alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Perang Dagang Tak Kunjung Usai, Ekonomi China Kian Memburuk
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53fc1a0577a91ed17a4642/perang-dagang-tak-kunjung-usai-ekonomi-china-kian-memburuk

Perang Dagang Tak Kunjung Usai, Ekonomi China Kian Memburuk

Jakarta - Perekonomian China tercatat mengalami keterpurukan pada paruh 2019. Hal ini disebabkan oleh masih panasnya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan pertumbuhan industri menjadi sangat rendah sejak 17 tahun terakhir.

Mengutip Reuters, aktivitas perekonomian di China juga mengalami perlambatan dan disebut membutuhkan stimulus yang lebih kuat dari pemerintah untuk menopang pertumbuhan.

Kepala Ekonom dari Macquarie Group Larry Hu mengungkapkan perang dagang ini berdampak pada industri, investasi hingga penjualan ritel. Kemudian survei yang dilakukan oleh sejumlah bank menyebut jika kredit bisa lebih rendah dari perkiraan.

"Ekonomi China membutuhkan banyak stimulus dari pemerintah karena tantangan yang makin besar," kata Larry dikutip dari Reuters, Rabu (14/8/2019).

Dia menyampaikan, perekonomian China ke depan masih akan terus melambat jika tak diimbangi dengan kebijakan yang mendukung dari pemerintah. Misalnya pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang mendukung sektor infrastruktur dan properti.

Biro Statistik China menyebutkan pertumbuhan industri China pada Juli 2019 tercatat 4,8% lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Disebutkan pertumbuhan ini merupakan yang paling lambat sejak 2002 lalu.

Perlambatan ini disebabkan oleh permintaan baja yang menurun, selain itu produksi kendaraan bermotor juga mengalami penyusutan. Kementerian Perindustrian China menyebutkan memang untuk mencapai pertumbuhan adalah hal yang sulit.

Sekadar informasi pertumbuhan ekonomi China memang mengalami perlambatan paling dalam sejak 30 tahun terakhir yakni 6,2%. Ini membuat kepercayaan bisnis di China goyah dan makin.

https://m.detik.com/finance/berita-e...-kian-memburuk

Amerika kok dilawan boz
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Nggak lah.

Yg ambruk ekonomi negara lainnya

Singapore, indo dll.

Btw, usa juga memburuk
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
*Tulisan Dahlan Iskan Lagi* 😃

Babi Gemuk
27 July 2019
Oleh : Dahlan Iskan

Gajah lawan gajah. Babi gemuk yang kelimpungan.

Ekspor Singapura turun drastis: 17 persen. Selama enam bulan pertama tahun ini.

Itulah data terbaru sampai akhir Juni lalu. Pertumbuhan ekonomi Singapura pun diramal hanya akan sekitar 1,5 persen.

Pusing.

Tapi itu biasa.

Di dunia marketing gajah sama sekali tidak takut pada gajah. Mereka tahu: dunia cukup lebar untuk menghidupi dua gajah.

Contohnya: ketika Indomie bertempur lawan Mie Sedap tidak ada yang langsung kalah. Pabrik mie kecil-kecil lah yang sempoyongan -- terkena getaran bumi pertempuran.

Begitulah hukum dunia marketing. Banyak kejadian seperti itu.

Sampai, kelak, salah satu dari gajah itu berdarah-darah.

Ekspor Tiongkok ke Amerika sendiri tentu turun. Akibat perang dagang sejak setahun lalu itu. Tapi hanya turun 4 persen. Dalam kurun Januari-Juni 2019.

Kelihatannya itu sudah membuat Tiongkok seperti terkena tembakan Amerika.

Betul.

Tiongkok tertembak jari tangannya.

Tapi lihatlah data berikutnya: impor Tiongkok dari Amerika turun 30 persen!

Jari yang tertembak, paha yang balas ditembak.

Luka di paha itu mengeluarkan darah kedelai, sorgum, jagung, dan daging babi.

Bagi Tiongkok kehilangan utara masih ada timur. Ekspornya ke Eropa naik 6 persen. Bahkan yang ke Inggris naik 12 persen. Dan, ehm, yang ke Asia Tenggara juga naik: 8 persen.

Mengapa dua gajah yang berkelahi tapi beberapa pelanduk yang kelimpungan?

Itulah ekonomi global. Yang sudah sangat berbeda dengan zaman dulu.

Contohnya laki-laki satu ini. Namanya: chips. 'Otak'-nya komputer atau HP.

Amerika melarang ekspor chips ke Huawei. Apa hubungannya dengan pelanduk Singapura? Mengapa bisa membuat ekspor Singapura turun?

Chips itu memang milik Amerika. Tapi untuk bisa sampai ke pabrik HP Huawai di Shenzhen jalannya panjang.

Amerika hanya mendesain chips itu. Dirangkainya di Taiwan. Atau di Malaysia. Bisa juga di Korea Selatan. Bahan-bahannya didatangkan dari Jepang. Setelah jadi chips dikirim ke Singapura. Untuk mendapat fasilitas macam-macam: kredit murah, pajak murah, dan bea masuk/keluar yang nol. Barulah chips itu dikirim ke Shenzhen. Untuk Huawei.

