahuinya Zy."

“ Sama aja Aa, kalau orang awam seperti aku mah nyebutnya pacaran kalau mau nuansa islami berarti pacaran yang ga ngapa - ngapain, betul kan?." Kusunggingkan gigiku nyengir dengan pendapatku yang tetap tak ingin kalah.

“ Duh yang kaya gini nih yang kudu dibimbing oleh seorang imam, dagelnya kebangetan, kuatkan aku Ya Allah". Diangkatnya tangan seolah memanjatkan doa. Atau emang sedang berdoa agar bisa membimbingku ke jalan yang baik dan benar menurut agama.

Dan itulah yang ngebuat Aa itu the best banget, ngasih tau sesuatu itu ga pake otot tapi dengan lembut, siapa sih yang ga pengen punya suami kaya gini.

" Yaudah deh terserah apa itu sebutan kamu, yang jelas Aa mau kita ditahap pengenalan ini jangan terlalu lama, ga baik Zy."

“ Iya Aa…. Tapi bener ya Teh Tia jangan tau dulu, Pleasee…. nanti kalau kita sudah mantap mengarah ke jenjang pernikahan baru kasih tau teteh ya, da bageur pisan Aa teh, ganteng, soleh pengertian lagi. .”

“ Eitss belum apa apa udah ada yang ngerayu nih, udah sering ya ngerayu - ngerayu cowok kaya gini.

“ Engga kok A, baru sama dirimu seorang”. Wow makin tak berbentuk rasanya muka ini menyadari apa yang baru saja kukatakan sama Aa.

“ Iya Zy, tapi kalau kamu udah ngerasa yakin sama Aa, jangan lupa juga langsung kasih tau Aa ya, mau itu besok sekalipun Aa bakal langsung kasih tau keluarga agar segera menentukan tanggal pernikahan kita.”

“ Lah emangnya Aa udah yakin nikah sama Zy? Emangnya udah tau sifat - sifat jelek Zy seperti apa, emangnya pemikiran kita bisa segampang itu disatukan dalam waktu singkat A? ”.

“ Bismillah saja Zy kalau niatnya karena Allah, Aa yakin segalanya akan dipermudah.”

“ Ya, semoga hubungan ini berjalan mulus ya A. Inget ya A janji jangan kasih tau teteh dulu, sampai Zie siap segalanya, siap menghadapi teteh, siap ngomong langsung sama teteh, siap jadi… adik iparnya teteh yang ga malu - maluin”.

“ Iya Zy Bawel!!! ”.

Kupikir A Arif akan mengelus rambutku, saat kulihat tangannya sudah mengarah keatas, hampir menyentuh tapi dia menarik tangannya kembali.

“ Astagfirullah, Ya gini Zy bahayanya pacaran, belum apa - apa udah mau main pegang - pegang aja.”

“ Ya ngusap rambut kepala tanda sayang atau pegang tangan tanda melindungi mah ga papa dong A” Jawabku cemberut.

“ Engga”. Aa menjawab sambil menggelengkan kepalanya.

“ Nanti diawali dari situlah yang ditakutkan menjadi... keterusan Zy”.

“ Hmmm ” Masih dengan wajah ditekuk aku membayangkan gimana caranya teman - teman kampusku percaya kalau aku pacaran sama A Arif, kalau pegangan tangan aja dia ga mau. Heuuuu… Tanpa sadar kuhela nafasku dan A Arif melihatnya.

“ Eits kenapa malah jadi cemberut gitu, kamu pengen pacaran yang pegang - pegangan gitu?"

“ Ya kan yang biasa aku liat begitu A biasanya orang pacaran mah.”

Dia ga tau bahkan aku terbiasa menyaksikan adegan dewasa sejak kecil di depan mata. Seolah mengejek suara di dalam diriku tiba - tiba datang mengganggu kencanku dengan A Arif.

“ Ya sudah Boleh Deh”.

“ Asyikkk, dari tadi dong Aa” Aku melonjat kegirangan refleks tanganku mengarah ke lengannya hendak mencubit. Dan secara cepat pula Aa langsung menghindar.

“ Maksud Aa boleh pegang - pegangan itu kalau kita pacarannya setelah menikah. Kalau kamu siap hayuu besok Aa bawa kamu ke Mamah. Biar langsung kita tentuin tanggal nya.”

“ Apaaa!!!” Eh jangan ngedadak gitu dong Aa, kan Zy butuh mempersiapkan segalanya. Emangnya nikah segampang itu. Arrrrrhh… ”. Ku tunjukkan gigi -gigiku seperti anjing gila yang lagi marah. Tapi marahku itu malah disambut dengan gelak tawa Aa.

“ Pinter ngelucu juga kamu Zy, Ga salah pilih kayanya Aa”.

" Ini marah namanya A, bukan ngelawak!!!"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Makasih, sudah ada lanjutannya, kembali lagi ya.

