alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
KUNTILANAK ITU ISTRIKU
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7b4c6f5cf6c44b3f4f38cd/kuntilanak-itu-istriku

KUNTILANAK ITU ISTRIKU

Hallo Kaskus! apa kabar? rindu sama saya gak? saya harap kalian semua sehat-sehat saja ya..

Baiklah, kali ini saya akan menghibur kalian dengan sebuah cerita horror asli/original dari saya (Christian Y. S. Giri) semoga kalian terhibur

KUNTILANAK ITU ISTRIKU


KUNTILANAK ITU ISTRIKU
Oleh : Christian Y. S. Giri / Chritis Ghaza


PART 1

Malam itu Deddy nekat menerobos sergapan hujan lebat yang mengintainya sejak perjalanan dari Kupang menuju Amarasi.

Tekadnya untuk bertemu Gusty sudah bulat. Bagaimana tidak, Deddy terlena dengan tawaran dari pak Gusty, sang dukun sakti yang menjanjikan kekayaan yang tak pernah habis selama tujuh turunan.

"Dasar pemuda miskin, berani sekali kau datang melamar anak saya tanpa bermodalkan apa-apa. Pergi sana, kau hanya boleh kembali kesini setelah kau kaya raya." Kepala Deddy mengulang memori penghinaan tersebut dari ayah Anni, wanita yang sudah 3 tahun ini menjalin kasih dengannya.

Deddy berniat melamar wanita yang sangat dicintainya tersebut. Namun, hanya penolakan dan penghinaan yang ia terima. Sehingga Deddy kalap mata dan nekat ingin menemui pak Gusty.

"Aku akan buktikan kepada tua bangka sialan itu, kalau aku bisa kaya raya dalam waktu yang singkat, hmm..." batin Deddy.

Motornya kembali dipacu dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke rumah pak Gusty.

Saat akan memasuki area hutan, Deddy buru menekan rem motornya. Nampak, Bulu kuduknya berdiri dengan perasaan setengah takut.

"Duh gelap sekali, tak ada lampu di sepanjang jalan, hutannya rimbun pula. Ah...sudahlah demi bisa melamar Anni."

Dia mulai menancap gas sekencang-kencangnya karena takut, apalagi ditambah suara dari burung hantu dan lolongan anjing liar yang turut menemani perjalananya.

pppppprrrrrrrrrrttttttt.....

Bunyi gemericit ban motor akibat Deddy yang menekan rem sekuat tenaga.

Dia kaget dan takut setengah mati saat melihat sosok ular piton besar di tengah jalan. Ular tersebut kemudian seolah menengadahkan kepala dan menatapnya.

Mulut Deddy kaku, tak satu pun suara yang terdengar keluar dari mulutnya, beberapa menit kemudian ular tersebut pergi, ditatapnya hingga ular tersebut hilang dari pandangannya, lalu Deddy memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan sekitar. Setelah dirasa aman Deddy pun melanjutkan perjalannya.

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Deddy tiba di rumahnya pak Gusty. Tampak sebuah rumah tua, dengan pagar kayu yang mulai lapuk dan hanya diterangi oleh cahaya pelita.

Dia lalu turun dari motornya dan perlahan mendekati pintu.

Tok, Tok, Tok
Tok, Tok,

"Pak Gusty..."
"Hallo pak Gusty..."

Kriiiik....

Bunyi pintu yang dibuka dari dalam

Tampak sosok tua renta, dengan sedikit membungkuk dengan sorot mata yang tajam membuka pintu.

"Ah...selamat malam pak, saya Deddy, temannya Itis yang tadi bicara sama bapak via telepon."

"Ayo masuk..." Ujar pak Gusty sedikit ketus.

"Terimakasih pak."
"Silahkan duduk!"
"Iya pak." sahut Deddy sedikit canggung.

"Tunggu saya buatkan kopi."
"Baik pak terimakasih."

Sambil menunggu pak Gusty membuat kopi, Deddy bangkit dari tempat duduknya dan menatap foto-foto dulu yang tergantung di dinding kayu rumah tua itu, Deddy merasa ngeri dengan sosok orang-orang di dalam foto tersebut.

"Mereka adalah kakek dan nenek saya serta rekan-rekan mereka."

Deddy pun tersentak kaget dan hampir menjatuhkan pigura foto-foto tersebut dari dinding.

"Ah bapak maaf saya kaget, habis bapak munculnya tiba-tiba."

"Hmm, ini kopimu, minumlah, malam ini kamu beristirahat saja dulu, besok baru kita persiapkan hal-hal yang diperlukan untuk ritual."

"Baik pak, tapi saya belum mengerti ritual apa pak? soalnya Itis tidak pernah menceritakan secara detail ritual yang ia jalani dulu di sini."

"Hm, jangan banyak tanya! Kamu mau cepat kaya kan seperti Itis?

"Maaf pak sudah lancang, iya pak saya mau sekali, saya ingin membuktikan kepada ayah kekasih saya kalau saya juga bisa dan berhak kaya."

