alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Peneliti Leiden Sebut Politikus RI Didominasi Orang Kaya, Ini Risikonya
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d76038e018e0d6424444cbf/peneliti-leiden-sebut-politikus-ri-didominasi-orang-kaya-ini-risikonya

Peneliti Leiden Sebut Politikus RI Didominasi Orang Kaya, Ini Risikonya

Peneliti Leiden Sebut Politikus RI Didominasi Orang Kaya, Ini Risikonya
Foto ilustrasi: Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta - Peneliti dari Universitas Leiden, Ward Berenschot menilai demokrasi di Indonesia terlalu didominasi orang kaya. Bila tak ada politikus dari kaum miskin, maka efek negatifnya bisa sampai ke pelayanan publik.

"Walaupun demokrasi Indonesia cukup baik dalam mewakili keragaman etnis dan agama, tetapi tidak baik dalam mewakili kelas sosial yang berbeda - seperti kelas menengah dan orang miskin. Politisi Indonesia secara tidak proporsional berasal dari latar belakang kaya dan elite ekonomis," kata Berenschot dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (9/9/2019).

Berenschot yang merupakan Associate Researcher Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini menjelaskan soal keterwakilan publik oleh anggota DPR, DPRD, dan juga kepala daerah. Ada juga politikus dari latar belakang tidak terlalu kaya, namun di belakangnya pastilah ada orang kaya. Dia menyebut kelompok terbesar yang masuk politik adalah kelompok pebisnis.

"Kita semua tahu banyak contoh elite politik yang juga elite ekonomis di tingkat nasional: Sandiago Uno, Erick Thohir, Jusuf Kalla, Hary Tanoe, Surya Paloh: sekarang sagat mudah untuk orang bisnis untuk masuk dunia politik. Di tingkat lokal, pola hampir sama," kata dia.

Sebaiknya, anggota parlemen bukan mewakili satu golongan kelas sosial saja. Tujuannya, supaya kebijakan yang dihasilkan anggota dewan bisa adil bagi semua golongan. Itu akan sulit diwujudkan bila semua anggota parlemen berasal dari golongan kaya saja.

Ada risiko atau efek negatif dari kondisi itu. Bila cuma orang kaya saja yang menjalankan roda utama demokrasi, maka kesetaraan politik tidak akan terwujud. Dampak buruk dari tak adanya kesetaraan politik yakni, pertama, orang merasa tidak terwakili dengan politikus yang ada. Dalam kondisi itu, massa akan mudah tertarik dengan sosok yang menawarkan penghancuran sistem. Berenschot mencontohkan sosok tersebut seperti Rodrigo Duterte di Filipina, Jair Bolsonaro di Brazil, Donald Trump di AS, atau Boris Johnson di Inggris.

Kedua, terjadi ketegangan antarkelompok sosial. Ketiga, terbentuk oligarki (pemerintahan dijalankan beberapa orang yang berkuasa dari golongan tertentu).

"Ketidaksetaraan politik mengarah pada keistimewaan kelompok dominan-dalam hal ini elite ekonomi. Ini berarti dalam masalah ketika ada kepentingan yang berbeda antara elite ekonomi dan penduduk lainnya, elit ekonomi cenderung menang (tapi tidak selalu!)," kata Berenschot.

Kelompok yang berkuasa cenderung memperjuangkan kepentingan kelompoknya. Kepentingan kelompok lain, yakni kelompok miskin atau kelompok yang bertentangan dengan elite, tak akan terwadahi.

"Salah satu contoh yang sangat relevan sekarang, adalah perjuangan terkait KPK. Dalam pendapat saya untuk elite itu penting kalau KPK lemah, karena itu mengurangi risiko untuk mereka," imbuhnya.

Peneliti Leiden Sebut Politikus RI Didominasi Orang Kaya, Ini Risikonya

Efek negatif lainnya bila politik terlalu didominasi orang kaya, bila terjadi konflik antara perusahaan versus masyarakat, maka pejabat dari kalangan elite ekonomi tinggi cenderung memihak kaum bermodal, yakni pihak perusahaan. Juga, kebijakan-kebijakan publik yang dijalankan pemerintah bakal terasa payah oleh kaum miskin.

"Singkatnya, dominasi elite ekonomi dalam politik Indonesia memiliki efek besar pada kualitas layanan publik, keadilan sosial, dan kekuatan Rule of Law di Indonesia," kata dia.

Lalu ke mana politikus dari golongan miskin dan kaum muda berkantong cekak? Kurangnya politikus dari golongan miskin dan kaum muda ini disebabkan oleh biaya kampanye yang tinggi.

Seorang bupati rata-rata keluar Rp 28 miliar untuk kampanye. Orang miskin atau anak muda mana yang mampu mengeluarkan duit sebanyak itu? Partai-partai politik di Indonesia juga cenderung memilih kandidat dari orang kaya supaya kandidat tersebut bisa membiayai kampanyenya sendiri.

"Sampai sekarang reformasi sistem elektoral (yang sering terjadi di Indonesia), tidak berfokus terhadap mengurangi biaya kampanye. Harusnya: kalau peraturan baru berhasil mengurangi ongkos politik, itu naikkan kemungkinan orang muda dan orang miskin akan maju dalam politik," kata Berenschot menyimpulkan.

