alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Automotive / ... / Kendaraan Roda 2 /
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53dd5bfacb953c926c421e/teknologi-baru-suspensi-otomatis-bagi-para-rider-bertubuh-mungil

Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil

Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
Penulis: Toshihiro Wakayama
Ketinggian Motor Lebih Rendah 30mm
Menjejakkan kaki dengan mudah seringkali menjadi hal yang sulit dilakukan oleh orang dengan tinggi badan 160cm seperti saya. Selain karena postur tubuh dan skill berkendara, terdapat faktor lain yang menyebabkan sulitnya menjejakkan kaki ke tanah dengan nyaman, yakni jika jok 30mm lebih tinggi dari biasanya.
Mengendarai motor dengan ketinggian jok 820mm bukanlah hal yang sulit bagi saya, namun lain halnya jika ketinggiannya mencapai 850mm. Jika jok terlalu tinggi, pengalaman berkendara akan jadi kurang menyenangkan. Kemudahan dan kenyamanan dalam menjejakkan kaki tidak hanya dipengaruhi oleh ketinggian jok namun juga bentuk jok dan bodi motor itu sendiri. Anda bisa lihat perbedaannya melalui foto di bawah ini.
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil▲ Brutale 800
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil▲ Turismo Veloce

Jok Brutale 800 memiliki ketinggian 830mm, itu sebabnya jari kaki kanan dan kiri saya dapat menyentuh tanah dengan mudah. Sebaliknya, saat mengendarai Turismo Veloce, sulit bagi kedua kaki saya untuk menyentuh tanah dikarenakan ketinggian joknya yang mencapai 850mm.
Karena itu, lebih mudah bagi saya mengendarai motor dengan ketinggian jok 30mm lebih rendah. Saya rasa bukan hanya saya yang mengalami hal demikian. Beberapa jenis motor adventure memiliki ketinggian jok 30mm lebih rendah dikarenakan stroke suspensi yang lebih pendek dan bentuk jok yang rendah, namun penyesuaian tersebut harus dilakukan secara manual.
Posisi Jok Lebih Rendah 30mm Hanya Pada Saat Motor Berhenti?
Beberapa dari Anda yang seringkali merasa kesulitan saat menjejakkan kedua kaki ke tanah mungkin tetap menginginkan penggunaan jok yang lebih tebal dan stroke suspensi yang panjang. Lalu, apakah mungkin jika posisi jok dibuat menjadi lebih rendah 30mm hanya pada saat motor berhenti?
Faktanya, teknologi tersebut bukanlah khayalan semata. Showa telah merancang teknologi canggih tersebut dan memperkenalkannya di ajang EICMA.
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
Showa menamai teknologi tersebut EERA HEIGHTFLEX. Penggunaan katup hidrolik pada teknologi tersebut membuat preload adjuster menjadi lebih rendah dan tinggi sehingga menjaga tinggi motor tetap optimal saat sedang dikendarai dan membuatnya lebih rendah 30mm saat sedang berhenti.
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
Namun sayangnya, Showa tidak menjelaskan cara kerja teknologinya tersebut secara detail. Yang jelas, fluida yang mengalir bersama stroke digunakan untuk melumasi katup hidrolik, bukan motor.
Seperti pada damper lainnya, fluida mengalir di antara bodi damper dan tabung penampung sementara saluran fluida diganti dengan katup solenoid. Saat motor berhenti, fluida pada katup hidrolik akan mengalir ke tabung penampung dan menyebabkan ketinggian motor menjadi lebih rendah. Saat motor berjalan, fluida yang tadi mengalir ke tabung penampung akan mengalir kembali ke katup hidrolik dan membuat posisi preload adjuster menjadi lebih tinggi.
Menjajal Teknologi Terbaru Showa pada Africa Twin
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
Dengan kata lain, saat motor mencapai kecepatan di atas angka tertentu, ketinggian motor akan kembali seperti semula. Pada gambar di atas, staf Showa tengah menekan suspensi dan membiarkan pengunjung merasakannya sendiri.
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil
Teknologi BARU! Suspensi Otomatis Bagi Para Rider Bertubuh Mungil

Setelah di-gas beberapa kali, ketinggian motor naik (kiri) meski motor dalam kondisi diam. Sementara itu, saat motor berhenti atau dalam kecepatan rendah, ketinggian motor turun (kanan). Pada motor Africa Twin di atas, speed sensor digunakan untuk ‘membaca’ kecepatan motor sehingga aktuator dapat membuat motor menjadi lebih rendah saat motor mengalami deselerasi.
Meski pada gambar teknologi suspensi ini hanya diterapkan di bagian belakang motor, rencananya teknologi ini juga akan bisa diterapkan di bagian depan motor agar efeknya lebih optimal.
Selain itu, ketinggian motor juga bisa menjadi lebih optimal baik saat motor sedang dalam kecepatan tinggi, atau saat motor sedang berhenti atau dalam kecepatan rendah. Bukankah ini ide yang sangat realistis?


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di