alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
182 Orang Meninggal Pasca-Operasi TNI - Polri di Nduga, Papua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5434d79a972e6e965ee1c0/182-orang-meninggal-pasca-operasi-tni---polri-di-nduga-papua

182 Orang Meninggal Pasca-Operasi TNI - Polri di Nduga, Papua

182 Orang Meninggal Pasca-Operasi TNI - Polri di Nduga, Papua
TEMPO.CO, Jakarta - Korban kekerasan pasca-operasi keamanan di Kabupaten Nduga, Papua mencapai 182 orang. Angka itu diungkap Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga, Papua yang melakukan verifikasi sejak Desember 2018 hingga Juli 2019.

"Korban jiwa yang terus bertambah kami melihat tak ada untungnya. Justru korban akan terus berjatuhan dan berdampak merugikan masyarakat sipil, yang sebenarnya tidak tahu masalah apa-apa, ikut menjadi korban," kata Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Menurut laporan, 182 korban meninggal itu terdiri dari 69 laki-laki dewasa, 21 perempuan dewasa, 20 anak laki-laki, dan 21 anak perempuan.

Bahkan konflik ini juga menewaskan 14 balita perempuan, 12 balita laki-laki, 17 bayi laki laki, dan 8 bayi perempuan. Jika ditotal, korban meninggal dunia didominasi perempuan dan anak sebanyak 113 orang.

Theo mengatakan, korban meninggal dunia disebabkan oleh tembakan oleh aparat TNI/Polri, kekerasan fisik seperti pemukulan dan perampasan, sakit, dan akibat melahirkan di pengungsian dan hutan.

"Kami telah paparkan nama seluruh korban kekerasan dan pengungsi kasus Nduga secara rinci di depan seluruh pendeta dan masyarakat pengungsi. Benar bahwa memang mereka ada yang ditembak di hutan dan beberapa kabupaten lain," kata Theo.

Selain korban meninggal, Theo juga menjelaskan tim investigasi mendata ada puluhan ribu pengungsi akibat operasi aparat yang mengejar kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kogeya. Antara lain, 4.276 pengungsi di Distrik Mapenduma, 4.369 Distrik Mugi, 5.056 Distrik Jigi, 5.021 Distrik Yal, dan 3.775 Distrik Mbulmu Yalma.

"Selain itu juga 4.238 di Distrik Kagayem, 2.982 Nirkuri, 4.001 Inikgal, 2.021 Mbua, dan 1.704 di Dal," kata Theo.

Untuk itu, Theo yang juga didampingi Pdt. Esmon Walilo, Kordinator Gereja Kingmi di Tanah Papua Kabupaten Jayawijaya dan Pater Jhon Jongga, Direktur Yayasan Teratai Hati Papua dalam memaparkan hasil laporannya menegaskan masalah ini harus diselesaikan secara serius.

"Kalau ada korban berarti saya pikir semua pihak harus duduk dan diskusi kenapa ini bisa terjadi. Yang terjadi di Nduga, dengan penyerangan itu bukan penyelesaian masalah. Tapi masalahnya tambah rumit. Serangan balik itu pasti banyak korban," katanya.

Theo juga menegaskan kembali pihaknya meminta pemerintah untuk menarik mundur aparat TNI dan Polri dari Nduga lantaran keberadaan aparat menimbulkan keresahan. Namun, Markas Besar Polri kemarin mengatakan hingga saat ini TNI - Polri masih akan tetap menggelar operasi pengamanan di Nduga, Papua.

"Polri bersama TNI akan tetap melakukan pengamanan, pelayanan dan pengayoman terhadap masyarakat di Nduga. Polri juga akan tetap melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu kepada siapapun," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Agustus 2019.

sumur


sudah mau 17 agustus semoga cepat berdamai
profile-picture
buruhrokok memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Quote:


