alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53e7610577a92a2b74c6c4/trotoar-dilebarkan-pebisnis-cikini-mulai-kehilangan-pelanggan

Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan

Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan
Para pekerja tampak sedang menyelesaikan proyek pelebaran trotoar di Cikini, Jakarta, Selasa (13/8/2019).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membenahi trotoar di Jl. Cikini, Jakarta Pusat. Jalur pedestrian tersebut dibuat lebih lebar demi kenyamanan pejalan kaki. Namun, pelebaran itu membawa korban, yakni sebagian pebisnis di kawasan tersebut.

Cikini telah lama terkenal sebagai tempat nongkrong orang kantoran dan mahasiswa. Sepanjang jalan terlihat berjejer kafe seperti Bakul Koffie dan Tjikini Coffee Shop, restoran Dua Nyonya, co-working space Workroom dan beberapa tempat lainnya.

Suasana di tempat-tempat itu, terutama saat makan siang dan malam, biasanya ramai. Namun saat Beritagar.id menjelajahi jalanan tersebut pada Selasa (13/8/2019), sebagian besar tempat nongkrong itu tampak lowong.

Dede Haristyan (28), karyawan Workroom, menyatakan pembangunan trotoar itu membuat jumlah pengunjung co-working space sekaligus kafe itu turun cukup drastis. Berkurang antara 30-50 persen dibandingkan sebelumnya.

"Ngaruh banget. Orang yang biasanya masuk ke sini jadi malas masuk karena di depan lagi ada pengerjaan. Terus kadang, kalau lagi ada pengerjaan (trotoar), (tamu) suka terganggu sama suaranya," jelas Dede.

Sejak Juni 2019, Pemprov DKI tengah melakukan revitalisasi trotoar sepanjang 10 km dari Cikini ke Kramat Raya. Proyek tersebut direncanakan selesai pada Desember nanti.

Revitalisasi yang dilakukan termasuk pelebaran trotoar. Lebar jalur pejalan kaki yang sebelumnya 1,5-2 meter, ditambah menjadi 3-3,5 meter. Pemprov DKI juga, dikutip detikcom, akan membangun transit plasa di Stasiun Cikini dan ruang publik baru di Tugu Proklamasi. Anggaran seluruh proyek itu mencapai Rp 75 miliar.
Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan
Pekerja membongkar trotoar lama di Jalan Cikini Raya depan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (19/6/2019). Revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba sepanjang 10 kilometer dengan anggaran sebesar Rp75 miliar tersebut bertujuan agar ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
Akibatnya, jalan menjadi lebih sempit. Gerai bisnis di sepanjang jalan itupun kehilangan tempat parkir untuk para pelanggan. Sebelumnya, puluhan mobil dan motor bisa parkir di sisi jalan, bahkan di sana tersedia mesin pembayaran biaya parkir.

Kini, area parkir itu jadi makin sempit dan hanya bisa menampung paling banyak 10 mobil yang parkir secara paralel.

Eka Wardhani, manager Bakul Koffie, menyatakan, banyak tamu yang mengeluhkan soal keterbatasan lahan parkir. Meski omset bisnisnya masih aman, menurutnya, pengunjung yang datang telah berkurang sekitar 10 persen.

"Kalau memang trotoar mau dirapikan atau dibikin baru, sebenarnya tidak apa-apa. Tapi kalo trotoarnya dilebarkan akan mengurangi jalan. Dari sisi bisnis ya memang otomatis kita gak ada parkir tamu. Tamu banyak komplain karena mereka gak bisa parkir," tutur perempuan berusia 40 tahun itu.

Berkurangnya jumlah pelanggan juga dirasakan restoran Dua Nyonya. Manajer restoran, Dimas Aditya, menyatakan pengurangannya mencapai 70 persen. "Omset jadi turun drastis. Merugikan kita," keluhnya.

Saat ini alternatif parkir di jalur tersebut hanya tersedia di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) dan pusat belanja Menteng Huis. Akan tetapi ruang di dua tempat itupun terbatas dan, khususnya di TIM, membuat pengunjung mesti berjalan kaki cukup jauh.

Eka menyatakan pernah mendengar bahwa Pemprov DKI akan menyediakan tempat parkir khusus di TIM untuk mereka yang hendak bepergian di kawasan Cikini. Tetapi, menurutnya, lokasi itu terlalu jauh dari kafenya.

"Orang Indonesia kan malas jalan kaki. Dari TIM ke sini jaraknya jauh, hampir setengah kilometer," kata Eka.

Para pedagang tersebut berharap proyek trotoar tersebut selesai sesuai rencana dan Pemprov DKI bisa menemukan solusi dari masalah tempat parkir.

Protes politisi

Revitalisasi trotoar Cikini itu juga sempat diprotes oleh politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Menurutnya, trotoar di jalan itu lebih baik diperbaiki dan dipercantik saja, tidak diperlebar.

"Dampak dari itu (pelebaran trotoar di Cikini), tentu kemacetan akan bertambah parah di sana sementara urgensi dari pelebaran trotoar itu tidak jelas manfaatnya," tuturnya, dinukil Akurat.co (21/7).

"Trotoar 1,5 meter itu cukup untuk pejalan kaki, tak perlu harus mengambil badan jalan lagi. Ini soal pembagian kebutuhan publik secara proporsional antara kendaraan dan pejalan kaki," tambahnya.

Namun Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, bergeming. Ia menegaskan, dalam Suara.com (22/7), pejalan kaki adalah prioritas sebagai pengguna jalan.

Anies ingin agar warga Jakarta lebih memilih berjalan kaki atau memanfaatkan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Ia yakin pelebaran trotoar itu lebih banyak manfaat ketimbang mudaratnya.

"Alat transportasi yang kita semua Insya Allah miliki adalah kaki. Nah itu jalan untuk kaki harus dibangun, bukan saja jalan untuk roda," ujar Anies.
Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ngan-pelanggan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan Jokowi tak setuju presiden dipilih MPR

- Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan LQ45 bergerak menguat ke level 986 - Rabu (14/08/2019)

- Trotoar dilebarkan, pebisnis Cikini mulai kehilangan pelanggan Bank Mandiri polisikan penyebar isu bangkrut

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di