alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kisahku disembunyikan di gunung Semeru!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d8c816a018e0d7b14130932/kisahku-disembunyikan-di-gunung-semeru

Kisahku disembunyikan di gunung Semeru!

Kisahku disembunyikan di gunung Semeru!

Kisah ini bisa dibilang, kisah yang memilukan bagiku. Bagaimana tidak, kisah ini tidak akan pernah Aku lupakan. Dan Aku bersyukur telah selamat atas kejadian tersebut.

Perkenalkan namaku Riko. Aku dan kawan-kawanku mengadakan kegiatan Pecinta Alam untuk mendaki gunung, Kami berencana mendaki Gunung Semeru di provinsi Jawa Timur. Jarak kami ke lokasi sekitar 5 jam perjalanan dari rumahku.

Spoiler for :

Sumber ilustrasi

Perjalanan kami dimulai pagi hari dan perkiraan hanya membutuhkan 3 hari dalam pendakian.

Saat itu Aku dan ke 10 temanku berhasil naik ke puncak gunung tersebut.

"Syukurlah, kita berhasil mendaki gunung ini, walaupun sangat banyak rintangan menghadang, mulai dari anginya yang kencang, hujan dan dinginnya malam", Ujarku kepada timku.

"Betul sekali Riko, Aku nggak nyangka kita bisa sampai hingga sejauh ini. Awalnya kupikir mungkin kita hanya sampai tengahnya saja".Siska salah seorang anggota cewek menjawab.

Dalam tim kami ada 8 orang laki-laki dan 2 wanita, kami merupakan teman 1 kampus.

Kami saling berucap syukur karena telah mendaki hingga puncak gunung.

Setelah kurang lebih 1 jam berada dipuncak gunung. Kami berencana untuk turun kembali.

Aku dan kawan-kawanku mulai santai menuruni gunung.

Hingga Aku berada sedikit jauh dari kelompokku. Aku merasa tenang, pikirku kalau turun saja pasti sangat mudah.

Namun, karena hujan kemarin yang terjadi di jalan setapak kami, perjalanan menjadi sedikit sulit.

Aku yang sudah sedikit tertinggal tidak menyadari di bawah kakiku ada batu yang lumayan licin, Hingga akhirnya membuatku tergelincir dan terperosok ke jurang yang lumayan dalam.

Spoiler for :

Sumber ilustrasi

Saat Aku berteriak Aku tidak menyadari apakah teman-temanku mendengarkan teriakanku.

"Aduh, kakiku sakit sekali, sepertinya terkilir. Aku ada dimana ini? bagaimana ini?"

"Tolong, tolong, tolong!",

Aku berteriak meminta bantuan, mengharap ada seseorang yang bisa mendengarku.
Namun sudah 10 menit menunggu, tidak ada bantuan maupun tanda-tanda seseorang yang datang.

Saat itu pula Aku panik dan bingung, apa yang harus kuperbuat dengan keadaan kakiku yang terkilir ini.

"Berada dimanakah diriku?" Ucapku begitu saja.

Saat terjatuh, Aku tidak bisa melihat dengan pasti kejadiannya. Yang Aku rasakan tubuhku tiba-tiba menghantam pohon yang posisinya berdiri di kemiringan tanah. Dan untunglah Aku tertahan disana. Karena jika tidak, mungkin Aku bisa saja terjun bebas ke jurang yang sangat dalam.

Dengan keadaan tertatih, Aku tidak menemukan ranselku,

"Mungkin terjatuh tadi saat Aku terperosok", Gumamku.

Hanya tas pinggang kecil yang berisikan pisau dan Handphone serta dompetku. Namun Aku khawatir karena batray ponselku yang mulai drop.

Aku berjalan sedikit demi sedikit, menggapai ranting-ranting pohon hingga sampai di tanah yang tidak terlalu curam.

Keadaan makin sore, Aku mencari jalan untuk menemukan para pendaki dan berniat minta tolong.

"Kakiku sakit sekali!"

Kemudian dengan pisau kecilku, ku sobek sedikit kaosku dan kujadikan bebat. Untungnya Aku masih menggunakan jaket yang lumayan tebal untuk menutupi sobekan kaosku.

Semakin malam kurasakan keadaan semakin mencekam.
Kudengar suara-suara aneh, yang tak tau berasal dari mana.

Malam pertama ini kuhadapi dengan penuh ketakutan dan sangat mencekam, ku dengar suara orang tertawa. Dan Aku merasa bingung harus berbuat apa.

