alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5de6988012ae607b3d13a6/jika-di-timur-terluka-di-barat-juga-ikut-merasa

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut MerasaJika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi


Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Sebagai negara dengan banyak etnis, ras, budaya, bahasa, agama, dan berbagai perbedaan lainnya, Indonesia tak pernah belajar dari kesalahan masa lalu. Lagi dan lagi, isu - isu terkait dengan perbedaan - perbedaan tersebut yang seharusnya menjadi pemersatu justru menjadi pemantik terjadinya perpecahan di negeri ini.

Terbaru, Kota Manokwari membara akibat aksi warga yang memprotes tindakan rasisme dan persekusi yang dilakukan terhadap mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya dan Malang. Isu terkait penangkapan dan rencana pemulangan para mahasiswa Papua diduga juga menjadi penyulut kemarahan warga. Belum lagi kabar hoax yang dihembuskan melalui media sosial menambah panas suasana. Dikutip dari Republika Online, dua kabar hoax tersebut yakni kabar bahwa ada foto mahasiswa Papua yang tewas akibat pemukulan yang dilakukan aparat di Surabaya serta hoax penculikan dua orang pengantar makanan untuk mahasiswa Papua oleh Polres Surabaya. Padahal kedua kabar tersebut tidak benar - benar terjadi.

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut MerasaImage Source

Sejumlah mahasiswa Papua yang awalnya diamankan oleh petugas pun akhirnya juga telah di pulangkan ke Asrama Papua tanpa ada penahanan. Namun karena kabar hoax telah merebak kemana - mana, kerusuhan pun tak dapat dihindari. Berbagai elemen mencoba meredam situasi ini. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, serta walikota Malang Sutiaji secara resmi telah meminta maaf atas kejadian yang terjadi diwilayahnya kepada Gubernur Papua dan juga masyarakat Papua pada umumnya. Harapannya agar situasi menjadi kondusif dan tak melebar kemana - mana.

Presiden Joko Widodo pun turut angkat bicara terkait kejadian ini. Beliau meminta agar para pihak menahan diri. Emosi itu wajar, tapi memaafkan lebih baik. Jika kita cerna perkataan Presiden tersebut memang ada benarnya. Memang sebagai sesama saudara sudah selayaknya kita saling memahami dan memaafkan. Meski sesama saudara kadang kita juga pernah berbuat salah dan mungkin menyinggung. Jangankan saudara dalam artian luas, sesama saudara kandung seibu sebapak saja kadang kita masih ada persinggungan, apalagi saudara dalam lingkup yang lebih besar.

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut MerasaImage Source

Jika kita sama - sama punya semangat untuk bersatu dan melawan rasisme, analogi yang tepat untuk menggambarkan situasi tersebut adalah seharusnya kita semua merasa sebagai satu kesatuan. Ibarat Indonesia adalah manusia, maka anak bangsa yang ada didalamnya adalah anggota tubuh yang berbeda - beda tapi saling bekerjasama dan tak saling menghina. Justru jika satu bagian tubuh merasa sakit, maka bagian tubuh yang lain akan ikut merasakan. Sama halnya dengan kasus Papua ini, meski secara jarak terbentang luas dan bisa jadi kita tak pernah saling bertemu, tapi karena kita merasa saling membutuhkan, maka kita tidak akan melakukan hal yang akan melukai diri kita sendiri.

Apapun alasannya, tindakan SARA tidak dibenarkan. Bukankah Tuhan memang menciptakan manusia secara bersuku - suku dan berbangsa - bangsa untuk saling melengkapi, bukan untuk saling menghina. Oleh karenanya, tak seorangpun yang boleh mengklaim dirinya sebagai superior dan menganggap suku lain lebih rendah. Kita masing - masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jikapun ada yang tak kita sukai dari saudara kita, masih ada musyawarah yang bisa kita kedepankan, dari pada berbuat rasis dan mengolok suku lain.


Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Disclaimer : Asli tulisan TS
Sumur Gambar : Om Google
Referensi : Opini Pribadi, Ini, dan Ini




Spoiler for Jangan Di Scan..:

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa

Spoiler for :


profile-picture
profile-picture
profile-picture
danQe dan 7 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
masih belum dapat tuh aparat yg rasis? belum di proses polwan yg ngasih minuman berakohol... terus ex caleg partai Gerindra yg inisiator pengepungan Asrama kok dibiarkan padahal gara² bacotan dialah semua bermula....

tp gw curiga ada grand design dibalik skema...

Berikut analisa abal²:

Tahap 1.
video ceramah si tonggos yang udah lama (3 tahunan), tiba² kok udah viral aja?
Expetasi: non Muslim marah, terjadi peristiwa ambon

Reaksi : non muslim malah memaafkan, tidak seperti yg diharapkan

Tahap 2.
Membuat chaos di malang, bermodalkan bendera yg dibuang ke selokan, tanpa ada saksi mata. Mencontoh kejadian penurunan bendera merah putih di Aceh

Ekspektasi: tahap ke 3, chaos di tempat asal mereka, Jiwa Patriotisme Aparat ngamuk, terbukti polwan ngirim minuman alkohol, aparat TNI nyebut monyet dll belum lg ormas yg memang di "undang" si agen chaos tersebut.

Reaksi : sesuai expetasi, dukungan celoteh gubernur bonus

Tahap 3:
Chaos di salah satu wilayah NKRI.

Expetasi : kerusuhan skala menengah

Reaksi : Sesuai yg diharapkan bahkan lebih...



TUJUAN:

1. Ada mungkin mentri/pejabat yg akan diganti beli jasa ini, supaya tidak diganti karena ada isu lebih penting.

2. Adanya sentimen negatif dengan ke pemerintah.

3. Efek kesempatan dalam kesempitan, contoh komen si Lukas Enembe sudah mencukupi dia mau lepas dari jeratan hukum..


Itu aja sih analisis gw... CMIIW
beda warna kulit serbu,beda pendapat serbuuu,beda iman serbu... besok2 beda hp bisa2 diserbu emoticon-Ngakak
Diubah oleh anesopo
timur, tenggara, selatan barat daya, barat, barat laut utara, timur laut, balonku tinggal empal kupegang erat2 emoticon-Angkat Beeremoticon-Ultah
Quote:


Ya sudah nek gitu
Balasan post pabloo
Quote:


Jangan dong om..
Quote:


Dah malu daritadi
Lihat 1 balasan
Balasan post pabloo
Quote:


Ga usah malu malu..
Quote:


Tua amat deh emoticon-Om Telolet Om!
Lihat 1 balasan
Balasan post pabloo
Quote:


Nyubi tahun 2008 ya .. emoticon-Malu
Quote:


Ane kan masih nubi om emoticon-Betty
Lihat 1 balasan
Balasan post pabloo
Quote:


Kejunk lah.. Kayak masi baru aja.. emoticon-cih
Quote:


Mau ngaoain siang siang emoticon-Motret
Lihat 1 balasan
iye gan...
jaga kesatuan ye, nkri
Balasan post pabloo
Quote:


Itu mah TS nya..ke kalimantan nyok om.. emoticon-Ngacir
Quote:


Owh karena paktor u kali ya
Lihat 1 balasan
Balasan post pabloo
Quote:


Ga tau, bingung ajah.. emoticon-Entahlah
FREEEEEEDOOOOOOOM.....

Jika Di Timur Terluka, Di Barat Juga Ikut Merasa
Diubah oleh andreas.tw
we live in the era of smartphones and stupid peoples...dimana hp2 sudah menggunakan teknologi2 canggih ,informasi mudah diakses dan diprovokasi.....dipikirannya yg penting viral dulu ..benar salah urusan belakang ...salah tinggal minta maaf ,,,,itu kalau yg masih punya malu ...kalau tidak yah......emoticon-Cool aja


emoticon-Cape deeehh
lagi2 berita hoax jadi provokator.

seharusnya kemajuan tekhnologi dimanfaatkan utk kebaikan, bukan sebaliknya malah bikin rusuh.
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di