Jelaslah mengapa bukan impor chips yang turun drastis dari Amerika -- tapi impor kedelai!

Kenapa jari tangan yang tertembak, paha lawan yang berdarah.

Larangan presiden Donald Trump di bidang chips itu memukul sekaligus empat pelanduk: Taiwan, Jepang, Korsel dan Singapura. Empat-empatnya sahabat baik Amerika.

Tentu Tiongkok juga menderita -- secara ramai-ramai. Bersama para tetangganya itu. Tiongkok lantas bisa menyembuhkan luka jarinya -- belum tentu tetangganya itu.

Huawei sendiri bikin kejutan kecil-kecilan: mencari doktor-doktor yang baru lulus. Dengan tawaran gaji di atas UMP - Upah Miliaran Pertahun. Diumumkan Kamis minggu lalu.

Tawaran gaji paling rendah Rp 2 miliar/tahun. Paling tinggi Rp 4 miliar/tahun. Tergantung bidang teknologinya dan potensi ke depan si doktor baru itu.

Trump memang sudah mengizinkan kembali perusahaan chips Amerika jualan ke Huawei. Tapi Huawei akan mengajukan syarat: tidak bisa lagi diganggu pasokan chips itu. Huawei justru menyiapkan sendiri chips baru bikinan grupnya sendiri.

Lalu bagaimana perkembangan perang dagangnya?

Minggu depan perundingan itu dimulai lagi. Antara gajah Amerika dan gajah Tiongkok itu. Yang terhenti sejak Mei lalu. Tiongkok tidak mau lagi dilakukan di Beijing. Lokasi perundingan itu di pindah ke Shanghai.

Kali ini tidak ada lagi yang berharap banyak. Perundingan ulang itu tidak mungkin menghasilkan kesepakatan final. Masih agak jauh untuk ke sana.

Tiongkok justru mengajukan banyak syarat: tidak ada penurunan tarif impor bertahap. Amerika harus menurunkannya menjadi seperti dua tahun lalu. Juga harus mencakup masalah teknologi. Dan terutama politik. Lebih terutama lagi Taiwan.

Kalau toh ada yang masih berharap banyak tampaknya justru negara seperti Singapura. Yang urat nadi ekonominya ada di kemampuan ekspornya.

Tapi tidak apa-apa.

Singapura sudah terlanjur kaya raya. Sakitnya kali ini hanya seperti terganggu flu ringan.

Asal jangan keterusan menjadi flu nyamuk.(Dahlan Iskan)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aokijireborn dan 2 lainnya memberi reputasi
Balasan post antek.rakyat
Ga dipungkiri, amerika juga pasti berdampak. Tapi ga signifikan gan, karena amerika banyak ditopang perusahaan multinasional di seluruh dunia
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 4 lainnya memberi reputasi
denger - denger Inner Mongolia juga pengen independent, makin banyak masalah internal nih China emoticon-Leh Uga
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post vayeate
Itulah alasan, terlalu dini menyimpulkan China akan menjadi negara adidaya. Waktu yg masih panjang, bahkan sangat panjang. Ibaratnya, china itu ketinggalan 100 tahun dari amerika, dalam berbagai bidang. Dimana amerika sudah melangkah, china belum melakukan sesuatu. Ada banyak hal, tentu ga bisa disebut 1 persatu, aku kasih contoh bagaimana amerika menghentak dunia lewat misi luar angkasanya ditahun 60an awal
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Diubah oleh dongokwidongok
Mau lagak apalah bule paok itu emoticon-Om Telolet Om!

































emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan 3 lainnya memberi reputasi
Mau buruk mau njungkel, buksn negara guwa ini!
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Kalau ekonomi china ngak baik, bisa ngefek juga ke perekonomian indonesia juga
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Ane cuma takut, barang barang malah diexpor ke indo
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Quote:


Selama ini gimana gan untuk Indonesia sendiri, apakah barang-barang impor dari China banyak atau tidak gan ?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
baguslah jadi sementara cina berantam dgn USA, indo bisa tenang dari serbuan cina haha
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
setau ane kan masih ada piutangnya pada banyak terlebh disini emoticon-Belo
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Perlambatan ini disebabkan oleh permintaan baja yang menurun, selain itu produksi kendaraan bermotor juga mengalami penyusutan.

Pasti gara-gara Anies pakek instalasi bambu di Getah Getih emoticon-Marah
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
industri masih tumbuh 4.8%, retail masih tumbuh 7.6% kok dibilang buruk?emoticon-Big Grin

noh jerman sudah minus -0.1%emoticon-Leh Uga
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 2 balasan
pasti berita bersumber dari pers barat. emoticon-Big Grin

profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
bertani pun belum bisa pantas udah kaya kok gak berkelasemoticon-Big Grin
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 3 balasan
perang ego doang ini mah, pada buntung semua.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi


Quote:


Negara beda ndul, china 4.8 itu buruk tp bt indonesia itu ud normal buat jepang itu surga
G bs pukul rata 4.8 = jelek bt di semua negara, tergantung konteks negaranya
Noh filipina, kamboja, banglades di atas 7%

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan greedaon memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post ivan.as.ira
Emangnya siapa yg bertani?
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di