alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dianggap Tidak Adil, Terpidana Mati Bandar Sabu Gugat UU Narkotika
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d79f8f5c0cad76074482ff8/dianggap-tidak-adil-terpidana-mati-bandar-sabu-gugat-uu-narkotika

Dianggap Tidak Adil, Terpidana Mati Bandar Sabu Gugat UU Narkotika

Dianggap Tidak Adil, Terpidana Mati Bandar Sabu Gugat UU Narkotika

eritahati, Jakarta - Selaku Pemohon, terpidana mati narkotika bernama Andi alias Aket bin Liu Kim Liong mengajukan permohonan uji materi atas Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 (UU Narkotika) terkait dengan aturan pidana penjara dalam tindak pidana narkotika.

Liu Kim Liong telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum sebagai perantara dalam jual-beli atau menerima narkotika golongan I berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Banten Nomor 109/PID/2018/PT BTN tanggal 9 Januari 2019, dengan amar putusan yang intinya menjatuhkan hukuman mati.

"Pemberlakuan Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 telah menimbulkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum yang merugikan hak dan kewenangan konstitusi publik, termasuk pemohon," kata kuasa hukum pemohon Beni Dikty Sinaga di Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut pemohon Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika diundangkan dengan tujuan supaya tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika serta pelaku narkotika, disamakan penjatuhan pidananya dengan tindak pidana lainnya.

"Hal tersebut jelas berakibat menimbulkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum sehingga merugikan hak dan kewenangan konstitusi publik, termasuk pemohon," kata Beni.

Dengan demikian, kata Beni, pemohon memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan uji materi Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 yang menurut pemohon tidak memberikan jaminan kepastian hukum.

Dengan demikian, kata Beni, pemohon memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan uji materi Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 yang menurut pemohon tidak memberikan jaminan kepastian hukum.

Dengan demikian, kata Beni, pemohon memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan uji materi Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 yang menurut pemohon tidak memberikan jaminan kepastian hukum.

Dengan demikian, kata Beni, pemohon memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan uji materi Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 yang menurut pemohon tidak memberikan jaminan kepastian hukum.

Dengan demikian, kata Beni, pemohon memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan permohonan uji materi Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35/2009 yang menurut pemohon tidak memberikan jaminan kepastian hukum.

Kuasa hukum pemohon menilai bahwa frasa "pidana penjara" dalam Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika telah bertentangan dengan Pasal 28D Ayat (1) Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945 karena menimbulkan ketidakpastian hukum, mengingat tidak adanya tafsir yang jelas terhadap frasa "pidana penjara" tersebut.

Selain itu, ketentuan tersebut juga dikatakan telah merugikan pemohon karena menyebabkan pemohon dijatuhi hukuman mati karena dinilai bersama setelah menjadi perantara dalam jual-beli atau menerima narkotika golongan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika.

Kuasa hukum pemohon kemudian menyebutkan bahwa pidana penjara merupakan salah satu jenis pidana yang terdapat dalam sistem hukum pidana di Indonesia dan tertuang dalam Pasal 10 KUHP.

"Namun, frasa 'pidana penjara' telah diartikan secara keliru oleh sebagian penegak hukum, seperti hakim dan jaksa, setidak-tidaknya dalam kasus yang dialami oleh pemohon," kata Beni.

Penangkapan Andy cs berawal dari tim Reserse Gabungan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polres menangkap 4 anggota sindikat narkoba internasional. Satu di antaranya yang bernama Lim Tong Hing alias Onglay alias Mono terpaksa ditembak mati petugas lantaran melawan saat hendak ditangkap pada Februari 2018 lalu, di Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya Kosambi Kota Tangerang.

Sedangkan 3 pelaku yang berhasil ditangkap hidup-hidup adalah Marvin Tandiono alias Joni, Liu Kim Liong alias Aket alias Andi, dan seorang pelaku lain yang mendekam di dalam Lembaga Pemasarakatan (LP) Cipinang bernama Indrawan alias Alun.

Dari penangkapan tersebut pihaknya menyita 239,78 Kg sabu dan 30 ribu butir ineks yang disimpan dalam 12 mesin cuci. Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Baca juga: Usai Panjat Pagar Masjid Dini Hari, Tiga Pemuda Abis Nyabu di Gerebek Warga

Sumber: http://beritahati.com/berita/63013/D...t-UU-Narkotika
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bisa ya bajingan menuntut UU?
Quote:


Koruptor aja bisa
Lagian semua sama dimata hukum
Diubah oleh twintower911
Akal-akalan.

• terpidana, supaya vonisnya dibatalkan (nga jadi mati) emoticon-Peace

• pengacara, supaya bisa buat ngeruk uang sang terpidana emoticon-Big Grin (mayan paling tidak buat terakhir kali)

emoticon-Leh Uga
di philipina orang2 kek gini dah jd bangke di jalan klo ketawan jd bandar narkoba


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di