KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[Cerpen Fantasi] Arthur dan Bandit Putih (Petualangan Di Dunia Kartun)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7fbfc2018e0d6d4b588e8a/cerpen-fantasi-arthur-dan-bandit-putih-petualangan-di-dunia-kartun

[Cerpen Fantasi] Arthur dan Bandit Putih (Petualangan Di Dunia Kartun)

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 3
Quote:


Melesatnya di udara aja. Kwkwk
profile-picture
nofivinovie memberi reputasi
Quote:


Boleh boleh emoticon-Ngakak
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Quote:


emoticon-Shakehand2emoticon-Ngacir1thumbup
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Ceritanya keren. Pengen bikin cerita fantasi kayak gini
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Quote:


Cobain aja. Siapa tahu bisa.😉

[Cerpen] Anjing Kurap

[Cerpen Fantasi] Arthur dan Bandit Putih (Petualangan Di Dunia Kartun)


Anjing kurap mulai mengais-ngais bak sampah. Berharap ada peruntungan di sana. Ia menyingkirkan botol minuman kosong. Sesekali menjilati sisa bumbu masakan yang menjamur pada kotak styrofoam.

"Bedebah! Manusia dengan perut menggelambir hanya membuang sisa-sisa pembungkus makanan. Mereka lebih tamak dari pada kawananku!" umpat anjing hampir putus asa. "Ke mana secuil remahannya? Apakah telah menguap di terik panas matahari? Atau belatung-belatung rakus telah selesai berpesta pora."

Ia terus mengendus dengan mata hampir tertutupi koreng bernanah. Lapar bertarung dengan sisa tenaga. Napasnya seakan hilang satu-satu terhimpit sesak di tulang dada yang berlomba-lomba menyembul di sana.

"Hei, bau apa ini?" Ia menghidu ke arah sebuah bangunan kumuh berdinding kardus, ditutupi atap seng sekadarnya.

Pintu reyot terbuka. Aroma menyeruak ketika anjing buduk masuk ke bilik sempit itu. Tak layak disebut kamar. Hanya berlapis karton bekas dengan air setengah becek. Di atas pria tua yang tengah terbaring. Bau menyengat mulai tercium.

Sekilas ia melihat di sebelah pria dengan wajah cekung. Mata putihnya hampir menyembul keluar. Badan hanya tinggal kulit berbalut tulang. Ia terbujur kaku di pembaringan. Mungkin sudah beberapa hari tak ditengok tetangga maupun kerabat. Atau ia hanya sebatang kara.

"Mana ada yang perduli! Semua sibuk menyumpal mulut dan perut. Yang penting senang, yang penting puas semua hasrat."

Netranya menatap dua benda yang teronggok di kursi rusak. Dua butir pil pereda maagh dan segelas minuman yang digadang-gadang penunda lapar yang sudah tandas. Begitu yang ia tahu dari warung sembako di sudut pasar.

Anjing mengibaskan ekornya sebentar. Bersiap menyambut santapan baru. Dibuangnya jauh-jauh bau menjijikan. Lapar mulai menggoda hingga ke kepala, harus tuntas saat itu juga.

Ia menikmati sedikit demi sedikit kulit yang terlepas. Mencabik beberapa daging yang tersisa. Berlomba dengan lalat yang mulai datang bergerombol.

"Mari berpesta para lalat dan belatung. Ini lebih baik dari pada aku mati kelaparan seperti Pak Tua ini."

Sejam berlalu. Separuh badan bawah Pak Tua tak berbentuk. Anjing kurap menjilati tangannya di sudut ruang, kekenyangan. Sesekali ia mengusap mata. Entah kenapa perasaannya tak nyaman. Kepalanya berdenyut. Perlahan kemudian ia muntah-muntah dan sesak nafas. Cairan kuning kehijauan keluar dari rongga mulutnya. Badannya mengejang lalu terkapar dengan mulut berbusa. Ia mati mengenaskan keracunan bangkai.(*)



28 Mei 2019
Adeline Nordica
Photo by Pixabay Free
👍👍👍 mantap!
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post wahyucoco
Danke, Beb. Sampai sini juga akhirnya. emoticon-Embarrassment
Quote:


Uwc, Dah lama bikin akun, dari 2011 tapi emang ga pernah dipake 😃
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Quote:


Aktifin lagi lah. Biar makin tambah rame. emoticon-Selamatemoticon-Selamat
Quote:


Masih bingung makenya emoticon-No Hope
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Quote:


Semangat, Masemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
Quote:


Sundulemoticon-Cendol Gan
Wah, horor ni. Mantap emoticon-Belo
profile-picture
AdelineNordica memberi reputasi
Quote:


Iya, Sis. emoticon-Takut
Halaman 3 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di