alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Di Siantar, Pencuri Pisang Ditahan, Tersangka Korupsi Berkeliaran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5423cb7e3a7229b270e3b8/di-siantar-pencuri-pisang-ditahan-tersangka-korupsi-berkeliaran

Di Siantar, Pencuri Pisang Ditahan, Tersangka Korupsi Berkeliaran

Pematangsiantar - Andy Syahputra, 30 tahun, duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis, 8 Agustus 2019. Dia lebih banyak menundukkan kepala, sesekali menatap ke arah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Sinaga yang sedang membaca tuntutan. Sesekali Andy juga menggoyangkan kakinya, mungkin untuk mengatasi rasa bosan atau mungkin rasa kantuk.

Andy didakwa mencuri satu tandan pisang seharga Rp 150 ribu. Pria asal Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, ini menjalani sidang perdana.

Dalam dakwaannya, JPU Samuel Sinaga menerangkan kronologi pencurian yang dilakukan Andy. Pencurian berawal saat terdakwa berboncengan dengan rekannya, Chandra (DPO) menunggangi sepeda motor Yamaha Mio BK 6324 TAM, berkeliling untuk mencari pekerjaan sebagai buruh bangunan.

Keduanya pun melintas melewati Jalan Peleton, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, dan memarkir sepeda motor di depan sebuah gereja yang sedang dalam tahap pembangunan, Senin, 1 Juli 2019.

Kemudian keduanya menawarkan diri agar diterima sebagai buruh bangunan di pembangunan gereja itu. Namun, keduanya ditolak dengan alasan tidak sedang membutuhkan tambahan tenaga pekerja. Mereka pun beranjak dengan maksud pulang ke rumah.

Saat melintas pulang ke rumah, keduanya melihat pohon pisang dengan buah sudah layak dikonsumsi di dalam pekarangan rumah milik Rosli Saragih. Keduanya pun sepakat memetik pisang itu dari pohonnya dengan cara terlebih dahulu mengambil alat berupa parang ke kediaman mereka dan kembali menuju lokasi pohon pisang.

Setiba di lokasi, Andy Syahputra menunggu di atas sepeda motor bertindak mengamati situasi sekitar. Sementara temannya, Candra, berjalan kaki mendekati tembok pagar pekarangan rumah milik Rosli, serta memanjatnya.

Usai memanjat tembok, Candra masuk ke dalam pekarangan dan berhasil mengambil 1 tandan pisang kepok dengan cara menebang pohon dengan parangnya. Sial, waktu hendak membawa keluar pisang, Candra terlihat pemilik rumah dan diteriaki maling dengan nada keras.

Mendengar teriakan itu, tetangga Rosli dan warga lain berdatangan ke rumahnya. Melihat itu, terdakwa dengan cepat melarikan diri dengan sepeda motornya. Namun, Rosli dengan cekatan menarik baju Andy Syahputra dari belakang hingga terdakwa terjatuh dan terpental ke aspal jalan.

Sementara itu, Candra berhasil melarikan diri dengan cara mengayun-ayunkan parang ke arah warga yang hendak menangkapnya. Tak berapa lama polisi datang dan mengamankan Andy dengan barang bukti satu tandan pisang berikut satu sepeda motor.

"Akibat perbuatan terdakwa, Rosli Saragih mengalami kerugian Rp 150 ribu. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 363 ayat (1) ke 4e, 5e, KUHPidana," kata JPU Samuel Sinaga.

Merujuk pada pasal tersebut, kasus Andy tergolong dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Di tempat lain, tiga pejabat di Pemerintah Kota Pematangsiantar yang sudah berstatus tersangka tidak ditahan. Mereka masih bebas berkeliaran. Ketiganya yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Herowhin Sinaga, Kepala Dinas Komunikasi (Kadis Kominfo) Posma Sitorus, dan Sekretaris Kominfo Acai Sijabat.

Herowhin Sinaga terjerat kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal di PD Paus, tahun anggaran (TA) 2014. Penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pematangsiantar itu per tanggal 10 Juli 2019.

"Kira-kira yang kita ekspose kemarin itu kerugian negara sekitar Rp 500 juta," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pematangsiantar, Dostom Hutabarat, Senin, 22 Juli 2019 lalu.

Sementara Posma Sitorus dan Acai Sijabat menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan Smart City tahun 2017 yang merugikan negara sebesar Rp 400 juta.

Kenapa tiga tersangka korupsi belum ditahan? Alasan Pihak Kejaksaan Negeri karena ketiganya masih kooperatif dalam memenuhi panggilan Jaksa.

Ketua Sumut Watch, Daulat Sihombing, menuturkan dalam dua perkara ini, pencuri pisang dan korupsi, terdapat perbedaan yang sangat signifikan. "Inilah ironi penegakan hukum di negeri ini. Perkara ini (korupsi) yang harusnya extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) menjadi kejahatan biasa. Sebaliknya, kasus kecil seperti pencuri pisang menjadi kasus luar biasa," katanya kepada Tagar, Jumat, 9 Agustus 2019.

Baca juga: Proyek Balairung Rajawali di Siantar, Negara Rugi Rp 448 Juta

Dia sepakat, dari dua perkara ini, terlihat jelas hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. "Penegak hukum di negeri ini mempertontonkan ketimpangan ini secara kasatmata," ujarnya.

