alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Suka duka ku menempuh pendidikan di luar negri (al- azhar cairo)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53caa365b24d5594264b3e/suka-duka-ku-menempuh-pendidikan-di-luar-negri-al--azhar-cairo

Suka duka ku menempuh pendidikan di indonesia sampai luar negri

         Suka duka ku menempuh pendidikan di luar negri (al- azhar cairo)
Saya salah satu orang yang bisa mengenyam pendidikan tidak hanya di negaraku sendiri Indonesia  tapi saya juga bisa menikmati dan merasakan dunia pendidikan di luar negri, yang hampir beberapa orang mungkin menginginkanya, tapi tidak semua bisa mendapatkan dan di beri kesempatan untuk belajar di lur negri. Hanya orang orang yang di taqdirkan yang bisa belajar di luar negri dan salah satu nya adalah saya.

Suka duka ku menempuh pendidikan di luar negri (al- azhar cairo)


Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan suka duka ku dari mulai menempuh pendidikan di Indonesia sampai dengan melanjutkan ke Negara timur tengah yaitu di universitas al-azhar mesir. Yang terkenal dengan kampus tertua di dunia. Semenjak kecil dari lulus sd saya belajar jaug dari orang tua demi mendapatkan pendidikan yang lebih maju, yaitu di salah satu pondok pesantren di jawa tengah, nama pondok pesantren tersebut adalah pon-pes Darussalam, di sana saya belajar berbagai macam keilmuan agam islam, ketika malam hari dan sedangkan ketika siang hari saya keluar mencari ilmu di sekolah formal yaitu di salah satu sekolah negri di dekat  pesantrenku. Perjalanan itu berjalan sampai tiga tahun, dan kemudian saya melanjutkan ke sekoalah negri juga di tingkat menengah atas, yang saat itu juga saya masih tinggal di pesantren itu.

Lah di tempat itulah menumbuhkan rasa keinginanku untuk belajar ilmu agama tidak hanya di Indonesia akan tetapi di luar negri, sejak saya kelas 10 aliyah sudah mulai mempersiapkan persyaratan yang sekiranya nantinya di tes pada ujian seleksi masuk perguruan tinggi, salah satunya harus mempersiapkan hafalan al- qur’an, di sela sela waktu ku yang padat saya harus menyempatkan diri untuk menghafalnya, tiga tahun selama menempuh sekolah menengah atas saya menghafal 10 juz al-qur’an, itu sudah lumayan untuk menjadi bekal saya .

Begitu saya lulus dari pendidikan pesantren dan menengah atas saya langsung mencari informasi pendaftaran tengtanguniversitas al- azhar , dan akhirnya mendapatkan informasi lewat jalur kementrian agama Jakarta, saya di temani oleh orang tua saya menuju Jakarta untuk melakukan tes seleksi, menggunakan kendaraan yang waktu itu bus rosalia, dua hari saya tinggal di sana untuk melaksanakan tes. Tapi begitu satu bulan setelah tes saya mendapatkan pengumuman yang sedikit pahit bagi telinga, saya tidak lolos seleksi di karenakan kurang menguasai bahasa asing, yaitu bahasa arab.

Dengan begitu tidak membakar semangatku akan tetapi malah menjadi semakin berkobar, saya memutuskan untuk belajar bahasa arab dulu di pare Kediri, di sana saya belajar percakapan selama setahun, saya mendapatkan pendidikan dan pengalaman baru. Di tahun pendaftaran kedua pun al- hasil saya daftar lagi di seleksi berikutnya. Hasilnya sangat mengenjutkan saya berada di urutan nominal sepuluh besar. Itu membuat orang taku bangga.

Dan ketika mau berangkat ke mesir sempat ada drama tangis di antara saya dan orang tuaku, terutama ibu, dia merasa keberatan jauh dari anaknya yang mau pergi sampai luar negri, tapi setelah saya memberi pengertian dia pun bisa menerimanya.

4 tahun saya belajar di negri orang, dan tinggal jauh dari orang tua, menyebabkan rasa kangen yang amat dalam, di sana pun saya harus mencari pekerjaan sampingan untuk menyambung kehidupan sehari hari. Tapi dari kerja keras itu mendapatkan hasil yang tidak sia-sia, saya lulus ujian dengan predikat mumtaz, kalo dalam dunia pendidikan Indonesia di sebut dengan cumlaude.

Sumber: pengalaman pribadi


Diubah oleh Abidgeni
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di