"Bagus, kemungkinan besar akan berhasil jika kamu punya dendam dan ambisi yang besar."

"Tapi mohon maaf pak, saya hanya ingin tahu ritual apa ini, maaf pak saya lancang, saya hanya ingin memastikan kalau saya tidak kenapa-kenapa nantinya."

"Hmm, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."

"Ap ap aaapaaaaaaa?" Sahut Deddy dengan terbata seolah tak percaya.

bersambung ke → Part 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mdn92 dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh chritisghaza28
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 11
JANGAN SUBSCRIBE THREAD INI AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA

JANGAN LUPA KOMEN, DAN RATE YAH AGAN-AGAN SEMUANYA

MANA CENDOLNYA? emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh chritisghaza28
Lihat 1 balasan
profile-picture
profile-picture
r3M3dy dan meizhaa memberi reputasi
Diubah oleh chritisghaza28
PART 2

"Hm, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."
"ap ap aaapaaaaaaa?" Sahut Deddy dengan terbata seolah tak percaya.

"Ya, apa kau tuli?, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."

"Ta taap tapi." ujar Deddy ketakutan

"Mengapa? Kamu ingin kaya kan?"

Deddy terdiam seolah berpikir panjang, mengerutkan keningnya sambil menundukkan kepala. Bulir-bulir peluh bak biji jagung menetes deras dari kulitnya tiada henti.

"Apa Itis juga dulu dinikahkan dengan kuntilanak pak?"

Pak Gusty terdiam sebentar, lalu menyeruput kopi miliknya yang hampir menyisahkan ampas, perlahan dia bangkit dari kursi dan menatap keluar rumah dari balik jendela.

"Haaaaah, Aku ingat betul saat pertama kali bertemu Itis. Dia datang ke sini dengan sejumlah pengeluhan, dia bercerita bagaimana usahanya harus gulung tikar, melamar kerja di berbagai tempat tapi ditolak, dililit banyak hutang dan tak mampu melunasinya. Pada akhirnya semua rekan-rekan termasuk istri tercintanya meninggalkan dia.

Dia pun menangis sesengguhan memohon agar membantu dia untuk cepat kaya, aku memberikan syarat harus menikah dengan kuntilanak merah, awalnya dia ketakutan seperti kamu. Tapi coba lihat dia sekarang, punya belasan mobil mewah, Rumah bak istana, dia punya segalahnya. Apa yang masih menahanmu? Kamu ingin segera menikahi Anni kan?"

Deddy berpikir sejenak, yang ada di pikirannya sekarang hanya Anni, dan membuktikan kepada Ayah Anni kalau dia akan sukses dan kembali untuk melamar Anni.

"Baik pak, saya menyanggupinya."

"Bagus, sekarang aku akan mengantar kamu ke kamar, biar kamu dapat beristirahat."

Deddy dibawa ke ruangan berdiameter 3x3 meter, tempatnya untuk melepas lelah. Setelah itu pak Gusty pun langsung meninggalkannya.

Di dalam kamar, Deddy pun tak langsung dapat tertidur, dia hanya membolak-balikkan badannya ke kiri dan ke kanan seperti ada beban berat di pundaknya, atau mungkin karena ketakutan akan dinikahkan dengan sesosok kuntilanak.

"Deeeedy, Deeeedy, deeeedy" tiba-tiba samar terdengar suara perempuan dari luar rumah memanggil-manggil namanya secara perlahan.

Deddy pun bangun dan mencari asal suara tersebut dan didapatinya dari kejauhan tampak sesosok perempuan cantik bergaun merah sedang menatapnya dari bawah pohon beringin besar dengan pandangan yang sayu.

Sambil tertawa kecil sosok perempuan tersebut lalu berjalan masuk ke dalam hutan, tak ayal Deddy pun langsung melangkah mengikuti perempuan itu.

Namun sosok tadi menghilang ditelan kegelapan dan riuh angin dingin yang menusuk sum-sum.

Matanya kemudian tertuju pada sehelai selendang merah yang tergeletak di atas tanah, lalu diambilnya selendang tersebut.

"Ah...pasti punya wanita tadi." Batin Deddy sambil melihat sekeliling.

"Deddy..."

Deddy pun terhentak kaget karena tepukan tangan pak Gusty di bahunya.

"Ah pak Gusty bikin kaget saja."

"Sedang apa kamu diluar? Ini sudah larut malam."

"Maaf pak, ta tadi..."
"Masuk!"

Deddy pun bergegas melangkahkan kaki menuju rumah, sementara itu pak Gusty memalingkan wajahnya dan melempar senyum kepada sosok perempuan bergaun merah yang sedang duduk di dahan pohon beringin besar itu.

bersambung ke part 3
-------------------------------
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 7 lainnya memberi reputasi
ijin nenda gan
gelar tiker dulu sambil mejeng di pejwan

emoticon-Cool
lanjut
Dan kuntilbapak adalah suaminya
Gambar buat judulnya mantap banget gan.

