alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Perang Menhan vs KSAD Soal Enzo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5423858012ae220655cda9/perang-menhan-vs-ksad-soal-enzo

Perang Menhan vs KSAD Soal Enzo

Spoiler for enzo:


Spoiler for Video:


Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah mencegah lebih baik daripada mengobati. Slogan tersebut tak hanya berlaku di bidang medis, akan tetapi berlaku juga di berbagai aspek kehidupan kita. Termasuk dalam hal menjaga Pancasila dari ideologi lain yang mengintainya, yakni ideologi khilafah.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terus berupaya keras dalam mencegah penyebaran virus bernama khilafah ini. Pemikiran akan ideologi khilafah akan membangkitkan radikalisme. Ketika radikalisme sudah tak terkontrol, maka ia akan berkembang menjadi terorisme. "Harimau yang ganas makan orang, tapi tidak pernah dia melukai anaknya. Itu macan. Tapi kalau kita lihat bom bunuh diri kemarin, bagaimana seorang ibu dengan dua anak menyongsong bom bunuh diri. Harusnya takut, tapi kenapa tidak takut? Mindset-nya sudah diubah, oleh siapa? Khilafah, teroris," kata Menhan Ryamizard saat mengisi kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) hari Selasa 13 Agustus.

Detik [Menhan Ajak Mahasiswa UNS Tolak Paham Khilafah]

Perhatian Menhan terhadap berkembangnya radikalisme tentu memiliki dasar yang kuat. Menurut data dari Kementerian Pertahanan yang telah ia paparkan beberapa waktu yang lalu, Menhan mengaku bahwa 3 % dari TNI yang seyogyanya sumpah setia dan menjaga Pancasila ternyata telah ikut terpapar radikalisme. Hal ini sangat berbahaya karena hal ini menandakan TNI yang erat dengan persenjataan memiliki potensi terorisme tumbuh di dalam tubuhnya.

Detik [Menhan Sebut 23,4% Mahasiswa di RI Terpapar Radikalisme]

Contoh teranyar dapat kita lihat dari polemik Enzo Zenz Allie. Calon prajurit taruna TNI di Akademi Militer (Akmil) tersebut disinyalir telah terpapar oleh radikalisme. Saat mendengar kabar itu, Menhan Ryamizard berpendapat apabila benar ada taruna atau anggota TNI terindikasi terpapar radikalisme, maka langsung saja diberhentikan, karena sama saja dengan berkhianat.

Akan tetapi, pihak TNI tetap mempertahankan Enzo menjadi calon prajurit taruna. KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan Enzo tetap dilantik setelah TNI AD menerapkan tes moderasi bernegara. "Kesimpulannya Enzo Zenz Allie dilihat dari indeks moderasi bernegara itu kalau dikonversi menjadi persentase nilai 84 persen. Nilainya di situ adalah 5,9 dari maksimum 7. Jadi indeks moderasi bernegaranya cukup bagus," kata Andika saat ditanyai di kantor Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

Menanggapi keputusan itu, Menhan menduga bahwa Enzo telah berubah setia pada NKRI dan Pancasila. Ia hanya berpesan, “Kalau disinyalir dia berubah, dia setia pada NKRI, dia setia kepada Pancasila tidak masalah. Masalahnya kalau dia tetap mempertahankan khilafah dan lain-lain itu harus keluar. Tidak ada tawar-menawar lagi. Pancasila harus nomor satu," kata Ryamizard.

Tirto [TNI Pilih Enzo Tetap di Akmil, Menhan: Mungkin Berubah & Setia NKRI]

Berdasarkan pernyataan dari KSAD Andika Perkasa dan Menhan Ryamizard kita bisa sedikit menganalisa. Apa yang dikatakan oleh Menhan agar Enzo langsung dipecat ada benarnya. Argumennya adalah, sebuah ideologi tidak dapat diukur apakah dia benar-benar telah bersih dari ideologi tersebut ataupun tidak. Apabila Enzo telah benar-benar steril dari ideologi selain Pancasila, mengapa ada 3% TNI yang terpapar radikalisme? Mengapa paham tersebut masih bercokol di benak mereka? Bisa saja Enzo berpura-pura setia pada Pancasila.

Kemungkinan KSAD mengakui bahwa argumen dari Menhan itu benar. Akan tetapi, langkah KSAD untuk tetap mempertahankan Enzo adalah demi menjaga nama baik TNI. Apabila ia mengakui Enzo telah terpapar radikalisme dan mengeluarkannya, maka citra TNI akan menjadi jelek. Masyarakat bisa saja menyayangkan proses penerimaan Taruna Akmil yang kecolongan dan bertanya kenapa justru setelah kasus tersebut menjadi ramai, Enzo dikeluarkan. Mengapa tidak sedari awal saat proses penyaringan? Bahkan masyarakat dapat bertanya-tanya bagaimana dengan 3% prajurit TNI yang terpapar radikalisme? Apakah mereka tidak dikeluarkan juga?

Dalam hal ini, kemungkinan KSAD Andika memiliki keyakinan akan cara persuasif dan penggemblengan dari TNI. Ia bisa jadi meyakini dengan penananaman nasionalisme dan patriotisme di dalam tubuh TNI dapat mengubah pandangan radikalis seseorang menjadi kembali setia pada Pancasila. Oleh karena itu pula, demi menjaga nama baik TNI, maka Menhan terlihat sedikit melunak dalam menyikapi kasus Enzo.

