alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
FAKTA PERADILAN SESAT BLOK BMG AUSTRALIA YANG TIDAK USANG DENGAN WAKTU
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53ddbe349d0f761b559cce/fakta-peradilan-sesat-blok-bmg-australia-yang-tidak-usang-dengan-waktu

FAKTA PERADILAN SESAT BLOK BMG AUSTRALIA YANG TIDAK USANG DENGAN WAKTU

1. Menggunakan KAP swasta yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya dalam Menghitung Kerugian Keuangan Negara.

2. KAP Drs. Soewarno Ak, menghitung kerugian investasi di Blok BMG menggunakan data dan informasi berupa Laporan Keuangan PT. PHE tahun 2009 dan 2010, dimana PT. PHE telah memutuskan Menghapus (write off) dan Divestasi PI di Blok BMG. Dalam kesaksian Hemzairil Ex. Direktur Keuangan PT. PHE mengenai Laporan Keuangan tahun 2009 (yang diselesaikan pada bulan November 2010) telah dibiayakan biaya akuisisi sebesar 30 juta usd. Pembebanan biaya akuisisi secara penuh tersebut merupakan Pengakuan Kerugian dan bukan Pencadangan Kerugian (Impairment).
Hemzairil juga memberi kesaksian bahwa PT. PHE tidak menggunakan konsep "Deplesi" (penurunan nilai) atau sejenisnya dalam Penilaian atau Valuation Blok BMG.

Dengan bukti tidak terdapatnya catatan investasi di Blok BMG dalam Laporan keuangan tahun 2010, memang terbukti bahwa PI di Blok BMG telah di Divestasi. Secara tegas Hemzairil memberi kesaksian bahwa PI di Blok BMG telah di Divestasi.

Kesaksian Feniwati Chendana yang merupakan Auditor PT. PHE dari EY (Ernst and Young) juga menguatkan bahwa PI di Blok BMG telah di Divestasi pada tahun 2009/2010. Feniwati memberi kesaksiaannya bahwa apabila PT. PHE melakukan impairment atau penurunan nilai, maka harus dicatat dan/atau dilakukan Pemulihan Nilai dalam Laporan keuangan PT. PHE tahun berikutnya atau tahun 2010 dan selanjutnya. Namun faktanya sudah tidak terdapat lagi catatan investasi di Blok BMG pada tahun 2010, sehingga memang telah dilakukan Divestasi dan Penghapusan investasi di Blok BMG dalam laporan keuangan PT. PHE tahun 2010 dan seterusnya.

3. Kenakalan PT. PHE juga terbukti dengan dimasukkannya atau dibebankan suatu biaya (yang katanya cashcall tahun 2010, 2011 dan 2012) kedalam Laporan Laba-Rugi Konsolidasi PT. PHE tahun 2009, Total biaya yang tersebut sebesar Rp. 568.066.000.000,-

Terjadi suatu kesalahan dan kenakalan PT. PHE yang bukan hanya membebankan secara keseluruhan biaya akuisisi sebesar 30 juta usd (seharusnya di deplesi), tetapi membebankan "biaya misterius" dalam Laporan Keuangan tahun 2009. Kebenaran biaya cashcall tahun 2010, 2011 dan 2012 yang dibebankan dalam dalam Laporan Laba-Rugi Konsolidasi tahun 2009 sangat diragukan kebenarannya. Seharusnya apabila dilakukan pengambilan awal biaya cashcall 2010, 2011 dan 2012 pada tahun 2009, maka harus dilakukan adjustment atau penyesuaian pada tahun 2010, 2011 dan 2012.

4. Kebohongan dari KAP Drs. Soewarno Ak dengan menuduh akuisisi adalah penyebab kerugian investasi di Blok BMG adalah kejahatan berat yang harus dipidanakan. Tindakan Malpraktek Kantor Akuntan Publik swasta yang bekerja dan menghitung kerugian dengan Prosedur yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, terbukti SALAH. Kejahatan Malpraktek dan kebohongan dari KAP Drs. Soewarno Ak, merupakan tindakan yang tidak dapat dimaafkan dan harus dihukum seberat-beratnya.

5. KAP Drs. Soewarno Ak tidak melakukan analisa kesepakatan akuisisi atau pembelian Participating Interest (PI) 10% di Blok BMG sebesar 30 juta usd dan tidak melakukan analisa dokumen jual beli atau SPA (Sale Purchase Agreement) serta tidak melakukan Penilaian atau Valuation Blok BMG. Dipastikan KAP tersebut tidak mempunyai kemampuan menghitung Nilai (valuation) suatu Blok Migas.

Tindakan Malpraktek KAP dari Tangerang, Ciputat tersebut merupakan Tindakan yang sangat jahat dan Pemerintah Indonesia harus melakukan evaluasi agar tidak terulang kasus seperti di Blok BMG. Sebuah KAP swasta yang belum terbukti mempunyai kemampuan dan prosedur menghitung kerugian negara, telah terbukti melakukan kesalahan.

6. Dengan telah di Divestasi PI di Blok BMG pada tahun 2009/2010, diperoleh informasi bahwa PT. Pertamina (Persero) berusaha menjual PI di Blok BMG (Divestasi) pada tahun 2012. Menjadi pertanyaan terkait dengan usaha divestasi pada tahun 2012, dikarenakan PT. PHE telah melakukan Divestasi pada tahun 2009/2010.

Demikian juga kebenaran pelaksanaan withdrawal pada tahun 2013 diperlukan audit investigatif. Terjadi keanehan, investasi di Blok BMG sudah tidak terdapat dalam Laporan Keuangan tahun 2010, 2011 dan 2013 tetapi dilakukan withdrawal pada tahun 2013 ?.

Solo, 14 Agustus 2019

Abimanyoe sapoetra

Sumber : Rekaman Audio Visual Sidang Pengadilan Tipikor, BAP dan lainnya
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di