SALUT!

emoticon-2 Jempol
jejak Gan
lanjut
Quote:


makasi banyak gan. hehehe biar horornya dapet ane buatnya
Quote:


hahaha gila lu ndro
Quote:


😂😂😁😁
Quote:


silahkan gan
jangan lama2 updatenya gan
Lihat 1 balasan
lanjutttty
wahhh seru juga nih ceritanya
lanjut gann ceritanya emoticon-Jempol
konveksi tas
Lanjoetkeun pergusso....
Btw apakah ini kisah baru ato kisah yg bapaknya nikah ma kunti di daerah NtT itu ya? Yg akhirnya tenggelem
Lihat 3 balasan
PART 3

Sementara itu pak Gusty memalingkan wajahnya dan melempar senyum kepada sosok perempuan bergaun merah yang sedang duduk di dahan pohon beringin besar itu.

Di dalam kamar, Deddy belum bisa memejamkan mata sambil menatap selendang merah yang digenggamnya.

"Siapakah wanita itu? Aku ingin bertemu dan mengembalikan selendang ini, mungkin dia sedang mencarinya."

Dia lalu meletakkan selendang tersebut di samping tempat ia berbaring dan berusaha memejamkan mata agar segera singgah ke alam mimpi.

Setelah dipeluk kantuk dan dibelai waktu selama 15 menit, akhirnya Deddy pun pulas tertidur dan sukses tiba di alam mimpi. Dalam mimpinya, Deddy sedang duduk di bawah pohon beringin besar tempat dia melihat wanita bergaun merah tadi, angin berhembus kencang dan tiba-tiba tercium aroma amis anyir yang sangat menusuk hidung, terdengar suara perempuan yang sedang tertawa nyaring. Deddy menengadahkan kepala ke atas dan melihat sosok perempuan dengan wajah setengah rusak dan penuh belatung sedang tertawa sambil melihatnya dengan sorot mata yang tajam.

"Aaah aaah si sia siapa kamu? Jangaan ganggu aku!"

Perempuan itu mengambil belatung hidup di wajahnya, dimasukkan ke dalam mulutnya, lalu dimakannya dengan rakus.

Sisa-sisa belatung di mulut perempuan itu pun berjatuhan di wajah Deddy.

Deddy yang kaget dan takut lantas hendak berlari meninggalkan wanita itu namun kaki dan seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan, perempuan itu lalu melayang dari atas pohon turun ke bawah dan berhenti tepat di depan Deddy.

"Hhhhmmmm,heeeaaaaam heeeeeaaaaaam..."

Deddy ingin berteriak namun mulutnya kaku seperti ada yang menahan.

Sekarang Deddy dapat melihat sosok itu dengan jelas, di separuh wajahnya terdapat luka dan lubang mengangah, sehingga Deddy dapat melihat belatung hidup lalu lalang keluar masuk dari luka tersebut, dari situlah sumber bau amis yang sangat menusuk hidungnya.

Tampak kuku-kuku panjang dari tangan wanita itu mendekat ke arah wajah Deddy, di elus-elusnya wajah Deddy menggunakan kukunya yang panjang dan hitam, lalu turun ke tangan Deddy dan mengambil selendang merah yang digenggam Deddy sedari tadi.

Perempuan tersebut lalu membuka mulutnya lebar-lebar dan keluarlah sekelompok kecoak yang terbang hinggap dan mengerubungi seluruh tubuh Deddy, Dibukanya lagi mulutnya dan keluar seekor ular berwarna hitam. Deddy makin ketakutan saat ular itu mendesis dan mendekatinya, Ular tersebut membuka mulutnya hendak mematok, Deddy berusaha sekuat tenaga untuk membuka mulutnya dan berteriak sekencang-kencangnya.

"Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrghhhhhhgg haaah haaah haaaaah haaaaah"

Dia tersadar dari mimpinya dengan tubuh penuh keringat dan napas memburu.

"Aaarghh, pak Gusty sejak kapan berada di samping saya?"

Deddy lebih kaget lagi ketika melihat pak Gusty sudah berada di dalam kamar tepat di sampingnya.

"Aku masuk ke sini karena mendengarmu berteriak."

"Tapi, bagaimana bapak masuk? Karena sebelum tidur saya ingat betul sudah mengunci pintu kamar."

"Tidurlah, kamu harus benar-benar siap untuk ritual ini." Ujar pak Gusty sambil melangkahkan kaki keluar dari kamar.

Deddy hanya terdiam heran atas apa yang menimpanya.

Deddy lalu teringat selendang merah yang disimpannya sebelum tidur. Dicarinya selendang merah yang tadi disimpannya disamping pembaringan tapi tak dapat ia temukan, dia bangun dari kasur lalu mencari seisi ruangan tapi tetap nihil.

"Tak mungkin selendang itu hilang begitu saja." Batin Deddy penuh tanda tanya.

bersambung ke part 4

-------------------------------
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post boel19c
ini kisah lebih dahulu saya post sama kisah yg nikah sama kunti itu,
profile-picture
putzpitz memberi reputasi
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di