Spoiler for :

Sumber

Tidak ada penerangan, semua gelap.
Ponselku yang kuhidupkan untuk beberapa waktu mulai kehabisan daya dan meredup.
Hingga Aku tidak bisa memejamkan mataku dengan keadaan yang sangat mencekam ini.

Aku berusaha naik ke pohon yang sedikit tinggi, Ku pikir lebih aman daripada dibawah sana. Takut-takut ada binatang buas yang menghampiriku.
Tak terasa karena begitu lelahnya Aku terlelap.

Pagipun tiba, Aku lihat jam tanganku menunjukkan pukul 05.00 Aku segera memanfaatkan cahaya matahari untuk peneranganku. Berharap segera keluar dari keganasan hutan ini. Aku berjalan ke arah puncak. Dengan kaki yang masih bengkak, berharap menemukan para pendaki. Namun sepertinya Aku tidak menemukan puncak gunung dan semakin hilang arah.

Tiba-tiba kudengar suara gemericik air. Aku segera menghampirinya. Tenggorokanku sudah kering, air persediaanku hilang bersama tas ranselku. Aku juga mencari ikan kecil-kecil yang bisa Aku makan. Tidak ada perlengkapan memasak atau apapun. Ini bagaikan petualangan survival yang tidak pernah kubayangkan.
Makan ikan mentah, tanaman hutan, dan minum air sungai. Aku berfikir bahwa dengan mengikuti aliran air, Aku akan bertemu dengan para penduduk atau pendaki.

Ternyata apa yang Aku pikirkan benar. Kulihat ada pondok tempat beristirahat penduduk yang terbuat dari kayu namun tanpa dinding. Bangunannya sudah lapuk tapi cukup kokoh berdiri, luasnya sekitar 3x2 meter persegi. Aku berfikir untuk bermalam ditempat ini saja. Untuk memudahkan orang lain menemukanku.

Hingga malam tiba, tidak ada tanda-tanda keberadaan manusia. Aku semakin putus asa. "Apakah Aku akan selamanya disini?", Ujarku lirih.

Akupun tidur di pondok tersebut. Malam kedua ini Aku merasakan ada suara nafas di samping tubuhku. Aku ketakutan bukan kepalang. Apakah ada makhluk lain yang mengawasiku? Bulu kudukku berdiri, tempat ini terasa panas dan aneh.




Aku segera memejamkan mataku. Perutku terasa lapar sekali. Namun Aku hanya bisa menahannya, berharap pagi segera tiba.

Aku sudah 4 hari di pondok ini. Sepertinya Aku harus mencari puncak gunung ini kembali. Supaya bertemu para pendaki lain. Akhirnya kuputuskan meninggalkan pondok dan berjalan ke atas gunung. Disepanjang perjalanan Aku tidak menemukan apapun. Aku kehilangan arah. Aku sudah putus asa. Aku menangis dan berdoa kepada tuhan, meminta ampunan kepadanya.

Spoiler for :

Sumber

Dan kuputuskan turun gunung saja. Karena tubuhku mulai merasa kedinginan. Dengan kaki yang masih berbalut kaos, Aku hanya bisa berjalan perlahan.
Saat Aku turun Aku menemukan gubuk yang kujadikan tempat berlindung tadi. Aku putuskan berada di gubuk itu, dan terus berdoa meminta ampunan kepada yang Maha Kuasa. Aku menangis tak henti-hentinya hingga terlelap dalam malam.

Paginya Aku mendengar suara manusia. Aku fikir ini adalah pertolongan tuhan. Ternyata ada beberapa pemburu yang menuju ke pondokku. Aku berteriak kegirangan. Dan segera berlari menuju kelompok pemburu tersebut. Aku bercerita tentang kejadian yang menimpaku. Sudah 1 minggu Aku terdampar di tempat ini.

"Apakah kamu yakin telah berada disini 1 minggu?"

"Benar, Aku sudah 1 minggu berada di pondok ini. Sebelumnya Aku tersesat tanpa arah di hutan."

"Padahal kami sudah 2x ketempat ini, untuk beristirahat, kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan manusia?"

"Benarkah? padahal Aku sudah mondar-mandir di gubuk, tentu ada jejak kakiku disana!" Ucapku memastikan.

"Benar, waktu kami pertama ke pondok ini, tidak ada tanda-tanda adanya orang, maupun jejak kaki"

Padahal, sepatuku banyak bekas lumpur, dan digubuk pastinya terkena jejak kakiku yang kotor. Aku masih terheran-heran.

"Namun, untunglah kami menemukanmu" Ujar seorang pemburu yang berpakaian ala tentara.

Dengan perasaan haru Aku pergi melalui jalan yang berliku bersama para pemburu.

