alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Automotive / Otomotif /
Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?
4.7 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d72003c8d9b172d330dbbe0/yamaha-r15-ditilang-karena-polisi-gaptek-fitur-motor

Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?


Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?

Saat ini polisi sedang giat melaksanakan Razia Operasi Patuh 2019, untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Sudah banyak pengendara yang ditilang, entah karena tak bisa menunjukan surat menyurat kendaraan, kelengkapan dan kelaikan jalan, atau pelanggaran lainnya.

Tentu saja penilangan tersebut dilakukan berdasarkan aturan hukum yang jelas, khususnya mengacu kepada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah lainnya.
*****
Namun belakangan ini ramai postingan seorang pengendara Yamaha R15 keluaran awal, yang kena tilang, karena tak menyalakan Lampu Utama di siang hari. Hal itu sesuai dengan pasal 107 ayat (1) dan (2) UU.No.22 tahun 2009 yang menyatakan:

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Yang dipersoalkan pemilik motor tersebut adalah, ia sudah menyalakan lampu utama, namun hanya lampu sebelah kanan yang menyala. Hal itu disebabkan karena memang begitulah settingan default untuk lampu depan Yamaha R15 bawaan pabrik. Sedangkan lampu sebelah kiri hanya menyala jika ‘Lampu Jauh’ dinyalakan.

Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?

Seperti diketahui, R15 keluaran lama, mempunyai 2 buah lampu utama, yang mempunyai fungsi yang berbeda. Lampu sebelah kanan khusus untuk ‘Lampu Dekat’, sedangkan yang sebelah kiri khusus sorot ‘Lampu Jauh’.

Sistem lampu seperti ini juga diadopsi oleh Yamaha R25 dan Kawasaki Ninja 250 versi lama.

Nah, karena hanya menyala sebelah, maka pengendara tersebut ditilang, sebab menurut peraturan, jika lampu utama ada dua, maka keduanya harus diletakkan berdekatan dan dinyalakan keduanya. Hal ini sesuai dengan pasal 24 ayat (3) PP. Nomor 55 Tahun 2012:

“Apabila Sepeda Motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.”

Sang pemilik motor yang bernama Nurdin Afandi itu tentu saja protes, sebab ia sudah menyalakan lampu dan semuanya berfungsi. Hanya saja sudah bawaan pabrik lampu hanya menyala sebelah.

Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?

Karena itu ia menganggap polisi yang menilangnya ‘gaptek’ urusan fitur motor. Lalu ia memosting foto motornya dan Surat Tilang yang diterimanya, di akun FB-nya.
****
Tentu saja postingan itu mendapat tanggapan yang beragam dari warganet, yang umumnya sependapat dengan Nurdin. Bahkan ada yang menyarankan kepada Nurdin agar mengajak polisi tersebut ke Dealer Yamaha untuk menanyakan langsung perihal lampu depan R15 tersebut.

Kasus serupa juga pernah terjadi pada warna lampu sein bawaan pabrik yang warnanya tidak sesuai aturan lalu lintas, sehingga pengendara juga ditilang polisi.

Lantas, siapakah yang salah? Polisi, pabrik motor, atau pemilik motor?

Setiap motor yang akan dirakit di Indonesia, maka pihak pabrik harus berkoordinasi dan berkonsultasi dulu dengan aparat berwenang, sehingga setiap fitur motor bisa disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Misalnya, menurut Undang-undang, Spakbor itu harus selebar tapak ban, sehingga tidak menyemburkan air atau lumpur ke pengendara di belakangnya. Tapi kenyataannya, motor-motor terkini memiliki spakbor yang sempit dan pendek.

Jadi, saya rasa pihak pabrik yang harus bertanggungjawab dalam hal ini, sebab spesifikasi dan fitur motor yang dirakitnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Itu sih menurut Ane, lantas bagaimana menurut GanSis semua?(*) {No.445}
****
Baca juga:

Catatan Seorang Odapus: Pasrah

****
Ref, UU. No.22 tahun 2009, PP. No.55 tahun 2012.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tirtahahaha dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Aboeyy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
Reserved
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan tikamfansclub memberi reputasi
Udah default, headlamp R15 lawas hanya nyala sebelah

Yamaha R15 Ditilang Karena Polisi Gaptek Fitur Motor?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Papsqqpapap dan 8 lainnya memberi reputasi
harusnya pabrik ada koordinasi sama kepolisian. lucu jg sih, akhirnya konsumen yg dirugikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tamaput98 dan 7 lainnya memberi reputasi
pak polisi semena mena..
nanti kalo diubah- ubah trus kebakar motornya.. yang susah yang punya motor dong..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tamaput98 dan 6 lainnya memberi reputasi
hanya kesalah pahaman aja ini
profile-picture
tamaput98 memberi reputasi
yaa mdah mudahan surat tilangnya dicabut kembali...
profile-picture
tamaput98 memberi reputasi


Quote:


bro Hukum di indonesia memang bnyak yg Kontradiktif antar pasal satu dengan lainnya, ini diakibatkan kurangnya landasan penelitian akademis ketika membuat undang-undang.

cba ada penelitian dulu tentang Kendaraan sepeda motor yg memiliki dua lampu utama, pasti yg bikin undang-undang juga ngeh kalau setingan dari pabrik ya begitu, atau pabrikan motor yg diperintah untuk menyesuaikan emoticon-Leh Uga

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tegartsaputra dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
parah ni, kalo ini benar2 kejadian yang aneh emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
ardiahong dan Aboeyy memberi reputasi
Balasan post todzzz
Quote:

nah bener gan. kalo emang pemerintah ga bs nurutin ya produsennya yg ngalah ngikutin pemerintah.
ni dua2nya keknya ga mau kalah. yamaho mungkin ga mikir ke depan lampunya bakal dipermasalahin polisi emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
Aboeyy memberi reputasi
dasar pak pol
profile-picture
rizkinurfadri memberi reputasi
salah polisi atau pabrikannya ini emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Yasudahlah, tinggal bayar aja yakan emoticon-Baby Boy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 2 lainnya memberi reputasi
pada saat proses tilang mesti adu argumen yg kuat dgn pak pol, biar bisa yakininemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
Suhfi memberi reputasi
polkus oh polkus..
yang penting jadi uang.. masalah halal haram udah gak peduli lagi.. iya kan pak??
kejadian gini kalo ada yg merekam bakal dianggap "perbuatan tidak menyenangkan..
negara macam apa ini emoticon-Marah
Lihat 1 balasan
lah polisi kurang pengetahuan umum, beberapa moge yg pnya dual headlamp juga nyalanya cuma sebelah tergantung mau pake lampu jauh atau deket..gk bisa nyala dua2nya skaligus kecuali di modif. itu pun tidak di saran kan krn bisa mengakibatkan terbakar
motor mahal lampu cuma nyala setengah. . . emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogik17 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
polisi gk pernah salah bro emoticon-Big Grin
profile-picture
Zedcool memberi reputasi
ane setuju ama TS.. pabriknya yg harus bertanggungjawab atas segala kerugian dan akibat2 yg ditanggung pengendara yg merupakan konsumenya dikarenakan produknya yg tdk sesuai dg standart dan perundang2an negara..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diandraps dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan


Quote:


Quote:


Komentar yg udah cukup menyelesaikan emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di