SUMBER
news.detik.com/berita/d-4698812


Logikanya gini,
Orang kaya pasti kecil posibilitasnya untuk mewakilkan suara orang miskin.
Disamping itu, orang-orang kaya juga kemungkinannya sangat kecil mengerti keadaan orang miskin.
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 12 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
coba sebutkan negara demokrasi mana yang politikusnya didominasi orang miskin.

justru politisi yang ngaku miskin dan sederhana di negara demokrasi itu patut dicurigai.emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
esaka.kedua dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bapa jokoui jelas bukan politisi macam itu emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skywalker45 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh wiry
Ongkos politik buat jadi anggota dewan juga lumayan timggi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
netnotme dan 2 lainnya memberi reputasi
kembali lagi, yg murni akan kalah sama yg punya kepentingan.
jadi ya gini gini aja 10km/jm
profile-picture
netnotme memberi reputasi


Quote:


Masih ada cebong dungu yang percaya si cungkring orang miskin emoticon-DP emoticon-DP

Babenya dulu kepala desa, pengusaha kayu, si cungkring waktu kecil sudah dikasi sepeda motor yang dimana sepeda motor itu barang sangat mahal di jaman dulu. Sekarang anak2nya pada disekolahin di luar negeri cuk emoticon-DP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skywalker45 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post pemburu.kobokan
Situ jangan berani-beraninya menghina junjungan kami, bapa jokoui emoticon-Mad

Coba lihat betapa sederhananya bapa jokoui emoticon-Embarrassment

Peneliti Leiden Sebut Politikus RI Didominasi Orang Kaya, Ini Risikonya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
netnotme dan 3 lainnya memberi reputasi
W lupa diajaran filsuf siapa

Klo pejabat politik berasal dr orang kaya, dia gak bakal lagi ngejer kekayaan karena dia orang kaya. Tapi w rasa itu cuman idealisme...

profile-picture
netnotme memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ada yg bilang mending org kaya yg jd pejabat, krn dia sudah kaya, gak mgkn dia bernafsu memperkaya diri sendiri.
Nyatanya? Biaya politik yg mahal malah bikin para pejabat sibuk ngejar setoran emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
netnotme dan n.y.a memberi reputasi
Diubah oleh giacartone
Perlu modal besar yang tidak kecil. emoticon-Traveller
profile-picture
netnotme memberi reputasi
mau nyaleg dprd butuh modal.
bikin iklan baliho di jalan dan biaya sablon kaos.
tujuan caleg buat cari pekerjaan
99% politikus di semua negara pasti berduit,kalo ga mana mungkin bisa
yang bikin politik indo dikuasai orkay kan soeharto.


Mending lu ke kuburannya terus lu anjing anjingin tulang belulangnya.

Golongan politik idealis indo hanya sampe di era soekarno. Setelah soeharto plotikus isinya bajingan semua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan 4 lainnya memberi reputasi
ada juga gan, dulu miskin jadi pejabat, akhirnya kaya juga sih akhirnya😂
bener juga sih, para birokrat semakin kaya dan rakyat biasanya semakin kecil maka akan menimbulkan kecemburuan sosial yg dapat menyebabkan chaos nanti. pemerintah harus mengamati dan sadar akan hal ini. semoga apa yg dibicarakan peneliti ini tdk terjadi di indonesia.
namanya juga stakeholder pasti banyak yg ga masuk akal, karena apa yg diajarkan dunia ini berbanding terbalik dengan bagaimana dunia ini bekerja. real life nya kaya gitu. dan memang cara kerjanya begitu. kalo para agan2 ingin ngerubah sistem nya usahakan masuk di sistem, tapi FYI yg udah coba ngerubah sisitem pada berakhir di penjara gan :sedih
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan hantumasam memberi reputasi
ya namanya uga mafioso dimana mana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jeffrey.maulana dan 2 lainnya memberi reputasi
Yang miskin gak kepikiran buat nyalonin diri, orang merjuangin kehidupan sendiri aja sulit apalagi pingin memperjuangkan orang lain?

Quote:


Quote:


Justru rasanya yang kaya pingin semakin kaya lagi, meskipun mungkin ada beberapa yang emang ngerasa cukup tapi jarang.
Gak yakin ada orang zaman ini yang mau ngeluarin duit ratusan atau miliaran tapi gak balik modal sama sekali.
profile-picture
eggnostick memberi reputasi
Lihat 3 balasan
emang utk di kenal orang itu ga pake uang. utk kampanye ga pake uang. orang miskin gimana cara nya kampanye apa minta sama orang kaya yg baik hati...itu pendapat yg udah pasti ngapain di teliti lagi semua orang jg udah tau
Duterte di PH termasuk berhasil loh
Kenapa dibilang malah menghancurkan ?

emoticon-No Hope

Ane pernah baca artikel..tp lupa apa judulnya emoticon-Hammer2 , disana dibilang politikus yg korup itu cenderung ke politikus yg termasuk jdi OKB pasca terpilih
Yang sedari sbelum menjabat dasarnya udah kaya biasanya cenderung gak ( ya karena dia sudah kaya )
profile-picture
profile-picture
jeffrey.maulana dan eggnostick memberi reputasi
Diubah oleh djinggo88
Quote:


Eleh, bukan soal banyaknya harta, tapi soal mental norak, ABS, ndeso, suka seremonial, narsistik, hedon, penjilat yg mendominasi karakter para pejabat pejabat indonesia. Jadi mau miskin kek, kaya kek, sama aja busuknya, karena gw juga punya tetangga miskin mayoritas masih suka hedon padahal gak punya duit emoticon-Cape d.... Sukanya utang sana sini, bergantung sumbangan arisan, amplop nikahan emoticon-Cape d...

Lagian juga pas pemilu, yg miskin2 itu dukung yg ngasih suap duit emoticon-Cape d...

Kita butuh pemimpin yg berkebalikan dari sifat2 di atas.
profile-picture
samradler memberi reputasi
Diubah oleh karyanakbangs4
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di