alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Perempuan Dilarang Mesum
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7471a3a2d195683177ea83/perempuan-dilarang-mesum

Perempuan Dilarang Mesum



“Ewe artinya apa, sih?” tanya seorang teman sesama perempuan. Berbeda denganku, dia bukan orang Sunda. “Aku diajari Bahasa Sunda oleh anak-anak cowok.”

“Kamu tahu ngenthu dalam bahasa Jawa? Artinya sama dengan ewe,” jawabku.

“Tidak.” Ia menggeleng.

“Kusebut Bahasa Indonesianya saja, deh. Senggama. Tahu, kan?” tegasku.

Kawanku itu geleng-geleng, sadar bahwa dirinya telah dijahili. Kemudian dia melapor pada teman-teman lelaki kami bahwa dia sudah tahu arti ewe dari penjelasanku.

Ketika aku berjalan melewati kawan-kawan lelaki, mereka menanyaiku, “Kok kamu ngerti ngenthu?”

Sambil menatapku, sebagian dari mereka mengernyit, sebagian lagi menahan tawa. Mereka heran, aku, perempuan Sunda Muslim berkerudung, pemakai rok panjang; paham arti kata ewe dan ngenthu.

Sebetulnya mereka bukan teman-teman lelaki pertama yang tahu kalau aku memahami hal-hal yang dianggap tabu. Teman-teman lelaki di kampusku pun sempat terheran-heran ketika aku paham lawakan-lawakan mesum mereka.

Beberapa kawan pencinta budaya Jepang bahkan lebih heran lagi begitu tahu aku mengerti istilah JAV, gravure, dan yaoi. Gara-gara itu, tak jarang mereka berujar, “Ih, kok kamu ngerti?” padaku dengan tatapan seolah-olah aku adalah perempuan dengan pikiran paling mesum sedunia.

Namun, bukankah justru seharusnya aku yang merasa heran? Sejak SMA, aku sudah terbiasa melihat teman-teman lelaki bercanda hal-hal mesum di ruang publik. Mereka santai-santai saja terbahak-bahak di hadapanku dan teman perempuan lainnya. Sebagian dari kami–para perempuan–melongo lantaran tidak paham, sebagiannya lagi memilih bungkam agar terlihat tidak paham. Ketika salah satu dari kami bertanya, “Apaan sih?”, kawan-kawan lelaki akan menjawab, “Nggaaaak!” sambil menahan tawa.


Perempuan Dilarang Mesum


Pengalaman tersebut membuatku menarik hipotesis bahwa lawakan dan obrolan tabu dianggap wajar bagi lelaki, tapi terkesan mesum bagi perempuan. Penasaran, aku pun bertanya pada seorang kawan lelaki soal ini. Bagaimana kesan pertama lelaki terhadap perempuan yang paham dengan obrolan atau lawakan mesum?

“Reaksiku sih biasa saja kalau dia paham dan ikut ketawa, tapi ini hanya berlaku ketika dalam kelompok, ya. Bukan personal. Namun, kalau dia sampai membalas mungkin aku akan berpikir bahwa pemikiran cewek ini sedikit nakal dibandingkan cewek biasanya,” jawab salah satu teman lelakiku.

Lho, memangnya kenapa kalau pemikiran perempuan sedikit nakal?

“Berarti dia orangnya frontal dalam hal seperti itu. Ketika ngobrol dengan cewek yang frontal dalam hal itu, aku jadi canggung melanjutkan lawakan,” lanjutnya.

Jawabannya itu semakin menguatkan hipotesisku mengenai lawakan dan obrolan-obrolan mesum. Aku pun heran. Dalam mengekspresikan hal-hal berbau seksual, mengapa laki-laki lebih bebas sementara perempuan cenderung terbatas? Libido bukan hanya milik laki-laki, bukan pula menjadi sesuatu yang secara bebas bisa diobyektifikasi.

Kata mesum itu sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kotor; cemar; perbuatan yang tidak senonoh. Jika mesum terjadi hanya sebatas pada perbincangan, maka sudah bisa dipastikan kemesuman tersebut berasal dari isi pikiran. Seseorang yang berpikiran mesum merupakan subyek sementara hal-hal yang ada di pikirannya menjadi obyek, bisa perempuan atau laki-laki tergantung orientasi seksual.

Memahami kemesuman sebagai obyek membuatku paham; mengapa perempuan tidak nyaman terlibat dalam obrolan atau lawakan mesum para lelaki. Sebagian dari perempuan bahkan memilih untuk diam agar terlihat tidak mengerti. Ketika ada perempuan yang mampu menanggapi, mereka tidak lantas menjadi sosok yang menggiring topik pembicaraan. Mereka takut dianggap mesum oleh para lelaki.

