alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Malaysia Akan Bahas Permanent Residency Ulama Kontroversial Zakir Naik
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53e3c38012ae0e99702dee/malaysia-akan-bahas-permanent-residency-ulama-kontroversial-zakir-naik

Malaysia Akan Bahas Permanent Residency Ulama Kontroversial Zakir Naik

Malaysia Akan Bahas Permanent Residency Ulama Kontroversial Zakir NaikZakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)

Kuala Lumpur - Kabinet pemerintah Malaysia akan membahas status permanent residency yang dipegang ulama kontroversial asal India, Zakir Naik. Salah satu menteri Malaysia meyakini Zakir Naik harus kembali ke India untuk menghadapi dakwaan pencucian uang dan ujaran kebencian. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/8/2019), ulama kelahiran Mumbai, India ini diketahui tinggal di Malaysia selama tiga tahun terakhir, 

Dia menuai kecaman terkait komentar terbaru yang menyebut warga Hindu di Malaysia memiliki '100 kali lebih banyak hak' dibandingkan warga minoritas muslim di India. Dia juga menyebut bahwa terkadang warga Hindu di Malaysia lebih mempercayai pemerintah India daripada pemerintah Malaysia sendiri.

Ras dan agama menjadi isu sensitif di Malaysia, yang sekitar 60 persen dari total populasi 32 juta jiwa adalah warga muslim. Sisanya merupakan warga etnis China dan India, yang kebanyakan menganut Hindu. 

[table][tr][td]Baca juga: Ulama Kontroversial Zakir Naik Dituduh Lakukan Pencucian Uang Rp 400 M[/td]
[/tr]
[/table]

Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia, M Kulasegaran, menyebut komentar Zakir Naik bisa saja dimaksudkan untuk memicu keretakan di negara multi-ras ini, agar dia bisa meraih pengaruh besar di kalangan muslim. Kulasegaran menyebut Zakir Naik tidak layak mendapat status permanent residency dan persoalan ini akan dibahas dalam rapat kabinet pada Rabu (14/8) waktu setempat.

Zakir Naik yang berulang kali menyangkal dakwaan-dakwaan yang dijeratkan kepadanya di India, membantah tuduhan yang dilontarkan Kulasegaran dan beberapa pihak lainnya di Malaysia. Asosiasi Patriot Nasional -- sekelompok veteran militer dan polisi Malaysia -- mengecam pernyataan Zakir Naik dengan menyebut banyak etnis India di Malaysia yang mengabdi pada negara. 

"Pujian saya untuk pemerintah Malaysia atas perlakuan Islamis dan adil terhadap minoritas Hindu telah diputarbalikkan dan dikutip secara salah demi keuntungan politik dan menciptakan keretakan komunal," sebut Zakir Naik dalam pernyataannya kepada wartawan setempat. 


[table][tr][td]Baca juga: Zakir Naik: Saya Utang Budi pada Malaysia, Tak Akan Langgar Hukum[/td]
[/tr]
[/table]

Perdana Menteri (PM) Malaysia dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Malaysia, Bernama, pada Selasa (13/8) waktu setempat menyebut Zakir Naik tidak bisa dipulangkan ke India karena 'kekhawatiran akan dibunuh' di sana. "Jika negara manapun ingin menampungnya, mereka dipersilakan," ucap PM Mahathir. 

Seperti dikutip media lokal Malaysia, The Star, PM Mahathir menyebut Zakir Naik sebagai 'tamu tak diundang yang tidak bisa dikeluarkan Malaysia'.

India melarang Islamic Reserach Foundation yang dipimpin Zakir Naik sejak akhir tahun 2016, dengan menuduhnya mendorong dan membantu para pengikutnya untuk menyebarkan rasa permusuhan, kebencian atau prasangka buruk di antara komunitas dan kelompok keagamaan berbeda'.


(nvc/ita)


https://news.detik.com/internasional...ws_newsfeed_4



Zakar naik menyebarkan kebencian terhadap umat hindu di malaysia di negara multi ras.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 7 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Mahathir M katanya udah setuju untuk deportasi si naik ini, negara manapun dipersilahkan untuk menampung, asal jangan india katanya. Yg ada ane malah khawatir bigot +62 yg bakalan mendesak pemerintah untuk nampung disaster satu ini emoticon-Nohope
Balasan post Storm Shadow
[mention]Storm Shadow[/mention] terlepas pengikutnya seperti apa yang jelas dia sudah bisa mengumlulkan masa yang banyak yang bisa mendebat dia harus yang selevel masanya...toh yang menang pemilu juga kata kubu lawannya pemilihnya...ya sudah lah
mirip2 Bibieb.. emoticon-Ngakak
Quote:


setan banyak pengikut nya juga...wkwkkwkw....
wkwkwk sekalian impor ni nasbung2 di mari ui malaysie
gw simak videonya di youtube mirip marteg bungkusnya agama, setingan semua emoticon-Traveller
msh idup nih org?
Nabi sobat gurun, zakar naik
Klo di bola, diibaratkan scout, pinter bener gaet member dari klub sebelah emoticon-Big Grin
Uclim tuh ada yg ginian seneng bgt

D ajak membenci kafir mah jlangsung lo jd nabi emoticon-Ngakak
Balasan post byebyebye
Quote:

Nah, entu dia, gan.

Kalo gampang bantah-bantahan (logis), ya ga mungkin orang mau jadi pengikutnnya kan ???

Atau kalo diparafrasa, pengikut ZN itu adalah orang yang... ah sudahlah...
Udah tinggal di negara orang, tapi malah adu domba antar ras. Klo bisa hidup damai, ngapain msti bikin kerusuhan sih emoticon-Nohope
profile-picture
adrianfuzagame memberi reputasi
Balasan post pgcililitan
Quote:


Kalau perlu kasih dobel sekalian gan emoticon-Ngakak
profile-picture
pgcililitan memberi reputasi
Malaysia cari penyakit pelihara ni orang, ga ada untungnya

Pilih naik, atau bilateral dengan India turun?
Pilih naik atau turun? emoticon-Big Grin
Quote:


Kaum onta gurun dimarih emang delusionalnya tinggi banget..
kalau memang terbukti tidak bersalah, ada baiknya diselesaikan dulu semua perkara yang melibatkan namanya di negara asalnya, apalagi pendukung beliau banyak. pasti banyak yang membackup dan berharap semua tuduhan tidak benar.
Balasan post anesca
Quote:


baru tersingkap isi hati dan pemikiran JK yg sebenarnya mah ..... ternyata oh ternyata

Ntar juga kalo di Malaysia udah mulai meleduk sana sini dan rusuh sara, nih orang buru2 dipulangin.
Balasan post Aragons
Buat apa berdebat dengan orang bebal
profile-picture
roninthirst memberi reputasi
adu domba (adu onta) itu ciri khas muslim radikal .
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di