Semoga OPM cepat dibasmi kalau mereka tidak mau menyerah tanpa syarat!
Itu banyak sekali
Dan gua ragu penyebabnya TNI
Kasian warga Papua dijadiin tameng hidup separatis yg diiming2 kemerdekaan
Lihat 4 balasan
Ayo cepat kirim si Banser ke Papua emoticon-Request
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tri.avenger dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Balasan post kelilipan.duren
Setuju, ga fair kalo semua yg disalahin TNI, dan semua korban juga tak terafilasi dengan OPM.. Wa percaya semua tindakan dari TNI terukur..
Balasan post bach62
@bach62 iya om
Gua juga pernah penelitian di Papua, dan sempat ke nduga juga
Ngobrol2 sama orang sana, dan alesan orang sana risih dengan OPM ini bukan cuman suka minta dana atau bahan pokok aja. Itu lebih kecil malah
Tetapi yg lebih besar, yaitu tadi. Mereka jd tameng hidup yg bisa dipergunakan untuk alasan HAM.
Coba lihat penembakan2, meskipun OPM itu dihutan, tp kalau ada baku tembak pasti dipusat tempat aktifitas. Jd bisa mengaburkan asal peluru darimana.
Ya namanya lg tembak2an ditempat rame, peluru gak kena musuh bisa kena kesiapa
profile-picture
dawolong memberi reputasi
Inlander fafua harus dipintarken dengan bersekolah.
trus maunya diapain ? diajak ngomong ? dicat ? dikasih waring ?
kenapa tni tidak menciptakan gulag aja biar nanti bisa di intrograsi mana yg rakyat biasa mana yg opm setelah itu dipisah dan bila terbukti opm di headshot atau dijadikan ekperimen senjata baru aja emoticon-Jempol
Buat apa ada banser, fpi dkk?kirim aja mereka itu lumayan buat ganti tameng
Balasan post lupa.nama.
Quote:


Banser Papua mah udah puluhan tahun ada,...
klo FPI Papua, HTI, FUI, MMI , JAT dijamin ngga ada emoticon-Imlek
182 Orang Meninggal Pasca-Operasi TNI - Polri di Nduga, Papua
182 Orang Meninggal Pasca-Operasi TNI - Polri di Nduga, Papua

Balasan post kelilipan.duren
itu cuma laporan sepihak LSM pro OPM, ngga usah dianggap serius , ntar lagi juga punah emoticon-Leh Uga OAP
yg mati krn mabok, perang suku , laka lantas jauh lebih byk ketimbang "katanya" ditembak TNI-Polri emoticon-Imlek
profile-picture
buruhrokok memberi reputasi
kasihan
Nih berita berat sebelah, seolah TNI-Polri yg ngilangin nyawa mereka. Dah tau ada OPM disana napa LSMnya gak bawa2 OPM? Dibyr brp sih buat dukung beginian nih LSM emoticon-Lempar Bata
Balasan post tukangbeling7
Quote:


Wkwkwkwk itu mah Diklat nya si banserep emoticon-Ngakak (S)

Abis upacara udah pulang lagi ke rumah masing2 dan ke daerahnya masing2 emoticon-Ngakak (S)

Suruh bertempur coba lawan OPM paling kabur duluan dan kencing dicelana emoticon-Ngakak (S)

Banserep banserep kalian itu hanya ormas sampah gak ada gunanya pun sama sekali buat negri ini emoticon-Ngakak (S)

Ngaku2 penjaga garda terdepan buat NKRI, berani nya cuma sama org sipil gak bersenjata (kayak bubarin pengajian) wkwkwk

Taik anjing lu Banser emoticon-fuck3
Gak mau ambil resiko operasi, prajurit yg di lapangan yg jd korban.
Dibiarkan berlarut2
Balasan post lupa.nama.
@lupa.nama. karena banser gak dibawain senjata, wajar lawannya kudu gak bersenjata juga emoticon-Big Grin

Balasan post lupa.nama.
@lupa.nama. klo lo pengen Banser bertempur, ya lo ubah dulu UU nya emoticon-Leh Uga
yg pasti gak ada bani monas yg cukup berani ke papua selain Banser...yaken tod?
bubarin pengajian kaum wahabpig sarafiyin & HTI itu mah hukumnya wajib & halal, teroris radikal kok dikasih ruang emoticon-Leh Uga
Balasan post kelilipan.duren
tp disisi lain penguatan intelijen dan managemen operasi TNI perlu juga diperbaiki
agar korban sipil bisa diminimalisir

Balasan post dwiatmaja
Quote:


Di kasih pun senjata buat di banserep yg ada orang yg bersalah ntrar di tembaknya emoticon-Ngakak (S)

Gak dipake bedil aja si banserep udh Arogan
Apalagi di kasih bedil emoticon-Ngakak (S)

Banser sampah emoticon-fuck2
Balasan post lupa.nama.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di