“Kalau paham jokes mesum dan ngelempar balik sih oke, tapi kalau setelah jokes satu malah obrolannya makin mesum malah jijik sih, in my opinion,” ujar teman lelakiku yang lain.

Patriarki telah membuat kita berpengharapan lebih terhadap perempuan: perempuan harus manut, ayu, suci, dan lembut, bukan hanya secara perbuatan, melainkan juga pikiran. Di luar ekspektasi itu, perempuan akan dianggap sebagai sosok liar yang menyalahi pseudo-norma bertopeng tata krama. 
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)


emoticon-Cendol Ganemoticon-Rate 5 Star


profile-picture
profile-picture
profile-picture
nuig54 dan 8 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Ane justru heran kl ada org yg menjadikan topik sex sebagai bahan guyonan. Di mana letak kelucuannya gt lho..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tamadate6 dan 4 lainnya memberi reputasi
sama aja kek "ngen-tot",
kosakata itu berasal dari kata Kentot, singkatan dari Kencan Total. semacam bahasa gaul anak 70/80an.
emoticon-Toast

Makin kesini kosakata"ngen-tot" / ngecanin total, dianggap kasar/buruk hingga disensor dimanapun.
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh s.i.n.y.o
Lihat 4 balasan
Balasan post s.i.n.y.o
Tahu kenapa kaum patriarki opresi wanita?

Kalau wanita diizinkan seks bebas, yg kebagian untungnya hanya pria2 mapan sukses unggulan, sementara pria chauvinis kumuh dekil pengangguran yang memakai topeng agama gak bakal dilirik. Yang ada gigit jari coli sambil nonton JAV.

Kalau wanita sudah pernah merasakan orgasme terus nikah sama cowo geblek egois sok suci yang gak bisa muasin istrinya, terus wanita nuntut cerai ato selingkuh sama yg bisa muasin, itu harus dihindari dengan segala cara.

Caranya gimana? Opresi terhadap wanita. Kalau wanita gak punya pembanding sebelumnya, mau gak mau dia terima saja sama tytyt mini otak egois yang gak bisa bikin orgasme.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 6 lainnya memberi reputasi
Quote:


Wow. Seandainya semua cewek di dunia setuju sex bebas & melakukannya, lebih baik ane membujang seumur hidup saja no prob.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tamadate6 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:




Hadeh. Dikit-dikit patriarki. Tau arti patriarki yg sebenernya kagak?


Istri yg cuma disuruh-suruh, dipandang sebelah mata bak pembantu, cuci baju, bersihin rumah, jaga anak, puasin nafsu suami, babibu lainnya, itu patriarki.

Politik ataupun pimpinan perusahaan yg harus dipegang cowo, cewe dipersulit & dianggap sebelah mata, itu patriarki.


Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti.

Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta benda.



Ini malah cari pembenaran bawa seksualitas.

Kalo kamu mau nimpali obrolan mesum --karena ga terima merasa tidak adil cowo boleh tapi cewe ga boleh-- ya terserah kamu, tapi ya jangan salahkan cowo yg tidak akan menghargai kamu & cuma ingin mesumin kamu saja.


Mau ngeue sama orang sekampung juga terserah kamu, kumpul kebo dsb juga bebas kan tubuh kamu sendiri kan katanya, tapi jangan salahkan cowo yg tidak ingin memperistri kamu kelak.


Padahal tujuannya kan malah bagus, supaya cewe dimuliakan, tidak dimanfaatkan dipake doang, ibu dari anak-anak di dalam keluarga yg baik. Tujuan yg jelas untuk kebaikan si cewe itu sendiri.


Oke deh, kalo itu bualanmu tentang patriarki, skrg gimana kalo dibalik, cewe yg cari nafkah, bekerja keras, menafkahi?

Cowo sudah dituntut menafkahi, tanggung jawab, jadi kepala keluarga, kerja banting tulang, masih dituntut ini itu, masih ga boleh punya pilihan kriteria cewe yg seperti apa, masih dikata-katain, yah itulah yg bikin gerakan MGTOW banyak merebak.


Men goes their own way.. sounds really really good!! emoticon-Angkat Beer


profile-picture
profile-picture
profile-picture
islamadina87 dan 10 lainnya memberi reputasi
Quote:


Ukuran bukan masalah. Yang penting durasi.

Mau segede gaban kalau ga sampe 1 menit udah kelar ya percuma emoticon-Betty
profile-picture
penyukabiru memberi reputasi
Quote:


Yuk bang ngejunk
profile-picture
dbaa6pointy memberi reputasi
saya termasuk yang suka melabrak ketika mendengar teman lelaki candaannya mesum. dgn begitu, mereka akan diam. tapi ada juga yg semakin ditanggapi semakin jadi. kan jijik. so, yg ini ane milih menghindar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Mangstab gana....cendolin dah
profile-picture
profile-picture
pemetik.anggur dan lurahgundul memberi reputasi
Cowok buka p*rnhub: nggak apa-apa.