Quote:

Silahkan, kalau bawa cemilan bagi - bagi ya biar kriuk kriuknya lebih ramai.

Keceplosan

Quote:


Lanjutan Cerita

Degdegdegdeg malam ini entah sudah berapa debaran menghentak dadaku. Dan malam ini juga aku merasa bahagia, amat bahagia seperti anak kecil yang dibelikan mainan baru oleh ibunya. Girang, Akhirnya aku yang memenangkan pertandingan. Bye teman, garis finish itu sudah ditangan. Bahagiaku menjadi jumawa seolah takdir sudah pasti berpihak padaku.

Pertemuan kami semakin intens, tidak lagi seminggu sekali, sekarang kalau A Arif lagi ada waktu dia pasti menjemputku pulang kuliah. Dan kami berdua akan berburu kuliner Bandung. Duniaku jadi lebih berwarna. Ada seseorang yang membimbing, mengingatkanku untuk solat lima waktu, ada yang dimintai tolong, ada tempat curhat, ya aku menemukan pelengkap hidupku, tanpanya aku yakin duniaku tak akan sesempurna dan seindah ini.

“ Malam ini kemana kita makan?” tanya Aa saat aku baru saja menghempaskan pantatku di jok mobil Aa.

“ Terserah A.” Jawabku asal karena begitu ketemu yang dipedulikan malah makan, sun pipi kanan kiri dulu kan lebih asyik, tapi mana mungkin Aa mau ngelakuin itu, gumamku pada diriku sendiri. Lagi - Lagi aku kena virus dari teman - teman kampusku yang kerap kali cerita tentang percintaan mereka dengan sang pacar yang sudah ngapain aja.

“ Yakin nih mau terserah Aa yang milih, emang kamu mau Aa ajak ke tempat makan yang menunya cuma ada ayam - ayaman sama daging - dagingan?”.

“ Ihhh kan Aa tau aku ga suka ayam sama daging.” protesku mendengar pertanyaan Aa.

“ Ya abis kamu ditanya malah bilang terserah. Giliran ntar Aa bawa ke tempat yang ga kamu suka, kamunya ngambek, ckkkk, wanita susah dimengerti dengan kata terserahnya itu." Dipandanginya aku secara menyelidik dengan mata coklat teduh itu. Gila!!! mata itu semakin menjadi candu buatku.

" Kenapa, kamu lagi ada pikiran?” Tanya Aa begitu penuh perhatian.

“ Adalah kalau ga ada pikiran gila berarti aku tuh A.”

“ Dih sewot amat bu, laper ini mah pasti, hiiiii Aa takut dimakan sama kamu.”

“ Emang boleh dimakan sekarang? Enggak harus nunggu nanti kalau udah sah?”. Begitu menyadari apa yang keluar dari mulutku, aku merutuki diriku, aduh bego kenapa bisa keceplosan gitu!

Kemudian Aa diam, aku diam, tidak berani melirik kearahnya, sepanjang perjalanan kami sama - sama larut dalam dialog pikiran masing - masing.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Yang ada di otaknya si zy mesum terus ya kayaknyaa hhahahha, lanjutin penasaran
profile-picture
profile-picture
Ainan14 dan MbaWarna memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post fathira04
😊😊😊 siap lanjutannya on proses

Semakin Intim

Di bulan ketiga masa pacaran kami, aku semakin berani menggoda Aa, tertantang juga dengan gaya pacaran kami yang  ga pernah pegang - pegangan atau cium kening ke, kaya orang pacaran lainnya. Kadang saat Aa mengantarku pulang ke kosan aku memintanya untuk masuk duduk - duduk dulu gitu ke dalam kosan, masa cuma drop trus langsung pergi, ga asyik kan, tapi Aa langsung marah. 

“ Kamu mau jadi setan Zy, hayu lah nikah sekarang juga, kalau udah nikah jangankan nemenin kamu duduk - duduk nemenin kamu yang lainnya juga Aa mau Zy, halal berpahala lagi”.

Aku yang jadi kelabakan mendengar ajakan nikahnya Aa itu, yang membuatku hafal rutinitasnya seperti minum obat. Dalam bayanganku, menikah yang tepat itu adalah minimal pada saat aku sudah lulus kuliah. Atau lebih bagus lagi nunggu aku sudah punya kerjaan dulu, kalau sekarang ya engga dulu lah, masih panjang perjalananku. Masih ada yang lebih penting yang mesti kulakukan. 

Meskipun kelabakan menghadapi Aa yang terus saja mengajakku menikah tapi sepertinya setan - setan dalam diriku selalu saja memiliki rencana untuk menjerumuskan. Masih sempat - sempatnya kadang sambil bercanda aku minta cium dari Aa.

Yaa seperti yang sudah kuduga sih reaksinya langsung menghindariku, kuat banget dia menahan godaan, aku yang makin kesini makin ga kuat, bawaannya pengen semakin intim dengan Aa. 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Spoiler for BONUS:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
sakithatiku2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MbaWarna
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di