alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5bd8c9e83c7222da50893f/dki-klaim-udara-membaik-pasca-ganjil-genap-data-airvisual-bicara-lain

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain
Ganjil-genap di Jalan Pramuka (Jefrie Nandy Satria/detikcom)



Jakarta - Sepekan usai uji coba ganjil-genap, kualitas udara di DKI Jakarta dinilai lebih sehat oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sedangkan menurut data AirVisual, kualitas udara Jakarta mengalami kondisi naik-turun.

Dinas LH DKI Jakarta selama sepekan telah melakukan pemantauan kualitas udara dari 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara). Hasilnya, ada sejumlah penurunan tingkat polusi.

"Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara) setelah uji coba 'gage' (ganjil-genap) selama satu minggu kemarin, untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen, untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen," ucap Kepala Dinas LH Andono Warih dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).

SPKU Dinas LH DKI di Bundaran HI dan Kelapa Gading menggunakan PM 2,5. Makin tinggi nilainya, kian banyak polusi di lokasi tersebut.

Pada Stasiun Bundaran HI, hasil pemantauan sepekan sebelum uji coba ganjil-genap pada Senin (12/8) menunjukkan rata-rata nilai 63,29. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil-genap atau sampai Sabtu (17/8), rata-rata nilainya 51,29. Jadi ada penurunan dengan rata-rata 18,9 persen.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain
Data kualitas udara dari stasiun pemantauan Kelapa Gading. (Dok. Dinas LH Jakarta)

Sementara itu, di Stasiun Kelapa Gading, sepekan sebelum uji coba ganjil-genap diberlakukan, rata-rata nilainya 56,06. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil genap, nilainya 48,48. Jadi ada penurunan sebesar 13,51 persen.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain
Data kualitas udara dari stasiun pemantauan Kelapa Gading. (Dok. Dinas LH Jakarta)

Kendati begitu, Air Quality Index (AQI) indeks yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta mengalami kondisi naik turun. AQI AirVisual digunakan untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

AQI mempunyai rentang nilai 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain
Kondisi udara Jakarta versi AirVisual. (Dok. Data Airvisual)

Pada hari Selasa (13/8), kualitas udara Jakarta berada di 113 alias tidak sehat bagi orang yang sensitif. Lalu, pada Rabu (14/8) nilainya naik menjadi 122. Sedangkan pada Kamis (15/8) naik lagi menjadi 157 sehingga masuk dalam kategori tidak sehat. Nilai ini naik kembali pada hari Jumat (16/8) menjadi 158.

Namun, pada hari Sabtu (17/8), nilai ini turun menjadi 149. Kemudian, pada hari Minggu (18/8) kondisi udara Jakarta membaik dengan nilai 126. Tetapi kondisi kualitas udara Jakarta kembali memburuk pada Senin (19/8) dengan nilai 153.

Sementara data dari AirVisual pada Selasa (20/8), pukul 16.05 WIB, menunjukkan kualitas udara Jakarta berada pada 94 alias moderat. Jakarta berada di peringkat 10 dunia. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Kota Johannesburg, Afrika Selatan.

Sumbernya

Ini pertanyaannya,
Kira-kira apa ya tools yang dipakai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam mengeluarkan data tersebut?

Kalau menurut ane ya, karena isu tentang buruknya kualitas udara di DKI Jakarta itu awalnya berdasarkan data dari AirVisual, kenapa gak tetap menjadikan AirVisual sebagai indikator pemerintah DKI Jakarta dalam evaluasi?

Kalau beda-beda indikator penilaian dan beda hasil begini kan publik sendiri yang jadi bingung.

Padahal sebagai warga negara, masyarakat DKI Jakarta tuh berhak loh dalam mendapatkan data yang sebenarnya dan juga berhak dalam menghirup udara yang sehat.
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oliver28 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Sok.Art
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Netijen julid aja.
Karena udara polusi, wan abud bisa bikin proyek baru.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
masih trial and error emoticon-Big Grin

#gubernurmagang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
b42l4t4k dan 7 lainnya memberi reputasi
wew membaik
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Lain metode pengukuran ya lain hasilnya.

Selama metode yg dipakai valid ya sah2 aja datanya dipakai.
profile-picture
samsol... memberi reputasi
yg penting klaim dulu
urusan bener ga bener belakangan

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
samsol... dan kalong.albino22 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kalian ini jangan cuma nyinyir aja bisa nya. Apakah kalian tidak tahu, kalau yang dijadikan patokan adalah data resmi dari Airvisual, kan jadi gak bisa di akalin. Gimana sih ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mr.buky dan 6 lainnya memberi reputasi
di bogor udah ujan.... polusinya geser. jd jakarta membaik. coba kalau ujannya nyampe jakarta. lgsg mendingan deh polusinya.

tp banjir atau nggak ya ga tau. abis kemarau panjang, biasanya ujan deres, dan biasanya sampahnya numpuk di kali2. kalau ga siap ya bakal banjir.... emoticon-Hammer2
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Ganjil genap biasanya buat mengurangi kemacetan di titik2 yang menjadi kemacetan
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ahh kampret jdi buat proyek baru kan wan abud.. Bahlul ente survey nyaa..emoticon-Thinking
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Darimana logikanya gage mengatasi polusi udara? Justru dengan adanya gage malah buat kendaraan banyak yg menumpuk di jalur alternatif. Alhasil kemacetan terjadi n produksi gas buang CO meningkat. Solusi kok ngarang2.. Indikator yg dipakai sj dinegasikan hasil pengukurannya. Jakarta cuma jadi bahan lawakan doang dgn pemimpinnya yg model begitu. emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rl1711
Lihat 1 balasan
wkwkwkkw
profile-picture
profile-picture
samsol... dan adolfsbasthian memberi reputasi
bagus gan
profile-picture
profile-picture
samsol... dan adolfsbasthian memberi reputasi
gubernur kampret emang
profile-picture
profile-picture
samsol... dan adolfsbasthian memberi reputasi
abud tukang tipu emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
samsol... dan adolfsbasthian memberi reputasi
Sebentar lagi mulai menginjak bulan berakhiran "BER" harusnya lebih diprioritaskan menghadapi ancaman banjir.

Tanam pohon dll, akan sia2 kalau direndam banjir
profile-picture
samsol... memberi reputasi
berarti tingkat polusi tinggi sebenarnya dari kendaraan g signifikan? tapi aneh juga pas mati lampu lama kemarin bisa dibilang semua orang keluar bawa kendaraan tapi polusinya malah turun? apa pengaruh beberapa pembangkit listrik atau pabrik2 sekitar jakarta? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 2 lainnya memberi reputasi
Padamkan listrik ganjil genap niesemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
samsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
Ni jawaban lu di sini TS

https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com/jabodetabek/27/06/2019/perbedaan-data-kualitas-udara-di-jakarta-dari-dinas-lh-dan-airvisual/%3famp
profile-picture
profile-picture
omcons dan samsol... memberi reputasi
loh, guvernor tifu-tifu
profile-picture
samsol... memberi reputasi
serem bgt udara di jkt, ehh polusinya ngeri bgt,
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di