Daulat menambahkan dari dua perkara ini mengindikasikan bahwa aparat penegak hukum memang selalu terpengaruh dengan transaksional sehingga sulit menegakkan hukum kepada yang punya uang lalu mudah menegakkan hukum kepada yang tidak punya uang.

"Itu pesan yang perlu dipertanyakan," ucapnya.

"Semisal koruptor, orang pasti mengatakan oh dia banyak uang, untuk melakukan transaksi supaya tidak ditahan, supaya tidak ditangkap, supaya dia dihukum ringan. Sementara pencuri satu tandan pisang, emang apa mau dibagi?" kata Daulat.

Menurut Daulat, masyarakat pun sekarang sudah bijak melihat setiap kasus yang terjadi di negeri ini, status sosial sangat mempengaruhi.

"Apakah itu yang mau ditunjukkan dalam perkara ini? Orang dengan mudah sekarang akan bisa mengatakan atau menduga seperti itu. Oh, karena nggak punya uang dia (Andy), wajarlah dia masuk penjara. Punya uang mereka (3 tersangka korupsi), masih ada uang untuk menahan hukum itu supaya tidak jalan dulu," ujar Daulat.

Kondisi seperti ini, kata Daulat, ada degradasi yang sangat membahayakan eksistensi penegakan hukum. Dia mengatakan moral para penegak hukum sangat dipertanyakan dalam menangani perkara.

Daulat menambahkan, dari dua kasus ini, ratusan ribu vs ratusan juta, terlihat sangat mengingkari rasa keadilan masyarakat. "Jika kasus terjadi kepada yang status sosial kalangan bawah, maka proses penegakan hukumnya cepat dan mudah dalam penahanan. Sebaliknya, jika status sosial tinggi, maka hukum akan lambat," katanya

https://www.tagar.id/di-siantar-penc...si-berkeliaran
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Dan berita ginian masIh akan ttp ada selama rezim ini yg berkuasa
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Pencuri pisang ditahan , tersangka korupsi berkeliaraan ..
Dan Femain Film Fisang keras betul .. kabur , blom fulang2 sampai sekarang ...

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
thebicul dan winner4016 memberi reputasi
keadilan sosial?
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Diubah oleh neptunium
Balasan post antek.rakyat
Quote:


jembut aceh kurang apalagi
sampe sekarang pejabat korup itu kaga dipotong tangan
Pencuri pisang ditahan
Gebukin aja nih maling pak, siap itu disiram bensin dan disulut api emoticon-Big Grin

Quote:


Kayak yg di Bekasi itu ya?
Tukang ampli abis salat malah dibakar, dasar barbar!! emoticon-Marah
Lihat 4 balasan
Balasan post must69
Barbar?
Justru itu cara paling efektif kali bro
Balasan post must69
Barbar?
Justru itu cara paling efektif kali bro
Balasan post antek.rakyat
Quote:


provokator masih banyak berkeliaran

entar kalo ditangkep tangkepin rezimnya jokowi lagi disalahin dah emoticon-Leh Uga










dasar pandir caper
Quote:


Gak epektip buat koruptor.. emoticon-Turut Berduka
Balasan post must69
Quote:


ntahlah gan, bingung juga apa agamanya yang bakar itu...emoticon-Malu
Balasan post lapetbasi
tadinya gw mau bilang "korupsi itu dosa"

tapi ngeri ada yg nyeletuk "udah kayak tuhan aja... berani beraninya memvonis ini dosa itu dosa"
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post neptunium
Quote:


@neptunium

tadinya gw mau bilang "korupsi itu dosa"

tapi ngeri ada yg nyeletuk "udah kayak tuhan aja... berani beraninya memvonis ini dosa itu dosa"
profile-picture
winner4016 memberi reputasi
hukumnya tuh di benerin. kejhtn pencurian n korupsi hukumannya di setarakan dengan umr per bulan

misal umr 1 jt/bulan
curi motor 10 juta hukuman 10 bulan
korupsi 100 juta hukuman 100 bulan

Kalo curi pisang 100 rb = 100.000/1.000.000 x 30 hari = 3 jari
profile-picture
tukangkredit memberi reputasi
Diubah oleh dupa.fair
Lihat 1 balasan
Balasan post tukangkredit
Quote:


Lagi mau nyarkasin apa ente bre?

Yg jelas korupsi adalah hal yg merugikan orang banyak, sehingga secara logika sudah sepatutnya utk dihukum.

Edit, baru ngeh, yg ini ya?

Mustofa: Anies Kurban 1 Sapi, Ahok Kurban 5 Juta Sapi Tapi Tak Dapat Pahala
https://www.suara.com/news/2019/08/1...k-dapat-pahala

Emangnya si cinak Ngahoax banyak berkurban itu ngerugiin siapa brey?
Ngerugiin agama yg Alloh-nya ngatain orang kristen itu kafir laknat yang tidak akan senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka ya?
Diubah oleh svier
Pesan moral :

Lain kali jgn nyuri pisang, tdk bergengsi dan resiko nya besar (bs di gebukin massa dan di bakar) minimal lsg di tangkap polisi

Kl korupsi duit negara lbh bergengsi dan resiko nya kecil (ga bakal di gebukin apalg di bakar) ga bs lsg di tangkap (biasanya jd saksi dl)

emoticon-Leh Uga
profile-picture
roninthirst memberi reputasi
Balasan post dupa.fair
Quote:


setuju ini
profile-picture
dupa.fair memberi reputasi


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di