Cara tersebut memang masuk akal. Tapi harus diingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Agak unik sebenarnya kedua pandangan yang bertolak belakang ini. Uniknya adalah pandangan kedua tokoh tersebut bertolak belakang dari personal mereka selama ini. KSAD Andika Perkasa selama ini terkenal akan ‘otot’nya, tapi polemik radikalisme Enzo menyebabkan ia menggunakan ‘otak’ dalam menyikapinya. Sedangkan Menhan Ryamizard selama ini identik menggunakan ‘otak’ dalam menghadapi berbagai situasi. Tetapi, terkait khilafah, ia terlihat keras dan lebih menggunakan ‘otot’.
Diubah oleh NegaraKITA
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
"Menanggapi keputusan itu, Menhan menduga bahwa Enzo telah berubah setia pada NKRI dan Pancasila. Ia hanya berpesan, “Kalau disinyalir dia berubah, dia setia pada NKRI, dia setia kepada Pancasila tidak masalah. Masalahnya kalau dia tetap mempertahankan khilafah dan lain-lain itu harus keluar. Tidak ada tawar-menawar lagi. Pancasila harus nomor satu," kata Ryamizard."

Sudah beres masalahnya.. dan TNI pun pasti agak mengistimewakan dan memberi perhatian lebih ke tu anak pada saat proses pendidikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh khayalan
Lihat 1 balasan
Hmm... semoga tidak jadi serigala berbulu domba kelak
yg pasti ini blunder TNI.... itu sudah emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mismiuna dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
hore cikal bakal Indonesia bubaremoticon-Selamat
Quote:


Karena sudah viral, dan banyak yg simpatik. Nama baik jadi dipertaruhkan
Quote:


Mungkin iya... secara sudah keburu masuk.. kalau dikeluarin juga bakal ngecoreng nama institusi seleksi TNI..

Tapi tenang gan.. TNI juga bakal lebih memperhatikan tu anak selama masa pendidikan.. mungkin pas lulus pun doi yg paling nasionalis setelah dapet perhatian lebih itu..

dan.. salah sedikit langsung disikat..

emoticon-shakehand
profile-picture
NegaraKITA memberi reputasi
Quote:


Perang Menhan vs KSAD Soal Enzo
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan entecavir memberi reputasi
Bacolan babi ternyata!
Take emoticon-Angkat Beer
Bule, indo, orang asing datang ke Indonesia minimal viral atau bahkan jadi artis

Nah kita datang ke negara orang? ya paling jadi babu emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
estehjahe dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Makanya tu orang bakal bener2 diawasin ntar emoticon-Hansip
Lihat 1 balasan
Balasan post NegaraKITA
Quote:


bukan soal diawasi atau tidak, perbaiki sistem rekrutmen & metode screening/litsus dsb, tertibkan juga itu anggota yg suka narsis2 viralkan pidio emoticon-Cool
Quote:


Jaman kemaren2 kayaknya kaga ada screening calon sampe ke medsos segala... paling banter cuma nyampe email doangan..
Lihat 1 balasan
apakah enzo akan menjadi modelan isis dll yang awalnya berasal pasukan ameriki?


hati2 aja
Balasan post khayalan
Quote:


ya berarti TNI nya yg ketinggalan jaman, itu sudah....akhirnya dipermalukan netizen emoticon-Cool
Bahayanya Enzo bisa jadi bom waktu, bayangin aja kalo dia udah lulus, kan itu sedari kecil sama ibunya yang kanan, besar kemungkinan dia balik kanan, udah kanan + punya skill militer lokal, kudu dimonitor khusus
weeee waaaaaa wiiiiiiii
Menhan ngotot banget nih sampai perpanjang masalah onta import.

Berarti ada apa2 nya.

Mudah2an cepat diusut.

Bata only
Balasan post khayalan
Quote:


kalo liat si sasuke
atau jowy suikoden 2
atau kylo ren...

hmmm..bs aja enzo berkhianat dalam hati tp br aksi stelah jd panglima emoticon-Wink

emoticon-Cool
Masih keren tim rekrutmen orba, jmn ga ada medsos dan internet tpi bisa menciduk dan menggagalkan calon taruna yg cuma "diduga" terafiliasi pki, atau keluarga yg sekali lgi "diduga" pki. Alhasil bnyk yg jdi korban, meski g tau mnahu ikut pki, cmn modal d kasi beras dan pangan d anggap auto simpatisan pki.
Diubah oleh a.dirnt
Balasan post TerlahirJelek
Quote:


lucunya kalo bule kismin dateng kemari, bisa dikagumi dan indehoi sama cewek indo yg tergolong kaya/high class. Tinggal nongkrong aja di kafe2 seputaran kemang, maka muncul igo-igo yg genit pengen punya pacar bule.

kalo laki indo, meskipun mapan belum tentu tuh cewek cakep mau. Mereka juga masih liat2 tampang, bibit bebet bobot.
Kalo sama bule mah langsung auto ngangkang tanpa tedeng aling-aling..
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di