Cewek buka xhamster: gila sangean pasti nih cewek, binal, nafsu gede, ya ampun parah banget, taubat woy.

+62.

emoticon-Angkat Beer

-edit-

Ini TS-nya editor atau apa? Sempurna banget gaya penulisannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tighanadrummer dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh astrophel
Lihat 1 balasan
Parkir dulu siap mengguncang org sini emoticon-Moon
Quote:


Ane heran dgn cewek begini. Bicara soal kesetaraan hak tp yg jd objeknya adalah sesuatu yg konyol begini. Cm masalah gurauan mesum. Sepenting itukah masalah ini sampai2 layak utk dituntut kesetaraan haknya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemetik.anggur dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Nah, menurut agan,
Mempertanyakan perbedaan apakah sama dengan menuntut kesetaraan?
Menurut saya tidak ada satu kalimat pun yang menunjukkan si TS secara persuasif menuntut kesetaraan, wanita harus diperbolehkan mengeluarkan celetukan mesum misaLnya.

Issue seksualitas bukan sesuatu yang remeh gan.
Gurauan mesum memang terkesan sebagai konyol dan receh. Tapi jika kita melihatnya lebih obyektif lagi, secara global, gurauan mesum merupakan bagian dari issue penting dalam kehidupan sosial. tidak terlalu prinsipil, tapi juga tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut hak sosial dari klaster budaya yang heterogen.

Maaf jika saya salah interpretasi.
emoticon-Nyepi



Quote:



IMO, yang saya tangkap, poin inti ts lebih terfokus pada sistem sosial dan asumsi publik.

Menurut saya, ts bukan mencari pembenaran dengan membawa issue seksualitas, pak.

Tapi lebih ke 'mempertanyakan' dan berusaha memahami. merenungkan sebuah issue yang selalu menarik dan relevan untuk dibahas dari zaman ke zaman.
Yakni asumsi moral berdasarkan perbedaan gender dalam ranah seksualitas.

Tanpa mengurangi nilai dan martabat seorang perempuan dalam budaya ketimuran,
bisa diakui kalau ada beberapa excuse moral bagi lelaki yang tidak berlaku bagi perempuan.

Merokok misalnya. suatu hal yang negatif tentu.
lelaki merokok, masyarakat cuek.
Kalau perempuan? wah bakalan we o we syekali respon publik.
Note : saya bukan membenarkan wanita merokok. ini Hanya sekedar analogi.

Lelaki paham apa itu DS, apa itu WOT, misalnya.
bakal biasa saja bagi publik.
Kemudian ada Perempuan bisa menjawab apa kepanjangan akronim2 tsb.
Wah berpasang mata pasti bakal menoleh ke arahnya.
Berbagai asumsi bernuansa negatif bakal tertuju ke si perempuan itu.
Padahal perempuan memiliki hak sosial juga untuk menjawab dan mengetahui wawasan tentang seksualitas.

Nah, menurut bapak nih
bukankah ini juga termasuk patriarki pak?
Sebuah dominasi kaum maskulin dalam otoritas moral dan sosial yang tercipta karena mindset masyarakat ?
Budaya ketimuran cenderung kental akan konsep ini. Berbeda dengan budaya barat yang cenderung terlalu open mind.
dan bukan kapasitas kita menilai budaya mana yang paling benar.

Sekali lagi pak. Saya hanya mengkomparasi. Bukan menyalahkan atau menyudutkan kaum pria.

Tapi jika saja masing2 gender bisa berpikiran terbuka. Belajar berpikir di luar kotak, bahwa tidak semua wanita yang mengikuti dan memahami issue seksualitas itu adalah wanita mesum, mungkin bisa sedikit mengikis konsep patriarki ini dari sistem sosial dan moral kita.

Maafken jika saya salah mengkomparasi atau memilih analogi.
Mafken jika saya salah mengerti eksplanasi Bapak.
Dan maafken jika mungkin saya salah menangkap esensi tulisan ts. CMIIW.
emoticon-Nyepi


Salam satu goyang
emoticon-Goyang
Hokya hokyaaaaaaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mozillafirefox dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh vestycide
Lihat 1 balasan
Balasan post vestycide
Quote:




Simple saja.

Sekarang coba dibalik, ketika ada suami yg punya penghasilan lebih rendah dari istrinya, atau misalnya istri kerja kantoran sedangkan si suami hanya freelance.

Bagaimanakah pandangan masyrakat?

"MOKONDO"

Ga punya harga diri, numpang istri, blabla dsb.