Dan sampailah ke pos pengaduan. Aku bercerita kepada tim disana tetang kejadian yang menimpaku.

Mereka juga mengetahui, perihal kehilanganku. Karena Anggota kelompokku melaporkan kehilanganku.

Dan tim SAR juga mencari keberadaanku.

"Kami mendapat pengaduan dari kawan-kawanmu tentang kehilanganmu, dan mengerahkan beberapa anggota mencarimu, namun kami tidak menemukan apa-apa, maupun jejak barang-barangmu".
Ucap salah satu anggota Pos.

Pondok yang kuceritakan kepada merekapun juga telah ditemukan tim SAR, dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda keberadaanku. Bahkan sudah 4 hari tim SAR mencari keberadaanku.

Seolah Aku seperti tidak ada ditempat itu, seolah Aku disembunyikan dari kehidupan ini.

Semua begitu membingungkan buat kami. Namun, Aku sangat bersyukur karena bisa kembali ditemukan.

Dan tangis keluargakupun pecah saat kepulanganku.

"Nak, Ibu pikir sudah tidak bisa bertemu denganmu lagi, sudah 1 minggu kamu menghilang digunung, tanpa perlengkapan apapun mustahil kamu bisa bertahan, tapi Ibu yakin kamu masih hidup nak, Ibu bermimpi berjumpa denganmu, kau berada di pojokan sebuah bangunan nak"

" Iya bu, Aku makan ikan kecil dan minum air sungai, serta makan tumbuhan hutan, Aku memang berlindung disebuah pondok di hutan bu, Aku sangat bersyukur bisa kembali berkumpul dengan selamat".

Tak henti-hentinya kupanjatkan doa syukur dan bersujud syukur atas kejadian ini. Tentu hal ini tidak akan pernah Aku lupakan hingga kapanpun.

Spoiler for :

Sumber


Pelajaran yang sangat berharga dikala kita mendaki gunung. Untuk selalu berada bersama kelompok. Doa orang tua adalah segalanya. Dan selalu berserah diri kepada Tuhan YME.

Sekian ceritaku di gunung Semeru
Setiap gunung tentu memiliki misteri tersendiri. Dengan doa yang tulus Aku merasakan betapa tuhan sangat menyayangiku.

Terimakasih telah membaca kisahku ini.


Catatan: penggunaan soundcloud tidak bisa connect. tidak dapat digunakan padahal sudah di download.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
falestari dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rayiaja
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Pertamax ya...
Maapkeun

Komennya ...
Ceritanya mayan...
emoticon-2 Jempol
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Quote:


makasih, blm pintet bikinemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Wah, ajib bener ni thread. cendol meluncurrrrr
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Itu sebabnya ane gak mau naik gunung emoticon-Takut
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Quote:

makasih gan

Quote:

asal ileng lan waspada katanya gan emoticon-Ngakak
profile-picture
azid12353 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post rayiaja
Siap, sama sama gan. Ditunggu thread thread menarik lainnya gan
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Quote:


mkasih ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
azid12353 memberi reputasi
Untung bisa balik
Kebanyakn pas ditemuin dah jadi bangke tulang gan emoticon-Takut
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
serem juga sih,

"bnyak berdo'a dan jgn sompral klo naik gunung". kata org2 sih gitu.


profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Jatuh"y d area blank 75 bukan itu?
Di daerah itu memang rawan. Eh bukannya kalau di semeru habis hujan itu malah jalannya enak, pasirnya jadi padat. Apalagi kalau buat turun, tinggal nggerakin kaki doank. Puncak kalimati cuma 1.5 jm aja naiknya 4 jam.
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
apakah di sembunyikan oleh wewe gombel ? kuyang ? atau kakek sugiono ? emoticon-Bingung
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Quote:


Panjang.polll. ky kuda aja punya emoticon-terimakasihemoticon-terimakasihemoticon-terimakasih
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
beruntung aganya masi bisa kembali gan...banyak2 bersyukur gan

maaf kl berkenana ane nitip lapak di mari.

Nurse Horor Story
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Untunglah bisa ditemukan, dan masih selamat
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
kuy ndaki bareng ane gan, ane di tumpang emoticon-Shakehand2
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Diubah oleh rampratamadhan
hhh lega, bisa ditemukan
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Quote:

Deket banget dg semeru, tapi gak pernah naik....emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Ko merinding ya baca nya
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
ini kisah nyata ya gan..? emoticon-Toastemoticon-Toast
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Gembok pejwan
emoticon-Cool
profile-picture
rayiaja memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di