Di luar negeri yg kata kamu open minded juga ga sebegitunya tuh. Jadi sama halnya bukan dgn yg TS pertanyakan? Hanya saja dibalik dari sisi cowo.


Jadi tiap gender ada kodrat, tanggung jawab, plus minusnya masing-masing.

Kalo sekedar menuntut kesetaraan, cowo pun juga bisa & memang harus menuntut kesetaraan, ya supaya setara kan. emoticon-Angkat Beer



profile-picture
profile-picture
profile-picture
pemetik.anggur dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Nah yang ini saya sependapat.
Tiap gender punya kodrat, tanggung jawab, kelebihan dan kekurangan. masing2 ada porsinya.


saya tertarik pengen tau pendapat bapak nih,
Menurut bapak,
Apakah semua perbedaan harus disetarakan? disamakan?
Lebih bagus mana. Berbeda atau seragam?

Note : MOKONDO itu apa yak?
emoticon-Bingung
aduhai udik sekali saya.
profile-picture
profile-picture
batharanarada. dan eghy memberi reputasi
Diubah oleh vestycide
Lihat 4 balasan
Quote:


imo, mokondo is modal kon*** doang, yank

pulang"... emoticon-Angel
Quote:


Halo, kalo anda membandingkan antara konsep lelaki mokondo dengan keperawanan yg diinginkan lelaki, ya itu ga setara yah. Yang konsep keperawanan berbicara tentang kriteria, tentang apa yg mestinya dipenuhi saat atau sebelum menikah; yg mokondo berbicara tentang kewajiban setelah menikah.
Jadi idealnya memang ketika sebelum menikah lelaki dan perempuan sama2 perawan dan perjaka, lalu setelah menikah lelaki menjalankan kewajibannya sebagai suami, perempuan menjalankan kewajibannya sebagai istri.

Lagipula menurut saya TS semata mengangkat isu standar ganda di masyarakat. Cowo ngomong porno? Laki banget! sedangkan cowo yg ga mau ngomong porno? Banci atau homo! Cewe ngerti porno? Perempuan binal! Cewe ga ngerti porno, oh pasti perempuan baik-baik.
Percayalah, cewe yg berlogika juga malas kok ngomongin hal2 yg porno di tengah lelaki, kaya ga ada bahan pembicaraan lain aja. Hanya saja bukan berarti yg semacam itu boleh menimbulkan stigmatisasi di tengah masyarakat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
archaengela dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

bentar masih asyik materi diskusi nya.


Quote:


emoticon-Matabelo
Betul juga sis.
Kesetaraan itu luas banget terapannya.
MAksudnya stigmatisasi di masyarakat ini seperti diskriminasi moral berdasarkan gender, begitukah?


Komen kritis kek gini kok dibata si....
buat yang ngebata, Hargai suara feminis yuks ...
emoticon-Goyang
Hokya hokyaaaa
profile-picture
profile-picture
batharanarada. dan eghy memberi reputasi
Diubah oleh vestycide
Balasan post .hades
Quote:




Ya memang benar, bahkan saya sangat setuju,

Idealnya memang ketika sebelum menikah lelaki dan perempuan sama2 perawan dan perjaka, lalu setelah menikah lelaki menjalankan kewajibannya sebagai suami, perempuan menjalankan kewajibannya sebagai istri.

Ya memang harusnya seperti itu.


Karena TS mengangkat isu standar ganda di masyarakat tentang cewe itu sendiri. Lah standar ganda tentang cowo?

Yg dibahas kan krn tentang kodratnya, wanita jaga diri, baik-baik, ibu untuk anak-anak di keluarga, makanya kalo ada cewe ngomong jorok, tattoan, merokok, ga perawan, dsb jelaslah jadi negatif.

Sedangkan cowo kodratnya menafkahi, tanggung jawab, kepala keluarga, makanya kalo ada cowo kerjaan ga jelas, ga mapan, hahahihi dsb jelaslah jadi negatif.

Jadi ga ada hubungannya sebelum or sesudah married. Semua ada porsinya masing-masing.



profile-picture
vestycide memberi reputasi
Balasan post vestycide
Quote:




Ngapain disetarakan?

Tuhan saja cuma menciptakan wanita yg punya sel telur & bisa hamil lalu menyusui. Wanita itu sebenernya sangat dimuliakan, bahkan surga saja hanya disejajarkan dgn telapak kaki ibu. Can you imagine that?

Para pria juga diberikan Tuhan fisik yg lebih kuat, tulang yg lebih besar, untuk mengayomi & menjaga istri, entah jama dahulu dgn berburu, skrg dgn mencari nafkah.

Jadi kembali lagi, semua ada kodrat & porsinya masing-masing.


profile-picture
vestycide memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di